
Xin Wenshui menepuk-nepuk tanah di tubuhnya, dan bergumam, "Jika kamu tidak tidak memperbolehkan aku memakannya, maka aku tidak akan memakannya! Dasar pelit!”
“….” Kata-kata Xin Wenshui di tambah dengan ekspresinya membuat Xin Qian sedikit tercengang. Xin Wenshui ini sangat menarik, temperamennya seperti anak-anak!
Di sisi lain, saat Xin Wenshi melihat bahwa saudara keduanya, Xin Wenshui sedang di usir dengan memalulan, dia tidak berani ikut campur. Tidak masalah jika dia tidak bisa makan makanan mewah itu, daripada dia di pukuli seperti itu oleh Xin Qian! Jika itu dia, dia benar-benar kehilangan muka!
Keributan ini akhirnya berakhir karena penampilan Xin Qian. Para pria dari keliarga Xin juga terus duduk dan makan di rumah Sanfang. Mereka juga tidak punya banyak pendapat tentang sikap Xin Qian, lagipula, Sanfang dan Xin Qian sendiri telah terpisah, dan masing-masing memiliki caranya sendiri. Siapa pun yang ingin di undang oleh Sanfang, itu adalah urusan mereka.
"Ayo, mari kita lanjutkan minum!" Ucap Xin Tianhu berusaha memecah suasana yang canggung itu.
"Ayah, aku akan mengisi gelas mu!" Ucap Xin Wenhua seraya menyodorkan kendi anggur pada Ayahnya, Xin Baoshan.
"Keahlian gadis Qian benar-benar bagus, ayah cobalah makan daging ini, rasanya sangat enak!" Ucap Xin Wentao.
Akhirnua, para Pria itu kembali makan dengan gembira, sedangkan anak-anak, Xin Qian dan Liang Jinqiao, semuanya makan di dapur.
Setelah beberapa orang mulai makan, Xin Ping’er kembali dari luar, tidak tahu dia habis dari mana sebelumnya. Xin Qian yang melihatnya, mengangkat kepalanya dan melirik ke arah Xin Ping’er, segera seteguk nasi di mulutnya menyembur keluar! Xin Qian benar-benar terkejut melihat penampilan aneh Xin Pinger!
Itu karena Xin Ping’er yang menggenggam seikat bunga liar di tangannya, lalu, ada juga semua jenis bunga besar yang di sematkan di telinganya. Bunga-bunga itu cantik, tetapi wajah Xin Pinger benar-benar tidak layak dengan bunga yang begitu indah. Justru, itu membuat Xin Pinger terlihat seperti orang gila!
Jadi, bagaimana bisa Xin Qian tidak terkejut saat melihat itu?? Masalahnya adalah Xin Ping’er sendiri tidak menyadari hal itu, mungkin Xin Pinger justru berpikir bahwa dirinya itu sangat cantik!
Beberapa orang di ruangan itu hanya bisa menggaruk kepala, saat melihat penampilan Xin Pinger, dan tidak tahu harus berkata apa…
“Ibu, apakah menurut mu aku terlihat sangat cantik?” Xin Ping’er bertanya pada Liang Jinqiao dengan ekspresi malu-malu.
“….” Liang Jinqiao tidak tahu bagaimana menjawab putrinya. Jika dia mengatakan yang sebenarnya, itu pasti akan menyakiti putri tertua ini lagi. Tapi jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya, Xin Ping’er akan terus melakukan ini, mengenakan bunga merah besar di telinganya, dan mungkin akan di tertawakan kemana pun dia pergi.
Liang Jinqiao tidak menjawab pertanyaan Xin Ping’er, tetapi Xin Qian sudah tidak tahan lago menutupi mulutnya dan tertawa.
“Pffft! Hahaha”
Mendengar tawa Xin Qian, Xin Ping’er merasa bahwa dia pasti menertawakannya. Jadi, Xin Pinger marah memelototi Xin Qian dan bertanya, "Xin Qian, apa yang kamu tertawakan?"
“Kamu pikir apa yang aku tertawakan?” Xin Qian bertanya balik.
"Kamu pasti menertawakan ku!" Ucap Xin Pinger dengan kesal.
"Hehe, kalau begitu kamu bisa memberitahu ku, apa yang membuat ku tertawa tentang mu? Atau kamu juga berpikir bahwa penampilan mu sangat konyol? kalau tidak kamu tidak akan bertanya seperti itu, kan?” Ucap Xin Qian dengan senyum mengejek
“….” Kemarahan Xin Ping’er di blokir oleh apa yang di katakan Xin Qian dan tidak tahu bagaimana harus menanggapinya. “Kamu tidak di perbolehkan menertawakan ku, jika tidak aku tidak keberatan berurusan dengan mu,”
"Aku terlalu malas untuk menertawakan mu!" Ucap Xin Qian dengan dingin. Dia tidak ingin repot dengan masalah konyol Xin Pinger.
Biarkan saja, Xin Pinger yang begitu narsis ini, biarkan semua orang melihatnya yang seperti ini, dan menertawakannya. Lagipula, Xin Pinger sendiri akan mengetahui kebenarannya dalam beberapa hari, saat itu terjadi, mungkin sudah terlambat jika dia ingin menemukan lubang untuk bersembunyi di dalamnya!
Xin Ping’er membersihkan suasana hatinya yang buruk, lalu berkata kepada Liang Jinqiao, "Ibu, Xiaofeng dan aku pergi ke ladang untuk memetik bunga. Dia berkata aku terlihat sangat cantik. Apalagi jika aku keluar dan meletakkan bunga ini di telinga ku, dan memakai pakaian yang indah, pasti akan ada pria yang menyukai ku. "
Ketika Xin Ping’er mengatakan ini, dia sama sekali tidak merasa malu, tetapi sedikit bersemangat dan sedikit berharap. Dia sungguh-sungguh menganggap bahwa kata-kata Xiaofeng itu benar.
Xiaofeng yang di sebut oleh Xin Ping’er adalah Ma Xiaofeng, seseorang yang juga tinggal di desa. Ibunya adalah seorang janda, dengan dua anak di belakangnya. Ma Xiaofeng baru berusia enam belas tahun tahun, tetapi kondisi keluarganya buruk dan dia tidak di terima dengan baik di desa.
Sama dengan Xin Ping’er yang berpenampilan jelek, dia juga tidak di perlakukan denga baik di desa. Jadi, dua orang ini, mungkin merasa kasihan dengan keadaan yang sama, dan mereka menjadi dekat secara alami.
Saat Xin Qian mendengar apa yang di katakan oleh Xin Ping’er, dia tidak bisa menahan tawanya lagi. Kakaknya juga kasian, dia ingin terlihat cantik karena dia ingin laki-laki melihatnya. Tapi tidak tahukah dia seperti apa rupanya? Dan bagaimana bisa Xin Pinger ini sangat mempercayai kata-kata dari Ma Xiaofeng?
Ma Xiaofeng ini juga bukan gadis yang baik, dia sepertinya sengaja mengatakan hal-hal itu kepada Xin Ping’er yang bodoh, kemungkinan Ma Xiaofeng ini ingin melihat bagaiman Xin Ping’er menjadi lelucon di desa! Menurut indera keenam Xin Qian, dia tahu bahwa Ma Xiaofeng ini bukan orang yang baik.
Liang Jinqiao memelototi Xin Ping’er dengan kesal. Masih ada para pria di ruangan itu, jadi bagaimana bisa putrinya mengatakan hal-hal seperti itu! Itu memalukan!
"Ibu, ada apa dengan mu?" Tanya Xin Pinger dengan wajah bodoh.
"Ibu... Xiaofeng yang mengatakan ini pada ku, bukan aku yang mengatakannya. Aku terlihat sangat cantik, kan? Ibu?” Ucap Xin Pnger dengan antusias.
Liang Jinqiao tersenyum kecut di sudut mulutnya, untuk menghindari pertanyaan ini, dia menyapa Xin Ping’er untuk makan, "Ayo, makalah dengan cepat. Ada begitu banyak hidangan lezat hari ini."
Mendengar makanan lezat, Xin Ping’er segera melupakan masalah sebelumnya, dan melirik makanan di atas meja, seketika matanya menyala dengan rakus! Benar-benar ada banyak hidangan lezat!
"Ibu benar, lebih baik kita bicara setelah makan! Sayang sekali, jika aku melewatkan semua hidangan lezat ini! Aku akan makan banyak!" Ucal Xin Ping’er dengan bersemangat.
“Hei, kamu adalah gadis yang sudah dewasa, bagaimana bisa kamu masih berteriak ketika kamu mai makan? Jagalah sopan santun mu saat makan!” Ucap Liang Jinqiao menegurnya. Ada sedikit ketidakberdayaan dalam nada suaranya.
Bagaimanapun, Xin Ping’er adalah gadis yang sudah dewasa, tetapi dia masih sangat bodoh, yang membuat Liang Jinqiao merasa sangat tidak tenang akan masa depan putri tertuanya ini.
"Ngomong-ngomong, itu salah Ibu karena tidak memanggil ku lebih awal. Untungnya, aku kembali lebih cepat, kalau tidak kalian mungkin sudah memakannya sampai habis!” Xin Ping’er mendengus pelan.
"Kamu.." Liang Jinqiao benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Ibu, cepat dan sajikan makanan untuk ku! Aku juga mau makan!" Perintah Xin Pinger pada Ibunya.
Liang Jinqiao menghela nafas dan berkata, "Oke, Ibu akan mengambilnya."
Melihat itu, Xin Qian segera meraih Liang Jinqiao dan berkata kepada Liang Jinqiao, "Ibu, jika dia ingin makan, maka biarkan dia mengurus dirinya sendiri! Bagaimana bisa dia meminta penatua untuk membantunya mengaambil makanan! Itu tidak sopan! Dia masih memiliki tangan dan kaki, kenapa harus Ibu yang melayaninya??"
Saat Xin Qian berkata begitu, Liang Jinqiao juga merasa tidak baik jika dia membantu Xin Ping’er mengambilkan makan.
"Xin Qian, apa maksud mu? Kenapa kau selalu ikut campur masalah ku?!!" Bentak Xin Ping’er dengan kesal. Dia merasa bahw Xin Qian sengaja terus menerus menentangnya.
"Xin Ping’er, kamu gadis yang sudah dewasa, dan kamu masih ingin ibu mu melayani mu? Apakah kamu tidak merasa malu? Jika kamu ingin makan, maka ambillah sendiri, jika tidak mau, maka jangan makan!" Ucap Xin Qian dengan sengit.
“Kenapa?” Gumam Xin Ping’er, lalu menatap Liang Jinqiao, “Ibu, lihatlah Xin Qian, dia terlalu berlebihan, dia selalu menantang apa pun yang ku lakukan!”
"Xin Ping’er, Aku lah yang membuat semua makanan hari ini. Jika kamu terus mengoceh pada Ibu, aku tidak akan membiarkan mu makan sedikit pun." Xin Qian mengatakan kalimat ini dengan ekpresi yang dingin.
Meski Xin Ping’er bodoh, dia masih mengerti perkataan Xin Qian itu. Setelah menginjak kakinya dengan marah, Xin Pinger dengan patuh mengambil mangkuk sendiri dan mengisinya dengan nasi. Kemudian, dia berjalan menuju meja.
Xin Pinger menyenggol Xin Tianhu dan berkata dengan ketus, "Sepupu kedua, minggir dan biarkan aku duduk juga! Aku ingin duduk dan makan."
"Um..." Xin Tianhu melihat bangku kecil yang dia duduki, bagaimana mungkin bangku kecil ini bisa menahan jika dua orang yang duduk?
Melihat rasa malu Xin Tianhu, Liang Jinqiao buru-buru berkata, "Xin Ping’er, berhentilah membuat keributan, kita para wanita maka sambol berdiri. Hanya Ayah mu dan para pria yang bisa duduk ketika mereka minum."
"Tapi Ibi……" Xin Pinger masih ingin duduk.
“Tapi apa, aku dan Ibu saja bisa makan sambil berdiri, bukan?” Xin Qian menatap Xin Pinger dengan dingin.
"Hmph, baiklah, apa susahnya makan sambil berdiri!” Gerutu Xin Pinger kesal. Selama dia bisa memakan makanan lezat kni. Dia tidak peduli!
Setelah itu, Xin Ping’er langsung ke meja lagi, dengan sumpit di tangannya, dia mulai mengambil berbagai hidangan ke dalam mangkuk di tangannya. Dia mengambil setengah daging asap yang tersisa dan menaruhnya di mangkuknya sendiri. Ada juga telur goreng dengan cabai, dia juga mengambil banyak.
Melihat itu, Xin Qian langsung menjadi marah. Orang di atas meja masih belum makan banyak, tetapi Xin Ping’er ini bahkan tanpa malu mengambil semuanya! Mengapa dia berpikir bahwa saudara perempuannya ini, sangat tidak menyenangkan mata, haanya melihatnya saja sudah membuatnya ingin mengomel lagi dan lagi!!
Xin Qian menegur Xin Pinger dan berkata, “Xin Pinger, apakah kamu itu babi! Begitu banyak orang yang ingin makan di sini, tapi kamu mengambil setengahnya sendiri? Apa kau tidak melihatnya? Semua yang lezat di ambil oleh mu sendirian. Apa lagi yang di makan orang lain? "
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗