
Liang Jinqiao mengangguk dan berkata, "Aku juga akan meminta mak comblang untuk membantu Xin Ping’er di keluarga kami ketika Aku melihat ke belakang, berharap untuk menemukan pernikahan."
Percakapan antara Xin Qian dan Liang Jinqiao juga di dengar oleh kedua anak itu. Xin Yang berkata dengan jujur, "Ibu, Aku pikir saudari tertua pasti tidak akan bisa menikah! Kakak tertua sangat jelek, terlihat menakutkan."
Xiao Chen juga menjawab dengan wajah polos dan mata bulatnya, "Nenek, bibi Pinger juga sangat galak, dia selalu galak Xiao Chen, tidak ada yang akan menyukainya."
“….” Xin Qian sedikit terkejut oleh kata-kata kedua anak itu.
Liang Jinqiao juga sama, setelah beberapa waktu terdiam, dia menghela nafas dan berbicara dengan Xin Qian, "Hah… Xin Qian, kedua anak itu bicara dengan jujur tentang pendapat mereka. Xin Ping’er adalah seorang gadis yang sulit di atur, dia juga tidak pernah mau belajar memasak atau pun tugas rumah, Ibu juga tidak tahu mengapa dia memiliki tanda lahir besar di wajahnya, karena itu Ibu takut jika calon suami Pinger akan sulit di temukan.”
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Jika benar-benar tidak dapat menemukan yang baik, maka pilih saja siapa pun yang mau menerima Xin Pinger, meski dengan kondisi keluarga yang buruk tidak apa-apa. Lagipula, tidak peduli seberapa buruk penampilan Xin Pinger, ada terlalu banyak bujangan di dunia ini, bagaimana mungkin dia tidak bisa menikah?"
Liang Jinqiao menghela nafas, "Itu satu-satunya cara sekarang. Jika Xin Pinger tidak keberatan, maka baik-baik saja, dan kita akan menikahkan mereka."
Xin Qian mengangguk setuju. Sejujurnya, dia juga berharap Xin Ping’er akan menikah dengan cepat, sehingga Xin Linger tidak akan menimbulkan masalah lagi untuk Orangtuanya. dia
Setelah selesai memasak makan malam, Xin Qian menyiapan hidangan di atas meja makan, dan menunggu para pria pulang dari ladang.
Pada Sore hari, orang-orang dari keluarga Xin telah kembali dari pekerjaan mereka di ladang dan duduk-duduk di halaman sambil beristirahat. Begitu Xin Qian menyiapkan hidangan di meja, aroma sayuran melayang di seluruh halaman. Terutama bau daging bacon yang lezat. Bau bacon lebih kuat, dan orang-orang dari keluarga Xin langsung tertuju pada bau itu dengan tatapam rakus.
"Paman keempat, paman kelima, dan sepupu kedua, kalian semua datang lah untuk makan!" Sapa Xin Qian memanggil.
Xin Wentao, Xin Wensheng, dan Xin Tianhu, saat mendengar panggilan Xin Qian, mereka datang sambil tersenyum malu-malu, tetapi tidak menolak undangan itu. Setelah memasuki rumah Sanfang, mereka bertiga menarik kursi dan duduk di meja makan yang telah di siapkan.
Di atas meja makan, Xin Qian telah selesak meletakkan semua makanan yang disiapkan dan ada juga anggur. Melihat semua hidangan lezat dan mewah itu, ketiganya hanya bisa menghela nafas. Mereka pikir itu hanya undangan makan malam biasa saja, tetapi mereka tidak berharap makanannya begitu lezat dan mewah, dan benar-benar ada daging!
"Hidangan malam ini benar-benar kaya ~" Gumam Xin Tianhu
"Ada juga anggur. Anggur ini benar-benar harum. Ini bahkan lebih harum daripada anggur kita sendiri.” Ucap Xin Wentao
"Tentu saja, sepertinya anggur yang di beli gadis Qian sangat mahal, jadi bagaimana bisa kita membandingkan anggur ini dengan anggur di pedesaan?" Ucap Xin Wensheng menimpali. Dari bauya saja, dia yakin bahwa ini adalah anggur kualitas tinggi, dan harganya pasti sangat mahal.
"Haha, kau benar. Itu adalah berkat bagi kita hari ini." Ucap Xin Wentao tertawa puas.
Ketika ketiga orang mengobrol, mereka sudah duduk di kursi masing-masing. Lalu, Liang Jinqiao menyiapkan mangkuk dan sumpit, kemudian menyapa ketiga orang itu untuk mulai makan dengan bebas.
"Apakah hidangan ini di buat oleh gadis Qian? Atau Kakak ipar ketiga?" Tanya Xin Wentao.
Liang Jinqiao tersenyum dan menjawab, "Itu semua di buat oleh Qian’er, dan aku bahkan tidak ikut campur."
"Sepupu Qian benar-benar luar biasa, dan keahlian memasaknya juga sangat bagus. Ini adalah hidangan terbaik yang pernah Aku makan selama hidup ku.” Ucap Xin Tianhu
“Itu benar. Selama aku di kota, masakan gadis Qian ini tidak bisa di bandingkan dengan itu! Ini sangat enak!” Ucap Xin Wensheng mengangguk setuju.
Xin Qian tersenyum, dia hanya merasa bahwa apa yang di katakan Xin Wentao dan Xin Tianhu agak berlebihan. Orang-orang desa berpikir bahwa masakan yang dia masak hari ini adalah yang terlezat di dunia, karena mereka tidak pernah mencoba makan makanan yang enak di dunia modern. Di bandingkan masakan para Chef terkenal, keahliannya bukanlah apa-apa...
"Paman keempat, pamam kelima, dan sepupu kedua, kalian terlalu memuji ku, ayo makanlah dengan cepat, atau makanannya akan dingin," sapa Xin Qian.
Jenis karakter yang ramah dari Xin Wentao, Xin Qian sangat menyukainya. Di antara saudara-saudara Keluarga Xin ini, paman keempatnya sebenarnya adalah favorit. Yang tertua dan yang kedua terlalu aneh, ayahnya terlalu baik dan sering mengalah, dan yang kelima tidak banyak berbicara karena suka membaca jadi dia agak kaku. Hanya paman keempatnya yang sedikit lebih aktif, dan kadang-kadang dia bahkan mengobrol dengan Huo Chunhua dan Xin Baoshan.
"Kakak Ipar ketiga, mari duduk dan makan juga!" Ucap Xin Wensheng sambil tersenyum.
Liang Jinqiao melambaikan tangannya, dan berkata, "Tidak, kalian bisa memakannya, aku akan baik-baik saja makan di dapur bersama Qian’er, silahkn kalian para pria makan dan minum di atas meja saja."
"Tidak apa-apa kakak ipar ketoga, duduklah dan makan bersama?" Ucap Xin Wentao menimpali.
"Tidak perlu, kalian makan saja! Aku hanya harus mengambil piring dan makan sambil berdiri." Ucap Liang Jinqiao bersikeras. Meja itu kecil, dan ada empat pria di sama, masing-masing duduk di satu sisi, di mana ada ruang lagi?
"Baiklah kalau begitu, kakak ipar ketiga, mari kita makan." Ucap Xin Wentao.
"Makan lah dengan cepat, jika dingin akan kurang enak ~" Ucal Liang Jinqiao mempersilahkan mereka makan.
Aroma makanan dan aroma anggur yang kuat tercium sampai ke hidung orang-orang di luar rumah Sanfang.
Xin Wenshui bergumam, "Bukan hanya hidangan daging dan sayur, anggur itu bahkan aromanya lebih harum dari yang kita miliki. Hanya dengan baunya, aku tahu itu anggur yang mahal. Tetapi, sayangnya kita juga tidak bisa meminumnya."
Xin Wenshi mendengus pelan, dan berkata, "Bukan itu karena gadis Qian? Sungguh, aku belum pernah melihat yang seburuk dia!”
"Hei, jika aku tahu, aku akan langsung membantu saudara ketiga hari ini, mungkin aku bisa minum sekarang." Ucap Xin Wenshui cemberut.
"Lupakan saja, karena Gadis Qian pasti tidak akan membiarkan mu meminumnya, meski jika kamu membantu." Ucap Wenshi dengan kesal.
"Bau anggur ini sangat harum, saudara ku, mengapa kita tidak masuk dan meminta segelas sekarang? Tidak bisakah mereka memberikan segelas anggur?" Ucap Xin Wenshui menawarkan. Dia sangat tidak ingin menyerah, terutama bau anggur yang kuat ini.
“Kamu ingin pergi ke sana?” Tanya Xin Wenshi. Dia tidak mau pergi, meskipun dia ingin minum, tetapi wajahnya tidak setebal Xin Wenshui. Terutama karena Sanfang pasti tidak akan memberikannya, jadi sangat buruk jika dia di tolak lagi, itu hanya akan mempermalulan dirinya sendiri.
"Ayo pergi bersama. Saudara ketiga pasti sulit untuk menolak dua saudaranya yang ingin bersulang, bukan begitu?" Ucap Xin Wenshui
"Tidak. Mereka pasti tidak akan memberikannya kepada kita, Saudara ku, jangan pikirkan anggur lagi.” Ucap Xin Wenshi menolak.
"Hei..." Xin Wenshui menghela nafas, menelan liurnya yang hampir menetes. Tidak apa-apa jika kau tidak melihat dan menciumny, dia tidak akan kesal meski tidak mencicipinya, tetapi aroma itu tidak bisa di tutupi, dan sulit untuk menolaknya.
Seperti Xin Wenshui, Li Cuiying juga merasa tidak nyaman menyaksikan Sanfang makan dan minum dengan mewah. Dia pikir Sanfang akan menjalani kehidupan yang sulit setelah pemisahan keluarga, tetapi dia telah salah perhitungan, dan mereka melepaskan domba empuk itu….
Jadi, Li Cuiying menyentak lengan Hui Chunhua di samping. Dan berkata, "Ibu, meskipun kamu mengatakan bahwa Sanfang sudah berpisah, kamu masih seorang penatua, dan putra mu harus mendukung orang tua nya setelah perpisahan. Jika Ibu mengatakannya pada Xin Wenhua, diaa pasti akan memberi mu makanan lezat dan membiarkan Ayah minum anggur kan?”
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗