Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 315



Sekitar pukul tujuh, Xin Qian melihat Ye Li mendekat dengan wajah dinginnya, dia masih berpakaian hitam. Saat sampai, dja duduk di kios Xin Qian.


Xin Qian melangkah maju, tersenyum dan berkata, "Ini kebetulan. Aku beristirahat selama berhari-hari dan baru bisa membuka kios hari ini. Bagaimana Kamu tahu bahwa Aku datang ke sini hari ini?"


Ye Li mengangkat kepalanya dan melirik Xin Qian. Sudut mulutnya tersenyum ringan, dan dia menjawab, "Sayangnya, aku selalu datang untuk melihat kios ini setiap hari, dan aku menunggu sampai hari ini. Aku bertanya-tanya mengapa kamu baru buka hari ini?"


"Cuaca sedang hujan selama ini. Jika hari hujan terlalu sulit untuk datang, jadi aku tidak datang." Ucap Xin Qian.


"Jadi begitu, kupikir sesuatu terjadi padamu.” Ucap Ye Li.


Xin Qian tertawa dan berkata, "Haha, terima kasih atas perhatianmu, kami baik-baik saja!"


“Itu bagus.” Gumam Ye Li, tapi dia tampak agak kecewa.


Xin Qian merasa bahwa Ye Li sedikit aneh. Apa mungkin karena kiosnya tidak kunjung buka, jadi dia yang telah menunggu begitu lama merasa kesal?


"Pesanlah apa pun yang ingin kamu makan. Mulai sekarang, kamu akan aku berikan gratis!”


Ye Li menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu tidak akan baik, Aku tetap akan membayar uang yang harus dibayar. Ketika Aku tidak punya uang suatu hari nanti, baru Kamu bisa memberi ku gratis.”


Xin Qian tersenyum sedikit, “Baiklah, lalu, apa pun yang kamu inginkan?”


"Aku pesan semua menu.” Jawab Ye Li.


“Baiklah.” Ucap Xin Qian.


Di pagi hari, bisnis Xin Qian tidak terlalu baik, tetapi karena pesona Ye Li, banyak orang datang, dan semua makanan yang disiapkan oleh Xin Qian habis terjual. Jadi semua ini masih berkat kehadiran Ye Li.


Melihat penampilan pria ini yang dingin namun cantik, Xin Qian bertanya-tanya bagaimana mungkin orang yang tampan seperti ini bisa menjadi gelandangan? Apakah dia hidup sebatang kara? Apalagi, seni beladirinya setinggi itu.


Tatapan Xin Qian disadari oleh Ye Li, dan Ye Li juga tiba-tiba menatap Xin Qian.


Dengan matanya saling berhadapan, Xin Qian merasakan perasaan aneh, dan buru-buru menghindari pandangannya dari Ye Li. Dia berkata kepada Mu Lan dan Liang Jinqiao yang ada di sampingnya, "Kakak Mu Lan, ibu, mari kita tutup kios dan kembali!"


“Hah…” Gumam Ye Li kecewa.


Di dapur, Xin Qian merasakan sedikit ******* di telinganya, Xin Qian tidak yakin apakah itu Ye Li atau halusinasi pendengarannya sendiri.


Setelah membersihkan kios, Xin Qian pergi ke pasar dan membeli semua yang mereka butuhkan.


Liang Jinqiao berkata kepada Xin Qian, "Qianer, Aku ingin membeli beberapa selimut."


Xin Qian bertanya, "Ibu, mengapa kamu membeli selimut?"


"Kami telah menetapkan tanggal pernikahan untuk kakakmu, Ping'er dan keluarga Qin juga setuju. Kami berencana untuk mengaturnya pada hari kedelapan bulan depan. Keluarga kita tidak memiliki selimut baru, dan tidak ada kapas untuk membuatnya sendiri, jadi Ibu ingin membeli beberapa selimut."


Xin Qian mengangguk, ketika seorang gadis di desa menikah, beberapa selimut biasanya disiapkan untuk mas kawin. Karena Xin Ping'er akan menikah, jadi, mereka harus memiliki selimut.


"Ibu, aku tahu toko selimut yang harganya relatif lebih murah, aku akan membawamu ke sana." Ucap Xin Qian menawarkan.


Liang Jinqiao menjawab, "Itu bagus. Mari kita kesana.”


Xin Qian ingin melihat apakah wanita tua itu masih ada di sana. Alasan mengapa dia kembali ke toko ini adalah karena harga toko selimut lain di Yangcheng terlalu mahal. Jika dia dapat menghemat pengeluaran yang tidak perlu, itu lebih bagus.


Ketika Xin Qian lewat, Wanita tua itu juga memiliki kesan tentang Xin Qian. Melihat Xin Qian datang, dia menyambutnya dengan senyum, dan bertanya kepada Xin Qian, "Apakah Nona ini ingin membeli selimut lagi?"


“Itu benar, nenek.” Xin Qian mengangguk.


Wanita tua itu menyapa Xin Qian untuk melihat-lihat di toko, dan akhirnya Xin Qian memilih enam selimut. Selimut itu terbuat dari bom kapas tahun lalu. Jadi, garganya jauh lebih murah.


Lagi pula, cuaca semakin hangat dan ada sedikit orang yang membeli selimut. Jika selimut di ditoko terakumulasi dan dibeli di musim dingin, kapas akan lebih tua dan sulit dijual. Kali ini, Xin Qian telah membeli begitu banyak barang, jadi wanita tua itu juga senang.


Ketika Xin Qian selesai membeli selimut dan akan kembali, dia melihat dua orang berjalan ke toko. Bukan orang lain yang datang, tetapi bibi kedua Xin Qian dari Keluarga Liang, yaitu Bibi Wu Zhenzhu dan sepupunya Liang Xinyue.


Bibi kedua Wu Zhenzhu, berusia sekitar tiga puluhan. Karena kondisi ekonomi di keluarga Liang tidak buruk, jadi para wanita di keluarga itu makan dengan baik. Mereka tidak perlu banyak bekerja, dan mereka bisa merawat diri dengan baik. Jadi, Wu Zhenzhu ini terlihat lebih cantik daripada Liang Jinqiao. Kulitnya terlihat putih, lembut, dan muda.


Liang Xinyue yang ada di sebelahnya adalah putri bibi Wu Zhenzhu, Dia berusia enam belas tahun dan penampilannya terlihat seperti bunga, sangat halus. Gadis-gadis di keluarga Liang semua tidak ada yang jelek.


Melihat Wu Zhenzhu dan Liang Xinyue, Liang Jinqiao dengan antusias melangkah maju dan menyambutnya, "Kakak ipar kedua, Yue'er, mengapa kalian di sini juga? Kebetulan sekali kitaa bertemu."


Wu Zhenzhu melirik Liang Jinqiao yang mendekat, tetapi dia tidak terlalu antusias menanggapinya, hanya menjawab dengan samar, "Ya, kakak perempuan."


Ketika Liang Xinyue melihat Liang Jinqiao, dia bahkan tidak merespon atau memberi perhatian.


Wu Zhenzhu dan Liang Xinyue tidak bersikap baik pada Liang Jinqiao karena mereka hanya berpikir bahwa dj keluarga Xin, Liang Jinqiao tidak diperlakukan dengan baik. Lalu, keluarga Xin lebih miskin daripada keluarga Liang, ditambah pinjaman Liang Jinqiao dari keluarganya dari waktu ke waktu dulu, jadi Liang Jin diremehkan.


Ketika Liang Jinqiao melihat respon mereka tidak antusias, dia jadi merasa sedikit malu. Dia bertanya pada Wu Zhenzhu, "Apakah kakak ipar kedua datang ke sini untuk membeli selimut juga? Selimut disini tidak buruk. Harga selimut dengan kapas tahun lalu jauh lebih rendah, tetapi itu tidak mempengaruhi kehangatan."


Liang Jinqiao awalnya merekomendasikan selimut yang hemat biaya ini, tetapi dibantah oleh Wu Zhenzhu dengan dingin, "Oke, Kakak itu cukup, jangan katakan apa-apa lagi. Aku tahu keluarga mu miskin jadi kamu hanya bisa membeli yang murah, tapi keluarga ku tidak Seperti dirimu. Yue'er-ku memiliki calon mempelai yang baik. Selimut yang disiapkan untuk mas kawinnya, tidak boleh terlalu kumuh. "


Nada bicara Wu Zhenzhu tampaknya dengan bangga memamerkan putrinya, yang membuat Liaang Jinqiao merasa tidak nyaman.


Liang Xinyue mengangkat dagunya dengan bangga, memandang rendah pada Liang Jinqiao.


Di sisi lain, Xin Qian merasa tidak senang pada anggota Keluarga Liang ini. Melihat nada dan sikap Wu Zhenzhu, Xin Qian benar-benar merasa mereka sangat tidak suka pada orang-orang dari keluarga Xin. Meskipun orang-orang dari keluarga Xin agak aneh, mereka tidak berhak meremehkan Ibunya seperti ini.


Jadi Xin Qian menarik Liang Jinqiao dan berkata, "Ibu, lupakan saja, untuk apa memberitahu seseorang yang tidak menghargainya?"


Setelah Xin Qian selesai berbicara, dia menarik perhatian Wu Zhenzhu dan Liang Xinyue.


Wu Zhenzhu menatap Xin Qian, dan kemudian ter senyum sarkastik di sudut mulutnya, "Hei, bukankah ini keponakan perempuan ku yang hamil sebelum dia menikah dan membuat malu keluarganya?"


Ketika Xin Qian melihat wajah mengejek Wu Zhenzhu, dia tidak sabar untuk menamparnya! Tapi, pada akhirnya, dia berusaha mengendalikan dirinya sendiri. Dia tahu bahwa jika dia benar-benar melakukan kekerasan pada Wu Zhenzhu, orang tuanya yang akan malu. Jadi, dia menahannya dan memutuskan untuk mengabaikan orang-orang seperti itu.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗