Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 299



Tak lama, mereka melihat Xin Ping'er berlari dengan marah.


Liang Jinqiao bertanya dengan khawatir, "Ping'er, ada apa denganmu? Siapa yang membuatmu begitu marah?"


"Ibu… itu Bibi Xin Hui!" Mulut Xin Ping'er maju karena kesal, matanya penuh kecemburuan.


"Ping'er, ada apa dengan bibi kecil mu?" Tanya Liang Jinqiao.


"Ibu, Kakak Yuan datang ke rumah kita untuk membantu, tetapi Bibi Hui memintanya untuk datang membantu sawah Keluarga Xin. Bibi ini keterlaluan, bukankah kakak Yuan akan kelelahan?" Xin Ping'er menjadi lebih marah ketika dia memikirkannya.


Bibi Hui nya hanyalah seorang penggoda. mengandalkan penampilannya yang cantik, dia menggunakan Qin Yuan dan meminta Qin Yuan untuk membantu keluarga Xin!


Liang Jinqiao akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi. Awalnya, Qin Yuan datang ke sini hari ini, memang mencari Sanfang. Tetapi di halaman keluarga Xin, keluarga Xin sangat bising. Xin Hui merasa itu terlalu berisik dan menjengkelkan, saat dia elihat Qin Yuan datang, dia dengan santai meminta bantuannya, tapi dia tidak menyangka Qin Yuan benar-benar akan membantu.


Xin Ping'er merasa bahwa dua belum menikmati momen bersamanya, tapi Qin Yuan tiba-tiba di bawa pergi karena kata-kata Xin Hui. Dia marah bukan karena Qin Yuan melakukan pekerjaan Keluarga Xin tetapi karena Qin Yuan memperlakukan Bibinya dengan sangat istimewa. Dengan perbandingan seperti itu, Xin Ping'er secara alami cemburu.


Melihat Xin Ping'er yaang marah, Liang Jinqiao menghibur, "Ping'er, mungkin Qin Yuan membantu karena hubungan kita. Lagi pula, ayahmu adalah anggota Keluara Xin ..."


"Tidak, ibu, Bibi Hui yang merayu Kakak Yuan, dia terlalu licik!" Saat Xin Ping'er berbicara, dia menggertakkan giginya. Jika Xin Hui berani merebut Qin Yuan, dia pasti tidak akan membiarkan Xin Hui begitu saja!


Xin Wenhua mengerutkan keningnya, dan berkata kepada Xin Ping'er dengan tidak senang, "Ping'er, bagaimana Kamu bisa mengatakan itu tentang Bibi mu? Lagi pula, dia senior mu! Kamu hanya membicarakan ini di depan orang lain, bagaimana jika ada gosip? Itu tidak baik untuk Kamu dan Bibi mu. Kalian sudah dewasa, jadi bersikaplah dewasa.”


Xin Ping'er mengerutkan bibirnya, karena teguran Xin Wenhua dia sedikit tidak bahagia. Apa yang dia katakan itu benar! Bibinya menggoda prianya!


“Aku akan menemui kakak Yuan!” setelag Xin Ping'er selesai berbicara, dia berlari untuk mengejar jejak Qin.


Xin Wenhua menggelengkan kepalanya. Putri tertuanya benar-benar membuat khawatir.


Xin Wenshui dan Xin Wenshi memimpin Qin Yuan ke ladang keluarga Xin. Kincir dan pompa sudah ditempatkan, dan mereka meminta Qin Yuan untuk memompa air. Sedangkan, mereka berdua berdiri diam di punggung bukit dengan gembira.


Menginjak pompa adalah yang paling berat, dan Xin Wenshui merasa bahwa kekuatan fisiknya tidak bisa mengimbangi sama sekali. Apalagi menginjaknya selama sehari, bahkan setengah jam, dia sudah tidak tahan! Jadi, meski Xin Baoshan memarahinya, dia masih tidak mau datang.


Untungnya, Qin Yuan mau menggantikannya. Melihat antusiasme Qin Yuan, Xin Wenshui merasa senang, tapi ada sedikit rasa iri di hatinya.


Xin Wenshui bertanya pada kakaknya di sampingnya, "Saudaraku, apakah menurut mu kekuatan fisik ada hubungannya dengan hubungan suami istri? Apakah semakin kuat kekuatan fisiknya, semakin lama waktu untuk melakukan itu?”


Ketika ditanya oleh Xin Wenshui, Xin Wenshi tertegun, dia kemudian berpikir sejenak, dan berkata, "Itu harusnya berhubungan."


"Saudaraku, tidak mengherankan kalau aku lemah!” Ucap Xin Wenshui.


"Hahh..." Xin Wenshi juga menghela nafas ketika dia mengatakan ini.


Melihat kekuatan Qin Yuan, Xin Wenshi berkata, "Tampaknya pemuda ini tidak buruk dalam hal itu."


"Itu karena dia masih muda, dan dia berbeda dengan usia kita sekarang," gumam Xin Wenshui, seolah-olah dia membela diri.


Mungkin, dia lebih cocok untuk tinggal di desa dan menjalani kehidupan yang sederhana…


“Ayah, ada banyak loach di sawah!” Xin Tianan memanggil Xin Wenhua.


“Istriku, bisakah kita menangkap ikan Loach?” Xin Wenhua bertanya.


Meskipun loach bukan ikan yang mahal, tetapi bisa dianggap sebagai hidangan daging dan rasanya sangat enak.


Liang Jinqiao mengangguk sebagai jawaban, "Oke, ayo tangkap yang banyak. Kita akan makan ikan hari ini!”


Selama periode ini, karena cuaca hujan, mereka tidak bisa pergi ke kota, jadi tentu saja tidak ada daging untuk di makan. Tapi, karena Sanfang terbiasa dengan masa-masa sulit mereka, jadi mereka bisa makan tanpa ada daging.


“Ya, kalau begitu aku akan menangkapnya!” Jawab Xin Wenhua, menggulung celananya, dan pergi ke sawah.


Xin Wenhua memiliki keterampilan yang baik. Dia hanya perly meraih ke dalam air berlumpur dan menangkap Loach dengan kedua tangan. Setelah beberapa saat, dia menangkap banyak Loach.


Bersama dengan Xin Tianan, keduanya bahkan mengisi seember loach dari sawah. Bukan hanya loach, tapi juga belut.


Di daerah pedesaan kuno, ada banyak ikan semacam ini, dan masih ada banyak ikan kecil lain dan udang. Hanya saja sulit untuk di tangkap dengan tangan kosong.


Melihat bahwa Xin Wenhua dan Xin Tianan telah mengisi penuh ember, Liang Jinqiao buru-buru berkata, "Sudah cukup!"


"Apakah itu cukup?" Xin Wenhua masih berniat untuk menangkap lagi.


"Cukup, itu sudah cukup untuk memasak semangkuk besar. Jika kita tidak bisa memakannya, jangan sia-siakan." Ucap Liang Jinqiao.


Xin Wenhua menyerah, dan bangkit, tidak terus menangkap lagi. Tapi setelah membungkuk begitu lama, tiba-tiba punggungnya sakit. Yah, mungkin Aku sudah tua ... setelah semua, itu tidak bisa dibandingkan dengan masa mudanya.


Liang Jinqiao tersenyum, suaminya memang memiliki kemampuan yang luar biasa, jika rata-rata orang, bagaimana mereka bisa menangkap begitu banyak ikan loach ini.


Pada saat ini, Xin Qian datang ke sawah setelah menyelesaikan pekerjaan di rumahnya. Ketika dia datang, dja melihat bahwa orang-orang di sawah semuanya penuh lumpur. Bukan hanya ayahnya dan Xin Tianan saja, bahkan Mo Lianfeng juga penuh lumpur di mana-mana.


Melihat Mo Lianfeng bekerja keras untuk memompa air di sawah, Xin Qian tersenyum. Melihat Pangeran yang agung bekerja di pertanian benar-benar lucu, dan itu benar-benar tidak selaras dengan temperamen mulianya. Terutama gaun mewah, yang dibasahi air berlumpur, itu sangat di sayangkan…


Melihat Xin Qian datang, gerakan Mo Lianfeng berhenti dan berkata kepada Xin Qian, "Qianqian, mengapa kamu di sini?"


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗