Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 216



Xin Pinger mengangguk dan berkata, "Tentu saja, nenek, jika nenek tidak percaya pada ku, tanyakan saja pada bibi Hui!"


Huo Chunhua memandang Xin Hui, kemudian Xin Hui mengangguk. "Gadis ******* itu benar-benar keji! Kenapa dia menyebut Hui'er-ku menggoda Pangeran? Bukankah itu hanya karena Pangeran yang menginginkan Hui'er ku? Huier-ku jauh lebih cantik daripada dia..."


Xin Hui mengangguk setuju, dia juga ber pikir bahwa apa yang di katakan oleh Ibunya, Huo Chunhua sangat masuk akal. Xin Qian pasti takut kalau Pangeran akan menyukainya, jadi dia mencegahnya mendekati Pangeran. Gadis serakah!


Namun, semakin banyak Xin Qian menolak, Xin Hui semakin ingin meendekati Pangeran Ketiga. Selama dia di sukai oleh Mo Lianfeng, dia tidak perlu khawatir tentang kemakmuran dan kekayaannya di masa depan!


“Nenek, aku juga berpikir bahwa Bibi Hui jauh lebih cantik daripada Xin Qian, dia masih gadis suci yang lumayan cantik! Pasti Pangeran juga aja melirik Bibi.” Ucap Xin Ping'er memuji Xin Hui di samping, sambil menyenangkan hati Huo Chunhua.


Namun, dalam hatinya, Xin Pinger berpikir jika Xin Hui benar-benar menyinggung Xin Qian lagi, Xin Huk pasti akan di pukuli oleh Xin Qian lagi! Bukankah itu terlihat sangat menarik? Dia sangat membenci Xin Hui karena terus menindasnya selama ini! Jadi, kenapa dia tidak meminjam tangan Xin Qian untuk menghukumnya? Dia bahkan tidak perlu bergerak!


Sementara tiga orang itu sedang sibuk mengobrol, Liang Jinqiao berjalan keluar dari rumah. Ketika Huo Chunhua melihat Liang Jinqiao, dia melampiaskan kemarahan nya kepada Liang Jinqiao.


“Lagipula, wanita busuk ini yang melahirkan jal*ng kecil itu, Xin Qian! Aku tak tahu bagaimana bisa dia bersikap tak tahu malu? Mungkin dia meniru ibunya?! Huh!” Ucap Huo Chunhua, dan melemparkan beberapa kerikil di tanah ke arah Liang Jinqiao.


Liang Jinqiao hanya menunduk saat di marahi seperti itu oleh Huo Chunhua. Kebetulan, Xin Qian yang baru sampai juga mendengar apa yang di katakan oleh Huo Chunhua barusan. Bagitu Xin Qian melihat Huo Chunhua sedang menggertak ibunya, dia langsung menjadi marah! Nyonya tua yang hampir mati ini masih bersikap seperti ini pada orangtuanya!! Sepertinya nyonya tua ini lupa dengan insiden sebelumnya?


“Mengapa kamu menindas ibu ku? Apa kamu lupa insidrn sebrlumnya? Atau kamu mau aku memberikan hukuman yang lebih kejam pada mu? Katakan saja, aku pasti akan mengabulkan permintaaan mu.” Ucap Xin Qian memarahi Huo Chunhua dengan sarkas.


Ketika Huo Chunhua melihat Xin Qian datang, dia langsung gemetar ketakutan. "Aku ... aku tidak menindasnya!"


"Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa aku buta? Aku melihatnya sendiri!” Ucap Xin Qian dengan dingin.


Huo Chunhua memalingkan wajahnya, tidak berani menatap mata dingin Xin Qian, lalu berkata, "Ibu mu tidak terluka, aku hanya melempar beberapa batu kecil..."


Hanya? Semakin Xin Qian mendengarkan, semakin banyak kemarahan di hatinya! Jadi dia mengambil segenggam batu dari tanah dan melemparkannya ke tubuh Huo Chunhua.


“Aduh! Apa yang kau lakukan?!” Teriak Huo Chunhua marah.


"Karena nenek ku mengatakan hal itu, tidak masalah kan jika aku melakukan hal yang sama? Apa? Nenek marah? Aku hanya melempar batu, itu tidak akan melukai mu.” Ucap Xin Qian menyeringai.


“Kamu!!” Ucal Huo Chunhua seraya menggertakkan giginya.


"Aku akan berkunjung kemari lebih sering. Jadi, nenek, jika kamu berani menggertak ibu ku lagi, jangan salahkan aku karena bersikap kasar!" Ucap Xin Qian memperingati Huo Chunhua dengan tatapan dingin.


“….” Huo Chunhua sedikit takut oleh mata menakutkan Xin Qian. Jadi, dia tidak berani lagi menjawab.


Xin Qian mengangguk dan berkata, "Ibu, apakah kamu benar-benar baik-baik saja? Apakah Apa tidak sakit?"


"Tidak, tidak sakit! Qian’er, ada apa? Mengapa kamu ada di sini?" Tanya Liang Jinqiao.


"Ibu, aku ingin memberi mu ini!" Ucap Xin Qian seraya menyerahkan keranjang di tangannya ke Liang Jinqiao.


Liang Jinqiao tidak ingin mengambil barang-barang yang di berikan oleh Xin Qian, itu karena dia tahu bahwa hidup Xin Qian tidak mudah. Liang Jinqiao memandangi keranjang itu, menghela nafas, lalu berkata, "Huh… Qian’er ini adalah barang-barang yang mahal, bukankah itu dendeng daging dan ikan asin? Ini semua adalah makanan yang mahal! Lebih baik kamu menyimpannya untuk diri mu sendiri, bagaimana Kamu bisa membawanya ke kami! Ibu tidak bisa menerima nya.”


"Tidak apa-apa, ibu, ambillah, aku masih punya banyak di rumah. Jadi, ambillah dendeng daging, ikam asin, kue dan permen ini, simpan untuk Tianan dan Yang’er. Ibu juga bisa mencobanya sendiri, kue itu sangat enak." Ucap Xin Qian tersenyum ringan.


"Tapi Qian’er ..." Liang Jinqiao masih berniat untuk menolaknya.


"Simpanlah Ibi, atau aku akan marah!" Ucap Xin Qian pura-pura cemberut


“Huh…” Liang Jinqiao merasa tak berdaya, jadi dia mengangguk, "Baiklah… Qian’er, maka aku akan menyimpannya. Terima kasih."


Ketika orang-orang dari Keluarga Xin mendengar bahwa Xin Qian telah mengirimkan sesuatu, mereka tahu bahwa itu pasti barang-barang yang bagus. Mereka semua segera saling menatap. Sekarang setelah Sanfang di pisahkan, barang-barang yang di kirim oleh Xin Qian secara alami milik Sanfang sendiri, dan mereka tidak bisa mengambilnya.


“Hei, gadis Qian, apakah itu makanan yang enak?” Li Cuiying bertanya dengan agak masam.


"Bukan apa-apa, tidak usah di pikirkan." Jawab Xin Qian dengan santai.


"Gadis Qian, apakah barang-barang bagus ini berasal dari Pangeran? Jika kamu punya banyak, tidak bisakah kamu memberikan kami beberapa? Kami juga belum pernah makan makanan mewah itu, jadi kita tidak tahu seperti apa rasanya ..." Ucap Li Cuiying tanpa malu-malu. Menghadapi ketidakpedulian Xin Qian, dia tidak merasa marah, dan terus menjilat…


Xin Qian mencibir di dalam hatinya. Li Cuiying ini benar-benar memiliki wajah yang tebal! Kata-kata seperti itu bahkan bisa dia katakan dengan santai.


"Bibi kedua, ketika aku lapar dan tidak punya makanan, aku tidak pernah melihat mu datang dan memberi ku sesuatu. Mengapa sekarang bibi tanpa malu-malu meminta pada ku saat aku punya makanan? Tidakkah bibi merasa malu?" Xin Qian berkata dengan sarkas. Dia tidak takut menyinggung perasaan Li Cuiying.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗