
Melihat Xin Qian dan Mo Lianfeng telah pergi, Huo Chunhua mengkonfirmasi keselamatan hidupnya dan menghela napas lega, dia tiba-tiba terduduk di tanah.
“Ibu, ada apa dengan mu?” Li Cuiying melangkah maju dan bertanya.
Xin Hui yang jarang peduli. Ketika dia melihat Huo Chunhua, dia bertanya, "Ibu, ada apa dengan mu? Semua orang sudah pergi, mengapa Ibu masih takut sampai menjadi seperti ini?"
Huo Chunhua melambaikan tangannya, dan berkata, "Gadis kecil, kamu tidak tahu, kaki Ibu jadi lemah seperti jelly karena ketakutan! Cepat! Tolong bantu Ibu mu berdiri!"
"Oke, ibu, aku akan membantu mu!" Jawab Xin Hui .
Xin Hui telah di marahi oleh Xin Baoshan terakhir kali karena tidak memiliki hati nurani dan membiarkan ibunya makan kotoran. Xin Hui khawatir kalau Xin Baoshan dalam suasana hati yang buruk hari ini dan dia akan di marahi lagi jika tidak peduli pada Huo Chunhua. Jadi, dia bergegas ke Huo Chunhua dan membantu untuk mencari perhatian.
Dengan niat seperti itu, tiba-tiba Xin Hui mengerutkan keningnya, ketika dia mendekati Huo Chunhua. Itu karena dia mencium aroma urin!
"Ibu, apakah kamu sudah lama tidak mandi? Mengapa aku mencium bau urin dari Ibu?" Xin Hui mengerutkan keningnya, dia dengan cepat melepaskan Huo Chunhua dan berkata dengan sedikit jijik.
Huo Chunhua meregangkan hidungnya dan mengendus, dan bertanya, "Apakah benar? Aku sudah mandi sebelum kemarin. Bagaimana mungkin kamu mencium bau urin dari ku?"
"Tapi ibu, kamu bau urin! Kakak ipar kedua, apa kamu tidaj bisa mencium baunya?” Ucap Xin Hui melirik Li Cuiying.
Li Cuiying membungkuk dan mencium ke arah Huo Chunhua berada, dan berkata, "Ibu, ini benar-benar bau urin. Apakah Ibu tanpa sadar mengompol karena ketakutan?”
Huo Chunhua merasa aneh, apa yang terjadi? Apakah dia setakut itu sampai tidak menyadarinya? Huo Chunhua melabaikan tangannya dengan marah dan berkata "Jangan bicarakan ini lagi! Menantu kedua, ayo membantu berdiri dengan cepat!"
Li Cuiying menahan bau urin dan membantu Huo Chunhua berdiri. Begitu dia membantu Huo Chunhua berdiri, Xin Hui berseru, "Ibu, kamu memang kencing di celana!"
Li Cuiying juga melihat pantat Huo Chunhua dan melihat bahwa itu basah! Ada tanda basah di bagian belakang Huo Chunhua, yang jelas air seni! Tidak heran Huo Chunhua berbau urin, ternyata karena ini.
“Aku... aku sungguh mengencingi celana ku?” Huo Chunhua bergumam dengan linglung, dan
Suara Xin Hui barusan sangat keras sehingga semua orang mendengarnya. Para penduduk desa yang berencana untuk pergi mendengar kata-kata Xin Hui. Seketika, semua orang menutup mulut dan tertawa. Berapa usia Nyonya tua Xin ini, tapi dia masih mengencingi celananya, dia pasti begitu ketakutan sampai mati!
"Ibu, kamu bisa melihatnya sendiri. Celana mu begitu basah!" ucap Xin Hui dengan jijik.
Huo Chunhua menyentuh pantatnya, itu memang basah. Itu mungkin karena dia sangat takut sehingga dia tanpa sadar mengencingi celananya! Huo Chun sangat malu, apalagi saar dia mendengar tawa dari segala arah, itu bahkan lebih memalukan. Jika bukan karena putrinua sendiri yang berteriak begitu keras, semua orang tidak akan tahu!
"Huier, haruskah kamu membuat suara keras seperti itu?! Kamu membuat Ibu malu!” bentak Huo Chunhua pada putrinya. Baru kali ini dia bicara dengan Xin Hui seperti ini.
Xin Hui melengkungkan bibirnya dan berkata, "Maaf, ibu. Aku sangat laget sampai aku berteriak! Tangan mu menyentuh itu, jangan sentuh aku..."
Xin Hui berkata seperti itu, dia dengan cepat menghindari Huo Chunhua. Ketika Xin Baoshan melihat tatapan Xin Hui yang tampak jijik, dia semakin tidak senang pada putrinya ini. Bagaimana Putrinya mengemukakan hal memalukan seperti itu dengan ceroboh? Apakah Xin Hui mengalami keterbelakangan mental, jadi dia tidak tahu apa yang harus di lakukan atau tidak bisa di lakukan?
"Ayah, aku akan pergi dan melihat apakah Xin Qian membutuhkan bantuan di rumahnya!" Ucap Xin Hui kepada Xin Baoshan.
Jarang sekali melihat Xin Hui begitu masuk akal, dan berinisiatif untuk membantu Xin Qian, jadi Xin Baoshan tanpa curiga menyetujuinya, dia mengangguk dan berkata, "Kalau begitu pergilah."
"Hmm!" Xin Hui segera lari ke rumah Xin Qian dengan bersemangat.
Namun, Xin Baoshan tidak menyadari niat asli Xin Hui. Xin Hui sama sekali tidak berniat untuk membantu Xin Qian, tapi dia ingin mengambil kesempatan ini agar bisa lebih dekat dengan Mo Lianfeng. Siapa tahu, Mo Lianfeng mungkin akan mengingatnya?
Xin Ping'er menyadari niat licik Xin Hui,, jadi dia juga buru-buru menyusul langkah Xin Hui, dan berkata, "Kakek, aku juga akan membantu Xin Qian. Aku pergi!"
Xin Qian dan Mo Lianfeng kembali ke rumah gubuk Xin Qian yang rusak. Segala sesuatu di rumahnya berantakan, jadi dia harus mengatur ulang semuanya.
Saat Xin Qian melihat bahwa kebun sayur yang dia rawat sepenuh hati telag hancur, Xin Qian merasa hatinya sakit. Sebagian besar sayuran di kebun telah di petik, tetapi ada juga yang rusak karena ayam dan bebek yang masuk. Meskipun semua sayuran di kebun ini tidak bernilai banyak uang, mereka semua adalah upaya Xin Qian yang melelahkan.
Xin Qian pergi ke rumah untuk membereskan perabotan, mengatur semuanya, dan mulai menyapu lantai rumah dengan sapu.
"Qian Qian, biarkan aku membawakan air dari sungai untuk mu!" Ucap Mo Lianfeng.
Tidak ada air lagi di tangki rumah, tapi air juga di perlukan untuk membersihkan meja dan kompor, jadi Mo Lianfeng menawarkan bantuan untuk membawa air. Pada saat ini, karena sudah resmi berpisah, Sanfang juga sibuk membersihkan barang-barang di rumah Keluarga Xin, jadi dua adik laki-laki Xin Qian tidak bisa membantu Xin Qian mengambil air. Xin Qian, seorang wanita, jadi sangat sulit baginya untuk mengangkat air dari sungai, yang jaraknya cukup jauh.
Mendengar ucapan Mo Lianfeng, Xin Qian tersenyum dan berkata, "Pangeran Mo, kamu tidak tahu di mana sungai itu berada, jadi biarkan aku saja yang pergi."
"Tidak apa-apa, Xiao Chen bisa membawa ku kesana. Lagipula, pekerjaan seperti ini pada seharusnya di lakukan oleh laki-laki." Ucap Mo Lianfeng.
Mendengar desakan Mo Lianfeng, Xin Qian berkata, "Kalau begitu kamu bisa pergi dan biarkan Xiao Chen menunjukkan jalan untuk mu."
"Baik. Jangan khawatir.” Ucap Mo Lianfeng.
Apa yang di cemaskan Xin Qian adalah Mo Lianfeng telah di besarkan dengan mulian dan bermartabat. Bisakah dia melakukan pekerjaan kasar seperti itu? Meskipun membawa air bukanlah tugas yang sulit, tetapi tetap saja sulit melakukannya jika itu pertama kali. Apalagi, jarak dari sungai dan rumah Xin Qian cukup jauh, jika tidak hati-hati, bukankah air yang di bawa dalam ember akan tumpah semua selama perjalanan?
“Ayah, ayo pergi!” Ucap Xiao Chen berlari ke depan dengan penuh semangat.
Pada saat ini Xiao Chen tidak sabar untuk menyeret Mo Lianfeng dan berkeliling desa untuk membiarkan semua orang melihat bahwa dia juga memiliki seorang ayah. Apalagi, itu adalah ayah yang tinggi dan tampan!
"Baiklah. Qian qian, kami pergi dulu.” Ucap Mo Lianfeng seraya membawa dua ember, lalu dia dan Xiao Chen pun berjalan ke luar rummah.
Ketika Xin Qian melihat Mo Lianfeng membawa ember, dia merasa agak aneh. Temperamen Mo Lianfeng begitu mulia dan anggun, bukankah agak aneh melihat seorang Pangeran membawa ember untuk mengambil air? Apalagi dengan setelan mewah itu!
Mo Lianfeng sepertinya merasakan mata panas Xin Qian. Setelah berjalan beberapa langkah, dia berbalik dan bertanya, "Xin Qian, apa yang kamu lihat pada ku? Apa ada yang aneh?"
Xin Qian tersenyum dan berkata dengan malu, "Bukan apa-apa, anggap saja kamu sedikit lucu seperti ini."
"Lucu? Benarkah?" Tanya Mo Lianfeng seraya mengangkat alisnya.
"Mm ... sedikit." Jawab Xin Qian setengah bercanda.
“Haha, apakah Pangeran ini terlihat tampan saat dia membawa ember?” Mo Lianfeng berkata agak narsis.
Xin Qian tahu bahwa Mo Lianfeng hanya bercanda dengannya, tetapi dia memutar matanya, dan mendengus, "Aku tidak tahu bahwa Pangeran sangat narsis."
“Ahaha” Mo Lianfeng tertawa lebih keras. “Baiklah, Aku pergi dulu.”
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗