Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 266



Setelah Mo Lianfeng keluar bersama Xiao Chen, dia berkeliaran di sekitar desa.


Xiao Chen memperkenalkan Mo Lianfeng sebagai Ayahnya, pada semua warga desa yang di temui. Xiao Chen tentu sangat puas memiliki seorang ayah sepeti Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng juga menghentikan Xiao Chen, justru dia senang di perkenalkan oleh Xiao Chen. Dia hanya ingin semua orang tahu bahwa Xiao Chen memiliki Ayah yang keren. Dengan begitu tidak akan ada lagi yang berani menggertak Xiao Chen dan menertawakannya karena tidak punya Ayah.


Tidak lupa juga, Xiao Chen dengan bangga memperkenalkan Mo Lianfeng kepada beberapa anak, dia juga bertemu dengan Xin Tianyu di jalan.


"Kamu adalah anak liar! Jangan berbohong! Bagaimaana bisa dia menjadi ayah mu! Jangan hanya mengakui sembarang orang sebagai Ayah mu, siapa yang tidak tahu bahwa ibumu hamil oleh pria liar!" Ucap Xin Tianyu dengan sinis.


Sebenarnya, Xin Tianyu berkata begitu karena cemburu pada Xin Chen Bagaimanapun, Mo Lianfeng memiliki penampilan yang sempurna, dia tampan, tinggi, dan juga sangat kaya. Dia juga ingin memiliki ayah seperti itu. Jika itu orang lain, maka tidak apa-apa. Tetapi, Xin Chen adalah anak yang sering di tindas olehnya.


Xiao Chen menatap Xin Tianyu dengan marah, "Ini ayah ku, kamu tidak boleh bicara omong kosong!"


"Siapa yang bisa membuktikan bahwa dia adalah ayah mu?" Ucap Xin Tianyu bersikeras.


“Dia Ayah ku!” Gumam Xiao Chen.


Xin Tianyu dengan sinis berkata, "Xiao Chen, jangan bodoh, anak liar adalah anak liar, dan itu akan bertahan seumur hidup mu."


"Hikss… Huaaaa ~" Xiao Chen tiba-tiba menangis karena kata-kata Xin Tianyu.


Mo Lianfeng memandang ke arah Xiao Chen yang tertekan dan menghiburnya, "Xiao Chen, kamu adalah seorang pria, mengapa kamu menangis ketika orang lain mengejek mu!"


Ketika Mu Lianfeng mengatakan ini, Xiao Chen berhenti menangis, menyeka air mata dari sudut matanya, dan menjawab, "Ayah benar. Xiao Chen adalah pria yang tidak bisa menangis dengan santai!"


“Xiao Chen sangat pintar! Itu baru putra Ayah!” Mo Lianfeng memujinya. Dia benar-benar putranya!


"Kadang-kadang, masalah itu bisa di selesaikan dengan paksa! Ayah ada di belakang mu, apa yang harus kamu takuti!" Mo Lianfeng mendorong Xiao Chen, "Lain kali, jika ada yang berani menggertak mu, kamu busa memukulnya sampai hancur, dan ayah yang akan bertanggung jawab sesudahnya. Jadi, jangan khawatir."


Xiao Chen mendengarkan dan mengangguk, "Ayah, Xiao Chen mengerti."


Jika Xin Qian tahu, dia mungkin akan tercengang, karena Mo Lianfeng sedang mengajari anaknya untuk bertarung!


Setelah mendengar kata-kata Mo Lianfeng, Xiao Chen memandang ke arah Xin Tianyu dengan kesal. Dia menggulung lengan bajunya dan mulai bertarung dengan Xin Tianyu!


"Aku sudah melarang mu mengatakan itu pada ku! Ayo lihat, apakah kau masih berani mengatakan itu!" Ucap Xiao Chen.


“Kamu berani!” Untuk tubuh Xiao Chen yang kecil dan lemah, Xin Tianyu secara alami tidak takut padanya! Dia dengan keras mendorong Xiao Chen mundur dan Xiao Chen pun terduduk di tanah.


Bugh!!


Meski terjatuh, Xiao Chen tidak menangis kali ini.


"Xiao Chen, bangun!" Ucap Mo Lianfeng.


"Ya, Ayah!” Setelah Xiao Chen bangkit lagi, dia bergegas menuju arah Xin Tianyu, dia segera menangkap lengan Tianyu, dan menggigitnya.


"Ah ~ Inj sakit sekali sampai mati!" Teriak Xin Tianyu. Ketika dia akan meninju dan menendang Xiao Chen, Mo Lianfeng meraih Xiao Chen, dan memegang Xiao Chen di tangannya.


Mo Lianfeng mendorong Xin Tianyu dan dia pun jatuh di tanah, tidak bisa bangun.


Melihat bahwa Xin Tianyu di pukuli dengan buruk, Xiao Chen terkikik. Dia hanya berpikir bahwa Xin Tianyu ini pantas menerimanya.


Meskipun Mo Lianfeng seharusnya tidak ikut campur masalah pertengkaran seorang anak, tapi dia adalah orang yang berpikiran pendek, siapa pun yang menggertak putranya, tidak peduli siapa itu, dia tidak akan membiarkannya pergi!


"Xiao Chen hebat dan berani ~" Puji Mo Lianfeng. Bagaimana pun usia Xiao Chen dan Xin Tianyu berbeda jauh. Tubuh Xin Tianyu juga sangat gemuk.


"Ayah ada di sini, jadj Xiao Chen tidak takut ~" Ucap Xiao Chen dengan senyum di wajah kecilnya.


Melihat putranya yang percaya padanya, ada banyak rasa bersalah muncul di hati Mo Lianfeng. Melihat situasi saat ini, Xiao Chen pasti sering di tindas oleh anak-anak di desa. Untungnya, dia akan selalu berada di sisi Xiao Chen di masa depan, jadi Xiao Chen tidak akan pernah di tindas lagi.


"Ayah, Kakak Tianyu adalah yang terburuk, dia biasa menggertak Xiao Chen! Aku menggigitnya, dan Ayah juga memukulinya hari ini, Xiao Chen sangat puas!" Ucap Xiao Chen dengan bahagia.


“Benarkah?” Mo Lianfeng memandang ke arah Xin Tianyu di tanah, cahaya dingin muncul di matanya. "Hmm! Jika ini masalahnya, maka Ayah akan terus memberinya pelajaran untuk mu!"


…………….


Begitu Xin Qian menyelesaikan pekerjaannya, dia melihat Li Cuiying menangis di depan rumahnya.


Li Cuiying daatang ke hadapan Xin Qian dan memohon, "Gadis Qian, tolong, selamatkan putra ku Tianyu! Kalau tidak, dia akan di bunuh!"


Xin Qian sedikit bingung. Jika Xin Tianyu di pukuli oleh seseorang, kenapa Li Cuiying ini datang padanya untuk menghentikannya, bahkan memohon padanya?


"Bibi kedua, Kamu harus mengatakannya dengan jelas, Kamu berlari ke sini karena alasan yang tidak jelas, bagaimana Aku tahu apa yang terjadi?" Jawab Xin Qian.


Li Cuiying berkata, "Gadis Qian, ini Pangeran ketiga, ah!! Pangeran ketiga memukuli Tianyu ku. Bagaimana bisa kami berani menghentikan Pengeran dan memprovokasinya? Jadj, aku hanya bisa datang ke sini untuk menemui mu. Jika Kamu tidak menyelamatkannya, Tianyu ku akan benar-benar mati di pukuli oleh Pangeran!"


“…..” Xin Qian bahkan lebih bingung. Kenapa Mo Lianfeng harus memukuli Xin Tianyu?


"Gadis Qian, tolong putra ku, kami sudah banyak salah pada mu, jadi aku minta maaf untuk itu. Di masa depan, Bibi tidak akan pernah mengatakan hal buruk tentang mu, selama kamu bisa menyelamatkan putra ku, Tianyu." Li Cuiying mulai menangis dengan menyedihkan.


Xin Qian tidak mengetahui situasi spesifik masalah ini, jadi dia sulit untuk segera merespons. Dia percaya bahwa Mo Lianfeng pasti punya alasan sendiri untuk melakukan ini.


Melihat bahwa Xin Qian tidak mengatakan sepatah kata pun, Li Cuiying memohon pada Liang Jinqiao, "Adik Ipar ketiga, tolong bantu Aku membujuk gadis Qian. Aku hanya memiliki seorang putra dan Aku tidak akan bisa hidup jika sesuatu terjadi padanya!"


Melihat Li Cuiying menangis dengan menyedihkan, Liang Jinqiao menghela nafas dan berkata, "Xin Qian, tolong bantu bibi kedua mu."


Xin Qian mengerutkan kening, "Bawa aku kesana dulu, Aku akan melihatnya sendiri."


“Bagus, Ayo kita pergi.” Li Cuiying buru-buru menjawab, dan membawa Xin Qian pergi.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗