Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 304



"Saudara tertua, saudara kedua, kalian berdua harus melakukan pekerjaan itu sendiri. Bahkan jika anak ini Qin Yuan datang membanti di sore hari, dia tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Dan dia digigit ular, meskipun itu bukan ular berbisa tapi dia masih harus memulihkan diri. " Xin Wenhua maju untuk membela.


"Ini ... ini ... kakak ketiga, kakak tertua mu dan aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini. Jika kamu tidak mengijinkan Qin Yuan membantu kami, apa yang harus kita lakukan?" Ucap Xin Wenshui dengan sedih.


Namun, Xin Wenhua tidak memiliki simpati padanya, "Ini bukan tugas yang sulit, saudara tertua, saudara ledua, selama kalian mau berusaha sedikit, kalian berdua bisa bergiliran dan beristirahat ketika lelah. Kalian harus melakukannya sendiri. Kalian orang dewasa, kenapa mengandalkan anak ini, Qin Yuan?”


Setelah Xin Wenhua selesai berbicara, dia menyeret Qin Yuan pergi, mengabaikan Xin Wenshui dan Xin Wenshi.


Xin Qian merasa sedikit lega melihat ayahnya yang tidak bodoh lagi. "Ayo pergi, Afeng, mari kita kembali juga."


“Hmm!” Mo Lianfeng menarik ular hitam di tangannya.


Liang Jinqiao membawa ember, loach di dalamnya masih memantul.


Xin Tianan tersenyum malu-malu, "Ibu, aku akan pergi dan mengirim ini ke Xiaofeng dulu."


"Pergi lah dan kembali setelah selesai.” Ucap Liang Jinqiao


“Aku mengerti, ibu!” Xin Tianan berlari pergi..


Dalam perjalanan kembali ke Sanfang, banyak orang melihat ular hitam di tangan Mo Lianfeng, satu demi satu, mereka terkejut dan takut, dan mereka dengan penuh perhatian menyaksikan. Mereka semua menghela nafas, Mo Lianfeng ini begitu kuat sehingga dia bisa menangkap seekor ular yang begitu tebal dan besar.


"Tsk beruntung sekali, itu tidak mudah bagi orang tua seperti ku. Dia bisa naik gunung untuk melawan harimau dan pergi ke sawah untuk menangkap ular."


"Hei, bahkan, aku belum pernah melihat yang sehebat ini!"


"Pangeran memanglah seorang pangeran, kemampuannya kni bukan sesuatu yang bisa dimiliki orang biasa."


"Ya, itu tidak mudah. Apalagi mengalahlan harimau, kita bahkan mungkin tidak berani menangkap seekor ular sekalipun itu ular kecil."


"Ya, ya, seharusnya seperti ini!"


"..." Di tengah jalan, Xin Qian dan Xiao Chen adalah orang-orang yang paling bahagia saat mendengarkan pujian orang-orang desa atas Mo Lianfeng. Yang satu bangga dengan suaminya, yang lain bangga pada ayahnya. Itu lebih bahagia daripada memuji diri mereka sendiri.


Banyak penduduk desa menyaksikan dengan rasa ingin tahu, ingin tahu apa yang dilakukan Pangeran hingga bisa menangkap ular sebesar itu.


Ketika mereka kembali ke rumah Keluarga Xin, orang-orang dari keluarga Xin semua sedang duduk santai di halaman. Ketika mereka melihat Mo Lianfeng kembali dengan seekor ular di tangannya, mereka melompat ketakutan.


"Ahhhhh ~" Xin Hui menjerit, dan seluruh tubuhnya menggigil ketika melihat ular itu.


Para wanita, Huo Chunhua dan Li Cuiying juga berubah menjadi hijau ketakutan. Mereka secara alami takut melihat ular sebesar itu.


"Kakak Hui, jangan takut, jangan takut, ular ini tidak beracun!" Qin Yuan buru-buru bergegas ke sisi Xin Hui dan berkata kepada Xin Hui.


“Benarkah?” Xin Hui bersembunyi di belakang Qin Yuan dan bertanya dengan ketakutan.


"Tentu saja, Kakak, jangan takut, bahkan jika itu beracun, aku ada di depanmu. Jika seekor ular menggigit, maka itu akan menggigit aku duluan, bukan kamu, aku akan melindungimu!"


Mendengar apa yang dikatakan Qin Yuan, Xin Hui berkata dengan penuh syukur, "Qin Yuan, terima kasih kalau begitu!"


Xin Qian merasa jijik mendengarnya, sampah! Qin Yuan ini benar-benar buruk, dia jelas-jelas ketaakutan sampai hampir mati lemas, dan ketika dia di depan Xin Hui, dia berpura-pura menjadi laki-laki yang berani? Lucu sekali.


Xin Ping'er cemburu dan berkata kepada Qin Yuan, "Kakak Yuan, mengapa kamu melakukan ini!"


"Ping'er, dia adalah bibi mu, tidak bisakah kau lihat dia takut?" Jawab Qin Yuan acuh tak acuh.


"Tapi orang yang harus kamu lindungi bukanlah bibi ku tapi aku." Ucap Xin Pinger marah.


"Kakak Yuan ... bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku ..." Xin Ping'er patah hati.


Xin Qian hampir tertawa. Dia tidak tahu apa yang dirasakan Xin Ping'er sekarang, tetapi ketika dia datang ke dunia ini, Xin Qian menyadari betapa buruknya perilaku Xin Pinger padanya. Jadi, dia sama sekali tidak bersimpati.


"Apa yang aku katakan itu benar ..." Ucap Qin Yuan.


"Huh!” Xin Ping'er berteriak marah. Setelah memberi Xin Hui tatapan sengit, dia bergegas ke rumah Sanfang, dia benar-benar tidak ingin melihat Qin Yuan melindungi Xin Hui.


Xin Qian tidak bisa tidak menggoda Qin Yuan, "Calon kakak ipar masa depan ku, bukankah kamu sudah bersikap keterlaluan sekarang? Kamu tidak membela tunangan mu tetapi melindungi Xin Hui dengan nyawa mu. Bukankah kamu harus terlalu rajin? Aku tidak tahu ada hubungan apa antara Kamu dan bibi ku ini?”


“Aku…” Qin Yuan bingung harus berkata apa. Memang benar bahwa dia menyukai Xin Hui.


“Xin Qian, omong kosong apa yang kamu bicarakan?” Xin Hui melompat keluar, karena takut Xin Qian akan memfitnah reputasinya.


"Tidak ada, maksudku adalah calon ipar ku terlalu antusias padamu. Itu Aneh sekali!" Ucap Xin Qian dengan sarkas.


"Xin Qian, biiar Aku memberi tahu mu, Aku tidak ada hubungannya apa-apa dengan dia. Dia hanya seorang bocah miskin. Aku akan menikah dengan keluarga kaya di masa depan. Dapatkah dia masuk ke mata ku?" Xin Hui berkata dengan nada penghinaan.


Xin Qian mengaitkan mulutnya, "Aku tidak peduli. Aku hanya ingin menasehati mu, lagipula kalian adalah keponakan dan Bibi di masa depan. Kamu harus menghindari hal-hal yang tabu. Jangan biarkan orang berpikir bahwa kaamu mencuri pria keponakan mu sendiri!"


Xin Hui melemparkan kemarahannya pada Qin Yuan, dan berkata dengan marah kepada Qin Yuan, "Apakah Kamu mendengar itu? jangan terlalu dekat dengan ku di masa depan. Jika tidak, reputasi ku akan hancur karena mu!”


"Kakak hui..." Ada sedikit kesedihan di mata Qin Yuan, awalnya karena Xin Hui mengatakan kalau dia tidak menyukainya, dia sedih, tapi sekarang Xin Hui bahkan tidak membiarkannya mendekat…


"Kakak ipar masa depan, jangan sok menjadi pahlawan sekarang, pergi ke rumah dan ganti celanamu!" Xin Qian mengingatkan.


Sebenarnya, dia melakukan ini bukan karena kasihan pada Xin Ping'er, tapi itu karena dia tidak suka melihatnya. Juga, dia takut jika Qin Yuan dan Xin Hui bersama, lalu akhirnya Qin Yuan memutuskan untuk tidak menikah dengan Xin Ping'er, itu akan berakhir.


Qin Yuan tiba-tiba menyadari bahwa dia sedang kencing di celananya. Bukankah memalukan terlihat seperti ini di depan Xin Hui? Jadi, seluruh wajahnya memerah, dia dengan cepat mendengarkan kata-kata Xin Qian, dan bergegas ke kamar.


Li Cuiying bertanya dengan acuh tak acuh, "Gadis Qianer ... Mengapa pangeran menangkap ular sebesar itu? Kelihatan menakutkan!"


Sudut mulut Xin Qian tersenyum, "Bibi Kedua, ular ini untuk makan!"


Ketika Xin Qian mengatakan itu akan dimakan, penduduk desa yang datang untuk menonton semuanya menghela nafas, Sanfang ini sangat berani bahkan mereka memakan ular.


Li Cuiying mengerutkan kening dan mengingatkan, "Gadis Qian.. Ular itu beracun dan tidak bisa dimakan dengan santai. Ini bukan harimau. Pangeran sangat kaya, apakah ada yang tidak bisa dibeli dengan uang? Kenapa kamu ingin makan ular. "


"Itu karena bibi kedua tidak tahu tentang ular. Ular ini tidak beracun dan bisa makan." Ucap Xin Qian.


Bahkan dengan penjelasan Xin Qian, saat dia melihat ular yang tebal dan besar, dia masih merasa panik. Li Cuiying berkata, "Hei, nak, bagaimaana bisa kamu memakan apapun yang bisa di makan? Apa kamu tidak takut menyakiti perutmu ..."


“hehe” Xin Qian tertawa kecil, "Bibi Kedua, kamu tidak inginkan. Jadi, saat matang, jangan pernah memintanya.”


Li Cuiying mengerutkan bibirnya, "Apa yang kamu bicarakan, siapa yang mau memakannya! Meski kami meminta ku memakannya, aku tidak akan memakannya, itu terlihat sangat menakutkan."


"Jangan makan kalau begitu." Ucap Xin Qian.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗