Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 267



Setelah Xin Qian tiba, dia tidak menemukan Mo Lianfeng yang Memukuli Xin Tianyu. Sebaliknya, Xin Tianyu sedang berlutut di tanah dengan rumput berduri di depannya. Sebenarnya, apa masalahnya?


Xin Qian berjalan dan bertanya, "Kamu..."


"Ibu, itu Ayah yang membantu Xiao Chen mengajar Kakak Tianyu."


"Tapi aku tidak melihat kamu melakukannya!" Ucap Xin Qian.


"Ayah berkata untuk membiarkan Kakak Tianyu melakukannya sendiri, dia harus berlutut di tanah untuk menghukum dirinya sendiri, dan ketika Ayah puas, dia akan membiarkan Kakak Tianyu pergi. Tapi Kakak Tianyu masih berani tidak menghukum dirinya sendiri," Xiao Chen menjelaskan.


"Ini……" Xin Qian merasa itu agak kejam, berlutut di atas rumput yang berduri, sudah pasti ada noda darah di tubuhnya!


Tidak heran Li Cuiying datang menangis ke rumahnya, dia takut anaknya akan di bunuh, dan tidak tahan dengan siksaan seperti itu!


"Huaaaaaa!!!!!” Tangisan Xin Tianyu terdengar semakin keras ketika dia melihat Li Cuiying datang.


Meskipun Li Cuiying mencintai XinTianyu, dia tidak berani sombong di hadapan Pangeran Ketiga. "Anakku..."


"Jika kamu belum melakukan apa-apa, kamu harus berlutut di sini sampai kamu menghukum dirimu sendiri. Setelah itu, baru kamu boleh pergi. Karena kamu tidak bisa melarikan diri dari ku, lebih baik menyelesaikannya lebih cepat." Ucap Mo Lianfeng menatap rumput di tanah.


"Oh, itu menyakitkan ~" Keluh Xin Tianyu.


"Jika kamu menggertak seseorang, maka kamu harus bertanggung jawab atas tindakan mu. Ketika kamu menggertak Xiao Chen, kenapa kamu tidak berpikir bahwa Xiao Chen akan terluka juga?!" Ucap Mo Lianfeng dengan dingin.


Xin Tianyu berkedip, dia berusia enam tahun jadi dia bisa mengerti perrkataannya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa menghindarinya masalah ini, tetapi dia benar-benar tidak berani menusuk dirinya sendiri dengan rumput berduri!


“Gadis Qian, tolong hentikan Pangeran Ketiga, agar dia mau melepaskan Tianyu.” Li Cuiying menarik baju Xin Qian.


Xin Qian memandang ke arah wajah Mo Lianfeng. Pria ini akhirnya bertindak untuk putranya, "Bibi kedua, sebenarnya, kamu harus berterima kasih pada Pangeran Ketiga karena tidak membunuh Tianyu, tetapi hanya menghukumnya. Apakah Bibi tahu kalau Xiao Chen adalah putra kandung dari Pangeran Ketiga? Tianyu selalu memanggil Xiao Chen ‘anak liar’ dan menggertaknya setiap hari. Ini bukanlah hukuman yang terlalu berat untuknya karena menghina keturunan dari seorang Pangeran, kan? "


Ketika kata-kata Xin Qian keluar, semua orang yang hadir tercengang.


"Gadis Qian, apa yang kamu bicarakan? Apa Xiao Chen benar-benar putra dari Pangeran Ketiga?? Jika benar, itu berarti Xiao Chen adalah bangsawan kan." Tanya seorang Li Cuiying.


"Bagaimana menurut mu? Apa aku akan melahirkan anak laki-laki yang mirip seperti Pangeran secara ajaib? Jika kamu ingin mengetahuinya, kamu dapat bertanya pada ayah ku. Ini bukan dalam lingkup diskusi hari ini. Bibi kedua, bukan aku yang bisa membantu mu, tetapi Xiao Chen. Identitasnya tidak dapat di injak-injak oleh orang lain! " Ucap Xin Qian.


"Ini..." Li Cuiying bukan orang bodoh, dia secara alami mengerti bahwa Xiao Chen adalah putra kandung Mo Lianfeng. Lagipula, Xiao Chen dan Mo Lianfeng memang mirip. Dia tidak tahu situasi spesifik hari ini, tetapi Mo Lianfeng pasti memiliki alasan untuk melindungi Xiao Chen.


Li Cuiying menghela nafas tanpa daya, dan berkata kepada putranya, "Tianyu, kamu bisa bersujud beberapa kali. Ibu tidak bisa menyelamatkan mu jika kamu tidak mau melakukannya."


"Uuuuu ~ ibu ~" Xin Tianyu masih tidak mau.


Li Cuiying membujuknya, "Itu menyakitkan, tapi hanya sekejap, dan akan segera lebih baik."


"Ibu……" Xin Tianyu yang biasa di manja, tidak bisa menerima pilihan kejam ibunya hari ini.


"Hei Tianyu, Ibu akan membelikan mu permen setelah ini. Bagaimana?” Ucap Li Cuiying.


Xin Tianyu yang di bujuk oleh Li Cuiying, akhirnya berdiri dan berlutut beberapa kali di atas rumput berduri.


Yang di inginkan Mo Lianfeng adalah menghukum Xin Tianyu, sekaligus memperingatkan orang lain bahwa tidak ada yang boleh mengatakan Xiao Chen sebagai anak liar dan menindas Xiao Chen.


"Baik Ayah!” Jawab Xiao Chen senang.


Mo Lianfeng meraih Xiao Chen dan meletakkan Xiao Chen di bahunya.


Melihat sosok keduanya, satu besar dan satu kecil, Xin Qian merasakan kehangatan di hatinya. Sejak saat ini, satu orang lagi berdiri untuk melindungi Xiao Chen. Itu membuatnya merasa bahwa bagaimanapun jalan yang sulit di masa depan, dia tidak lagi sendirian.


“Ibu, ayo ~ Ayo kita pulang.” Xiao Chen menoleh dan menyapa Xin Qian.


"Oke, ibu datang," Ucap Xin Qian, mengikuti langkah ayah dan anak itu.


………..


Untuk beberapa hari ke depan, tidak ada yang terjadi. Pernikahan Xin Ping’er juga telah mencapai tahap berbicara tentang pernikahan. Mak Comblang Gao meminta seseorang untuk datang ke Sanfang, dan menyampaikan bahwa Keluarga dari pria telah setuju.


Dalam beberapa hari, orang tua pria itu dan Qin Yuan akan datang ke Desa Shuilan dengan barang-barang mereka.


Pada saat mereka sedang dalam perjalanan kembali dari Yangcheng…


"Qian’er, mari kita makan bersama di siang hari. Mak comblang, Gao mengatakan bahwa Keluarfa pria itu akan datang pagi-pagi dan makan siang di rumah kita. Pernikahan kakak perempuan mu, Xin Ping’er adalah masalah besar, dan keluarga kita harus menjamu mereka dengan baik. Jika kamu luang, Kamu harus membantu Ibu memasak." Ucao Liang Jinqiao kepada Xin Qian.


Hari ini, pada siang hari, Mo Lianfeng tidak pulang dan makan di gunung. Jadj Xin Qian bisa membawa Xiao Chen ke rummah Liang Jinqiao, "Oke, ibu, Aku akan membantu mu memasak hidangan nanti, karena mereka ada di sini, mereka adalah tamu, kita harus meembuat beberapa makanan lezat."


"Yah, ibu juga berpikir begitu. Sepertinya kita tidak bisa terlihat terlalu lusuh dan membuat mereka memiliki pendapat yang buruk tentang keluarga kita. Kalau tidak, akan sulit untuk menemukan calon memperlai pria untuk Xin Ping’er lagi." Ucap Liang Jinqiao.


"Ya ~" Jawab Xin Qian. Dia tidak punya banyak energi untuk khawatir tentang pernikahan Xin Ping’er lagi. Jadi, kali ini, mereka harus bisa melaksanakan diskusi pernikahan itu dengan lancar.


Setelah kembali ke Desa Shuilan, Xin Qian meletakkan barang-barangnya dan langsung pergi ke rumah Keluarga Xin.


Saat ini keluarga calon pria itu sudah tiba. Orang tua Qin Yuan kira-kira seusia orang tua Xin Qian. Namun, karena mereka lebih miskin dari keluarga Xin dan karena mereka harus merawat banyak ladang, mereka terlihat jauh lebih tua. Hitam dan kurus, mereka terlihat seperti orang yang kurang asupan gizi.


Saat Keluarga Qin baru saja tiba, Xin Wenhua dan Liang Jinqiao menyambut mereka untuk duduk….


"Xin Ping’er, tuangkan mereka segelas air untuk tamu kita! Kenapa kamu malah melamun?!" Desak Liang Jinqiao.


“Huh?” Akhirnya Xin Ping’er bereaksi dan segera mengikuti instruksi Liang Jinqiao. Dia belum pernah melayani siapa pun pada hari kerja, tetapi kali ini dia bersedia. Bagaimanapun, mereka adalah calon mertuanya, jadi dia harus meninggalkan kesan yang baik pada mereka.


"Paman dan bibi, kalian pasti haus, silahkan minum air ini dulu." Xin Ping’er menuangkan dua gelas air dan menyerahkannya.


Mu Chunfang, Ibu Qin Yuan, tersenyum dan mengambilnya, "Terima kasih, kamu anak yang baik."


“Sama-sama.” Xin Ping’er memerah sedikit setelah di puji oleh Calon Ibu mertuanya.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗