Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 41



“Tidak perlu terlalu formal begitu hehee karena kamu teman Mo Lianfeng, maka kau teman ku juga. Oh benar. Bagaimana kalian bisa saling kenal? Kau tahu aku sudah sering melihat Mo Lianfeng di kelilingi oleh bunga-bunga yang indah. Akan tetapi baru ini aku melihatnya berinisiatif membantu seorang wanita. Apakah hubungan kalian dekat??? Hm?” tanya Helian Ming tersenyum dengan antusias.


Mo Lianfeng mengerutkan kening nya. Sebelum Xin Qian membalas, Mo Lianfeng langsung memarahi temannya yang terlalu ingin tahu itu. “Helian Ming, diamlah jika tidak ingin ku tendang keluar dari kereta.” Ucapnya kesal.


Helian Ming merengut tidak senang, “Hei, kawan. Aku hanya penasaran ah!”


Xin Qian yang nelihat interaksi antara dua pria itu, dia merasa sedang menjadi orang ketiga dari pasangan. “Hm. Sebenarnya pertemuan kami cukup rumit. Jadi, bisa di bilang kami hanya kenalan saja.” Ucap Xin Qian tersenyum.


Mendengar jawaban ‘hanya kenalan’ dari mulut Xin Qian. Mo Lianfeng mengerutkan keningnya tidak senang. Dia merasa tidak enak di hatinya.


“Oh? Ternyata begitu, hanya kenalan.” Ucap Helian Ming tersenyum bahagia. Hei, kapan lagi dia bisa melihat wajah masam Mo Lianfeng yang selalu di puja-puja para wanita? Hehee dia bahkan sudah di tolak sebelum berperang oleh gadis desa ini.


"Emm, Pangeran, biaya pengobatan Xiao Chen.. aku mendengar dokter mengatakan bahwa kamu telah membayar untuk ku terlebih dahulu. Jangan khawatir, aku akan membayarnya kembali nanti." Ucap Xin Qian.


Mo Lianfeng melihat ekspresi serius Xin Qian, dia ingin mengatakan tidak. Namun, Xin Qian memiliki temperamen yang kuat dan keras kepala. Meski dia berkata tidak perlu, gadis ini pasti akan bersikeras mengembalikannya kepadanya. Jadi hanya mengangguk dan berkata, "Oke, tidak perlu terburu-buru."


Xin Qian tidak tahu harus berkata apa selain berterima kasih padanya. “Terima kasih.”


Helian Ming berkedip, wajahnya tampak seperti hantu, bagaimana mungkin dia tidak terkejut. Mo Lianfeng benar-benar berbicara dengan lembut untuk seorang wanita? Apakah ini adalah mimpi??


Xin Qian tidak banyak bicara, memegang Xiao Chen di tangannya. Xiao Chen sudah bangun dan belum makan untuk waktu yang lama, jadi Xin Qian bertanya, "Apakah Xiao Chen lapar?"


"Lapar ..." Xiao Chen memandang Ibunya dengan menyedihkan.


Xin Qian tampak cemas melihat anaknya yang masih belum memiliki energi itu, tubuhnya pasti masih lemah. Dia benar-benar sangat mengkhawatirkan anak itu. Xin Qian membujuk dengan lembut berkata, "Tidak apa-apa, kita akan kembali, bersabarlah, ibu akan memasak makanan lezat untuk Xiao Chen."


“Ya.” Xiao Chen mengangguk dengan patuh, dan tidak terus mengeluh dengan Xin Qian. Dia melanjutkan tidur dalam pelukan Xin Qian dan merasakan kehangatan Xin Qian.


Helian Ming menatap Xin Qian selama ini. Dia benar-benar tidak tahu apa yang ada pada Xin Qian, hingga bisa menarik minat orang seperti Mo Lianfeng. Wanita desa biasa tidak memiliki apa pun untuk dikagumi sama sekali. Xin Qian memang bukanlah kecantikan nomor satu tetapi dia memiliki pesona nya sendiri. Apalagi melihat temperamen nya yang tenang, tidak seperti gadis desa pada umumnya.


Biasanya, para gadis desa pasti akan menempel seperti lalat dengan mata tergila-gila, jika mereka melihat pria tampan dan kaya seperti Mo Lianfeng dan Helian Ming. Akan tetapi, sikap Xin Qian ini adalah sikap paling biasa tanpa mata memuja, bahkan bisa di bilang selama ini Xin Qian hanya bicara dengan sopan santun.


"Ehem. Ehemm.." Mo Lianfeng batuk beberapa kali untuk mengingatkan Helian Ming bahwa orang ini telah menatap Xin Qian sangat tajam, betapa tidak sopannya.


Hanya saja semakin Helian Ming bertanya, semakin dia merasa bahwa Xin Qian dan Mo Lianfeng sama sekali tidak mungkin bersatu. Latar belakang identitas mereka sangat berbeda bagaikan langit dan bumi. Bahkan jika Xin Qian menjadi selir untuk Mo Lianfeng. Wanita tua itu tidak akan setuju. Mengetahui apa yang terjadi pada Xin Qian, Helian Ming merasa bahwa perasaan Mo Lianfeng untuk Xin Qian seharusnya hanya bersimpati.


Setelah beberapa saat, kereta akhirnya mencapai Desa Shuilan. Kali ini, ketika kereta memasuki desa, itu masih menarik perhatian.


Xin Qian keluar dari kereta di bawah mata orang-orang di desa yang penasaran. Xin Qian masih menggendong Xiao Chen, dia tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain.


Mo Lianfeng dan Helian Ming juga mengikuti. Helian Ming belum pernah ke pedesaan sebelumnya, dan dia tidak tahu seperti apa pedesaan itu. Setelah melihat kondisi kehidupan rumah Xin Qian, dia juga merasa sedih untuk Xin Qian. Wanita ini sangat menyedihkan. Bagaimana orang bisa tinggal di rumah seperti itu?


Mo Lianfeng memindahkan semua barang yang dibelinya hari ini dan mengirimkannya ke rumah Xin Qian. "Nona Xin, hal ini adalah hati kecilku, aku harap kamu tidak menolaknya." kata Mo Lianfeng.


Ketika Xin Qian melihat barang-barang yang dibeli Mo Lianfeng sebelumnya, dia memang menduga bahwa Mo Lianfeng tidak membelinya untuk dirinya sendiri, tetapi dia tidak berharap bahwa Mo Lianfeng benar-benar memberikan barang-barang ini kepadanya.


Setelah menerima begitu banyak kebaikan, Xin Qian benar-benar tidak ingin berutang terlalu banyak. "Pangeran, saya menghargai kebaikan Anda, tetapi barang-barang ini terlalu mahal, saya tidak bisa menerimanya."


"Ini untuk Xiao Chen. Anak mu perlu mengisi kembali nutrisi di tubuhnya. Selain itu, aku sudah terlanjur membeli barang-barang itu. Jika aku mengambilnya kembali, tidak ada seorang pun di keluarga ku yang akan memakannya," ucap Mo Lianfeng tersenyum ringan, mencoba membujuk Xin Qian.


Mo Lianfeng ingin membantu sedikit lagi, tetapi dia tahu bahwa Xin Qian tidak akan pernah menerimanya jika dia memberikan uang secara langsung, jadi dia berpikir untuk membeli barang-barang ini. Meski bukan barang berharga tetapi setidaknya itu bisa membantu mereka.


Helian Ming juga membujuk, "Nona, terima saja. Anda pikir itu berharga. Tapi semua ini benar-benar tidak ada artinya bagi orang seperti Lianfeng. Ku pikir, jika dia membawa itu kembali, pasti hanya akan diletakkan di gudang dan tidak ada yang akan memakannya. Bukankah sayang jika terbuang percuma? "


Keduanya telah meyakinkannya, jadi Xin Qian tidak tahu bagaimana menolak. Xiao Chen menatap barang-barang pemberian Mo Lianfeng dengan mata berbinar, seolah dia ingin memakannya sekarang juga.


-------------


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗