
Xin Qian sedikit tersenyum, "Nenek, terima kasih atas pujiannya, tetapi apa yang aku katakan adalah kebenaran. Lagi pula, bukan aku yang membuat hukum Kerajaan Zhou."
"Bagus! Kau gadis bau, jika aku bilang kamu bukan lagi cucu ku, maka kau bukan lagi bagian dari keluarga besar Xin. Lain kali, aku akan meminta ayah mu dan Lizheng mengurus masalah ini, saat itu kamu akan di keluarkan dari akun keluarga besar Xin!" ucap Huo Chunhua marah.
Huo Chunhua tidak sadar, bahwa dia sudah masuk ke dalam rencana Xin Qian. Sekarang, Huo Chunhua hanya ingin Xin Qian pergi jauh dari keluarga besar Xin-nya. Dengan ini, Xin Qian tidak akan bisa datang kemari seenaknya lagi ke rumah Xin. Dia merasa kesal setiap melihat gadis itu.
Mendengar apa yang di katakan oleh Huo Chunhua adalah persis apa yang di ingin kan oleh Xin Qian. Begitu dia di keluarkan dari akun keluarga Xin, dia bebas membangun rumah di masa depan. Menurut hukum Kerajaan Zhou, dia secara otomatis akan menjadi rumah tangga mandiri, dia tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar Xin. Tujuannya datang kemari, akhirnya telah tercapai.
Segalanya berjalan begitu lancar, Xin Qian tidak terburu-buru membuat Sanfang di pisahkan dari rumah keluarga besar Xin, tapi itu tidak lama lagi.
Xin Baoshan di samping, memarahi Istrinya, "Nyonya tua, bukankah gadis ini hanya datang berkunjung ke sini sebentar? Kamu tidak seharusnya melakukan hal-hal seperti ini. Bagaimana pun Xin Qian juga cucu kita kan?"
Xin Baoshan melirik Xin Qian, jejak kesedihan melintas di matanya, ada juga rasa bersalah.
Ketika Xin Qian menatap mata Xin Baoshan, dia merasa sedikit bingung. Mengapa kakeknya yang tidak pernah membantunya, sekarang malah membantunya berbicara? Lalu, apa arti emosi di matanya? Mungkinkah keluarga besar Xin ini masih memiliki rasa kemanusiaan?
Tapi setelah Xin Baoshan menyadari Xin Qian sedang menatapnya, dia dengan cepat mengalihkan pandangannya dan melirik ke tempat lain.
Xin Qian merasa bahwa Xin Baoshan sengaja menghindari tatapannya, seolah-olah dia telah melakukan sesuatu yang salah, jadi dia tidak berani menghadapi Xin Qian. Dia merasa reaksi Xin Baoshan benar-benar aneh, dia pasti menyembunyikan sesuatu yang tidak di ketahui sembarang orang. Dia harus mencari tahu tentang ini nanti.
“Hei, Suami ku, mengapa kamu selalu melindungi gadis murahan ini?” tanya Huo Chunhua bingung.
Xin Qian datang ke sini tanpa malu-malu, tapi Suaminya, Xin Baoshan tampaknya tidak keberatan sama sekali. Tidakkah dia merasa bahwa kembalinya Xin Qian itu samgat memalukan bagi keluarga besar Xin ?
Sama seperti apa yang terjadi saat itu, Xin Baoshan juga lah yang tidak ingin mengusir Xin Qian dari rumah, tetapi sebaliknya dia membela Xin Qian. Bahkan saat keputusan akhir adalah pengusiran Xin Qian, Xin Baoshan masih meembantu gadis itu, dengan membiarkannya tinggal di sebuah rumah tua yang tidak gunakan lagi oleh keluarga besar Xin, karena takut Xin Qian tidak akan punya tempat tinggal.
"Bukannya aku melindunginya, tapi aku hanya mengatakan yang sebenarnya!" jawab Xin Baoshan kesal.
"Suami ku, masalahnya sekarang adalah setelah dia kembali, dia masih melakukan kekerasan di sini di rumah kita. Jika aku tidak mengusirnya, siapa yang tahu siapa lagi yang akan dia pukuli!" Huo Chunhua sangat marah.
Xin Baoshan menghela nafas, melirik Xin Qian, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Xin Qian berkata kepada Xin Baoshan, "Kakek, aku menghargai kebaikan mu, tetapi kakek tidak harus membela ku, aku akan menyelesaikan urusan ku sendiri."
Xin Qian benar-benar takut, jika Xin Baoshan terus membelanya terlalu banyak, itu akan menundanya di keluarkan dari keluarga besar Xin! Bukan membantunya, itu malah merepotkan.
Huo Chunhua terus berdebat dengan Xin Qian, tetapi Xin Qian menjawabnya dengan penjelasan yang masuk akal, membuat Huo Chunhua semakin marah karena terus-menerus di bantah oleh cucu busuknya ini! Dia sangat marah, tapu dia tidak bisa memukul Xin Qian, dia mengingatnya dengan jelas kekuatan gadis itu.
Selanjutnya, Huo Chunhua juga meminta uang kerugian pada Xin Qian, sebagai kompensasi atas pemukulannya pada Xin Tianyu.
Li Cuiying juga setuju dengan pendapat Ibu mertuanya, Huo Chunhua.
Saat Xin Qian mendengar Huo Chunhua meminta uang sehingga kompensi, sudut mulutnya tersenyum sarkastik, "Aku memukul Tianyu, itu bukanlah untuk menggertak, tapi aaku hanya memdidiknya agar tidak menjadi orang dewasa yang semena-mena. Setelah hanya dua pukulan, kalian ingin meminta uang kompensasi pada ku? Bermimpilah!”
Bantahan Xin Qian membuat Huo Chunhua tidak bisa menjawab untuk sementara waktu, setelah semua, ini memang salah Tianyu yang melempar batu.
Xin Qian mencibir, lalu berkata, "Jika kalian benar-benar ingin uang. Kalian harus memanggil Xin Tianyu untuk datang kemari, biar aku bisa terus memukulinya. Jika dia cacat, aku akan membayar uang kompensasi!"
“Kamu gadis sialan, karena kamu tidak mau kehilangan uang, maka kita akan memberi mu pelajaran!” ucap Huo Chunhua marah, dan memerintahkan Xin Wenshui, “Anak ketiga, cepat tangkap jalang kecil ini untuk ku!”
"Ibu, sudah cukup. Ini bukan salah Xin Qian." Xin Wenshui menatap Huo Chunhua dengan ekspresi enggan. Bagaimana pun Xin Qian adalah anaknya.
"Aku meminta mu menangkap jalang kecil ini, apa yang kamu lakukan? Apa kau tidak ingin menangkapnya untuk ku? Anak keempat, datang dan membantu ku menangkapnya!" ucap Huo Chunhua.
"Ibu, lupakan saja! Untuk masalah sekecil ini, tidak baik membuat keributan seperti ini. Bagaimana jika tetangga mendengarnya, keluarga besar Xin lah yang akan malu! Lain kali saja mengurus masalah ini.” Ucap Xin Wen. Paman pertama Xin Qian.
Xin Wentao, anak keempat juga membujuk, "Ya, ibu, masalah sekecil itu, tidak baik jika kita membuat tetangga mulai berdatangan. Selain itu, ini bukan kesalahan Qian, tapi Tianyu lah yang memukul orang dengan batu. Pelajaran yang di berikan Qian juga, hanyalah tamparan di bokong dan tidak menyakiti tulang nya. Jika Qian benar-benar ingin memberinya pelajaran, mungkin Tianyu sudah berbaring di kasur dan tidak bisa bergerak. "
Xin Qian melirik paman keempatnya, Xin Wentao. Jarang ada orang yang masuk akal di keluarga besar Xin. Lalu, ayahnya yang biasanya sangat takut pada Huo Chunhua, sekarang berani membelanya adalah hal yang langka bagi Xin Qian.
-------------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗