
Li Cuiying mengikuti Huo Chunhua pergi dengan senyuman. Melihat penderitaan Liang Jinqiao, dia bahkan lebih senang. Li Cuiying menatap sup ikan di tangan Huo Chunhua, dia terus menelan liurnya karena aroma sup itu, dia tersenyum pada Huo Chunhua dan berkata, "Ibu, apakah kita akan makan ikan malam ini?"
Huo Chunhua berhenti, "Kita? Apa yang di makan? Tidakkah kamu melihat bahwa hanya ada sedikit yang tersisa di mangkuk ini? Itu tidak akan cukup untuk semua orang!"
Li Cuiying cemberut bibirnya, di mana dia mau. "Tapi ibu ..."
Huo Chunhua kesal dan berkata, "Tapi apa? Hanya ada sedikit yang tersisa, aku akan memberikannya kepada putri ku! Hui-er sangat kurus sekarang!” Saat Huo Chunhua berbicara, dia segera melangkah ke kamar Xin Xinhui dan berteriak dari kejauhan, "Huier, ibu membawa makanan enak untuk mu, kamu bisa mencobanya!"
Li Cuiying melihat Huo Chunhua memasuki rumah Xin Hui, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Li Cuiying diam-diam mengutuk wanita tua itu, dia selalu memikirkan putrinya. Adik iparnya itu, sudah sangat tua tapi sampai sekarang belum menikah. Huo Chunhua selalu memanjakan anak bungsunya.
Lain kali saat dia menemukan bahwa orang-orang Sanfang makan sendirian, dia akan mengancam Sanfang sendiri, dan dia tidak akan membiarkan wanita tua ini tahu, sehingga dia bisa memakan semua jarahan sendiri!
Huo Chunhua memasuki kamar Xin Hui. Saat itu Xin Hui terlihat sedang bermain dengan bunga-bunga di depan cermin perunggu di mejanya. Tidak semua wanita memiliki cermin perunggu di rumah karena sagat mahal, biasanya orang-orang akan menggunakan baskom air dan berdiri di atasnya untuk melihat potret diri. Tapi pantulan di air tidak sejelas cermin perunggu.
Cermin perunggu yang di miliki Xin Hui adalah pemberian Shen Pan-er, iparnya yang kelima. Ketika Shen Paner menikah dengan saudara laki-lakinya yang kelima, dia membawa mahar yang banyak karena keluarga Shen kaya. Saat itu Xin Hui jatuh cinta dengan cermin perunggu Shen Pan'er, dan Shen Pan'er memberikannya dengan murah hati.
Jadi di rumah Xin, Xin Hui selalu baik pada Shen Pan'er. Xin Hui menyematkan bunga di belakang telinganya, dan seluruh wajahnya tampak sedikit menawan. Xin Hui melihat potretnya di cermin perunggu dengan puas, dan ketika dia melihat Huo Chunhua masuk, dia bertanya kepada Huo Chunhua sambil tersenyum, "Ibu, lihatlah, apakah aku cantik?"
Huo Chunhua berdiri diam dan melihatnya. Penampilan Xin Hui benar-benar yang tercantik di desa. Jika putrinya berdandan dengan baik, dia pasti tidak lebih buruk dari para wanita di kota. Wajah kecil ini benar-benar di warisi dari dirinya dan suaminya.
Huo Chunhua dengan puas berkata, "Cantik, cantik, Huier ku adalah yang tercantik!"
Ketika Xin Hui mendengar kata-kata Ibunya, bukannya dia tidak bahagia, tetapi dia juga merasa kesal. “Hmm.”
Huo Chunhua buru-buru bertanya, "Ada apa, Hui'er, kenapa kamu terlihat kesal?"
"Ibu, tidak peduli seberapa cantik wajah ku, apa gunanya? Lihat pakaian ku seperti ini, itu tidak cocok sama sekali! Bukankah Ibu bilang akan membelikan aku pakaian dan perhiasan? Mengapa Ibu tidak membelinya untuk ku sampai sekarang? " ucap Xin Hui.
Ketika Huo Chunhua melihat bahwa Xin Hui tidak bahagia, dia menjadi sedikit cemas, dan segera membujuk, "Huier, itu bukan karena ibu mu pelit, tapi itu karena ibu terlalu sibuk akhir-akhir ini, ada banyak pekerjaan di ladang. "
“Jadi ibu, kapan Ibu akan membawa ku kee kota untuk membelinya?” Ucap Xin Hui bertanya dengan bibir yang cemberut.
“Jika Ibu tidak ingin membelinya untuk ku, lupakan saja, aku tidak menginginkannya!” Setelah selesai berbicara, Xin Hui berkata dengan wajah dingin, berbalik dan tidak memperhatikan Huo Chunhua lagi.
Huo Chunhua buru-buru berkata, "Huier, beli, beli, ayo kita beli, ibu akan membawa mu ke kota untuk belanja besok, bagaimana?"
"Benarkah Ibu?" ucap Xin Hui tersenyum lebar.
"Tentu saja itu benar!" jawab Huo Chunhua. Dia selalu memanjakan putrinya ini. Hanya dia satu-satunya harapannya untuk bisa hidup dengan nyaman di hari tuanya. Jika Xin Hui menikah dengan pria kaya, dia pasti akan sangat makmur nanti.
“Ibu, Ibu selalu baik pada ku!” ucap Xin Hui senang
"Tentu saja, kamu adalah putri ku. Siapa lagi yang akan baik pada mu." Jawab Huo Chunhua
"Ya, ibu, jangan khawatir, jika aku menikahi pangeran di masa depan, aku akan membawa Ibu ke kehidupan yang baik. Aku akan memberi Ibu makanan dan pakaian yang bagus setiap hari. Aku akan memberi Ibu apa pun yang Ibu inginkan." Ucap Xin Hui.
Huo Chunhua dibujuk oleh Xin Hui, dan dia mulai mengkhayal tentang hari-hari baiknya di masa depan, dan dia sangat bahagia. “Putri yang baik, jika begitu, Ibu tidak merawat mu dengan sia-sia, kemarilah, Ibu membawakan mu makanan lezat, cepat makan.” Ucap Huo Chunhua seraya meletakkan mangkuk di tangannya di depan Xin Hui.
Xin Hui melirik mangkuk di atas meja dan bertanya, "Ibu, apakah ini sup ikan?"
Xin Hui mencondongkan tubuhnya dan menciumnya. Itu sangat harum, bahkan sup itu lebih harum daripada makanan yang di masak di rumah mereka, "Ibu, dari mana ini berasal!"
Huo Chunhua mendengus kesal, "Gadis yang Qian-er yang memberikan ini ke Sanfang. Mereka makan sendirian di kamar mereka dan ditangkap oleh ku. Masih banyak yang tersisa, jadi Ibu membawanya untuk mu!"
"Di mana gadis itu mendapatkannya? Dia benar-benar memiliki kemampuan untuk mendapatkan makanan lezat!" ucap Xin Hui.
"Ikan ini sebenarnya bukan hal yang mahal, Xin Qian menangkapnya sendiri di sungai, tapi Ibu tidak tahu bagaimana dia bisa memasaknya begitu harum, hanya dengan mecium aroma sup itu, Ibu merasa itu pasti sangat lezat! Huier, ayo cicipi. Bagaimana rasanya?” ucap Huo Chunhua.
Xin Hui memakan sesendok sup iti dan berkata, "Lezat, Bu, dia membuat ikan ini begitu lezat, Ibu harus meembuatkannya untuk ku lain kali!"
Huo Chunhua menyeringai, "Dari mana ibu tahu bagaimana dia melakukan ini?”
Xin Hui tersenyum, dan berkata, "Kalau begitu tanya dia, tidak perlu Ibu yang pergi, minta saja Sanfang yang pergi bertanya!"
Huo Chunhua memikirkannya, dan berkata sambil menyeringai, "Itu benar. Biarkan ipar ketiga mu, Liang Jinqiao, yang pergi dan bertanya, ketika kita mendapatkan ikan, ibu akan akan memasakkannya untuk mu!"
"Baik!" jawab Xin Hui dengan senang.
.............
Di rumah Sanfang....
Xin Ping'er mengeluh di depan Liang Jinqiao, "Ibu, mengapa nenek seperti ini? Bukankah ini hanya hal kecil? Jika semua orang makan bersama, tidak akan cukup untuk semua orang! Mereka selalu menindas kita!"
Liang Jinqiao memelototi Xin Ping'er, "Pinger, jangan bicara omong kosong, lagipula, itu salah kita."
"Ibu, apa salah kita jika tidak berbagi? Bukan kah itu milik kita? Kenapa kita harus makan bersama. Setiap kali Shen Paner membawa sesuatu yang lezat dari rumah ibunya, bukankah dia memakannya di rumahnya sendiri?! " Ucap Xin Ping'er, dia merasa sedikit dirugikan, apalagi Shen Pan'er, dan orang-orang di kamar lain bukan hanya sering makan enak diam-diam, mereka bahkan sering menyembunyikan uang pribadi. Hanya orang tuanya yang terlalu jujur, tidak lebih tepanya bodoh.
"Ping'er, bibi Shen berbeda, dia dari keluarga kaya, nenek mu sangat menghargainya dan kita tidak bisa dibandingkan dengannya." Ucap Liang Jinqiao.
"Mengapa dia berbeda? bukankah sekarang dia juga anggota keluarga Xin kita? Aturan keluarga Xin kita tidak bisa di terapkan padanya? Lalu, kenapa dia tidak tinggal di rumah orangtuanya saja!” ucap Xin Pinger dengan kesal.
"Hei, berhenti bicara omong kosong. Bagaimana jika nenek mu mendengarnya?" ucap Liang Jinqiao menghela nafas, dia tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan gadis ini. Tidak ada yang benar-benar adil di dunia ini. Keluarga Shen Pan'er kaya, dan keluarga Xin tidak berani menyinggung perasaannya.
"Ibu, apa yang harus kita lakukan sekarang, jika kita tidak makan pada siang hari, atau pada malam hari, kita akan kelaparan sampai mati?" ucap Xin Pinger.
Padahal Xin Pinger yang memakan semua ikan dari Xin Qian dan orangtuanya belum menyentuhnya sama sekali. Sekarang, dia lah yang paling kesal karena tidak boleh makan malam.
Liang Jinqiao yang melihat putrinya seperti itu, juga tidak bisa marah, karena bagaimana pun dia adalah anaknya. Dia hanya bingung, bagaimana bisa kedua anak perempuannya memiliki kepribadian yang sangat berbeda? Kapan Xin Pinger bisa menjadi dewasa?
---------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗