Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 228



Sudah pukul dua sore ketika Xin Qian dan Xin Wensheng kembali ke desa. Xin Wensheng mengambil cuti beberapa hari, dan karena Xin Qian tidak ada masalah apa pun lagi, dia berencana untuk kembali ke sekolah besok.


Xin Qian juga pergi ke Keluarga Xin untuk melihat apakah ada yang bisa dia bantu untuk Sanfang. Ketika mereka berdua telah tiba di rumah Keluarga Xin, orang tua Xin Qian sedang membangun merombak gudang kayu untuk di jadikan dapur bagi Sanfang.


Toh, tungku harus terlindung dari angin dan hujan, sehingga tidak bisa di biarkan di udara terbuka. Jika kau membangun dapur secara eksklusif, biayanya agak tinggi, dan tidak secepat merombak gudang kayu ini.


Xin Qian melihat bahwa hanya pamannya yang keempat, Xin Wentao dan sepupu keduanya Xin Tianhu yang membantu Sanfang untuk membangun dapur untuk Sanfang. Adapun anggota keluarga Xin yang lain, mereka tidak ikut campur sama sekali. Bahkan jika mereka hanya duduk diam, mereka tetap tidak mau membantu.


Melihat Xin Wentao dan Xin Tianhu ikut membantu Sanfang untuk membangun gudang kayu, Xin Wenshi dan Xin Wenshui, yang duduk di bawah naungan pepohonan, mulai berbicara dengan dingin.


"Saudara keempat, mengapa kamu begitu antusias? Saudara ketiga telah terpisah, kamu tidak perlu membantu Sanfang untuk membangun sesuatu.” Ucap Xin Wenshi kepada Xin Wentao.


Xin Weshui juga menimpali, dan berkata, "Itu benar, adik keempat, kamu selalu sangat kuat, lebih baik kamu melakukan lebih banyak pekerjaan di ladang nanti. Kebetulan itu adalah kerja keras untuk mengolah tanah di sore hari."


"..." Xin Qian meresa tidak senang ketika dia mendengar apa yang di katakan oleh Xin Wenshi dan Xin Wenshui.


Lagipula, Ayahnya, Xin Wenhua adalah saudara lelaki kandung dari kedua orang itu, tidak masalah jika mereka berdua tidak mmau membantu. Namun, mereka bahkan memarahi orang lain karena membantu Sanfang. Memangnya mereka siapa!?!


Xin Qian melihatnya sekarang bahwa yang paling tidak setia dari Keluarga Xin adalah Yifang, anak pertama, Xin Wenshi dan Erfang, anak kedua, Xin Wenshui!


Adapun sepupu kedua Xin Qian dari Yifang, Xin Tianhu memang di kecualikan karena dia tidak seperti Ayahnya, Xin Wenshi. Xin Qian memiliki kesan yang baik pada Xin Tianhu, dan dia adalah orang yang baik di rumah Keluarga Xin.


Li Cuiying hanya bisa mengejek, "Apa gunanya begitu antusias? Apakah Sanfang akan memberi kalian makan enak sekarang?"


Sindiran Li Cuiying di tujukan pada Xin Qian yang telah mengirim begitu makanan enak pada Sanfang kemarin. Xin Qian merasa mual ketika dia mendengar sindiran Li Cuiying itu.


Huo Chunhua juga mendengar ini, dan ikut mendengus dingin, lalu berkata, "Itu benar. Bukankah mereka hanya memanfaatkan kalian? Tidak ada gunanya membantu, Sanfang bahkan tidak mau membagikan makanan lezat itu pada kita. Kalian hanya bekerja sia-sia!”


Xin Qian mendengus dingin. Orang-orang keluarga Xin ini, apakah Mereka tidak malu membicarakan ini? Xin Qian tahu bahwa mereka ingin dia untuk memberikan mereka makanan lezat itu juga!


Memberi dan mendapatkan sama saja, hanya jika kau baik terhadap orang lain, orang lain juga baik akan baik pada mu. Orang-orang ini tidak baik kepada Sanfang, mengapa Sanfang harus membagikan barang-barang mereka dengan Keluarga Xin?


Xin Qian memasuki halaman, tersenyum dan berkata kepada Liang Jinqiao, "Ibu, aku akan menggoreng beberapa hidangan malam ini, dan biarkan paman kelima dan sepupu kedua ku ikut makan bersama kita! Aku baru saja membeli daging di kota!”


Belum lagi Xin Qian, Liang Jinqiao juga sudah merencanakannya di dalam hatinya. Jadi, ketika Xin Qian mengatakannya, dia mengangguk dan berkata, "Oke, mereka telah bekerja keras untuk kami, jadi mereka pantas makan makanan yang enak!"


"Ibu benar, biar aku yang memasak hidangan nya, itu sangat mudah, dan ku jamin rasanya pasti lezat!" Ucap Xin Qian dengan nada suara tinggi. Dia memang sengaja mengatakannya agar orang-orang berhati hitam dari Keluarga Xin itu mendengarnya.


"Waw itu pasti lezat karena itu daging!" Ucap Xin Tuanhu amtusias.


"Saudara ketiga ku, biarkan aku membantu mu juga!" Ucap Xin Wenshi dengan bersemangat membantu juga.


Xin Wenshui juga tidak akan kalah, " Saudara ketiga, aku akan datang juga, dengan kerumunan dapur akan di bangun lebih cepat."


Keduanya tiba-tiba menjadi sangat perhatian, bahkan hantu pun tahu mengapa! Mereka berdua ingin membantu sekarang karena ingin Sanfang membawa mereka untuk makan malam!


Xin Wenhua merasa sangat tidak nyaman saat dia memandang Xin Wenshi dan Xin Wenshui seperti ini. Kedua saudaranya ini selalu melihat keuntungan di depan matanya mereka, jika tidam mereka pasti tidak akan membantunya, mereka sangat munafik.


Jadi Xin Wenhua langsung menolak, " Saudara Pertana dan kedua, kalian bisa pergi, aku tidak membutuhkan bantuan kalian, gudang kayu ini sudah hampir selesai di dirikan. Pekerjaan di ladang pasti berat, jadi kaliam berdua tentu harus istirahat dengan baik."


Xin Wenshi dan Xin Wenshui sedikit tidak senang setelah mendengar ini. Xin Wenshi bertanya, "Saudara ketiga, apa maksud mu? Mengapa saat kami membantu mu, kamu malah mengatakan ini akan segera selesak? Bukankah ini penolakan yang di sengaja terhadap kami?"


"Kakak pertama, kakak kedua, aku benar-benar tidak membutuhkannya! Tidakkah kamu melihatnya sendiri? Kalai gudang kayu ini hanya membutuhkan sedikit papan pada dindingnya, itu hampir selesak." Ucap Xin Wenhua dengan dingin.


Sudah cukup lama Xin Wenhua bersabar pada kedua saudaranya ini, semakin acuh tak acuh mereka padanya, semakin dingin juga hatinya pada mereka. Karena mereka sama sekali tidak menganggapnya saudara, setelah Keluarga Sanfang terpisah, tidak ada alasan baginya untuk terus bersabar!


"Maka kami dapat membantu mu untuk menyelesaikan sisanya. Ngomong-ngomong, bukankah kamu masih harus membangin kompornya? Kami dapat membantu." Ucap Xin Wenshui.


“….” Mendengar apa yang di katakan oleh Xin Wenshui, Xin Wenhua tidak tahu bagaimana harus berdebat.


Xin Qian menyaksikan dari sela-sela dan tidak bisa menahan senyumnya. Dia baru tahu bahwa kedua pamannya ini berkulit tebal! Jika bukan karena dia mengatakan akan memasak daging, tidak mungkin Xin Wenshi dan Xin Wenshui akan berlutut dan menjilat untuk membantu.


Li Cuiying juga membaur, lalu berkata, "Kakak ipar ketiga, ini tidak mudah bagi mu untuk melakukan ini. Kakak pertama dan kakak kedua mu yang baik hati telah datang untuk membantu mu, tetapi kamu masih menolak. Apa maksud mu?"


"Kakak ipar kedua, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya sudah punya cukup tenaga di sini. Jadi, aku tidak ingin mengganggu kakak tertua dan kakak kedua, yang lelah. Masih ada banyak pekerjaan di ladang pada sore hari, jadi lebih baik untuk tetap menyimpan tenaga mereka.” Ucap Xin Wenhua menjelaskan, dia bersikeras bahwa Xin Wenshui dan Xin Wenshi tidak perlu untuk membantu.


Xin Qian merasa bahwa ayahnya telah menjadj seorang pria sejak perpisahan keluarga. Melihat masa lalu, di perkirakan Ayahnya pasti akan setuju agar Xin Wenshi dan Xin Wenshui untuk membantu demi keuntungan. Melihat sikap Ayah dan Ibunya saat ini, Xin Qian memiliki beberapa harapan. Jika ayah dan Ibunya selalu bersikap keras seperti ini, maka Sanfang tidak akan terlalu di ganggu!


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗