
"Ibu... bukan karena aku tidak ingin membantu mu, tetapi gadis Qian masih memegang ember itu di tangannya. Jika aku menangkapnya, aku takut akan terkena…” Ucap Xin Wenshui secara langsung, setelah mengatakan itu, dia mengambil beberapa langkah mundur sedikit.
Xin Wenshi memiliki kebiasaan kebersihan, ketika dia melihat kotoran di hadapannya, meskipun Xin Qian tidak menyiramkannya ke tubuhnya, dia masih merasa sangat buruk! Xin Wenshi juga sedikit takut akan terkontaminasi, jadi dia menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Ibu, gadis Qian pasti akan melemparkan kotoran itu lagi, Aku tidak berani. Mari kita lupakan masalah ini.."
Huo Chunhua menjadi lebih marah ketika dia melihat bahwa semua putranya takut untuk bergerak. "Dasar sampah! Kalian semua sampah! Sia-sia aku melahirkan kalian, sungguh! Melihat Ibu kalian di tindas, tetapi kalian bahkan tidak berani untuk membalas! Kalian anak yang tidak berguna!”
Huo Chunhua menangis dan meronta-ronta di tanah, tetapi semua putranya masih tidak bermaksud untuk melakukan apa-apa.
Masalah ini, tidak bisa di salahkan pada mereka. Ember pupuk di tangan Xin Qian terlalu mengerikan. Bagaimana bisa mereka berani pergi? Jika mereka terkena itu, baunya mungkin tidak akan hilang selama seminggu!
Reaksi tiap orang di keluarga besar Xin sangat berbeda, ada yang marah, ada yang tertawa diam-diam, dan ada yang menjauh sejauh mungkin. Xin Tian'an dan Xin Yang bersembunyi di belakang orangtua mereka dan tertawa diam-diam. Xin Tianan dan Xin Yang, telah melihat betapa buruknya Huo Chunhua menggertak Xin Qian. Jadi, saat mereka berdua melihat serangan Xin Qian, mereka merasa bahwa Xin Qian sangat keren!
Xin diam-diam berkata di telinga Xin Tianan, "Kakak ketiga, bukankah kakak kedua sangat hebat? Kakak kedua bahkan bisa membuat nenek kita jadi sangat menyedihkan!”
Xin Yang sibuk menutupi mulutnya, dan tertawa diam-diam. Meskipun Huo Chunhua adalah neneknya, dia tidak memiliki kesan yang baik padanya. Dia bahkan membenci neneknya karena sering menindas Xin Qian!
Xin Tianan mengangguk dan menatap mata Xin Qian dengan cahaya kekaguman. "Ya... Kakak kedua benar-benar luar biasa!"
Xin Tianan tahu, bahwa dia sendiri bahkan tidak punya nyali untuk melakukan hal semacam ini. Hanya Xin Qian yang berani melakukannya! Dia bertanya-tanya, kapan dia bisa seberani Xin Qian? Jika dia berani, dia bisa melindungi orang-orang yang ingin dia lindungi..
Shen Pan'er tidak pernah berharap Xin Qian akan melakukan hal ini, diam-diam dia menundukkan matanya, dia merasa bahwa Xin Qian yang saat ini ada di depannya, benar-benar orang yang berbeda! Apakah dia akan berdiri di sisi Xin di masa depan?
Xin Qian mendengar kutukan Huo Chunhua, matanya menjadi lebih dingin lagi. Tampaknya Huo Chunhua masih belum cukup belajar. Jadi, dia akan memberinya pelajaran yang cukup, agar Huo Chunhua tidak bisa melupakan rasa sakitnya!
Ember pupuk yang ada di tangannya, dia lemparkan ke tempat Huo Chunhua duduk, dan berkata, “Nenek, jangan menghina ku sebagai jal*ng kecil lagi, jika tidak, aku tidak keberatan untuk memberi mu ini lagi!”
“…..” Benar saja, Huo Chunhua langsung menutup mulutnya.
Xin Qian menyeringai dengan kepuasan. Ini adalah cara yang tepat, untuk berurusan dengan orang aneh seperti Huo Chunhua!
"Ini sangat bau ..." Xin Hui melihat kotoran di tubuh Huo Chunhua, dia langsung bergerak cepat, melangkah ke samping.
Xin Qian meletakkan lengannya di pinggulnya dan berkata, "Hari ini Aku akan mengingatkan kalian semua bahwa Aku telah membagi keluarga ku. Di masa depan aku tidak lagi berhubunga dengan Keluarga Xin, jadi jangan pernah memprovokasi ku lagi! Jika tidak, jangan menyalahkan Aku karena bersikap tidak sopan! Ini hanya peringatan, tapi jika kalian memaksa ku, aku berani melakukan apa pun!”
Setelah Xin Qian selesai berbicara, dia menuangkan yang tersisa di ember pupuk, yang membuat halaman Keluarga Xin di penuhi dengan bau. Bahkan jika halaman ini di bersihkan, baunya tidak akan hilang selama 1 bulan! Di tengah kekhawatiran keluarga Xin, Xin Qian dengan tenang membawa ember pupuknya dan berjalan pulang ke rumahnya…
Ketika Xin Qian berjalan pergi, raungan pecah lagi…
“Ibu, lihat, Xin Qian mengotori baju dan sepatu baru ku!” Xin Hui mengeluh dengan marah.
“Jal*ng kecil ini pasti sudah gila! Dia pasti sangat marah pada ku dampai dia berani memperlakukan ku seperti ini!” Mata Huo Chunhua memerah. Tapi setelah peristiwa seperti itu, dia benar-benar takut pada Xin Qian.
"Hui’er sayang, jangan ceroboh. Apa kamu tidak ingat bagaimana dia memukuli mu terakhir kali? Kamu bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menyentuhnya!" Jawab Huo Chunhua.
"Ibu ..." Xin Wenshui menatap adik perempuannya dan Huo Chunhua dengan jijik.
“Apa?!! Apa yang kamu ingin katakan?” Huo Chunhua menjawab dengan sengit.
"Ibu, kamu dan adi Huier itu sangat bau. Pergi dan mandilah dengan cepat. Kalau tidak baunya tidak akan hilang, itu terlalu menjijikkan ..." Ucap Xin Wenshui dengan wajah yang buruk, dia bahkan tidak mempertimbangkan perasaan Huo Chunhua.
Huo Chunhua menjadi lebih marah ketika putranya mengatakan itu. Dia menendang Xin Wenshuo dan mulai memarahinya, "Kamu masih punya wajah untuk mengatakan itu?!! Saat aku meminta mu untuk menangkap Xin Qian, mengapa kamu hanya berdiri diam? Sekarang kamu bilang bahwa Ibu mu bau? Sia-sia aku membesarkan mu…”
Jika hanya di pukuli, Xin Wenshui tidak akan melawan. Tapi masalahnya adalah kaki dan tanga Huo Chunhua ternoda oleh kotoran! Jika pukulan ini datang dan menimpanya, bukankah dia juga bernoda kotoran seperti Huo Chunhua dan Xin hui?
Xin Wenshui buru-buru menghindar dan bersembunyi, "Ibu, Aku salah! Aku salah, jangan pukul Aku."
“Huh, putra yang tidak berguna!” Huo Chunhua memelototi Xin Wenshui, dia masih belum puas melampiaskan amarahnya.
Xin Wenshui berkata dengan wajah pahit, "Ibu, kamu tidak bisa menyalahkan ku untuk ini. Bukankah saudara ku yang lain juga tidak bergerak? Salahkan Sanfang saja, Xin Qian kan anak mereka. Kenapa Ibu memukul ku?”
Xin Wenshi juga menjawab, "Ibu, kami hanya tidak ingin terkontaminasi juga, jangan salahkan kami, itu Xin Qian yang menyinggung mu. Apalagi, Ibu paling tahu bahwa Aku tidak tahan kotor. Jika itu menimpa ku juga, itu akan membunuh ku!! "
Huo Chunhua memandangi kedua putranya dengan kebencian dan kemarahan, lalu berkata, “Aku telah membesarkan kalian sia-sia!”
Ini bukan waktunya untuk peduli dengan beberapa putranya itu. Jika dia seger tidak mandi dan membersihkannya, dia mungkin akan mati karena bau ini! Jadi, Huo Chunhua berkata pada Xin Hui, "Huier,, mari kita membersihkan pakaian kita dan mandi."
"Oke, ayo mandi dan ganti baju. Aku harus mencuci pakaian ku dengan baik!" Ucap Xin Hui menganggul. Memikirkan itu, Xin Hui menaburkan kemarahannya pada tubuh Liang Jinqiao, "Ibu, jal*ng kecil itu menumpahkan kotoran pada kita. Karena Xin Qian anak mereka, jadi kita harus membiarkan Sanfang yang mencuci pakaian kita!”
Ketika Huo Chunhua mendengarnya, dia merasa bahwa Xin Hui benar. Pakaian yang bernoda kotoran terlalu menjijikkan untuk di cuci sendiri, jadi tidak mungkin dia mau melakukannya. Itu harus di lakukan oleh Liang Jinqiao, karena Xin Qian adalah putrinya. Sebagai seorang ibu, tentu saja dia yang harus bertanggung jawab!
Jadi Huo Chunhua berkata kepada Liang Jinqiao, "Menantu ketiga, kamu harus mencuci semua pakaian kami nanti! Sampai bersih!”
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗