Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 88



"Hmm, harga yang ku berikan hanya sedikit lebih tinggi dari harga daging babi. Ini benar-benar tidak mahal. Tapi, aku tidak bisa menjualnya dengan harga daging babi. Jumlah daging babi yang ada di pasar sangat banyak dan mudah di dapat. Jika itu daging katak milik ku, di jual dengan harga yang sama dengan harga daging babi, lalu bukankah daging katak tidak layak di anggap langka langka lagi? " ucap Xin Qian menjelaskan.


Kata-kata Xin Qian membuat Sun Changquan tidak bisa membantah. Hal-hal yang langka memang selalu agak mahal, dan jika ada sesuatu yang benar-benar enak, meski harganya mahal itu masih layak!


Selain itu, hidangan katak Xin Qian, para tamunya sangat menyukainya. Meski harga bahannya mahal, tetapi harga seporsi hidangan katak yang di jual Sun Changquan jauh lebih dari itu.


Setelah memikirkannya, Sun Changquan berkata, "Oke. Gadis Qian, mari kita selesaikan seperti ini! Aku akan memberi mu 20 koin tembaga untuk per kilogram dahing katak, dan Kamu akan mengirim ku sebanyak yang kau miliki di masa depan."


"Oke!" Xin Qian mengangguk setuju, dan kerja sama dengan Sun Changquan sangat lancar.


Sun Changquan mengeluarkan pena dan tinta dan mulai menulis dokumen. Dokumen kuno ini setara dengan kontrak modern. Menuliakan beberapa ketentuan yang di tetapkan oleh kedua belah pihak sebelum menandatanganinya. Ini untuk mencegah kedua belah pihak bolak-balik menarik kerja sama di masa depan.


"Silahkan, Gadis Qian, lihatlah ..." Sun Changquan tersenyum lagi sambil berkata, "Emm, Gadis Qian, maafkan aku untuk bertanya seperti ini, tapi apakah kamu tahu caranya membaca dan menulis? Jika tidak, kamu bisa mengambil kertas itu kembali, lalu mencari seseorang yang dapat membaca kata-kata untuk membantu mu mengonfirmasi itu. Untuk tanda tangan, Aku tidak berpikir ada masalah dengan menekan sidik jari mu di tempat ini. Itu sudah cukup."


Xin Qian tahu apa yang di maksud Sun Changquan. Jika Sun Changquan membacakannya untuk Xin Qian, dia mungkin saja tidak jujur. Meskipun Xin Qian tahu bahwa Sun Changquan bukan orang seperti itu, orang ini masih berniat baik dengan mengingatkan Xin Qian dengan cara ini, menunjukkan bahwa karakter Sun Changquan memang baik, dan Xin Qian lebih suka berbisnia dengan orang-orang seperti itu.


"Penjaga toko, aku bisa membaca dan menulis, jangan khawatir." Jawab Xin Qian tersenyum, dia pun mengambil dokumen itu dan melihatnya.


Ketika Xin Qian mengatakan bahwa dia bisa membaca, Sun Changquan sedikit terkejut, dia tidak tahu bahwa gadis kecil di pedesaan itu bahkan bisa membaca dan menulis. Itu sangat jarang! Xin Qian ini pasti tidak sesederhana kelihatannya. Yah, jika di pikirkan tentang hal itu, dari awal Xin Qian juga handal saat berbicara tentang bisnis, tanpa jejak gugup atau pum kesalahan kecil, tidak seperti gadis desa biasa.


Setelah Xin Qian membaca dokumen itu, dia memutuskan bahwa tidak ada yang salah, jadi dia mengambil pena dan menandatangani di tempat yang di sediakan itu. Ketika dia masih kecil, di bawah ajaran kakeknya, dia sering berlatih kaligrafi secara khusus, meskipun tidak terlalu bagus, tulisan tangannya masih sangat halus dan indah.


Dokumen-dokumen itu di buat dua lembar, satu di bawa oleh Xin Qian dan Sun Changquan juga memegang satu.


"Gadis Qian, mari kita bekerja bersama dengan bahagia. Berapa banyak daging katak yang kamu bawa hari ini? Aku akan membayarnya sekarang." Tanya Sun Changquan tersenyum.


Xin Qian mengangguk, memasukkan kertas ke sakunya, dan kemudian keluar dari ruangan itu bersama Sun Changquan. Menurut harga yang di tentukan oleh Sun Changquan, dia membawa sebelas kilogram daginh katak hari ini, dan mereka membayarnya dengan harga 220 koin tembaga (2 perak, dan 20 koin tembaga).


Xin Qian sangat senang saat melihat dia menghasilkan begitu banyak dengan cepat. Jika dia bisa menghasilkan lebih dari 2 perak dalam sehari, maka dalam sebulan dia akan memiliki 60 perak! Setelah satu tahun, menabung selama 1 tahun, bukankah dia dapat membangun sebuah rumah?


Meskipun uang itu tidak banyak di mata orang kaya, itu jelas merupakan kekayaan besar bagi rakyat pedesaan!


Ketika Xin Qian perlahan menyimpan uang di sakunya, ekspresinya menjadi lebih cerah.


Setelah menerima perak, Xin Qian akan membeli beberapa permen, dan ketika dia pergi keluar dari Restoran Fulin, dia tanpa sengaja melihat Mo Lianfeng berjalan menuju ke arahnya.


Xin Qian berhenti dan berkedip untuk mengkonfirmasi apakah dia tidak salah orang. Apakah itu benar-benar Mo Lianfeng? Mengapa setiap dia datang ke sini dan dia akan bertemu dengan pria itu? Apakah ini suatu kebetulan?


Xin Qian menyingkirkan kejutan di matanya dan tersenyum pada Mo Lianfeng, "Ya, ini kebetulan bisa bertemu Pangeraan Mo, mengapa kamu ada di sini juga?"


"Aku… aku datang ke sini untuk makan. Hidanga katak yang kamu kirim kemarin sangat lezat. Aku ingin mencobanya lagi." Jawab Mo Lianfeng.


"Yah, kalau begitu silahkan masuk. Aku baru saja mengirimkan beberapa. Jika Kamu datang lebih lambat, Kamu mungkin harus menunggu lama dan mungkin kamu masih tidak bisa memakannya karena kehabisan." Ucap Xin Qian tersenyum ringan Dia cukup senang bisa melihat Mo Lianfeng hari ini. Tapi tidak ada alasan untuk tetap bersama Mo Lianfeng, jadi dia akan pergi.


Xin Qian pun mengucapkan selamat tinggal pada Mo Lianfeng, "Jika tidak ada hal lain, aku akan pergi dulu."


"Tunggu! Nona Qian ..." ucap Mo Lianfeng, dia tanpa sadar mengulurkan tangannya, seolah ingin memegang tangan Xin Qian. Tapi, menyadari bahwa perilakunya agak tidak sopan, dia menarik tangannya lagi.


Xin Qian memandang Mo Lianfeng dengan bingung. "Pangeran, apakah ada hal lain yang ingin kamu katakan?”


Mo Lianfeng tersenyum canggung, dan berkata, "Karena aku kebetulan bertemu dengan mu, mengapa kamu tidak masuk untuk makan bersama ku? Makanan di restoran ini cukup enak."


Xin Qian tertegun. Apakah Mo Lianfeng ini sedang mengundangnya? Dia bersemangat dan tidak mau menolak. Apalagi melihat matanya yang menawan. Tetapi jika dia setuju, untuk apa? Apa gunanya menjadi akrab dengan Mo Lianfeng seperti ini?


Semakin dalam dia mengenalnya, semakin dalam perasaannya, Xin Qian merasa takut dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Bagaimana jika dia terlalu menyukai Mo Lianfeng?


Karena masalah identitas, ada jarak yang tidak bisa di lintasi antara dia dan Mo Lianfeng. Karena begitu, lebih baik jangan memberi dirinya sendiri terlalu banyak ilusi.


Sudut mulut Xin Qian tersenyum pahit, dan dia menggelengkan kepalanya, "Tidak, Pangeran Mo, kamu bisa pergi dan makan sendiri. Aku harus membeli beberapa barang, dan kemudian harus segera kembali ke desa dengan kereta sapi yang menunggu ku.”


"Tapi ..." Mo Lianfeng menatap Xin Qian dengan enggan. Dia baru kali ini mengajak seorang gadis makan bersama secara pribadi. Tapi, dia tahu bahwa dia tidak punya alasan untuk membuat Xin Qian tetap tinggal.


Mo Lianfeng menghela nafas pelan, "Baiklah. Nona Qian, jika Kamu punya waktu lain kali, aku akan mengundang mu untuk makan bersama lagi."


Xin Qian mengangguk dan setuju. Akan tetapi, mulai sekarang, dia berniat menjauh dari pria ini. Hubungan di antara mereka sama sekali tidak akan berjalan mulus.


zzzzzz zzzzzzz zzzzzz zzzzzz zzzzzz zzzzz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗