
"Tunggu sebentar, aku akan memberi mu sepuluh butir telur, kamu harus membawanya kembali untuk di makan. Anggap sebagai rasa terima kasih ku." Ucap Liang Jinqiao
“Baiklah.” Mak Comblang Gao tidak menolak.
Liang Jinqiao berbalik dan masuk ke rumahnya untuk mengambil telur. Li Cuiying melihat bahwa Liang Jinqiao telah memberikan Mak Comblang Gao cukup banyak, jadi dia juga memohon pada Huo Chunhua, dan Huo Chunhua setuju untuk memberikan sepuluh telur.
Wajah Xin Ping’er juga penuh kegembiraan, setelah mendengar mak comblang Gao mengatakan itu, dia sekarang memiliki harapan untuk menikah! Jadi, dia merasa bersemangat saat memikirkannya.
Xin Ping’er tidak peduli bagaimana latar belakang pria itu, dia lebih peduli tentang penampilannya. Lagi pula, Xin Qian telah memiliki Mo Lianfeng, pria yang sangat tinggi dan tampan, jadi dia mau menikahi pria yang lebih buruk!
Jadi, Xin Ping’er bertanya kepada Mak Comblang Gao dengan wajah yang malu-malu, "Mak Comblang Gao, aku ingin bertanya seperti apa tampang lelaki itu?"
Melihat tatapan malu-malu Xin Ping’er, Mak Comblang Gao memahami perasaannya, bagaimana pun dia telah menjadi mak comblang selama bertahun-tahun, bagaimana mungkin dia tidak tahu maksud gadis itu? Banyak gadis lebih khawatir tentang penampilan calon prianya.
Mak Comblang Gao tersenyum dan menjawab, "Jangan khawatir, Nak. Aku pernah melihatnya sebelumnya, dan dia terlihat tampan! Dengan wajah yang putih bersih, dia adalah lelaki yang tampan!"
Xin Ping’er bahkan lebih berharap setelah mendengar mak comblang Gao mengatakan itu, dia tidak sabar untuk melihat pria itu segera!
“Itu bagus!” Xin Pinger menurunkan kepalanya dengan malu.
Xin Qian merasa lucu melihat sikap Xin Pinger yang pemalu seperti ini, dia merasa ingin tertawa. Dia tidak tahu apakah Xin Pinger ini benar-benar polos, atau Apakah dia tidak takut orang lain mengira bahwa dia kekurangan pria!
Namun, Xin Qian pikir calon mempelai dari pernikahan ini akan menjadi pilihan yang terbaik. Dengan cara ini, Xin Ping’er dapat menikah dengan lancar. Yah, dia berharap bahwa kedua belah pihak akan puas.
Liang Jinqiao dan Li Cuiying yang mengambil telur, segera memberikannya kepada mak comblang Gao.
Mak comblang Gao tidak ingin basa-basi dan menghabiskan waktu di rumah Keluarga Xin, jafi dia segera mengucapkan selamat tinggal, "Aku sudah menyampaikan berita ini untuk kalian. Aku akan kembali dulu."
"Baik, mak comblang, hati-hati di jalan!" Ucap Liang Jinqiao
"Tentu.” Ucap Mak Comblang Gao
Orang-orang dari keluarga Xin mengantar mak comblang Gao keluar dari halaman dan kembali. Xin Ping’er dan Xin Jing'er masih tenggelam dalam kebahagiaan.
Xin Qian melangkah maju dan berkata sambil tersenyum, "Saudari Pinger, Saudari Jinger, selamat!"
Xin Ping’er dalam suasana hati yang baik, jadi alih-alih bertengkar dengan Xin Qian, dia balas tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Xin Qian."
Xin Jinger juga berkata, " Saudari Qian, terima kasih atas restu mu."
"Sama-sama, ini acara yang membahagiakan, dan aku juga senang untuk kalin.” Ucap Xin Qian.
"Hmm!" Xin Hui, yang duduk di halaman, tidak begitu bahagia seperti mereka. Dia tidak menyangka bahwa monster jelek seperti Xin Ping’er masih akan memiliki kesempatan untuk menikah, dan Xin Jing'er juga telah menemukan keluarga yang baik.
Namun, dia yang sudah tidak muda lagi, masih belum menemukan calon yang cocok sama sekali! Jika Xin Hui berkata bahwa dia tidak ingin, maka itu palsu.
Hanya saja Xin Hui memiliki selera yang tinggi, tidak seperti Xin Ping’er, selama itu seorang pria dia akan setuju. Dia ingin menemukan pria yang tampan, tinggi, dan kaya seperti Mo Lianfeng! Dengan begitu, baru dia bisa puas.
Melihat penampilan Xin Hui yang tidak bahagia, Huo Chunhua mulai menghiburnya. Dan berkata, "Apa yang membuat mu sangat tidak bahagia? Tersenyumlah! Ipar kedua dan Ipar ketiga mu, telah membuang sepuluh telur hanya untuk pernikahan seperti itu! Apalagi, calon Xin Pinger sangat miskin, kita hanya akan menunggu gadis Ping’er itu menikah dan menderita! Jangan sampai menyesal dan menangis di masa depan, itu adalah pilihan kalian!”
Ketika Huo Chunhua mengatakan itu, Liang Jinqiao dan Li Cuiying tidak terlihat baik.
Li Cuiying masih tersenyum kecut, dan berkata untuk menyenangkan, "Ibu, kamu tidak bisa mengatakan itu. Jika Jinger menikah, dan kondisi keluarga suaminya baik, dia pasti akan bisa memberi kita banyak mahar uang!"
Huo Chunhua mendengus pelan, dan berkata, "Siapa yang tahu masa depan? Tunggu sampai gadis Jinger menikah dan kemudian bersukacita!"
"Menantu ketiga, kamu hanya buang-buang uang ah. Keluarga lelaki itu miskin, sepertinya dia tidak bisa mendapatkan uang mahar yang layak! Keluarga mu hanya akan merugi!” Ucap Huo Chunhua kepada Liang Jinqiao.
Liang Jinqiao tidak bisa mengatakan apa-apa pada Huo Chunhua yang suka berbicara sesuka hatinya. Jadi, dia juga kembali ke Sanfang.
Xin Qian juga mengikuti ke rumah Sanfang. Dan berkata kepada Liang Jinqiao, "Ibu, jangan pedulikan ucapan nenek. Dia hanya tidak suka melihat orang lain hidup dengan baik. Mungkin karena Bibi Xin Hui yang belum bisa menikah, jadi dia panik!"
Mendengar Xin Qian mengatakan ini, Xin Ping’er juga mengangguk setuju dan menjawab, "Itu benar, pasti seperti itu, nenek pasti cemburu. Bibi Hui sudah terlalu tua untuk menikah, jadi mungkin lebih sulit baginya untuk menikah daripada aku. Jadi, nenek marah dan tidak menyukai pernikahan ku dan Jinger yang lebih cepat dari putrinya.”
"Kalian mungkin benar. Xin Ping’er, kamu harus berdandan besok karena kamu akan menemui calon pengantin pria itu, kau harus menilainya sendiri, apakah dia cocok atau tidak.” Ucap Liang Jinqiao.
Berbicara tentang pengantin pria, Xin Ping’er menundukkan kepalanya dengan malu-malu dan menjawab. "Ibu, aku tahu! Besok aku akan memakai baju baru yang kamu buat untuk ku!"
Liang Jinqiao tertawa dan berkata, "Oke!"
“Ibu, apakah Kamu pikir pria itu akan menyukai ku?” Xin Ping’er bertanya dengan malu-malu.
"Tentu saja! Orang mengatakan bahwa jika seseorang benar-benar mencintai mu, maka tidak ada persyaratan untuk penampilan! Keluarga calon pria juga miskin, jadi mereka tidak punyaa uang untuk menikahi seorang istri yang lebih baik. Jadi Ping’er, jangan khawatir." Ucap Liang Jinqiao.
"Uh huh!" jawab Xin Pinger mengangguk.
Melihat Xin Pinger yang tidak sabar untuk menikah, Xin Qian tidak bisa menahan tawa.
“Apa yang kamu tertawakan?” Tanya Xin Ping’er, dia tahu bahwa Xin Qian menertawakannya.
Xin Qian buru-buru berkata, " Xin Ping’er, Aku ikut senang untuk mu, tidak ada yang lain."
Xin Ping’er percaya bahwa Xin Qian tidak menertawakannya, jadi dia tidak lagi peduli dengan Xin Qian.
“Ibu, apakah Xin Pinger pernah menemuj dokter dan berkonsultasi tentang tanda lahir di wajahnya? Mungkin saja itu bisa di hilangkan.” Ucap Xin Qian kepada Liang Jinqiao. Sebenarnya, dia tidak membenci Xin Pinger, dia hanya tidak suka sikapnya yang pemalas dan mementingkan dirinya sendiri. Namun, Xin Qian juga merasa bahwa mental Xin Pinger itu seperti anak kecil yaang polos.
Mendengar kata-kata Xin Qian, Xin Pinger juga berharap, “Benarkah? Tanda dj wajah ku bisa hilang?”
“Tidak, Ibu tidak punya uang untuk memanggil dokter. Ayah mu pernah meminta bantuan nenek untuk memanggil dokter, tapi…” Ucap Liang Jinqiao.
“Tapi nenek tidak setuju?” Tanya Xin Qian menebaknya. Dia yakin bahwa Hui Chunhua pasti tidak akan mau mengeluarkan uang hanya untuk Xin Pinger.
“Itu benar. Jadi, Ibu dan Ayah mu benar-benar tidak punya solusi untuk mengobati wajah mu.” Jawab Liang Jinqiao
“Kenapa nenek sangat pelit? Dia hanya peduli pada Bibi Hui!” Ucap Xin Pinger geram.
“Apa kamu baru sadar? Kami hanya di anggap sebagai pembantu bagi Xin Hui, tetapi kamu rela menyakiti keluarga mu sendiri, demi orang seperti itu. Sungguh sia-sia.” Ucap Xin Qian dengan mada mengejek.
“Kamu…” Xin Pinger merasa tertusuk. Dia tahu bahwa semua yang dia lakukan untuk Xin Hui hanyalah usaha yang sia-sia. Tapi, apa yang bisa dia lakukan? Jika dia tidak menuruti Xin Hui, dia akan hidup terkucilkan di Keluarga Xin.
“Apa? Bukankah aku benar?” Xin Qian mengalihkan pandangannya pada Liang Jinqiao dan berkata, “Ibu, aku pergi dulu.”
“Ya, hati-hati di jalan, Xiao Chen pasti menunggu mu.” Ucap Liang Jinqiao.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗