Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 196



"Apakah ada obat herbal dan perban di sini? Aku akan memberi Mo Lianfeng balutan dengan cepat. Luka lama di dadanya pasti robek karena kau memukulnya. Kamu harus hati-hati di waktu berikutnya," Ucap Xin Qian menegur Helian Ming dengan sopan.


Helian Ming juga sedikit panik, jika dia tahu bahwa dia akkan menyakiti Mo Lianfeng dengan pukulan ini, dia tidak akan melakukannya, dia hanya tidak tahu bahwa Mo Lianfeng terluka ...


"Ya, benar, herbal, perban." Helian Ming tergagap dan menatap Xin Qian.


Setelah sibuk mengomel pada Mo Lianfeng, Helian Ming tidak menyadari bahwa Xin Qian juga telah kembali bersama dengan Mo Lianfeng. Helian Ming sedikit tertegun, dan menunjuk ke Xin Qian, "Mengapa Nona Qian juga ada di sini?"


“….” Xin Qian menatap Mo Lianfeng dan mengangguk padanya.


Melihat persetujuannya, Mo Lianfeng pun menjelaskannya pada Helian Ming, "Sebelumnya, aku di kejar oleh kelompok pembunuh bayaran. Terima kasih kepada Qian Qian karena telah menyelamatkan ku saat itu. Jika tidak ada Qian Qian, maka aku pasti sudah mati di gang sempit itu. Jadi, Aku yang terluka parah pada saat itu, harus memulihkan diri diam-diam di rumah Xin Qian selama ini."


"Tapi aku bertemu Nona Qian sebelumnya… Kenapa dia tidak berbicara pada ku bahwa kami bersamanya?” Tanya Helian Ming. Tunggu, Afeng baru saja memanggilnya ‘Qian qian’??? Sejak kapan hubungan mereka begitu dekat?


"Aku mengatakan pada Qian Qian untuk tidak mengatakannya. Lebih sedikit orang yang tahu, maka itu lebih baik, jika ada satu orang lagi yang tahu tentang itu, bisa jadi ada risiko yang lebih besar." Jawab Mo Lianfeng.


Helian Ming menatap Mo Lianfeng dengan pandangan yang kosong, dia merasa bahwa Mo Lianfeng terlalu waspada padanya. Helian Ming berkata dengan kesal, "Kamu bahkan tidak percaya pada ku? Afeng, itu terlalu menyakitkan!"


Melihat penampilan kesal Helian Ming yang sedikit lucu, Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Apa ini salah ku?"


"Itu salah mu!" Jawab Helian Ming berteriak.


"..." Xin Qian yang mendengarkan pertengkaran kedua orang itu, merasa semakin penasaran pada hubungan kedua pria ini. Tapi tidak mungkin kan dia bertanya pada Helian Ming atau pun Mo Lianfeng tentang itu?


Xin Qian hanya bisa tersenyum dan berkata, "Mari kita pergi mencari obat sekarang... hal-hal lain ini akan di bahas nanti.”


Tidak peduli seberapa tidak puasnya, Helian Ming tapi saat dia memikirkan luka di tubuh Mo Lianfeng, dia tahu bahwa yang paling penting saat ini adalah untuk menangani luka di tubuh Mo Lianfeng.


Akhirnya, Helian Ming membawa Xin Qian dan Mo Lianfeng ke kamarnya. Kemudian, dia memanggi para dokter khusus yang ada di Mansion Pangeran. Hanya dalam beberapa waktu, Para dokter itu dengan cepat membalut luka di dada dan lengan Mo Lianfeng….


“Nona Qian, terima kasih banyak, terima kasih karena telah menyelamatkan Afeng dan merawatnya begitu lama. Dia pasti banyak merepotkan mu.” Helian Ming berterima kasih pada Xin Qian, seolah-olah Xin Qian telah menyelamatkan istrinya.


"Tidak masalah, Tuan Muda Helian terlalu sopan." Jawab Xin Qian tersenyum ringan.


"Ini bukan masalah sepele, Kamu telah menyelamatkan Afeng. Jadi, kerabat Pangeran ketiga harus datang untuk mengucapkan terima kasihnya pada mu. Terutama Nyonya tua Mo!" Helian Ming baru saja selesai berbicara, pada saat ini, jejak sekelompok orang datang dari luar pintu.


“Feng'er~ Feng’er~ Apakah kamu baik-baik saja?” Itu adalah suara seorang Nyonya tua Mo dengan suara yang dalam. Dia adalah nenek dari Mo Lianfeng, juga satu-satunya keluarga bagi Mo Lianfeng.


Saat Xin Qian melihat seorang Nyonya tua berusia 60-an masuk. Xin Qian memandang Nyonya tua yang datang dengan mengenakan gaun mewah dan perhiasan berharga. Hanya dengan melihat sekilas, Xin Qina tahu bahwa wanita tua ini pasti kerabat Mo Lianfeng. Meskipun Nyonya tua itu sudah tua, dia masih sangat anggun dan mulia, ketika muda, dia pasti adalah seorang wanita cantik.


“Nenek.” Sapa Mo Lianfeng dengan ramah setelah melihat Ny. Tua Mo Dia telah menghilang selama beberapa hari ini, dan Neneknya pasti menjadi orang yang paling cemas. Ketika Mo Lianfeng melihat Nyonya tua Mo yang tampak sangat kuyu, dia merasa bersalah di hatinya… .


"Feng'er! Kamu akhirnya kembali. Jika kamu tidak kembali, nenek tidak akan selamat!" Ucap Ny. Tua Mo seraya mengambil saputangan dan mengusap sudut matanya.


Hanya ada satu keturunan di Keluarga Mo, dan itu adalah Mo Lianfeng. Sejak dulu, Keluarga Mo selalu memiliki satu anak tunggal. Oleh sebab itu, anggota keluarga Mo tidak banyak yang masih hidup. Jika sesuatu terjadi pada Mo Lianfeng, pewaris Istana Pangeran Ketiga akan hilang!


"Nenek, bukankah cucu mu ini telah kembali? Jangan terlalu khawatir!" Ucap Mo Lianfeng menghibur.


Nyonya tua Mo menangis dan mengangguk, "Ya, senang kau bisa kembali! Feng'er ku akhirnya kembali!"


“Nyonya tua, Afeng dapat kembali dengan selamat kali ini, karena Nona Xin Qian, jadi kamu harus berterima kasih kepada Nona Xin Qian!” Ucap Helian Ming seraya menunjuk ke arah Xin Qian. Dia ingin membantu Xin Qian mengambil pujian.


Baru saat itulah perhatian Nyonya tua Mo, jatuh pada sosok Xin Qian. Dia melihat bahwa Xin Qian hanya mengenakan pakaian yang lusuh dan kasar. Jadi, dia menebak bahwa Xin Qian adalah seorang gadis kecil di pedesaan. Tapi terlepas dari identitas Xin Qian, karena Xin Qian telah menyelamatkan Mo Lianfeng, dia harus berterima kasih.


Jadi, Nyonya Tua Mo berkata kepada Xin Qian dengan ramah, "Terima kasih, Nak! Setelah ini, aku akan meminta pelayan ku untuk memberi mu lima batang emas untuk menyatakan terima kasih ku. Besok aku akan mengirim pelayan untuk mengantarkan mu pulang. Jika gadis itu memiliki persyaratan lain, seperti makanan dan minuman, jangan ragu untuk menyebutkan apa pun pada ku. Aku akan meminta pelayan ku untuk melakukannya untuk mu.”


Cara Nyonya Tua Mo bersyukur adalah menggunakan uangnya, tetapi dia melihat bahwa Xin Qian mengenakan pakaian yang lusuh, dia tahu bahwa keluarganya harusnya relatif miskin. Hadiah ini harusnya cukup untuknya.


Xin Qian merasa sedikit tidak nyaman ketika dia mendengarnya. Apa maksud Nyonya tua Mo? Dia menyelamatkan Mo Lianfeng karena Mo Lianfeng telah membantunya sebelumnya, bukan karena uang atau imbalan!


Senyum yang agak kaku keluar dari sudut mulut Xin Qian, lalu berkata, "Terima kasih Nyonya tua. Akan tetapi, Nyonya tua, tidak harus memberikan imbalan apa pun pada ku. Meskipun aku telah menyelamatkan Pangeran Mo, tapi Pangeran Mo juga sudah banyak membantu ku sebelumnya.”


"Um..." Nyonya tua Mo tertegun, lalu mengerutkan kening, "Apakah gadis itu tidak puas dengan imbalan yang ku berikan? Jika Kamu merasa bahwa itu masih kurang, sebutkan saja, Istana Pangeran Ketiga, pasti akan memuaskan gadis itu."


Xin Qian buru-buru melambaikan tangannya, dan berkata, "Nyonya tua, Kamu telah salah paham maksud ku. Aku tidak perlu imbalan apa pun. Hal yang ku lakukan, hanya balas budi, dan aku tidak berhak menerima imbalan.”


Nyonya tua Mo tidak menyangka bahwa Xin Qian akan menolak hadiah besar seperti itu. Apalagi, sikap sopan santun Xin Qian, sama sekali tidak seperti gadis desa lainnya. Karenanya, Nyonta tua Mo melihat Xin Qian lebih baik.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗