Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 250



"Oke, mari kita minta maaf kepada Xin Qian! Jangan ceroboh lain kali." Ucap Xin Si dengan tegas Kepada Istrinya.


Qin Nian merasa bahwa emosinya telah kembali tenang, dan dia baik-baik saja pada saat ini. Mengetahui bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah, dia segera meminta maaf, "Sepupu Qian, Aku sangat menyesal, Aku tidak memikirkannya dengan baik dan tersulut emosi ku. Aku langsung percaya pada yang orang lain katakan, kali ini Aku salah paham kepada mu. . "


Sikap Qin Nian yang mau mengakui kesalahan itu baik, dan Xin Si baru saja membantunya membela diri, jadi Xin Qian tentu saja tidak akan menganggap kesalahannya.


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, Kakak Qin, kamu hanya di gunakan oleh orang lain, dan salah paham pada ku. Beberapa orang tidak berani maju, jadi mereka suka bertindak dengan berhati-hati di belakang layar. Bukankah mereka hanya ingin mencoba menjebak ku? Itu sebabnya mereka menuduh ku telah merayu seorang pria. Jika aku menangkap siapa itu, aku akan merobek mulutnya, agar dia tidak akan berani berbicara omong kosong lagi lain kali. "


Mata tajam Xin Qian menyapu kelompok penonton, membuat para wanita itu menggigil sebentar, dan mereka tidak berani membuka mulut lagi.


"Oke, ayo kembali! Lain kali, jika orang lain akan memberitahu mu sesuatu. Jika kamu sendiri tidak mengetahui situasinya, jangan bicara omong kosong. Lihatlah dengan mata kepala mu sendiri, bagaimanapun apa yang orang lain sebarkan belum tentu benar, ka ?" Xin Si mengomeli Qin Nian untuk sementara waktu. Ini juga di maksudkan untuk Qin Nian dan juga mereka yang menyebarkan desas-desus itu!


Setelah selesai berbicara, Xin Si berkata kepada Xin Qian, "Sepupu Qian, maka Aku akan kembali dulu."


“Baiklah.” Jawab Xin Qian mengangguk.


Orang-orang yang telah bergabung dengan kegembiraan itu secara bertahap bubar…


Melihat orang-orang ini pergi, Xin Qian agak kesal. Mereka bilang bahwa dia merayu pria sepanjang hari, siapa yang dia rayu? Xin Qian sangat jijik dengan orang-orang yang suka menebarkan gosip buruk tentang orang lain. Lagipula, apakah ada pria di desa ini yang pantas dia sukai? Dia bahkan tidak akan melirik mereka, apalagi berhubungan intim dengan mereka! Mereka hanyalah sekelompok wanita yang tidak punya otak!


Di malam hari….


Xin Qian menggiling kacang kedelai dengan menggunakan cahaya lilin. Sedangkan Xiao Chen, dja sudah tidur. Sekarang setelah beberapa hari penjualan, susu kedelai sangat laris manis. Satu cangkir seharga dua koin tembaga, itu sangat lezat dan bergizi. Banyak orang membeli susu kedelai bersama dengan roti goreng tusuk.


Ada banyak orang kaya di Kota Yangcheng, dan mereka tidak segan membayar mahal hanya untuk makan. Jika susu kedelai ini di jual ke kota kecil, di perkirakan tidak akan laku. Saat Xin Qian begitu asik dalam pikirannya, tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk dengan keras….


"Bang Bang Bang ~" Seseorang mengetuk pintu.


Alis Xin Qian berkerut, bertanya-tanya. Apakah seorang bajingan mesuk benar-benar datang lagi? Apalagi Xin Qian sudaah pernah di datangi sekali, yaitu Zhu Sanlu, jadi hatinya seketika menjadi waspada.


"Siapa itu?" Tanya Xin Qian.


“….” Orang yang ada di luar tidak menjawab.


“Siapa itu?” Xin Qian bertanya lagi. Namun, masih belum ada yang menjawab! Xin Qian mengutuk dalam hatinya, Jika orang ini hanya ingin mempermainkannya, dia akan memberinya pelajaran yang pantas!


"Jika kamu tidak menjawab, maka pergilah dari sini, atau jangan salahkan aku karena bersikap kasar!!" Ucap Xin Qian mengancam,


Akan tetapi, pria di luar pintu masih tidak pergi. Xin Qian mengerutkan keningnya, jika pria ini benar-benar berani datang dengan niat buruk, dia tidak keberatan memukulnya hingg berlutut dan memohon belas kasihan darinya!


"Bang bang bang ~" Pintunya terus di ketuk.


Xin Qian memutuskan untuk membuka pintu terlebih dahulu, dan berurusan dengan pria seperti Zhu Sanlu ini! Jadi pintu rumahnya pun di buka oleh Xin Qian.


Namun, dalam sekejap Xin Qian melihat sosok hitam masuk ke dalam rumahnya, melewati dirinya di depan pintu, Xin Qian yang marah langsung mengambil keranjang dan menutupinya di atas kepala pria itu. Kemudian dia merobohkan pria itu di lantai rumah dan memukul pria itu dengan tongkat!


"Bugh! Buagk!! Bugg!”


“Jika kamu berani datang di tengah malam. Kamu harus siap untuk hancur di tangan ku! Jika tidak, Kamu tidak tidak tahu seberapa kuat pukulan ku saat memberi mu pelajaran." Xin Qian berteriak dengan marah sambil memukuli.


"Um...." Xin Qian tertegun, suaranya begitu akrab, dan sosok pria ini tampak akrab.


Xin Qian tiba-tiba berpikir, pria ini, dia adalah Mo Lianfeng?! Xin Qian merasa sedikit gembira, dan juga merasa tidak pasti. Apakah pria ini benar-benar Mo Lianfeng? Tapi mengapa dia datang begitu larut ke rumahnya?


Sementara Xin Qian bingung, Mo Lianfeng mengambil keranjang dari kepalanya daan melepaskannya. "Qian Qian, apakah kamu mencoba untuk membunuh suami mu saat baru saja pulang ke rumah?"


Nada bicara Mo Lianfeng sedikit main-main dan tak berdaya. Ketika dia kembali, dia bergegas kemari dengan melalui semua kesulitan, tetapi dia tidak berharap di perlakukan seperti ini oleh Xin Qian. Dia benar-benar malu…


"Mo Lianfeng, ini benar-benar kamu..." Xin Qian sedikit terkejut, dan menatap pria yang berdiri di depannya dengan linglung.


Mo Lianfeng tersenyum tanpa daya, lalu berkata, "Bukankah imi aku? Qian Qian, akhirnya aku kembali, aku bergegas kemari hanya untuk melihat mu, tetapi kau justru memukul ku di sekujur tubuh ku. Apa kamu tidak rindu pada ku? Hm..."


Mulut Xin Qian berkedut, dia merasa malu dan tertekan ketika menyadari bahwa dia memukul Mo Lianfeng dengan keras. Xin Qian mendengus dan berkata "Lalu siapa yang meminta mu untuk tidak mengatakannya bahwa kamu akan datang? Lalu, kenapa kami datang di tengah malam? Sebagai seorang wanita yang tinggal dengan anak kecil di rumah, tentu saja aku harus waspada karena aku tidak tahu siapa yang datang. Aku hanya melakukan perlindingan diri kau tahu…"


"Aku ingin memberi mu kejutan, jadi aku sengaja tidak mengirim surat terlebih dahulu." Mo Lianfeng menjelaskan.


Xin Qian tersenyum kecut, dan melanjutkan, "Maka kamu seharusnya senang kamu tidak di pukuli sampai mati oleh ku! Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku tidak akan tahu bahwa itu kamu! Ada satu bajingan beberapa hari yang lalu dan Aku memukulinya sampai hacur dan mengusirnya. Jadi, ku pikir hari juga sama. "


Xin Qian berbicara tentang Zhu Sanlu. Ketika Xin Qian mengatakan ini, mata Mo Lianfeng tiba-tiba menjadi tajam dan berkata dengan dingin, "Seorang pria menemui di tengah malam? Itu di sini? Siapa itu?"


Xin Qian menatap mata Mo Lianfeng seolah-olah pria ini ingin membunuh. Xin Qian tersenyum dan berkata dengan sengit, "Aku sudah memukulinya sampai babak belur, jangan khawatir, bahkan jika ada yang datang lagi, itu tidak akan berguna. Saat satu datang maka aku akan mengalahkan satu, jika ada dua yang datang, maka aku akan mengalahkan dua lainnya. Aku tidak akan membiarkan mereka dengan mudah!"


Melihat penampilan yang sengit dari Xin Qian, Mo Lianfeng tiba-tiba tersenyum. Qian Qian-nya sangat imut!


Mo Lianfeng juga tahu bahwa Xin Qian pasti sangat menderita karena tinggal sendirian saat dia pergi. Jika dia bisa berada di sisinya, itu tidak akan terjadi. Oleh karena itu, Mo Lianfeng maju selangkah, berjalan ke arah Xin Qian, dan menarik Xin Qian ke dalam pelukannya.


"Qian Qian ~" Mo Lianfeng berbisik di telinga Xin Qian.


“……” Xin Qian merasa bahwa dia tertangkap basah dan jatuh ke pelukan Mo Lianfeng. Bau tubuh Mo Lianfeng mengelilinginya secara keseluruhan.


Mo Lianfeng memeluknya dengan erat sehingga Xin Qian tidak memiliki kesempatan untuk berjuang. Namun, perasaan di peluk erat oleh Mo Lianfeng ini terasa hangat. Jantungnya bahkam tidak bisa berhenti berdetak dengan keras saat ini.


Mo Lianfeng membenamkan wajahnya di antara leher Xin Qian, dan berkata kepada Xin Qian, "Qian Qian, aku sangat merindukan mu. Aku selalu memikirkan mu selama ini. Ketika aku makan dan tidur, aku tetap merindukan mu sepanjang waktu!"


Menghadapi pengakuan kasih Sayang Mo Lianfeng, wajah Xin Qian sedikit memerah. Dengan malu-malu Xin Qian berkata, "Aku... aku juga merindukan mu. Melihat mu belum juga kembali, ku pikir kamu tidak menginginkan ku dan Xiao Chen lagi, bahkan kamu tidak mengirim satu pesan pun pada kami."


Nada bicara Xin Qian agak lemah, seakan dia tersiksa karena menunggu pria itu yang menghilang tanpa kabar, membuatnya terus berpikir negatif tentangnya. Karena dia juga sangat merindukannya, jadi dia menyalahkannya karena tidak memiliki pesan.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗