Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 176



"Lupakan, Xin Hui, kami tidak akan peduli dengan mu lagi, jadi, kamu bisa mencuci kotoran itu dengan perlahan, yang terbaik adalah kau harus mencucinya sampai bersih, jangan biarkan bau kotoran itu menyebar!"


"Ya. Menggosoklah dengan keras, gadis cantik seperti itu, tapi berbau seperti pria."


"Hahaha ~" Setelah puas menertawakan Xin Hui, mereka pun perlahan-lahan bubar.


Xin Hui tidak pernah di permalukan seperti ini. Setelah orang-orang itu pergi, Xin Hui buru-buru pergi ke darat dan mengenakan pakaiannya.


“Bibi Hui! Bibi!”


Xin Hui mendengar panggilan itu, dia menoleh, dan melihat orang yang datang itu adalah Xin Ping'er.


Xin Ping'er datang ke hadapan Xin Hyi dan menghela nafas lega, "Hei Bibi Hui, nenek meminta ku datang untuk melihat keadaan mu. Tapi, aku tidak menemukan mu dimana pun! Mengapa kamu mencuci begitu lama dan belum kembali?”


Xin Hui melirik Xin Ping'er dengan malas, lalu berkata, “Aku memang mau pulang sekarang.”


"Itu bagus! Bibi Hui, nenek sangat khawatir pada mu!" Ucap Xin Pinger.


Xin Hui memberikan pakaian basah di tanah ke tangan Xin Ping'er, dan berkata kepada Xin Ping'er, "Ya, bawakan ini untuk ku. Aku akan kembali duluan! Rasanya tubuh ku akan membeku sampai mati!”


Xin Ping'er berkata dengan cemberut, "Ayo kembali bersama..”


Liu San, yang sembunyi di rumput, melihat Xin Hui dan Xin Pinger telah pergi, sepertinya dia hanya bisa bersama Istri jeleknya malam ini!


…………..


Dini hari berikutnya…


Xin Qian ingin membawa keledainya ke rumah Bibi Liu. Tapi, keledai kecil itu tampaknya belum bangun puas tidur, dia hanya melirik Xin Qian dengan wajah enggan! Xin Qian tidak bisa menariknya meskipun dia berusaha kuat menarik talinya! Meskipun keledainya tidak besar, tetap saja itu sangat kuat!


"Xiao Mao, ada apa? Kenapa kamu memiliki temperamen yang buruk?" Xin Qian menepuk kepala Xiao Mao.


“Wee~” Xiao Mao membuang mukanya dengan kesal.


"Hei, aku akan benar-benar marah jika kamu tidak mau bangun! Apakah kamu tidak ingin membantu ku mengantar orang?” Ucap Xin Qiam dengam cemberut.


Xiao Mao berkedip, seolah mengangguk.


“Binatang kecil ini...” Xin Qian sangat meragukan apakah dia membeli keledai atau seekor raja? Kenapa keledai miliknya hanya ingin bergerak sesuai mood nya? Hei, dia adalah Tuannya! Kenapa dia harus mengikuti kemauan Keledai? Tetapi, Jika Xin Qian bersikeras memaksa Xiaomao pergi, keledai itu mungkin tidak akan mau berjalan! Dia tahu keledainya memiliki temperamen yang buruk!


Xin Qian harus membujuknya, "Xiao Mao, apakah Kamu tahu, aku ingin membawa mu untuk pergi ke rumah Bibi Liu. Bibi Liu adalah orang yang membantu ku ketika Aku paling sulit. Sekarang Paman Liu sedang sakit, jadi dia harus pergi ke Yangcheng untuk berobat. Hei, Xiao Mao, kita harus membantu mereka untuk menemui dokter. Jadilah baik, aku janji, saat aku kembali, aku akan membuatkan mu babi rebus! Bagaimana? "


Xiao Mao menatap Xin Qian, seolah-olah sedang berpikir. Kemudian, dia berdiri dari tumpukan jeraminya, dan berdiri di samping Xin Qian. “Wee~”


Dengan perjanjian itu, Xiao Mao mau bekerja sama dengan Xin Qian dan berjalan menuju rumah Bibi Liu. Ketika Xin Qian tiba di depan rumah Bibi Liu, Liu Shange membawa Paman Liu keluar untuk di naikkan ke atas kereta keledai. Sebelum datang, Xin Qian telah menaruh jerami pada lantai keretanya, agar Paman Liu tidak kesakitam saat kereta itu berjalan.


"Gadis Qian, keledai mu sepertinya agak kecil, bisakah kamu membawa kami bertiga? Ada juga puluhan kilogram daging katak!" Ucap Bibi Liu agak khawatir.


Xiao Mao yang kemampuannya di tanyai oleh Bibi Liu, berteriak pada Bibi Liu, “Weee!!”


“Gadis Qian, Ada apa dengan keledai kecil mu?” Bibi Liu tertegun, dia belum pernah melihat keledai kecil seperti ini.


Xin Qian tampaknya mengerti mengapa Xiao Mao meneriaki Bibi Liu. Sepertinya, Xiao Mao marah karena Bibi Liu meragukan kemampuannya. Jadi, Xin Qian menepuk kepala Xiao Mao, dan tersenyum pada Bibi Liu, "Bibi Liu, jangan pikir Xiao Mao ku, meski kecil, dia memiliki banyak kekuatan. Dia bisa membawa kita bertiga dan berlari dengan cepat."


Xin Qian hanya membual tentang Xiao Mao nya, untuk memuaskan kesombongan keledai itu.


"Haha, ayo pergi! Keledai mu ini tidak terlalu besar, tetapi sangat hebat! Gadis Qian, maka uang mu untuk membelinya sepadan!" Ucap Bibi Liu tertawa.


"Aku pikir begitu." jawab Xin Qian tersenyum. Dia membeli keledai ini seharga dua perak.


“Ibu, kamu harus menemukan dokter terbaik, jangan pikirkan biayanya. Berkat bantuan Xin Qian, kita bisa menabung cukup uang. Sekarang, kesehatan Ayah adalah prioritas utama kita.” Liu Shange mengingatkan Ibunya.


Bibi Liu mengangguk, "Ya, jangan khawatir. Ibu akan menjaga ayah mu."


Setelah mengucapkkan selamat tinggal. Keledai kecil itu mulai berlari, dan sesuai harapan Xin Qian, keledainya benar-benar berlari cukup cepat. Itu lebih cepat dari saat Xin Qian sendirian. Karena lari Xiao Mao sangat cepat, Xin Qian dan Bibi Liu sampaj ke Yangcheng lebih awal.


“Xiao Mao, ada banyak orang di kota ini, tolong pelan-pelan, jangan sampai menabrak seseorang.” Xin Qian berkata kepada Xiao Mao. Mereka sudah melihat kemampuannya, jadi tidak perlu menunjukkannya di depannya dan Bibi Liu pada saat ini.


Jalanan di kota Yangcheng tidak seperti di pedesaan, di jalanan ada banyak orang yang datang dan pergi. Jadi, jika Xiao Mao berlari kencang, beberapa orang mungkin akan tertabrak jika mereka tidak berhenti tepat waktu! Meskipun kecepatan Xiao Mao tidak sebagus kereta kuda, itu tetap merepotkan jika dia menabrak seseorang. Xin Qia tidak punya banyak uang untuk membayar biaya pengobatan.


Xiao Mao sepenuhnya mengambil kata-kata Xin Qian sebagai angin lewat di telinganya, dan terus bergegas maju dengan tatapan licik.


Xin Qian sedikit lelah dan tidak bisa berkata apa-apa, Dia adalah orang yang membeli keledai ini, tetapi keledainya masih tidak taat padanya! Dia bahkan harus membujuknya! Bagaimana dia harus membujuk Xiao Mao untuk berhenti sekarang?


Mata Xin Qian menoleh dan menepuk pantat keledainya dengan pelan, "Xiao Mao, aku tahu kamu kuat, tapi aku merasa tertekan melihat mu berlari begitu lama. Jika kamu kelelahan, aku lah yang akan sedih jika kamu sakit! Sekarang Aku tidak terburu-buru. Kamu bisa berlari perlahan. Bibi Liu akhirnya datang ke kota Yangcheng. Jadi, kita juga harus menunjukkan padanya keramaian di jalan ini, kan? "


Kecepatan Xiao Mao sedikit lebih lambat, seolah-olah dia mendengarkan kata-kata Xin Qian.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗