Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 217



Li Cuiying tidak marah sedikit pun, bagaimanapun, dia memiliki kulit yang tebal. Tetapi, di samping, Xin Baoshan tidak bisa lagi terus mendengarkan omong kosong menantunya, jadi dia memarahi Li Cuiying, "Barang-barang yang di miliki gadis Qian adalah milik nya. Bagaimana bisa kamu meminta tahu malu? Masuklah ke rumah, jangan buat malu keluarga Xin!"


Li Cuiying mengerutkan bibirnya, dan mengeluh, "Ayah, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi."


Melihat makanan enak yang di kirim Xin Qian, Li Cuiying tiba-tiba menyesali pemisahan Sanfang. Kalau tidak, Keluarga Xin juga memiliki hak atas barang-barang ini! Apalagi, mencium bau dendeng daging dan ikan asin, Li Cuiying tidak bisa menahannya dan menelan air liurnya.


“Ibu, ayo masuk ke rumah!” Ucap Xin Qian. Dia merasa sangat tidak nyaman karena di tatap oleh Keluarga Xin.


“Oke, ayo kita masuk!” Liang Jinqiao mengangguk. Dia juga tahu, jika dia terus berdiri di luar, orang-orang di Keluarga Xin pasti akan meminta barang-barang pemberian Xin Qian.


Liang Jinqiao dan Xin Qian pu memasuki rumah Sanfang satu demi satu…


Ketika Xin Ping'er mendengar tentang kue, permen, dan makanan yang lezat, matanya langsung menyala. Dia adalah anggota keluarga Sanfang, jadi Dia bisa ikut memakannya! Memikirkan makanan lezat, Xin Pinger tidak bisa menahan kebahagiaan di hatinya! Namun, dia tidak berani menunjukkan emosinya di depan Xin Hui dan Huo Chunhua.


"Gadis yang mati itu, sekarang dia bahka tidak mengenali keluarganya sendiri ketika hidupnya berkembang lebih baik! Dia tidak punya hati nurani!” Ucap Huo Chunhua mengeluh, sambil terus membantu Xin Hui mengompres bengkak di wajahnya.


“Huier, ini hampir selesai, ayo, makanlah telurnya, jangan sia-siakan!” Ucap Huo Chunhua setelah meengupas kulit telur rebus itu, kemudian dia menyerahkannya ke mulut Xin Hui.


Xin Hui mengerutkan kening, merasa sakit di hatinya.


Namun, Xin Hui buru-buru menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Tidak... Aku tidak ingin makan… Ibu ambil saja ..."


"Ini telur, Sayang! Ayo makan, ini enak!" Ucap Huo Chunhua membujuk


Xin Hui masih menggelengkan kepalanya dengan tegas. “Tidak, tidak! Ibu saja yang makan!”


Xin Hui tidak sanggup memakan telur yang ada di tangan Huo Chunhua, apalagi melihat telur di tangan hitam Huo Chunhua sekarang, Xin Hui merasa mual setelah memikirkannya. Alasan utamanya adalah Huo Chunhua biasanya tidak suka membersihkan tangannya setelah kencing, masih ada tanah hitam di antara kukunya! Siapa yang berani makan makanan yang Huo Chunhua ambil?


“Ibu, karena Xin Hui tidak ingin memakannya, maka berikan saja pada Tianyu ku!” Ucap Li Cuiying seraya tersenyum.


Huo Chunhua melirik Li Cuiying dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, lebih baik untuk Yangyang saja, karenaYangyang masih muda dia butuh protein dari telur untuk tumbuh. Sedangkan, Tianyu mu sudah sebesar itu!"


Bagaimanapun, Huo Chunhua masih lebih menyukai Shen Pan'er. Dia lebih suka cucu menantu yang sangat cantik ini, dia juga merupakan berkah unntuk Keluarga Xin, karena bisa menikahi gadis cantik dan kaya seperti itu.


Shen Pan'er memegang Xin Yangyang dan berdiri di samping. Dia tampak bersyukur di permukaan, atas "kebaikan" Huo Chunhua, tetapi dia sedikit jijik di hatinya. Sama seperti Xin Hui , dia merasa mual melihat tangan kotor Huo Chunhua. Messkipun, dia tidak punya apa-apa untuk di makan, tetaap saja, Shen Paner tidak akan mau memakan telur itu! Selain itu, selama Xin Tianlong lulus ujian Juren, maka dia dan putranya dapat memiliki kehidupan yang baik.


Selama beberapa tahun ini, Shen Paner telah menderita karena tinggal di pedesaan. Jika bukan karena Suaminya, Xin Tianlong, dia tidak akan mau tinggal di Keluarga Xin! Dia juga masih memiliki sejumlah uang pribadi di tangannya, dan jika dia ingin membelikan makanan enak untuk putranya, Xin Yangyang, Shen Paner dapat membelinya di kota secara diam-diam.


Shen Pan'er tersenyum lembut, dan berkata kepada Huo Chunhua, "Nenek, Yangyang tidak terlalu menyukai telur, biarkan saja Tianyu yang memakannya. Tianyu butuh protein untuk tumbuh dewasa, jadi dia perlu makan lebih banyak."


Melihat Shen Pan'er benar-benar membantu Xin Tianyu untuk berbicara, dan tidak bermaksud mengambil telur untuk anak sendiri, Li Cuiying menyeringai bahagia. Syukurlah keponakan ku ini masuk akal! Meski Shen Paner yang di besarkan oleh keluarga kaya, dia masih berbeda, dan jauh lebih murah hati. Tidak seperti Xin Qian!


"Nenek, biarkan Tianyu yang memakannya, Yangyang telah makan banyak di rumah orangtua ku sebrlumnya.” Ucap Shen Paner terus melempar barang kotor itu ke Li Cuiying.


Huo Chunhua mendengus dan menyerahkan telur itu kepada Li Cuiying. "Oke, kalau begitu berikan saja ke Tianyu."


“Terima kasih ibu!” Li Cuiying dengan senang hati mengambilnya. Setelah mendapatkan telur, Li Cuiying buru-buru memanggil Xin Tianyu untuk makan.


Melihat Li Cuiying memberikannya langsung ke Xin Tianyu, tanpa mencucinya dengan air, Shen Pan'er tidak tahan lagi, dia merasa perutnya mulai bergejolak! Li Cuiying ini... tidakkah dia pikir bahwa itu kotor? Meski mereka orang-orang desa, bukan berarti mereka tidak tahu bagaimana menjadi bersih kah?


Shen Pan'er tidak bisa membantu tetapi mengingatkannya, "Bibi kedua, pertama bilas telur lah telur itu dengan air bersih, dan kemudian beri Tianyu untuk di makan!"


Li Cuiying terkejut sesaat, kemudian tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Jika kau tidak memakannya, kau tetap tidak akan sakit. Apa yang di pedulikan rakyat desa tentang kebersihan? Bukankah kami memiliki fisik yang kuat?"


Setelah mengatakan itu, Li Cuiying langssung memasukkan telur di tangannya ke mulut Xin Tianyu.


Shen Pan'er benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi. Wanita ini, bagaimana bisa dia berfikir seperti itu? Bukankah makanan kotor itu menjijikkan? Saat Shen Paner memikirkan makanan yang di huat Li Cuiying selama ini, dia hampir muntah! Makanannya mungkin tidak bersih, bukan?


"Pan'er, ada apa dengan mu? Kelihatannya tubuh mu tidak nyaman?" Li Cuiying bertanya dengan khawatir ketika dia melihat Shen Pan'er memegangi dadanya.


Shen Pan'er cepat-cepat mundur selangkah dan melambaikan tangannya, "Tidak apa-apa, terima kasih atas perhatian Bibi kedua."


“Baiklah,” Li Cuiying tersenyum.


Shen Pan'er dengan cepat menemukan alasan dan kembali ke rumahnya.


"Xin Ping'er!" Xin Hui memanggil Xin Ping'er.


“Ada apa, Bibi kecil?” Xin Pinger berkata dengan ramah, tetapi dia memiliki perasaan buruk di hatinya.


"Karena Xin Qian mengirim makanan enak dan tidak akan memberinya pada kami, tetapi kamu bisa memakannya. Pergi dan dapatkan sedikit untuk kj! Aku dengar dia mengirim kue dan permen!" Ucap Xin Hui memerintah Xin Pinger.


“Hah?” Xin Ping'er membuka mulutnya, 10.000 kebemcian muncul di dalam hatinya. Jika Xin Hui tidak menyebutkannya, dia memang tidak ingin membaginya pada mereka. Lagi pula, bukankah lebih baik dia memakan semuanya secara diam-diam. Kenapa dia harus membagikannya oada Keluarga Xin? Bukankah itu buang-buang makanan?!


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗