Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 185



“Ow~ Wajah ku sangat menyakitkan!” Huo Chunhua menggosok wajahnya.


"Ibu, jangan bicara pada ku, ada bau urin di mulut mu!" Ucap Xin Hui sedikit jijik. Dia bahkan berkata secara langsung, tanpa mempertimbangkan perasaan Huo Chunhua.


Bukannya marah atau sakit hati pada perlakuan putrinya, Huo Chunhua hanya tersenyum dengan malu, lalu bertanya, "Benarkah?"


"Ibu, jika kamu tidak percaya, biarkan kakak ipar pertama dan kedua ku untuk menciumnya!” Ucap Xin Hui dengan alis yang berkerut.


Setelah Xin Hui selesai berbicara, Huo Chunhua meniup nafas dari mulutnya ke arah Li Cuiying dan Feng Changxia.


Bau di mulut ini benar-benar aneh, ada bau urin, dan bau busuk dari mulut Huo Chunhua! Semua orang tahu bahwa Huo Chunhua jarang menggosok giginya, jadi dia memiliki bau mulut. Saat mereka berdua mencium bau mulut Huo Chunhua, itu sangat menjijikkan! Bahkan, Li Cuiying dan Feng Changxia, merasa mual dan muntah karenanya!


Namun, Li Cuiying dan Feng Changxia tidak berani berbicara buruk tentang Huo Chunhua, mereka takut bahwa Huo Chunhua akan marah dan membalas mereka di masa depan! Bagaimana pun, Huo Chunhua adalah Ibu mertua mereka! Li Cuiying dan Feng Changxia sama-sama mengernyitkan alis mereka karena menahan aroma busuk dari mulut Huo Chunhua.


Xin Hui berkata, "Kakak ipar pertama dan kedua, Katakan apa yang kalian cium?! Bukankah itu sangat berbau urin?"


Li Cuiying dan Feng Changxia merasa malu. Bagaimana bisa mereka mengatakan ini di depan Huo Chunhua? Jika mereka jujur, Huo Chunhua mungkin tidak akan bahagia!


“Adik ipar Hui’er, tidak apa-apa! Tidak seburuk itu.” Li Cuiying tersenyum masam.


Xin Hui melirik Li Cuiying, dan berkata, "Kakak ipar kedua, Kamu benar-benar pintar berbohong! Bagaimana bisa itu tidak buruk? Baunya sangat tidak menyenangkan!"


"Huier, ku pikir kakak ipar kedua mu telah mengatakan yang sebenarnya, memang ada seperti uri di mulut ibu, tapi Ibu akan baik-baik saja setelah Ibu membilas mulutnya!"


Xin Hui tidak memperhatikan Huo Chunhua lagi, tetapi pergi ke samping dengan tangan yang menutupi hidungnya.


Huo Chunhua masih marah tentang masalab Xiao Mao. Li Cuiying berkata padanya, "Ibu, jangan marah, pasti ada hal-hal baik di rumah Xin Qian! Kita bisa mendapatkan kayu bakar, beras, minyak dan garam miliknya!"


"Ya, menantu tertua, menantu tertua, cepat pergi ke dapur si jal*ng kecil itu, dan bawa semua yang kalian temukan untuk ku!" Ucal Huo Chunhua dengan kesal.


Li Cuiying menjawab dengan suara keras, "Baik, ibu, aku pergi sekarang!"


Setelah mengatakan itu, Li Cuiying berlari ke dapur Xin Qian tanpa hambatan. Namun, Feng Changxia ragu-ragu untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya dia mengikuti Li Cuiying.


"Ibu, Xin Qian mungkin baik-baik saja, dan akan kembali besok. Mengapa Ibu mengambil alih barang Xin Qian? Bukankah ini salah?" Ucap Liang Jinqiao yang tida bisa diam lagi. Dia merasa Huo Chunhua sangat keterlaluan.


Huo Chunhua memberi Liang Jinqiao pandangan kosong, lalu memakinya, "Mengapa ini salah? Apakah kau tidak melihat keledai kecil itu telah menendang wajah Nyonya tua ini sampai jadi seperti ini? Wajah aku di tendang dan bengkak, jadi aku harus meminta bayaran pada pemiliknya kan?? Kenapa kau selalu menentang ku? Apa karena Xin Qian adalah putri mu? Huh!”


“Anak nakal, bagaimana bisa kamu mengatakan itu pada Ibu mu!” Huo Chunhua memelototi Xin Wenhua dengan marah.


Xin Wenhua dan Liang Jinqiao merasa tidak senang dengan sikap Huo Chunhua pada Xin Qian, tetapi mereka tidak punya pilihan selain diam. Bagaimana pun, Huo Chunhua adalah penatua di Keluarga Xin.


Penduduk desa tidak menyangka bahwa Huo Chunhua bisa sampai sangat tidak tahu malu! Bahkan mereka yang melihatnya merasa malu sebagai seorang penatua di keluarga mereka. Tidak peduli seperti apa kesalahan Xin Qian, perilaku keluarga Xin masih terlalu tak tahu malu.


Jadi seseorang berdiri dan berkomentar, "Nyonya tua Xin, bukankah yang kau lakukan ini tidak benar? Bagaimana bisa kamu melakukan ini saat cucu mu sendiri di tangkap petugas resmi? Apalagi, Gadis Qian lebih telah di pisahkan dari keluarga Xin mu, jadi barang-barang miliknya, tidak ada hubungannya dengan mu. Orang tua ini, tidak tahu apakah ada yang salah dengan otak mu, kau bahkan bisa merebut barang-barang orang lain di siang bolong!”


“Itu benar! Bukankah ini sama saja dengan mencuri? Jika gadis Qian bisa kembali, dia bisa pergi ke pemerintah untuk menuntut mu karena mencuri barang-barangnya! Saat itu terjadi, kami orang-orang dari desa dapat bersaksi untuk gadis Qian! "


"Ya, bagaimana bisa kamu melakukan ini sebagai seorang penatua? Itu sangat memalukan.”


"Bibi Xin, kamu tidak bisa bertindak semau mu. Ada musibah yaang terjadi pada gadis Qian. Bukankah Keluarga Xin seharusnya membantunya keluar dari masalah ini? Tapi, kamu malah mencuri barang-barangnya begitu dia pergi? Huh~ aku tidak tahu lagi bagaimana menilai sikap mu ini…”


"..." Huo Chunhua di cap sebagai orang yang sangat tidak tahu malu oleh penduduk desa. Akan tetapi, dia masih tidak relah melepaskan barang-barang di rumah Xin Qian.


Jadi, Huo Chunhua berkata, "Apakah aku ingin membantunya atau tidak, kalian tidak berhak berkomentar, ini adalah urusan Keluarga Xin ku. Sekarang gadis Qian sudah pergi, jadi secara alami, aku harus membawa semua barangnya kembali untuk di amankan. Kalau tidak, siapa yang tahu jika seseorang akan mencurinya! "


"Bibi Xin, apakah ada seseorang yang begitu tidak tahu malu seperti mu? Huh! Kamu sangat tidak masuk akal!" Ucap seseorang di kerumunan dengan kesal


“Siapa yang kau bilang tidak masuk akal? Berhentilah ikut campur, ini bukan urusan keluarga mu, sungguh usil!” Ucap Huo Chunhua menjawab.


Orang-orang yang melihat sikap Keluarga Xin itu, merasa bahwa orang-orang ini sangat tidak masuk akal. Para penduduk desa tahu bahwa tidak ada gunanya mereka mengatakannya. Mereka benar-benar tidak punya hak untuk campur tangan dalam urusan keluarga Xin.


Li Cuiying dan Feng Changxia mencari-cari di dapur rumah Xin Qian, dan akhirnya menemukan sekantong beras merah yang di gentong, setengah kantong tepung, sedikit minyak dan garam, dan ada juga kecap. Li Cuiying dan Feng Changxia hanya mengambil beras, tepung, minyak, dan garam.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗