Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 146



Namun, seperti yang di katakan oleh Xiao Chen, Mo Lianfeng juga merasa bahwa dia harus benar-benar bekerja keras, kan? Dia tidak begitu pandai cara mendekati seorang wanita, dan bahkan dia bisa mengatakan bahwa dia benar-benar pemula.


Lagipula, Mo Lianfeng tidak menyukai wanita mana pun sejak dulu. Biasanya wanita yang mengejar di belakangnya. Helian Ming mungkin cukup pandai berbicara tentang aspek ini. Mungkinkah dia perlu bertanya pada Helian Ming?


Mo Lianfeng tidak bisa memikirkan cara apa pun, lalu dia bertanya Xiao Chen, "Xiao Chen, apa yang di sukai oleh Ibu mu?"


“Ibu paling menyukai Xiao Chen!” Jawab Xiao Chen sederhana.


"Um..." Mo Lianfeng meremas hidung anak itu, lalu berkata, "Ayah tidak bermaksud seperti itu. Ayah bertanya tentang apa yang Ibu mu suka makan, dan apa yang dia tidak suka? Apa kamu tahu?"


Xiao Chen berpikir sejenak, lalu berkata, "Xiao Chen tidak tahu, Xiao Chen belum pernah melihat apa yang paling di sukai Ibu. Ayah, mengapa kamu bertanya tentang ini?"


"Tidak ada..." jawab Mo Lianfeng tersenyum. Apa yang dipikirkan Mo Lianfeng adalah jika dia ingin mendapatkan Xin Qian, dia pertama-tama harus memahami minat dan kesukaannya.


Ketika keduanya mengobrol, Xin Qian sudah selesai mandi dan membuka pintu. Bergegas untuk menyapa mereka, dan mereka pun memasuki rumah.


Xin Qian membawa baskom kayu dan bersiap untuk mencuci baju gantinya di tepi sungai.


Saat Mo Lianfeng memasuki rumah, ia mencium aroma wangi yang samar, aroma itu lembut dan sangat menyenangkan. Dia tidak menggunakan saponin untuk mandi di Mansion. Tapi, menggunakan air mandi yang di taburi kelopak bunga. Para wanita juga biasanya menggunakan aroma bunga yang kuat di tubuh mereka, tapi Mo Lianfeng lebih menyulai aroma saponin pada Xin Qian.


Xin Qian telah selesai mencuci pakaian, dan langit berangsur-angsur menjadi gelap. Karena di di gunakan untuk mandi, air di rumah hampir habis, jadi tangan Xin Qian yang lain siap membawa seember air kembali.


“Biarkan Aku membantu mu!” Ketika Xin Qian hendak mengangkat air di ember, sebuah suara tiba-tiba terdengar di belakangnya.


Xin Qian berbalik dan menemukan bahwa itu adalah Xin Tianhu. Xin Qian sedikit penasaran, mengapa Xin Tianhu masih berkeliaran di luar, bukankah dia seharusnya di rumah keluarga besar Xin?


Bagaimanapun, Xin Tianlong dan pamannya yang kelima sudah kembali. Pertemuan Xin keluarga harusnya sangat ramai, dan Huo Chunhua pasti akan menyambut mereka dengan baik untuk menghibur mereka. Jadi, mengapa Xin Tianhu ada di luar sekarang?


"Sepupu kedua, mengapa kamu masih di luar saat ini?" Tanya Xin Qian.


"Aku... aku hanya ingin keluar dan berjalan-jalan ~" Ucap Xin Tianhu, dengan ekspresi kesepian di matanya, dia berusaha keras menyembunyikan emosinya dengan tersenyum.


Namun, Xin Qian masih menangkap kesepian di mata Xin Tianhu. Apa dia sedang tidak dalam mood yang baik? Karena apa? Xin Qian penasaran, tetapi Xin Tianhu tidak mau mengatakan, dan dia tidak bertanya.


Xin Tianhu lebih tinggi dari Xin Qian, lengannya juga lebih panjang karena dia laki-laki, dan kekuatannya lebih besar dari Xin Qian, jadi baginya, lebih mudah untuk membawa seember air dari sungai.


Ketika dia berpikir untuk meraih tong kayu di tangan Xin Qian, Xin Tianhu berkata lagi, "Aku akan membawanya kembali untuk mu, itu sedikit berat. Jika Kamu perlu melakukan pekerjaan semacam ini di masa depan, panggil saja Aku. "


Xin Tianhu memang memiliki temperamen yang baik, tetapi Xin Qian belum pernah melakukan kontak dengan Xin Tianhu sebelumnya, jadi dia tidak tahu seberapa baik Xin Tianhu. Tapi, Xin Qian tidak menolak kebaikan Xin Tianhu, dan membiarkan Xin Tianhu membantunya untuk membawa air ke rumah.


"Sepupu kedua, terima kasih." Ucap Xin Qian, melihat bahwa sudah agak larut, dia memberi tahu Xin Tianhu lagi, "Sepupu kedua, ini sudah agak larut. Kamu juga harus kembali dengan cepat. Kalau tidak, itu akan gelap, kau jadi tidak bisa melihat dengan jelas.”


“Oke,” jawab Xin Tianhu. Ketika dia berbalik dan hendak pergi, dia tiba-tiba berhenti dan berkata kepada Xin Qian, “Sepupu Qian, sebaiknya kamu meenjauh dari keluarga Xin, jangan biarkan mereka mempersulit mu."


Setelah Xin Tianhu selesai berbicara, dia pergi, Xin Qian tidak punya waktu untuk bertanya pada Xin Tianhu apa maksudnya mengatakan kalimat seperti itu.


Keesokan harinya…


Xin Qian mengemudikan keledai untuk mengirim katak, setelah itu dia langsung kembali dari Kota Yangcheng. Hari ini Xin Qian menfhasilkan uang sebanyak 11 koin perak dan 64 koin tembaga. Jika di bagi dua, dia masih mendapatkan uang sebanyak 5 koin perak dan 87 koin tembaga.


Saat kembali dari kota Yangcheng, Xin Qian langsung berhenti di rumah Bibi Liu untuk memberikan uang hasil penjualan katak. Ketika Bibi Liu mendapatkan uang itu, dia tidak percaya. Bibi Liu awalnya memiliki keraguan tentang bisnis katak dari Xin Qian, dia benar-benar tidak menyangka bisa menghasilkan uang sebanyak itu!


"Gadis Qian, ini uang yang banyak~" Bibi Liu menghela nafas. Kalau terus begini, dia bisa menghemat banyak uang dalam beberapa hari. Jika dia menabung selama tiga atau empat hari, dia bisa merawat suaminya, kan?


"Awalnya, penghasilan ku tidak sebanyak ini. Tapi, berkat bantuan Saudara Shanzi, kita semua bisa mendapatkan lebih banyak," Xin Qian tersenyum.


Masalah ini benar-benar saling menguntungkan, dan Xin Qian tidak berpikir dia banyak membantu Bibi Liu. Lagi pula, dia biasa menghasilkan hingga tiga koin perak per hari, sudah sangat banyak. Pada kecepatan ini, dia juga bisa menabung banyak uang dengan cepat.


"Gadis Qia , keluarga kami ingin mengucapkan terima kasih. Tanpa mu, penyakit ayah Shanzi tidak bisa di sembuhkan. Sekarang kami punya jalan keluar, berkat diri mu. Terima kasih banyak.” Hati Bibi Liu cemas belakangan ini, karena memikirkan suami nya yang sakkit.


“Bukan apa-apa. Bibi Liu sudah banyak membantu ku dan Xiao Chen selama ini. Jadi, ini sudah seharusnya.” Ucap Xin Qian tersenyum.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗