Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 164



"Qian, aku ingin meminta bantuan mu untuk mengantar Suami ku ke kota besok siang. Sepupu mi akan pergi besok dan membawa banyak barang bawaan kali ini. Jika dia berjalan kaki ke kota, aku khawatir itu akan sulit. Dan Paman kelima juga akan pergi bersamanya. Jika Kamu bisa menggunakan keledai kecil mu, mereka tidak perlu berjalan kaki lebih dari sepuluh mil jauhnya." Nada bicara Shen Pan'er lembut, seperti berdiskusi dengan Xin Qian, tidak sekasar Xin Wenshi.


Tetapi tujuan Shen Pan’er tetap sama. Xin Qian tidak peduli pada Xin Tianlong, tapi jika itu paman kelimanya, Xin Qian merasa tidak keberatan untuk mengantarnya, tetapi yang tidak ia sukai adalah sikap keluarga Xin.


Jadi Xin Qian berkata kepada Shen Pan'er, "Kakak ipar, sebenarnya, lebih nyaman jika mereka menyewa kereta sapi Paman Hu. Mereka hanya perlu membayar tiga koin tembaga per orang. Itu tidak mahal. Di kota, kau bahkan harus membayar 30 koin tembaga untuk itu.”


Apa yang tidak bisa di ketahui oleh Xin Qian adalah, betapa pelitnya Keluarga Xin! Karena mereka tidak ingin membayar banyak uang, jadi mereka tidak ingin menyewa kereta sapi Paman Hu. Jadi, itu sebabnya, orang-orang dari keluarga Xin datang dan memohon pada Xin Qian!


Alis Shen Pan'er berkerut, dan dia menjelaskan kepada Xin Qian, "Qian, jika kami bisa menyewa kereta sapi Paman Hu, bagaimana Aku bisa menyusahkan mu? Paman Hu menolak kami, sepertinya itu karena Nenek memiliki konflik dengan Paman Hu sebelumnya ... "


Akhirnya, Xin Qian teringat apa yang terjadi sebelumnya. Ternyata seperti itu, sepertinya Paman Hu benar-benar tidak menyukai Keluarga Xin. "Sepupu ipar, kamu juga tahu bahwa keledai kecil ku juga di beli dengan uang. Jadi, jika ingin aku mengantar kalian ke kota, kamu harus mrmbayar ku 30 koin tembaga. Silahkan kembali dan berdiskusi dengan nenek. Tanpa bayaran, aku tidak akan pergi!”


Xin Qian ingin memberikan tumpangan gratis pada paman kelimanya, tetapi dia tidak ingin Keluuarga Xin mengambil keuntungan darinya tanpa bayaran! Yang paling penting adalah memberi tahu orang-orang dari keluarga tua Xin bahwa dia tidak bisa di manfaatkan.


Shen Paner melirik Xin Qian dalam-dalam, seolah-olah dia tidak pernah mengenal Xin Qian. Kapan Xin Qian menjadi begitu pintar? Shen Pan’er tidak peduli dengan keuangan keluarga Xin. Lagi pula, itu bukan uangnya sendiri. Yang dia inginkan adalah Xin Qian dapat mengirim Xin Tianlong, itu saja.


Jadi Shen Pan’er mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu aku akan kembali dan berdiskusi dengan kakek dan nenek."


"Baik." Jawab Xin Qian.


Melihat Shen Paner pergi, Xin Qian menggelengkan kepalanya, memegang bak mandi, dan pergi ke sungai.


Matahari terbenam berangsur-angsur turun. Ada sedikit kesejukan karena angin di tepi sungai. Pada saat ini, tidak banyak orang di tepi sungai. Xin Qian membersihkan kain dan barang-barang lainnya di baskom, dan kemudian kembali dengan baskom kayu. Begitu Xin Qian akan berdiri, kakinya terpeleset dan dia hampir jatuh ke air!


Untungnya, sepasang tangan tiba-tiba membantunya dari belakang dan menarik Xin Qian.


Xin Qian pun selamat. Saat dia menyadari bahwa jarak mereka sangat dekat, Xin Qian dengan cepat mengambil langkah mundur.


“Qian, kamu baik-baik saja?” Ucap Liu Lei.


Begitu Xin Qian mendongak, dia bertemu dengan wajah akrab Liu Lei dan mata khawatir Liu Lei.


Xin Qian buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak apa-apa, Kakak Liu, untungnya, Kamu menarik ku, jika tidak Aku akan jatuh ke sungai. Terima kasih.”


Saat ini adalah musim semi ini, jadi air di sungai masih dingin, jika jatuh, Xin Qian pasti akan sakit saat dia kembali.


Liu Lei juga tersenyum, dia bersyukur karena dia ada di sana, kalau tidak Xin Qian pasti benar-benar jatuh, dan dia akan merasa tertekan untuknya. Liu Lei berkata, "Aku tadi melihat mu mencuci sesuatu di tepi sungai, jadi Aku datang tanpa menyapa mu. Aku tidak berharap, kamu hampir jatuh begitu aku tiba."


"Itu kebetulan yang baik. Jika aaku jatuh, pasti aku akan membeku." Ucap Xin Qian tersenyum.


Xin Si ini masih sepupu Xin Qian. Xin Baoshan juga memiliki saudara lelaki, yaitu Xin Tao. Jadi, Xin Si ini adalah cucu dari Xin Tao.


Liu Lei tahu maksud dari siulan mereka, orang-orang ini pasti akan menggodanya. Jadi, Liu Lei buru-buru berkata kepada Xin Qian, "Qian, beberapa hari ini, Aku pergi ke Yangcheng bersama mereka untuk mencari pekerjaan, jadi Aku juga kembali bersama mereka sekarang."


Xin Qian tersenyum, "Itu bagus. Jika Kamu memiliki banyak pekerjaan, kau bisa menghasilkan lebih banyak uang. Jadi, Kamu bisa menabung, dan membeli lahan, sesuai keinginan mu.”


Liu Lei mengangguk, "Ya, Aku juga berpikir begitu."


"Kakak Lei, bukankah kamu lelah karena mencari pekerjaan? Kamu harus kembali, dan beristirabat" Ucap Xin Qian. Dia juga harus segera pulang, karena hari sudah hampir gelap


Liu Lei menatap Xin Qian dengan enggan, tetapi dia akhirnya setuju dengan ucapan Xin Qian. “Baiklah. Ayo kembali.”


Ketika mereka sampai di pantai, Xin Si dan ketiganya juga datang. Siulan menggoda juga terdengar lagi beberapa kali. Xin Si berkata sambil bercanda, "Aku melihat kalian bersama barusan. Kalian benar-benar cocok!"


Liu Lei memerah saat Xin Si mengatakan itu, tapi dia buru-buru memarahi temannya, "Xin Si, apa yang kamu bicarakan? Bagaimana jika orang lain mendengarnya? Aku memang tidak peduli, tapi itu tidak baik untuk Qian."


Liu Lei selalu memikirkan Xin Qian, dia selalu mengutamakan kenyamanan untuk Xin Qian.


“Hei, Liu Lei, apakah kamu malu?” Xin Si terus menggodanya. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kalian berdua memang saling cocok. Kalian berdua berbakat dan cantik jadi saat kalian bersama itu otomatis menyenangkan mata. Jangan bilang, kamu tidak tertarik dengan sepupu ku?"


Setelah Xin Si mengucapkan kata-kata ini, wajah Liu Lei menjadi lebih merah, dan dia bahkan tidak berani menjawab kata-kata Xin Si. Dia benar-benar menyukai Xin Qian di dalam hatinya, jika dia untuk berbohong dan mengatakan tidak, hatinya akan merasa buruk.


Xin Qian melihat rasa malu Liu Lei, karena lelucon Xin Si. Jika ini terus berlanjut, pasti akan ada gosip lagi tentangnya di desa.


Jadi, Xin Qian berkata dengan wajah serius, "Kakak Si, kamu boleh membuat lelucon seperti itu. Liu Lei dan aku hanya teman. Jika kamu mengatakan itu, kami pasti akan di gosipkan. Di masa depan, jika aku mendengar gosip tentang kami, aku akan mencari mu untuk menyelesaikan akun! "


Xin Si tersenyum kecut, "Sepupu Qian, aku hanya bercanda, kenapa kamu marah pada ku.”


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗