
Xiao Chen memandang Xin Qian dengan ekspresi bingung, "Ibu, mengapa begitu? Paman Feng adalah ayah ku, dan ibu adalah ibu ku. Bukankah Paman Feng, jadi Suami? "
"Ini.... Xiao Chen, kamu tidak bisa berpikir seperti itu. Jika kamu menganggap paman Feng sebagai ayah baptis, maka itu hanya bisnis di antara kamu dan paman Feng. Jika Paman Feng menjadi Suami, itu berarti dia harus menikah dengan Ibu. Tapi, Ibu tidak menikah dengan paman Feng. Apakah kaamu sudah mengerti?" Ucap Xin Qian menjelaskan. Sebenarnya, dia juga agak bingung bagaimana menjelaskan ini.
Xiao Chen mengangguk mengerti.
Semakin mustahil bagi Xin Qian dan Mo Lianfeng untuk menikah karena Xiao Chen mengakui Mo Lianfeng sebagai ayah baptis. Tentu saja, bahkan jika Xin Qian mau dengannya, tapi Mo Lianfeng belum tentu mau bukan? Belum lagi, keluarga di belakangnya adalah bangsawan yang membuat pernikahan mereka menjadi mustahil…
Xiao Chen memandang Xin Qian dengan mata besarnya, lalu berkata, "Lalu ibu, jika ini masalahnya, bukankah tidak apa-apa bagi Paman Feng untuk menikahi ibu?"
"Apa??” Xin Qian terdiam oleh kata-kata Xiao Chen. Bagaimana mungkin anak ini bisa memikirkan hal seperti itu? Apakah ini benar-benar anak berusia 3 tahun?
"Pfftt~ Ha ha ha!” Mo Lianfeng akhirnya tidak bisa menahan tawanya. Tawa ini, menampilkan gigi putih Mo Lianfeng, suara tawanya bahkan lebih menawan dari pada wanita!
Tawa Mo Lianfeng membuat Xin Qian semakin bingung. Apakah pria ini menertawakannya?
“Ini, Xiao Chen, berhentilah bicara omong kosong, lihat paman Feng menertawai kita.” Ucap Xin Qian pelan, menepuk kepala Xiao Chen dengan pelan.
"Ibu? Apakah itu tidak mungkin?" Xiao Chen memandang Xin Qian dengan bingung. Lalu, dia menoleh lagi ke Mo Lianfeng. dan berkata, "Paman Feng, bisakah kamu menikahi ibu ku? Jadi Xiao Chen bisa memiliki ayah dan ibu yang sungguhan."
Xin Qian merasakan wajahnya berkedut lagi. Dia sangat malu!
Mo Lianfeng tersenyum, dan berkata kepada Xiao Chen, "Paman Feng tidak keberatan. Tapi, kamu harus bertanya pada Ibu mu, apakah Ibu mu bersedia tentang ini."
"Ibu, Paman Feng tidak keberatan. Apakah kamu ingin menikahi Paman Feng?" Tanya Xiao Chen dengan semangat.
Xin Qian tertegun, dia tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya situasi apa ini? Xin Qian tidak suka orang lain membuat lelucon tentang pernikahan.
"Pangeran Mo, jangan terus bercanda dengan Xiao Chen, anak-anak akan menganggapnya serius," Ucap Xin Qian memperingatkan.
"Qianqian, apa menurut mu aku sedang bercanda dengan Xiao Chen?" Tanya Mo Lianfeng tersenyum, tapi kata-katanya tetap ambigu.
"Tidak bercanda? Pangeran Mo, apa kamu serius? Lebih baik kamu bisa mengenal dirimu sendiri, kamu adalah pangeran yang mulia, kamu harusnya menikahi seorang wanita cantik yang berstatus mulia juga. Bagaimana dengan ku? Aku hanya gadis petani dengan penampilan dan latar belakang biasa, dan aku tidak cakap dalam segala hal... " Ucap Xin Qian dengan serius.
Mo Lianfeng tersenyum, dan tidak menjawab Xin Qian.
Xin Qian tidak tahu apa arti sikap dian Mo Lianfeng. Namun, Xin Qian merasa lega, pria itu tidak melanjutkan topik ini.
“Xiao Chen. Ibu akan mengganti obat untuk untuk Paman Feng.” Ucap Xin Qian, dia mulai mengganti topik pembicaraan, dia takut Xiao Chen akan mengejar pertanyaan ini lagi, itu hanya akan membuatnya malu!
“Oh, Baiklah ibu,” Ucap Xiao Chen dengan cepat mundur, dan berdiri di samping. Xiao Chen masih sangat khawatir tentang cedera Mo Lianfeng.
Xin Qian memeras handuk di baskom air dan berjalan ke tempat tidur. "Pangeran Mo, bisakah kamu membuka pakaian mu sendiri? Atau haruskah aku bantu?"
"Tolong bantu aku, tangan ku masih sakit.” Mo Lianfeng berkata dengan sedikit rasa bersalah, tetapi ada sedikit tipuan di matanya.
Xin Qian tidak berpikir apa-apa, dia membantunya melepas jubah atasnya dan membalut luka Mo Lianfeng. Setelah mengobati lukanya, Xin Qian bergegas turun dari ranjang.
“Aku akan pergi memasak.” Ucap Xin Qian dengan malu-malu dan bergegas pergi.
Xiao Chen menatap Mo Lianfeng dan menghibur, "Paman Feng, jangan khawatir, aku tahu bahwa ibu ku pasti akan menyukai mu."
"Oh? Kamu sangat percaya diri. Kenapa?” Tanya Mo Lianfeng.
"Paman Feng, kamu tinggi, tampan dan kaya. Tentu saja Ibu ku akan menyukai mu. Ibu sendiri yang bilang pada ku, bahwa Ibu akan mencarikan Xiao Chen Ayah yang tinggi, tampan dan juga kaya, bukankah itu semua ada pada paman Feng.” Ucap Xiao Chen dengan mata besarnya yang terlihat polos
Mo Lianfeng hanya merasa tercengang. "Selama pria lain memiliki kondisi seperti itu, apakah Ibu mu pasti akan menyukainya?"
Mata Xiao Chen berbalik dan berpikir sejenak, "Itu tidak benar, Paman Feng, bagaimanapun, Ibu hanya pernah membawa Paman Feng ke rumah, tidak ada pria lain. Jadi, ku pikir ibu hanya akan menyukai mu di masa depan."
"Hahaha," Mo Lianfeng tersenyum, dia puas dengan jawaban anak ini, "Yah, ku harap begitu."
Xin Qian sedang sibuk di dapur untuk makan malam, dia tidak tahu bahwa dia di jual oleh anaknya sendiri!
Xin Qian akan memasak burung pegar yang mereka dapatkan di gunung hari ini. Pertama, dia menumis daging burung pegar dalam saus, lalu di isi dengan beberapa jamur, dan di tambahkan air secukupnya, masak hingga matang. Selain itu, dia juga membuat orak-arik telur burung dengan paprika hijau, di tambah sayuran hijau kecil.
Setelah selesai memasak. Xin Qian segera memanggil anak-anak untuk makan malam. Xin Qian telah memindahkan meja dan kursi untuk makan di halaman rumahnya. Dia tidak ingin Chen Erwa, melihat Mo Lianfeng.
Saat Chen Erwa melihat piring di tempatkan di atas meja, mata Chen Erwa menatap lurus. Semua ini adalah hidangan yang sangat enak, dia belum pernah memakannya.
"Ayo, makanlah dengan cepat, rasanya tidak enak ketika dingin," Ucap Xin Qian.
Ketiga anak itu langsung duduk di kursi masing-masing, dan mulai makan. Awalnya, Chen Erwa agak malu-mau, tapi, saat Chen Erwa melihat Xiao Chen dan Xin Yang makan dengan bahagia, dia perlahan melepaskan keraguannya dan mulai makan.
Xin Qian meminta anak-anak untuk makan terlebih dahulu, dan dia menyajikan semangkuk nasi, tumis sayuran, lalu menyajikannya kepada Mo Lianfeng di dalam ruangan. Begitu Xin Qian memasuki pintu, dia melihat Mo Lianfeng berbaring di tempat tidur sambil berpikir.
Mo Lianfeng terus berbaring di tempat tidur untuk beristirahat. Saat Xin Qian masuk, dia segera membuka matanya.
"Pangeran Mo, saatnya makan," suara jelas Xin Qian berdering.
"Baiklah." Mo Lianfeng menopang tubuhnya untuk bangun.
Pada saat ini, hanya ada Xin Qian dan Mo Lianfeng di ruangan itu, dan suasananya menjadi ambigu lagi. Xin Qian tahu bahwa cedera tangan Mo Lianfeng akan membutuhkan waaktu untuk sembuh, jadi dia secara pribadi menyuapi Mo Lianfeng selama ini.
Saat Mo Lianfeng berada di Mansion Pangeran, dia tidak pernah makan banyak. Selain itu, hidangan yang di siapkan oleh para koki di Mansion tidak selezat masakan yang di buat Xin Qian. Selama makan di sini, Mo Lianfeng bisa makan dua mangkuk besar sebelum kenyang.
Setelah memberi makan Mo Lianfeng, Xin Qian akan pergi untuk makan sendiri, tapi Mo Lianfeng segera memanggil Xin Qian. "Qianqian..."
"Ada apa?" Tanya Xin Qian.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗