
Dalam waktu singkat, Xin Pinger tiba di dengan kotoran keledai dalam mangkuk di tangannya. Xin Ping'er menutup hidungnya, dia merasa mual, dan bergegas memberikan mangkuk itu kepada Huo Chunhua, dan mulai muntah. Ini terlalu banyak! Dia selalu melakukan hal yang menjijikkan!
“Nenek, aku membawanya, kamu bisa memakannya!” Setelah muntah, Xin Ping'er berkata ke Huo Chunhua. Setelah itu, dia menjauh.
“….” Huo Chunhua merasa mual saat melihat kotoran hewan di tangannya. Apa dia benar-benar harus memakan hal-hal menjijikkan ini?
Meelihat Huo Chunhua yang belum bergerak. Mo Lianfeng mengangkat sebeah alisnya dengan tidak senang, "Apa yang masih kamu tunggu? Mengapa belum melakukannya?”
Segera, Huo Chunhua menggigil ketakutan. Dia berkata, "Pangeran... Ini sangat menjijikkan, aku… aku tidak bisa memakannya! "
Huo Chunhua memalingkan kepalanya dari mangkuk, dia saja sangat tidak ingin melihatnya, apalagi makan?
“Kalau begitu kamu bermaksud memilih pilihan pertama?” Mo Lianfeng menatap tajam pada Huo Chunhua
Huo Chunhua buru-buru berkata, “Tidak! Pangeran, aku akan makan sekarang…”
Huo Chunhua menutup matanya, mengerutkan keningnya, lalu menjepit hidungnya dengan satu tangan, dan bergerak ke arah mangkuk.
Kerumunan di sela-sela tertawa sampai perut mereka sakit. Hari ini, mereka banyak melihat hal aneh karena Keluarga Xin. Baru kali ini mereka melihat penampilan seseorang yang dengan rela memakan kotoran di depan umum. Yah, Huo Chunhua ini benar-benar menarik.
Saat wajah Huo Chunhua dan mangkuk semakin dekat, tiba-tiba ada suara yang keras berteriak.
“Nyonya tua, apakah kamu benar-benar akan memakan kotoran? Apakah kamu tidak malu?" Orang yang datang itu adalah Xin Baoshan.
Nada bicara Xin Baoshan penuh dengan ketidaksenangan. Apalagi, saat dia mendengar suara tawa dari orang-orang di sekitar. Apa yang di lakukan Huo Chunhua dan putrinya benar-benar mencoreng wajahnya!! Jika Istrinya benar-benar memakan kotoran, Keluarga Xin nya tidak akan memiliki wajah lagi di masa depan! Bagaiman bisa dia menanggung rasa malu itu seumur hidup?
Xin Baoshan baru saja mendengar bahwa ada yang masalah yang terjadi pada Xin Qian, dan orang-orang lain dari Keluarga Xin bergegas ke rumahnya. Jadi, Xin Baoshan langsung pergi ke rumah Lizheng Liu Fugui. Xin Baoshan berpikir bahwa dengan bantuan Lizheng sebagai kepala desa, mereka mungkin bisa berbicara dengan petugas yang datang, untuk membantu Xin Qian.
Tanpa di duga, saat Xin Baoshan tiba, yang dia lihat adalah adegan Huo Chunhua yang akan memakan kotoran!
Huo Chunhua dan anggota Keluarga Xin segera sadar karena omelan Xin Baoshan.
"Suami ku, aku terpaksa..." Huo Chunhua ingin menjelaskan.
Xin Baoshan melangkah maju dan melemparkan mangkuk di tangan Huo Chunhua secara langsung, dan berkata, "Tidak tahu malu! Jika kamu berani makan kotoran itu hari ini, aku akan menceraikan mu!"
"Suami ku… jangan lakuka itu..." Huo Chunhua ingin menjelaskan lagi, ini bukanlah keinginannya, tetapi jika dia tidak memakannya, Pangeran itu akan membunuhnya! Dia tidak ingin mati, dan dia tidak ingin mulutnya di jahit, dia membuat keputusan ini setelah memikirkan semuanya.
Tanpa menunggu Huo Chunhua menjelaskan apa-apa, Xin Baoshan menyebarkan kemarahannya pada orang-orang di Keluarga Xin, "Kalian semua juga tidak berguna! Mengapa kalian tidak menghentikannya? Apa kalian tidak malu di tertawakan?"
Xin Wenshui berkata, "Ayah, kamu tidak bisa menyalahkan kami. Apa Ayah pikir, kami bisa menghentikan Ibu untuk melakukannya? Ayah juga tahu karakter Ibu yang keras kepala."
"Ya, itu benar Ayah. Lagipula, Ayah seharusnya menyalahkan adik Huier. Itu adalah idenya untuk membiarkan Ibu makan kotoran!" Xin Wenshi juga menyela, mendorong semua tanggung jawab kepada Xin Hui.
Mata marah Xin Baoshan jatuh pada Xin Hui.
Huo Chunhua juga buru-buru berkata, "Ya, Suami ku, kamu tidak bisa menyalahkan Huier. Huier melakukan ini untuk kebaikan ku."
Xin Baoshan menatap ibu dan anak perempuan dengan kebencian, matanya sangat merah karena amarah yang memuncak. Bagaimanapun juga, lebih baik untuk menjahit mulutnya dari pada melakukan hal yang memalukan di depan seluruh desa!
Baik Huo Chunhua dan Xin Hui terlalu takut untuk mengatakan apa-apa, Xin Baoshan adalah pemimpin dalam keluarga, dan mereka harus mendengarkan Xin Baoshan kapan pun.
Xin Wentao melangkah ke sisi Ayahnya, dan berbisik, "Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pria itu adalah seorang Pangeran."
Xin Baoshan mendengus pelan dan berjalan ke arah Mo Lianfeng. "Mereka mengatakan kamu adalah seorang Pangeran tetapi siapa yang bisa membuktikan bahwa kamu adalah Pangeran?”
“….” Mo Lianfeng melirik Xin Baoshan, pria tua ini sedikit berbeda karena kepalanya lebih pintar daripada anggota keluarga Xin lainnya.
Xin Hui buru-buru berkata, "Ayah, dia adalah Pangeran, namanya Mo Lianfeng. Aku dan Ibu pernah bertemu dengannya di Kota Yangcheng, juga di delan rumah Xin Qian.”
Xin Pinger juga menimpali, "Itu benar, kakek, aku juga melihatnya bersama Xin Qian.”
Apakah itu benar atau tidak, Xin Baoshan tidak bisa mengakui bahwa Mo Lianfeng adalah seorang Pangeran. Kalau tidak, dengan watak Huo Chunhua, dia pasti sangat takut pada identitasnya sebagai Pangeran.
Xin Baoshan memelototi Xin Hui dan Xin Ping'er, "Tutup mulut kalian berdua!"
Pada saat ini, Lizheng Liu Fugui juga datang. Liu Fugui berbeda dari penduduk desa lainnya dan di anggap lebih bermartabat seperti Xin Baoshan, ia juga mempertanyakan identitas Mo Lianfeng.
"Sekarang, kami semua tidak tahu apakah kamu benar-benar seorang Pangeran. Jadi, Kamu tidak bisa membuat masalah di Desa Changfeng kami. Jika ada seseorang di desa yang menyinggung mu, kita bisa mengatasinya nanti, setelah kamu membuktikan identitas mu." Ucap Lizheng Liu Fugui dengan sopan.
Setelah Xin Baoshan dan Lizheng Liu Fugui mengatakan itu, para penonton mulai meragukan keaslian identitas Mo Lianfeng sebagai Pangeran Kerajaan Zhou.
Sudut mulut Mo Lianfeng terangkat sedikit, dia tentu saja tidak bisa membuktikan identitasnya sekarang, karena dia tidak membawa token identitasnya saat ini.
“Oke, aku akan membiarkannya pergi untuk sementara waktu, tetapi masalah ini harus di ingat, lain kali saat aku datang, aku akan menagih hutang ini!” Mo Lianfeng melirik Huo Chunhua dengan dingin. Dia pasti tidak akan membiarkan Huo Chunhua pergi dengan mudah.
"Kalau begitu, terima kasih!" Ucap Liu Fugui.
Mo Lianfeng mendengus pelan, "Karena kamu adalah pemimpin desa ini, ku harap kamu bisa menangani apa yang terjadi hari ini. Nyonya tua ini ingin mencuri barang-barang milik Xin Qian, dan juga ingin menjual Xiao Chen. Aku tidak tahu tentang aturan para penduduk desa. Bagaimana cara menghukum orang seperti itu di sini? "
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗