Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 263



Xin Wenshui masih tidak ingin melepaskan Qian Chunxiu, "Chunxiu, seorang wanita pasti membutuhkan sentuhan dari seorang pria, kalau tidak tanah kau pasti akan kesepian! Karena suami mu sudah tiada, maka Aku akan membantu mu. Chunxiu, jika Kamu mau, Aku berjanji akan memberi mu kepuasan!"


Kata-kata Xin Wenshui yang vulgar membuat Qian Chunxiu merasa malu dan marah. "Cuihh ~ Jangan main-main dengan ku, meski pun suami ku sudah lama meninggal, aku tidak akan pernah menginginkan mu."


Saat mengatakan itu, Qian Chunxiu meludahi wajah Xin Wenshui.


Xin Wenshui menyeka wajahnya, tetapi dia tidak marah dan berkata, " Chunxiu, biarkan aku mencium mulut kecil mu itu!"


Melihat wajah Xin Wenshui yabg mendekat, Qian Chunxiu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. "Kamu binatang buas! Jika kamu masih tidak melepaskan ku, aku akan membunuh mu!"


Ancaman Qian Chunxiu sama sekali tidak berguna, Xin Wenshui berkata, " Chunxiu, tidak ada orang di sini, tidak ada yang melihatnya, dan kamu bahkan tidak memiliki kekuatan untuk membunuh ku! Meski kamu mengatakan ini kepada orang-orang desa, Siapa yang akan percaya pada seorang janda!"


“Kamu…” Qian Chunxiu sedikit putus asa.


Melihat kesedihan Qian Chunxiu, Xin Wenshui menghiburnya, "Chunxiu, Kamu tidak perlu merasa takut. Jangan khawatir, Aku tidak akan menyakiti mu, jika kamu mau tidur dengan ku, aku akan membantu mu untuk mendapatkan pekerjaan di pertambangan itu. Setelah ini, aku akan bicara pada Xin Qian agar memberikan kesempatan ini untuk mu. Bagaimana menurut mu? "


Ketika Qian Chunxiu mendengar apa yang di katakan Xin Wenshui, dia segera berkata. “Omong kosong! Aku tahu hubungan keluarga Xin dan gadis Qian sangat buruk. Jadi, tidak mungkin dia akan mau mendengarkan mu!”


Xin Qian, yang bersembunyi di balik pohon besar, mendengar semua percakapan kedua orang itu. Dia tahu bahwa Qian Chunxiu ini bukanlah wanita yang bodoh, itu sebabnya dia bisa memiliki putri yang licik seperti Ma Xiaofeng. Namum, bagaimana pun dia tidak bisa membiarkan Paman keduanya melecehkan seorang wanita, jadi dia harus membantu Qian Chunxiu.


Xin Qian melihat ke arah sekelilingnya menemukan dua warga desa yang turun dari gunung, sepertinya mereka adalah para pekerja di tambang. Xin Qian buru-buru berkata kepada dua orang itu dengan suara keras,


“Hai, paman! Apakah kalian baru saja selesai bekerja?”


“Oh, gadis Qian. Kami baru saja selesai, jadi kami turun gunung berniat untuk pulang.” Ucap seorang pria paruhbaya.


“Ya, itu benar. Gadis Qian, apa yang kamu lakukan di sini malam-malam?” Tanya pria satunya.


“Aku baru saja kembali dari Camp pekerja tambang untuk mengantarkan makanan.” Ucap Xin Qian tersenyum.


Xin Wenshui mendengar suara beberapa orang yang mengobrol tidak jauh darinya, jadi dia buru-buru melepaskan Qian Chunxiu.


Qian Chunxiu yang telah lepas dari kekangan, segera lari diam-diam dari sana. Dia juga tidak ingin di lihat oleh warga desa bahwa dia keluar dari hutan di tengah malam!


“Sial!!” ucap Xin Wenshui dengan marah. Dia baru saja hampir mendapatkan Qian Chunxiu, tetapi dia gagal karena ada beberapa orang yang lewat. Bagaimanapun, dia tidak ingin ketahuan bersikap cabul.


Xin Qian yang melihat Qian Chunxiu pergi diam-diam. Segera kembali ke rumahnya…


Sesampainya di rumah, dia melihat Xiao Chen sedang duduk di meja makan untuk membaca. Melihat putranya yang patuh tinggal di rumah, Xin Qian tersenyum.


Pada tengah malam. Xin Qian awalnya ingin menunggu Mo Lianfeng kembali, tetapi ketika dia menunggu cukup lama, dan Mo Lianfeng masih belum kembali, dia pergi tidur lebih dulu. Lagipula, Dia harus bangun pagi besok, jadi dia tidak bisa tidur terlambat.


“Lebih baik aku tidur duluan saja. Besok aku harus bangun pagi dan berjualan.” Ucap Xin Qian.


Setelah Xin Qian tertidur beberapa jam, Mo Lianfeng kembali, saat dia melihat Xin Qian tertidur dengan lelap, dia tidak tahan untuk membangunkannya. Sepertinya, dia harus menunggu sampai besok baru bisa menceritakan tentang kejadian tiga tahun lalu, lagipula itu tidak terburu-buru.


Di sisi lain, keluarga Zhu…


Setelah Mulan dan Zhu Erhu menyelesaikan hal itu, mereka sedikit puas dan sangat bahagia.


Namun, seperti biasa, Mulan merasakan seseorang menatap ke dalam kamarnya. Jadi dia berbisik di telinga suaminya, "Erhu, pergi dan lihat siapa di luar, jaga suaramu! Jangan sampai ketahuan olehnya!"


Zhu Erhu mengangguk.


Mulan khawatir bahwa orang di luar akan melihat apa pun di ruangan itu, Mulan msrasa gugup. Pada saat yang sama, Zhu Erhu berjalan menuju pintu dan dia tiba-tiba membuka pintu!


Melihat bahwa benar-benar ada seseorang yang mengintipnya. Zhu Erhu tidak memberinya kesempatan kabur, dan meraih kerah pria itu dengan satu tangan. Awalnya, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas dari kejauhan, tapi setelah memegangnya, Zhu Erhu tertegun.


Karena itu bukan orang lain, tetapi saudara ketiganya, Zhu Sanlu!!


Zhu Erhu mengerutkan keningnya, "Sanlu, apa yang kamu lakukan di sini tengah malam?!!”


"Aku ... aku tidak melakukan apa-apa!" jawab Zhu Sanlu buru-buru.


Mata Zhu Erhu menjadi tajam, bagaimana ia bisa percaya pada kebohongan Zhu Sanlu. "Katakan! Untuk apa kamu ke rumah ku di tengah malam?"


Aura Zhu Erhu sangat kuat, hal itu membuat Zhu Sanlu bergidik ketakutan. "Kakak kedua, aku... aku benar-benar tidak melakukan apa-apa!"


"Apa kau akan jujur jika kamu di pukuli terlebih dahulu?!” Ucap Zhu Erhu dengan marah.


Mulan juga berlari keluar dan melihat Zhu Sanlu. Benar saja, seseorang benar-benar mengintip dia dan suaminya! Apalagi Itu adalah adik iparnya! Dia tidak tahu apa yang pria itu lakukan.


"Kakak kedua, jangan marah, tapi kamu harus berjanji bahwa kamu tidak akan memukul ku." Ucap Zhu Sanlu


Zhu Erhu memelototi Zhu Sanlu, "Beraninya kamu menegosiasikan persyaratan dengan ku."


"Kakak kedua... sebenarnya, aku benar-benar tidak melakukan apa-apa, jadi aku hanya sedang jalan-jalan karena tidak bisa tidur..." Zhu Sanlu mengerutkan bibirnya dengan ekspresi sedih.


"Jalan-jalan? Lalu, kenapa aku melihat mu di sebelah kamar ku! Apa yang kau lihat di tengah malam?! Jujur saja, aku sangat kngin melepas kedua bola mata mu itu" Ucap Zhu Erhu geram


Zhu Sanlu tahu bahwa Zhu Erhu tidam sedang bercanda dengannya. Dia langsung gemetar dan berkata, "Kakak kedua… aku... Aku tidak bisa melakukannya sendiri, jadi aku hanya ingin melihat apa yang Kamu dan saudara ipar ku lakukan…”


Setelah Zhu Sanlu selesai berbicara, wajah Mulan memerah karena malu. Apalagi, saat dia berpikir bahwa semua hal yang dia lakukan dengan suaminya terlihat oleh Zhu Sanlu, itu meembuatnya sangat malu dan juga marah!


Meskipun ruangan kamarnya agak gelap dan orang lain mungkin tidak bisa melihatnya dengan jelas, tetapi Zhu Sanlu mendengar semua suara yang mereka keluarkan. Adik iparnya ini terlalu abnormal, bukan?


Sebelum Mulan marah, Zhu Erhu sudah menendang Zhu Sanlu dan mulai memarahi, "Keluarga telah bekerja sangat keras untuk membiayai studi mu. Namun, yang kau pikirkan hanyalah hal-hal buruk ini setiap hari! Uang keluarga Zhu telah terbuang sia-sia untuk mu! Apakah Kamu layak untuk kami perjuangkan? Kau hanyalah binatang bias!"


"Aduh!!” Zhu Sanlu berteriak dengan menyakitkan.


"Kakak kedua... Aku tidak pernah mengatakan ingin belajar, bukan Ibu yang bersikeras membiarkan ku pergi studi? Membaca sangat membosankan, dan melakukannya setiap hari itu sangat sulit untuk ku. Apalagi tidak semua orang itu berbakat, dan ujiannya juga tidak mudah, jadj tidak semua orang bisa lulus ujian, " Ucap Zhu Sanlu mengeluh sambil menggosok dadanya, tendangan kakak keduanya benar-benar kejam, dia bahkan tidak bisa berdiri lagi! Untungnya, kakaknya tidak terus menendangnya, kalau tidak itu akan benar-benar membunuhnya.


“Kamu bisa mengucapkan kata-kata seperti itu?! Kau hanyalah binatang buas di rumah!” Zhu Erhu menjadi semakin marah.


"Kakak kedua, bisakah kamu meredam suaramu, jangan sampai membangunkan orang lain!" Ucap Zhu Sanlu.


Zhu Erhu berkata dengan dingin kepada Zhu Sanlu di tanah, "Apakah kamu takut ketahuan? Aku belum pernah melihat orang tak tahu malu seperti mu! Aku tidak peduli tentang kamu yang tidak suka belajar, tetapi jika aku melihat kamu mengintip lagi, maka Aku benar-benar akan mencongkel bola mata mu!"


“Kakak kedua ... aku benar-benar tidak akan berani lagi, aku pasti tidak akan mendengarkannya lain kali.” Zhu Sanlu bersumpah dengan mengangkat tangannya.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗