
Xin Qian mengepak pakaian kotornya di baskom, dan hendak pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Di sore hari, ada banyak orang di tepi sungai. Hanya ada satu sungai di Desa Shuilan, dan semua aliran dan air di desa di gunakan di sungai ini.
Ketika Xin Qian lewat, banyak wanita sedang mencuci sayuran di tepi sungai, siap untuk membuat makan malam. Ada juga yang mencuci pakaian di tepi sungai seperti Xin Qian. Air sungai di zaman kuno sangat jernih dan bersih, berbeda dengan air sungai di abad ke 21. Sangat jelas, itu karena tidak ada polusi dari bahan kimia.
Sungai ditutupi dengan batu-batu hitam besar, tempat warga desa biasanya mencuci sayuran atau mencuci pakaian. Tetapi batu-batu besar itu hanya ada delapan buah, sehingga saat sedang ada beberapa orang sedang mencuci, orang lain harus menunggu di tepi sungai. Namun, para wanita yang datang tidak terlalu terburu-buru, dan menunggu dengan santai di tepi sungai, mengobrol beberapa kata dari waktu ke waktu, dengan penampilan santai dengan wanita lainnya. Ini juga waktu santai yang jarang bagi para wanita ini untuk bersama.
Ketika Xin Qian lewat, para wanita di tepi sungai menatap Xin Qian, ketika mereka melihat Xin Qian, mereka mulai berbisik dan tidak suka melihat Xin Qian. Dalam beberapa tahun terakhir, karena kehamilan Xin Qian sebelum menikah, Xin Qian pasti akan di kucilkan di desa. Wanita lain merasa bahwa jika mereka mendekati Xin Qian, mereka juga akan menarik beberapa gosip. Orang-orang ini mengabaikan Xin Qian, dan Xin Qian juga tidak ingin mengatakan apa-apa, lagipula, dia juga tidak dapat meminta orang lain untuk memperhatikannya, bukan?
"Qian!" Tiba-tiba seseorang memanggil nama Xin Qian.
Xin Qian mendengar panggilan dan melihat ke arah suara itu, itu adalah Mu Lan. Mu Lan melambai pada Xin Qian, dengan senyum di wajahnya. Xin Qian juga tersenyum pada Mu Lan dan berjalan menuju Mu Lan. Usia Mu Lan lebih tua dari Xin Qian tapi hanya selisih 3 tahun.
Seorang wanita tua yang ada di sebelah Mu Lan mengingatkan Mu Lan dengan suara rendah, "Gadis Mu Lan, mengapa kamu berbicara dengannya? Sebaiknya kamu tidak berbicara dengan orang seperti itu."
Mu Lan tentu saja tahu apa yang dimaksud wanita ini, tetapi dia masih tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, bibi, aku merasa Xin Qian adalah gadis yang baik. Lagipula, setiap orang punya kesalahan."
Wanita tua itu menghela nafas, seolah-olah dia merasa bahwa Mu Lan terlalu polos, dan berkata kepada Mu Lan, "Kalau begitu, lakukan saja sesuka mu, jangan salahkan bibi karena tidak mengingatkan mu! "
Mu Lan hanya tersenyum dan tidak menjawab. Tidak peduli apa yang orang lain katakan, dia hanya percaya pada perasaannya sendiri. Setidaknya dia merasa bahwa Xin Qian baik ketika dia mencoba bergaul dengan Xin Qian sebelumnya.
Xin Qian tiba di tempat Mu Lan berada dan tersenyum pada Mu Lan, "Kakak Mu Lan, apakah kamu juga mencuci pakaian?"
Mu Lan tersenyum dan mengangguk, "Ya, ayo, Qian, aku akan sedikit bergeser, dan kamu juga bisa mencucinya di samping ku, sehingga kamu tidak perlu menunggu, itu akan memakan waktu!"
Xin Qian mengangguk, "Terima kasih, kakak Mu Lan."
Mu Lan juga sedikit tersenyum, "Sama-sama, hanya masalah kecil."
Xin Qian melihat sekilas baskom Mu Lan dengan hanya beberapa kain, jadi dia bertanya kepada Mulan, "Kakak Mu Lan, apa yang kamu cuci?" Melihat bahwa itu bukan pakaian yang di tangan Mu Lan.
Mu Lan berkata, "Ini popok bayi!"
"popok? Bukannya anak kakak sudah besar?” tanya Xin Qian. Setahunya Mu Lan belum mempunyai bayi lagi.
"Ya, istri kakak ipar saya melahirkan bayi laki-laki dua bulan yang lalu, bayi kan menggunakan lebih banyak popok setiap hari! Jadi, saya membantu saudari ipar saya mencucinya karena dia belum bisa bergerak bebas sehabis melahirkan." Mu Lan menjelaskan.
Zaman kuno ini tidak seperti zaman modern yang tersedia popok sekali pakai. Di zaman kuno, Anda hanya dapat menggunakan popok dari sehelai kain ini, dan lebih sulit untuk mencucinya setiap hari.
Senyum pahit muncul di sudut mulut Mu Lan, "Ya, istri kakak ipar saya sedang istirahat, dan dia tidak bisa mencucinya."
"Bukan kah ini sudah dua bulan? Jika saudari ipan mu bilang sebelumnya tidak bisa mencucinya, tapi apa dia masih tidak bisa mencucinya sekarang? Bagaimana dengan suaminya? Tidak bisa kah dia membantunya mencuci? Bagaimana bisa dia membuatkan kakak Mu Lan yang mencuci popok anak nya setiap hari?" Ucap Xin Qian agak kesal.
"Qian, bagaimana mungkin seorang laki-laki mencuci pakaian? Perempuan lah yang harus melakukan semua ini!" Ucap Mu Lan dengan polos.
"·······" Xin Qian merasa terdiam untuk sementara waktu. Dia tahu bahwa di zaman kuno seorang laki-laki paling dihargai di sini. Tapi, bukankah pemikiran orang-orang ini terlalu kolot? Mengapa hanya wanita yang harus mencuci barang-barang kotor karena anak-anak mereka sendiri? Apakah tidak mungkin seorang pria membantu Istrinya melakukannya?
“Lali, bagaimana dengan Ibu mertua kakak? Kakak kan juga memiliki banyak hal yang di urus. Jadi, mencuci popok bukanlah kewajiban kakak Mu Lan.” Ucap Xin Qian.
Mu Lan tersenyum pahit, "Ibu mertua ku tidak bisa melakukan pekerjaan ini ketika dia terlalu tua, punggungnya akan sakit jika dia terlalu lama bungkuk, jadi aku yang melakukannya."
Xin Qian tahu bahwa Mu Lan sebenarnya sangat tidak mau melakukan pekerjaan ini. Tetapi dalam keluarga Zhu, Mu Lan adalah yang paling tidak disukai di antara menantu perempuan, sehingga pekerjaan yang tidak dilakukan semua orang di berikan kepadanya.
"Hah ... kamu terlalu baik kakak Mu Lan." Xin Qian menghela nafas, tidak tahu harus berkata apa lagi. Untuk beberapa hal, kita harus bisa berjuang sendiri, dan yang lain tidak bisa membantu. Situasi Mu Lan juga terkait dengan temperamennya sendiri, jika temperamennya sedikit lebih tegas, dia tidak akan menjadi yang paling di kucil kan dan diganggu dalam keluarga suaminya.
Xin Qian mulai membilas pakaian di baskom dengan air sungai yang dingin. Ketika Mu Lan melihat Xin Qian hanya mencuci pakaian dengan air bersih, dia buru-buru bertanya, "Xin Qian, kenapa kamu tidak mencuci pakaian mu dengan saponin? Bagaimana bisa kamu mencuci pakaian mu seperti ini?"
"Saponin?" Tanya Xin Qian
"Ya, ketika kamu mencampur saponin dan agar-agar, kamu bisa mencuci pakaian dengan bersih.” Jawab Mu Lan.
Xin Qian tampaknya mengingat bahwa orang kuno ini mencuci pakaian dengan saponin. Pada zaman kuno, tidak seperti abad ke-21, tidak ada detergen yang bisa membuat kita mencuci pakaian lebih mudah dan bersih.
Di Zaman kuno kita hanya bisa mencuci nya dengan air dan kadang-kadang pakaian tidak bersih dari noda. Jadi mereka memakai saponin dan mencuci pakaian dengan saponin. Selain itu, dengan saponin pakaian kita masih memiliki sedikit aroma segar.
Setelah Xin Qian datang ke zaman kuno dalam kehidupan ini, dia tidak tahu ke mana harus pergi untuk membeli saponin, jadi kali ini dia mencuci pakaian tidak membawa saponin.
-----------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗