Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 129



Karena panennya cukup membuahkan hasil, mereka merasa sangat senang saat mereka turun gunung. Xin Qian juga menyanyikan beberapa lagu anak-anak untuk mereka. Tentu saka, anak-anak ini belum pernah mendengarnya.


Suara Xin Qian jelas dan bagus, dan suara nyanyiannya juga melayang jauh di hutan. Kegembiraan saat ini sangat jarang di rasakan anak-anak itu, jadi mereka sangat menyukai suasana saat ini.


Setelah 20 atau 30 menit berjalan, mereka akhirnya menuruni gunung dan mencapai jalan di desa. Tanpa di duga, mereka bertemu dengan ibu Chen Erwa, Feng Yu.


Saat Feng Yu melihat Chen Erwa dan Xin Qian bersama, wajahnya tiba-tiba tenggelam. Dia memarahi Chen Erwa dengan tegas. "Erwa, kemana kamu pergi? Kamu selalu bersama wanita ini, apa kamu tidak takut dia membuat otak rusak? Keluarga Chen kita tidak bisa menanggungnua."


Xin Qian merasa sangat tidak nyaman setelah mendengar ini. Feng Yu ini, apakah perlu mengatakan sesuatu yang sangat buruk di depan anak-anak


Feng Yu tidak merasa salah sama sekali, sepasang matanya menyapu wajah Xin Qian dengan dingin, tampak sangat jijik.


Chen Erwa merasa tidak nyaman saat dia mendengar Ibunya mengatai Xin Qian. "Ibu, jangan katakan itu pada Bibi Qian, aku yang ingin bermain dengan Bibi Qian."


Melihat Chen Erwa benar-benar membela Xin Qian, jari Feng Yu menusuk kepala Chen Erwa dan menegur, "Kamu anak yang tidak berbakti, kamu berani membalas ibu mu, untuk orang asing? Lain kali, jika aku melihat kamu bersama wanita ini, Ibu akan mematahkan kaki mu!”


Chen Erwa tidak berani berbicara lagi, Xin Qian menggelengkan kepalanya saat dia melihat sikap Feng Yu terhadap Chen Erwa. Anak ini benar-benar menyedihkan, lagipula Erwa adalah anaknya sendiri, kenapa dia di perlakukan seperti ini?


"Kakak Feng Yu, Erwa adalah anak yang baik. Tidak baik untuk memarahinya seperti itu. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun." Ucap Xin Qian.


Kata-kata Xin Qian membuat Feng Yu sangat marah. Feng Yu mendengus kepada Xin Qian, "Mengapa kau harus peduli bagaimana cara ku untu mengajar anak ku? Xin Qian, kamu pikir kamu siapa? Usil! "


Xin Qian di bantah oleh Feng Yu dan tidak tahu harus berkata apa. Ada keheningan sesaat. Tidak ada yang salah dengan kata-kata Feng Yu. Dia mendisiplinkan anak-anaknya sendiri, dan Xin Qian tidak memenuhi syarat untuk ikut campur. Tapi Chen Erwa di marahi seperti ini karena dia bersamanya.


Setelah memikirkannya, Xin Qian menjawab, "Aku tidak peduli dengan bagaimana kamu mengajari anak-anak mu. Tapi, jila Kamu tiba-tiba memarahi ku seperti ini, bukankah kamu harus memberikan penjelasan?"


Feng Yu melirik Xin Qian, "Huh! Tidakkah semua orang di desa tahu wanita seperti apa kamu? Kamu hamil saat kamu belum menikah. Jadi, kenapa aku tidak bisa mengatakannya? Kau ******!”


Xin Qian menatap penampilan Feng Yu yang hingar-bingar dan benar-benar ingin menamparnya beberapa kali! Bagaimanapun, dia adalah ibu kandung dari Chen Erwa, dan Xin Qian tidak bisa melakukannya di depan Chen Erwa.


“Bibi tidak di izinkan mengatakan itu kepada ibu ku!” Xiao Chen juga marah, menatap Feng Yu dengan wajah kecilnya.


"Apa yang ku katakan salah? Bukankah kamu juga bajingan kecil? Huh! Katakan pada ku, siapa


Ayah mu? Apakah kamu tahu? Tidak kan?"


"Uwaaa ~" Xiao Chen berteriak marah dan jatuh ke pelukan Xin Qian.


“Xiao Chen bukan bajingan! Jangan katakan itu padanya! Kamu juga tida bisa menghina kakak ku!” Teriak Xin Yang dengan marah. Dia merasa sedih melihat Xiao Chen menangis seperti itu, biasanya Xiao Chen adalah anak yang kuat dan pintar.


Chen Erwa tidak tahan dengan sikap Feng Yu, dan berkata, "Ibu, bagaimana Kamu bisa berkata seperti itu pada Bibi Qian dan Xiao Chen. Itu tidak baik."


Xin Qian menepuk punggung Xiao Chen dengan satu tangan. Dia dapat menanggungnya, tetapi wanita ini berani menghina anaknya! Pada saat Feng Yu merasa bangga, Xin Qian menampar Feng Yu dengan satu tangan.


Feng Yu tiba-tiba merasakan sakit yang membakar di wajahnya. "Kamu ... kamu berani memukul ku, aku akan bertarung dengan mu!"


Chen Erwa buru-buru menghentikan Feng Yu, "Ibu, jangan lakukan apa pun dengan Bibi Qian, kau tidak bisa mengalahkannya."


Xin Qian mendengus, "Huh! Aku peringatkan, jangan memprovokasi ku, tamparan ini untuk bertanggung jawab atas apa yang kau katakan. Jika Kamu melakukannya lagi di hadapan ku, itu tidak akan berhenti seperti ini."


Feng Yu juga pernah mendengar tentang beberapa hal di desa sebelumnya, bahwa Xin Qian tidak mudah di gertak seperti sebelumnya, dia sangat kuat. Jika dia tidak bisa membalasnya, maka dia harus menanggung tamparan itu sia-sia?


Feng Yu duduk di tanah tiba-tiba dan mulai menangis, mengutuk dan berkata, "Oh! Lihatlah, dia telah memukul seseorang, apakah ada alasan untuk ini?"


Xin Qian mengerutkan kening jijik.


“Ibu, cepat bangun.” Chen Erwa menarik Feng Yu dari tanah.


“Plakk!” Feng Yu memberi tamparan di wajah Chen Erwa, dan jika bukan karena bocah kecil ini, dia tidak akan di pukuli seperti ini!


Jadi ketika Chen Erwa sedang menarik Fengyu, Feng Yu menendang Chen Erwa ke tanah, anak itu tanpa sengaja terjatuh ke batu tajam di tanah, dan tiba-tiba kulit di tangannya robek, lalu darah merah bocor keluar. Meski sakit, Chen Erwa tidak menangis.


Xin Qian tidak tahu bagaimana bisa Feng Yu, yang merupakan seorang ibu, bisa begitu kejam terhadap anaknya! Bahkan harimai tidak akan melukai anaknya sendiri!


Xin Qian menatap Chen Erwa dengan sedih, dan membantu Chen Erwa berdiri. “Erwa, bagaimana kabar mu? Apakah sakit?"


Chen Erwa menggelengkan kepalanya dengan sedih.


Tidak sakit? Hei, bagaimana mungkin tidak sakit? Kulitnya terkelupas, dan lukanya cukup serius.


Dengan menghela nafas, Xin Qian tidak bisa mengatakan apa-apa. Semakin dia menuduh Feng Yu, semakin besar kemungkinan itu membuat hati Chen Erwa dingin.


Xin Qian pikir itu akan memakan waktu lama, tetapi ayah Chen Erwa, Chen Aniu datang. Chen Aniu baru berusia 28 tahun, terlihat sama dengan Feng Yu, sangat gelap, dan sangat kurus. Tapi tingginya sangat bagus, sekitar 1,8 meter. Di era ini, dia sudah tinggi.


Chen Aniu tidak bisa menahan cemberut ketika dia melihat penampilan Istrinya yang duduk di tanah dan menarik Feng Yu.


"Mengapa kamu duduk di tanah? Apa kamu tidak tahu bahwa kamu terlihat seburuk apa?!" Nada bicara Chen Aniu agak tinggi.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗