Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 194



Begitu Mo Lianfeng selesai berbicara, kereta itu menabrak sebuah batu di jalanan, karena kereta yang bergoyang, Xin Qian tiba-tiba terjatuh ke arah Mo Lianfeng. Wajah kedua orang itu sangat dekat, bibir Xin Qian hampir saja menyentuh pipi Mo Lianfeng.


Xin Qian dan Mo Lianfeng terdiam dan saling memandang. Xin Qian merasa bahwa jantungnya berdetak sangat kencang, jadi dia buru-buru menjauh dari tubuh Mo Lianfeng.


Tapi Mo Lianfeng tidak memberi Xin Qian kesempatan itu, tiba-tiba Mo Lianfeng menarik tangan Xin Qian, dan mencium bibir Xin Qian dengan agresif.


Xin Qian merasa sedikit kewalahan dengan sistuasi mendadak ini. Sentuhan di bibirnya begitu jelas sampai membuat dia terpana, dan kepalanya terasa kosong sesaat Ya Tuhan! Apa yang terjadi? Apakah dia di cium oleh Mo Lianfeng?


Setelah puluhan detik, Xin Qian mengkonfirmasi bahwa masalah ini sungguh terjadi! Mo Lianfeng benar-benar menciumnya! Xin Qian ingin berjuang, tetapi Mo Lianfeng segera mengulurkan tangan lain, dan menahan bagian belakang kepalanya. Dengan itu, Xin Qian tidak memiliki kesempatan untuk melepaskan dirinya.


Setelah Mo Lianfeng mencium Xin Qian sekitar lima menit, dia perlahan melepaskan Xin Qian.


Seluruh wajah Xin Qian berwarna merah, bahkan telinganya pun memerah karena malu. Tiba-tiba dia telah di lepaskan, Xin Qian segera dia menghirup udara segar. Napasnya tersengal-sengal…


Gila! Apakah Mo Lianfeng tahu apa yang dia lakukan? Mengapa pria ini begitu impulsif?


Mo Lianfeng menjilat sudut mulutnya dengan sedikit aftertaste. Dia hanya memiliki kepala yang panas, jadi dia tidak bisa menahan dirinya dan mencium Xin Qian. Setelah selesai, Mo Lianfeng akhirnya menyadari apa yang telah dia lakukan…


"Pangeran Mo, kamu ..." Xin Qian tidak tahu harus berkata apa untuk sementara waktu, apakah dia akan menyalahkan Mo Lianfeng? Sebelum Xin Qian bertanya, Mo Lianfeng berbicara.


Mo Lianfeng menatap mata Xin Qian yang linglung, Mo Lianfeng tersenyum lembut, menyentuh pipi Xin Qian dan berkata, "Qian Qian, tanpa sadar aku melakukannya… itu… dorongan hati ku. Qian qian, aku akan bertanggung jawab pada mu."


Ini adalah pertama kalinya Mo Lianfeng mencium seorang wanita, dan dia tidak bisa mengendalikan keinginan batinnya untuk mencium Xin Qian. Sekarang semuanya telah terjadi, sebagai seorang pria, ia harus menanggung akibatnya.


“Hah?” Xin Qian sedikit terkejut. Bertanggung jawab untuknya? Bagaimana pria ini akan bertanggung jawab padanya? Menikahinya?


Mo Lianfeng berkata lagi, "Qian Qian, karena aku mencium mu, aku akan bertanggung jawab untuk mu. Pria dan wanita yang belum menikah, seharusnya tidak terlalu intim. Jadi, aku akan bertanggung jawab pada mu. Qian qian, maukah kamu menikah dengan ku?"


Ini adalah kedua kalinya Mo Lianfeng mengatakannya. Terakhir kali itu setengah bercanda dengan Xin Qian. Saat itu, Xin Qian tidak tahu apa yang di katakan oleh Mo Lianfeng benar atau salah, dan apa arti perkataannya. Tapi sekarang Mo Lianfeng berkata dengan sangat serius, Xin Qian mengerti bahwa Mo Lianfeng tidak bercanda saat ini.


Lagipula, Mo Lianfeng adalah orang dewasa yang matang, dan dia pasti tahu konsekuensi dari mengatakan ini, dan apa artinya.


Xin Qian mengedutkan sudut mulutnya, karena di kejutkan oleh lamaran tiba-tiba dari Mo Lianfeng. "Pa... Pangeran Mo, bukankah kamu terlalu buru-buru untuk bertanggung jawab? Kita bahkan belum mengenal cukup lama, lagipula ini hanya ciuman yang tidak di sengaja jadi aku… bisa memakluminya..."


Bukan hanya ciuman, bagaimana pun Xin Qian saat ini adalah ro dari abad dua puluh satu, dia cukup transparan untuk pergaulan yang terbuka. Pada abad ke-21, setiap pasangan yang belum menikah bahkan bebas melakukan hubungan intim selama saling menyukai satu sama lainnya.


Xin Qian bahkan belum bisa melepaskan pikirannya dari momen ciuman barusan, itu sebabnya dia tidak berani menatap Mo Lianfeng saat berbicara, Xin Qian tersenyum canggung, dan buru-buru menjelaskan dengan wajah memerah karena malu, "Bukan begitu... Pangeran Mo, aku hanya tidak berpikir bahwa kita pantas bersama. Aku sangat sadar akan status ku yang rendah, aku juga seorang wanita yang memiliki seorang anak di luar nikah. Jadi, aku merasa bahwa hubungan ku dengan mu, itu tidak mungkin terjadi ..."


Penampilan pemalu Xin Qian dengan kepala menunduk, jatuh ke mata Mo Lianfeng, melihat wajah merah itu, Mo Lianfeng merasa bahwa reaksi gadis di depannya sangat menyenangkan.


Apel adam di tenggorokan Mo Lianfeng tanpa sadar bergerak. Dia belum pernah menyentuh seorang wanita atas inisiatifnya sendiri, jadi saat dia mencium Xin Qian, ada perasaan yang tak di jelaskan di hatinya.


Mo Lianfeng memegang tangan Xin Qian dan berkata dengan suara lembut, "Xin Qian ... Jika aku berkata bahwa, aku menyukai mu, apakah kamu mau menikah ku?"


Xin Qian terkejut. Apakah ini pengakuan lagi? Tapi, mungkin saja Mo Lianfeng merasa bersalah karena trlah menciumnya, jadi dia sengaja mencari alasan untuk menikahinya? Tidak! Xin Qian tidak ingin Mo Lianfeng memaksakan perasaannya!


Menatap tatapan tajam dari Mo Lianfeng, Xin Qian merasa sedikit canggung, dia bahkan merasa sulit untuk menarik napas, dia sangat ingin melarikan diri dari sini!


"Xin Qian... menikahlah dengan ku. Aku tidak peduli pada masa lalu mu, aku juga tidak peduli pada status mu, yang aku tahu bahwa aku benar-benar menyukai mu. Xin Qian, percayalah pada ku, aku akan menjaga mu dan Xiao Chen." Suara lembut dan penuh kasih sayang dari Mo Lianfeng terdengar di telinga Xin Qian lagi.


Kalimat ini seperti janji untuk Xin Qian, dia merasa bahwa Mo Lianfeng ingin mendeklarasikan padanya, bahwa di belakangnya, ada pria seperti itu untuk di andalkan. Tidak peduli seberapa kuat hati Xin Qian menahannya, dia masih seorang wanita, dan kata-kata Mo Lianfeng sangat menyentuh hatinya.


Jika Xin Qian menolak, Mo Lianfeng pasti akan kecewa. Selain itu, Xin Qian tidak ingin menolak pria ini...


"Pangeran Mo... Jika aku menikah dengan mu, bukankah orang tua mu akan keberatan?" Tanya Xin Qian, dia paling khawatir tentang jarak antara mereka. Dia takut orang-orang di Mansion tidak akan setuju dengannya dan Mo Lianfeng menikah. Dia tidak ingin bersama Mo Lianfeng hanya untuk berakhir seperti itu, jadi dia tidak bisa menyembunyikan keluhan di hatinya lagi…


"Serahkan masalah itu pada ku dan aku akan membereskannya.” Ucap Mo Lianfeng memberi janji.


Xin Qian menggigit bibir bawahnya, dan kemudian melanjutkan, "Pangeran Mo, aku juga memiliki persyaratan untuk memilih suami. Suami yang akan ku nikahi, hanya dapat menikahi aku seorang, dia harus memperlakukan ku dengan sepenuh hati dan jiwanya. Aku sangat membenci pria yang memiliki banyak istri dan selir. Jika Kamu tidak dapat melakukan ini… maka, tidak perlu menyebutkannya lagi. "


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗