Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 139



Begitu Xin Qian mendengar bahwa itu di berikan oleh Mengzi, bahkan lebih mustahil bagi Xin Qian untuk menerimanya. Mengzi ini jelas tidak memiliki niat baik. Jadi Xin Qian menolak, "Tuan, tolong kembalilah dan beri tahu Tuan Muda mu bahwa Aku tidak dapat menerima barang-barang yang di berikan olehnya, dan katakan padanya bahwa dia tidak perlu lagi memikirkan ku.”


Setelah Xin Qian selesai berbicara, orang-orang lain di keluarga besae Xin menjadi gelisah, terutama Huo Chunhua dan Li Cuiying. Segera, kedua orang itu datang untuk membujuk, "Gadis Qian, akhirnya ada pria yang tertarik pada mu, jadi kamu terima saja."


"Itu benar, niat orang itu begitu baik. Lihatlah, ada banyak barang mahal yang di kirim ke keluarga besar Xin kita secara khusus, yang berarti itu gratis. Jangan menyulitkan Tuan kusir ini yang datang jauh-jauh untuk mengirimkannya. Jika kamu menolak, pria yang menyukai mu akan merasa terhina." Ucap Li Cuiying.


"..." Xin Qian memandang wajah Huo Chunhua dan Li Cuiying, dia sepenuhnya mengabaikan kata-kata Huo Chunhua dan Li Cuiying sebagai angin lalu di telinganya.


Xin Qian berkata kepada pria itu, "Tuan, tolong ambil barang-barang mu kembali."


Pria itu sedikit mengernyit, dan sepertinya dia tidak berharap ini terjadi.


"Gadis Qian, Tuan Muda ku mengatakan kepada ku, bahwa Aku harus mengirim barang-barang ini kepada mu. Jika Kamu tidak menginginkan ini, Aku tidak bisa lagi berbisnis..." Pria itu mulai bicara dengan sedih.


Xin Qian berkata dengan ringan, "Itu urusan mu, aku tetap tidak akan menerima hal-hal ini."


Setelah Xin Qian selesai berbicara, dia tidak ingin terus mengganggu orang-orang ini, dan dia meninggalkan halaman keluarga besar Xin setelah mengguncang punggungnya.


“Apakah ada masalah dengan gadis mati ini?” Huo Chunhua memarahi dengan marah. Barang-barang yang mereka kirim ke sini bernilai banyak uang, cukup untuk keluarga Xin tua mereka untuk makan dan minum seumur hidup!


"Itu benar, bagaimana bisa dia tidak ingin hal yang berharga seperti ini! Pasti kepalanya di tendang di seekor keledai." Li Cuiying juga sangat marah.


Bagaimanapun, keluarga besar Xin dan Sanfang belum berpisah. Jika Xin Qian benar-benar mendapatkan barang-barang ini dan menyerahkannya kepada Xin Wenhua dan Liang Jinqiao, dan mereka semua juga bisa menikmati berkah.


Xin Qian sudah pergi, tetapi Huo Chunhua tidak tahan membiarkan orang membawa begitu banyak barang mahal ini pergi.


Pria yang membawa barang-barang itu juga sedikit cemas, dia tidak menyangka bahwa seorang wanita desa tidak akan bersemangat sama sekali saat melihat begitu banyak perhiasan emas dan perak, dan bahkan menolak untuk menerimanya! Jika dia membawa barang-barang kembali, tuannya pasti akan memarahinya karena tidak dapat melakukannya dengan baik.


“Bibi ini, bisakah kamu membujuk Nona Qian lagi?” Pria itu berkata kepada Huo Chunhua.


Huo Chunhua menggerakkan mulutnya dan berkata, "Nak, cucu perempuan ku sikapnya selalu seperti ini, dan sangat keras kepala. Mungkin perlu waktu untuk membujuknya, nak, kamu tidak bisa menunggu lebih lama kan, jadi kau bisa meenyerahkannya pada kami. Lalu, aku akan meyakinkannya."


Pria itu berpikir sebentar dan merasa bahwa apa yang di katakan Huo Chunhua benar. Lagi pula, tuannya memintanya untuk mengirim barang ke rumah Xin Qian, dan dia tidak mengatakan bahwa harus Xin Qian yang menerimanya. Orang tua, kakek-nenek, dan bibi dari Xin Qian berhak mengambilnya atas nama Xin Qian.


“Kalau begitu ku serahkan masalah ini pada mu. Dengan begitu, aku punya penjelasan pada tuan ku ketika aku kembali.” Pria itu berkata dengan penuh terima kasih kepada Huo Chunhua.


Bagaimana mungkin Huo Chunhua tidak senang? Hasilnya, semua hadiah itu di terima oleh keluarga besar Xin tanpa sepengetahuan Xin Qian. Mereka dengan antusias memindahkan semua barang di kereta. Selain perhiasan emas dan perak dan satin sutra, sarang burung dan Ganoderma Lucidum dan sejenisnya, orang-orang desa tidak mampu membeli semua itu.


Huo Chunhua memelototi Liang Jinqiao, "Dasar bodoh. Mengapa Xin Qian tidak menginginkan begitu banyak barang mahal ini? Anak mu Yang’er masih perlu uang untuk pergi ke sekolah, sekarang kalian tidak perlu khawatir tentang uang sekolah tahunan. Kenapa harus menolaknya?"


"Kakak ketiga, ibu benar, jangan bersikap konyol, terima saja hadiah itu, jadi kita semua bisa memiliki kehidupan yang baik di keluarga Xin. Kamu bisa membujuk anak gadis mu lagi. Lalu kita akan menjadi keluarga lagi, biarkan dia juga Kembali ke keluarga Xin. Tidak mudah bagi seorang wanita untuk mengurus anak sendirian. " Ucap Li Cuiying membujuk.


Liang Jinqiao tidak tahu harus membantah apa. Dia tahu bahwa Huo Chunhua dan yang lainnya, tidak ingin berubah pikiran. Lupakan, dia harus berbicara dengan Xin Qian tentang itu nanti.


“Minggirlah, menantu ketiga, jangan melamun terus, tolong bantu memindahkan barang dengan cepat!” Huo Chunhua menyapa.


Liang Jinqiao menghela nafas dan mulai membantu mengeluarkan isi di dalam kereta. Setelah barang di turunkan, pria itu naik ke kereta dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga besar Xin.


"Bibi, aku akan pergi dulu, dan Nona Qian akan ku serahkan pada mu." Ucap pria itu.


"Tenang saja. Tuan, hati-hatilah di jalan." Ucap Huo Chunhua.


Setelah melihat kereta itu pergi menjauh, orang-orang dari keluarga besar Xin memperhatikan barang-barang yang di kirim oleh Mengzi.


"Hei! Begitu banyak sutra, perhiasan emas dan perak, keluarga kita akan menghabiskan seumur hidup," Li Cuiying tersenyum.


"Keluarga besar Xin memiliki kehidupan yang baik!" Huo Chunhua tersenyum sehingga matanya menyipit. Secara khusus, ada beberapa batangan emas di sana! Kapan lagi mereka bisa melihat batangan emas sebesar itu. Apalagi masih ada juga batangan perak!


"Ibu, karena keluarga kita memiliki begitu banyak uang, mengapa kita tidak membangun rumah dulu? Dengan membangin rumah batu bata yang besar, kita tidak perlu bersesakam di rumah yang rusak ini. Kita akan membangun rumah besar yang mewah, deengan seluruh halaman yang luas, itu akan menjadi yang terbaik di seluruh desa. " Li Cuiying mulai berkhayal lagi.


Apa yang paling Li Cuiying inginkan adalah ikut menikmatinya. Keluarga Xin sudah lama miskin, dan akhirnya mendapat sedikit uang, jadi dia dengan cepat merekomendasikan barang-barang yang harus di beli keluarga.


Huo Chunhua merasa bahwa usulan Li Cuiying itu baik, "Dulu Aku tidak punya uang. Sekarang Aku punya uang, Aku harus membangun rumah besar. Kemudian kita masing-masing akan punya satu."


Dengan cara ini, sebagian besar orang di keluarga besar Xin sangat menantikan kehidupan di masa depan.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗