
"Kakak Si, ini bukan tentang apakah aku marah atau tidak, tetapi ada beberapa lelucon yang tidak bisa di katakan semabrangan. Apakah kamu tidak tahu bahwa orang-orang di desa sangat suka bergosip? Meski kamu bercanda, tapi orang lain mungkin menganggapnya serius. Apakah kamu akan bertanggung jawab atas konsekuensinya? "
Di beri nasihat oleh Xin Qian, Xin Si tidak tahu harus berkata apa, jadi dia meminta maaf kepada Xin Qian, "Ya, sepupu Qian, aku minta maaf. Aku salah, aku tidak akan mengolok-olok mu, dan aku tidak akan membuat lelucon seperti ini di masa depan. Sepupu Qian, Liu Lei benar-benar pria yang baik. Apakah kau benar-benar tidak menyukainya? Bagaimana pun, kamu tetap harus menemukan pria yang pekerja keras! "
Setelah Xin Si selesai berbicara, Liu Lei menantikannya. Dia melirik Xin Qian dan ingin mendengar jawaban Xin Qian.
Tetapi sayangnya, Xin Qian berkata, "Kakak Si, terima kasih atas perhatian mu, tetapi pernikahan ku, akan tentukan sendiri. Saat ini, Aku tidak ingin menikah. Aku akan tetap tinggal bersama Xiao Chen. Itu sudah cukup.”
Xin Qian sengaja mengatakan ini di depan Liu Lei. Jujur saja, dia tidak tega menyakitinya. Tetapi setelah semua, dia tidak ingin membuat Liu Lei terus berharap, jadi Xin Qian berharap, setelah Liu Lei mendengar ini, dia tidak lagi harus memikirkannya.
Seperti yang di harapkan Xin Qian, setelah dia selesai berbicara, mata Liu Lei terlihat kehilaangan tanpa di sadari.
“Hari sudah hampir gelap. Jadi, aku harus pergi.” Xin Qian berdiri di depan Liu Lei, dia merasa saangat tidak nyaman, dan cepat-cepat pergi.
Melihat Xin Qian telah pergi, Xin Si menepuk bahu Liu Lei dan menghiburnya, "Liu Lei, tampaknya, sepupu ku benar-benar tidak menyukai mu. Hei, Kamu tidak muda lagi, karena Xiao Hong telah jatuh cinta dengan mu, mengapa Kamu tidak menikahinya dan bergabung dengan keluarganya?! Pokoknya, keluarganya kaya, dan Xiao Hong adalah salah satu gadis yang terbaik di desa kita. Kami tidak bisa membuang waktu pada orang yang tidak pasti! "
Liu Hu yang ada di samping juga menimpali, "Itu benar, Liu Lei, ada banyak bunga harum di ladang. Mengapa repot-repot mencintai satu bunga. Kamu tidak bisa mencintai Xin Qian sendirian lagi. Akhir-akhir ini, memang ada gosip tidak menyenangkan tentang Xiao Hong, tapi aku yakin itu hanya kabar burung. Tidak mungkin Xiao Hong di nodai oleh Liu Shan.”
"Hei, itu hanya gosip. Aku tidak percaya itu. Liu Lei, kamu jangan jadi pria bodoh. Entah bagaimana Xiao Hong adalah seorang gadis yang bersih. Mengapa kamu menyukai sepatu bekas, yang sudah punya seorang anak?" Ucap Wang Meng, sepertinya tidak bisa mengerti, apa yang di pikirkan Liu Lei, "Jika saja, Xiao Hong bisa melihat ku, aku pasti sudah lama bergabung dengan keluarga Xiao!"
Setelah Wang Meng mengatakan kata-kata ini, Liu Lei segera menjadi marah, meraih kerah baju Wang Meng, dan berteriak, "Siapa yang kamu katakan adalah sepatu bekas? Ayo, kamu mengatakannya lagi!”
Wang Meng bingung dengan reaksi Liu Lei. Lalu, berkata dengan kesal, "Sepatu bekas yang ku bicarakan adalah Xin Qian, bukankah dia sepatu yang rusak? Dia belum menikah tapi dia punya anak. Liu Lei, kenapa kau marah pada ku? Aku hanya mengatakan fakta dan berniat baik untuk mu!"
“Buagh!!” Liu Lei mendengus dan meninju wajah Wang Meng. "Jika kamu berani mengatakan itu lagi tentang Xin Qian, aku akan memukul mu!”
Wang Meng kesakitan, dan mengutuk Liu Lei, "Liu Lei, apa kamu sakit? Kamu memukul teman mu ketika dia menasehati mu? Aku teman mu! Siapa itu Xin Qian? Siapa kau baginya?! Untuk apa kamu melindunginya seperti ini? Hahaa, apa kamu tidak sadar, bahwa Xin Qian tidak ingin menikahi mu? Apakah kamu masih berpikir untuk menikahinya di masa depan? "
Kata-kata Wang Meng menjadi semakin tidak menyenangkan. Dia tidak bisa menerima tinju tanpa balasan, jadi dia mengangkat tinjunya dan memukul wajah Liu Lei. “Bughh!!”
Pukulan itu tidak ringan, dan Liu Lei juga menderita sedikit rasa sakit, merasakan darah tumpah dari mulutnya. Liu Lei geram dan memukul wajah Wang Meng lagi. “BUAGH!”
Begitulah, kedua pria itu mulai berkelahi, dan saling memukul. Mereka sama-sama tidak mau mengalah. Hasilnya, ada banyak bekas tinju di wajah Liu Lei dan Wang Meng.
Xin Si dan Liu Hu buru-buru melerai mereka. Xin Si berkata dengan kesal, "Kalian berdua, berhenti bertarung! Apa yang kalian lakukan ini, sungguh bodoh!”
Pertarungan antara keduanya menarik perhatian orang yang lewat. Tapi mereka semua adalah wanita, tentu saja mereka hanya bisa menonton pertarungan di samping. Mereka tidak bisa ikut campur saat dua pria besar berkelahi, jika tidak, itu mungkin menyakiti mereka!
Butuh beberapa waktu, sampai akhirnya, Xin Si dan Liu Hu bisa melerai Liu Lei dan Wang Meng. Keduanya memiliki hidung berdarah dan wajah bengkak, itu tampak sedikit menakutkan.
"Oh, tidak. Mereka biasanya teman dekat di desa. Menurut kalian, mengapa Liu Lei dan Wang Meng saling memukul?"
"Ya, itu aneh. Lihatlah, wajah mereka sekarang, itu terlihat serius..." Para penonton perempuan mulai menyela.
Wang Meng meludah ke tanah, itu adalah darah. Wang Meng mengutuk dengan kesal, “Liu Lei, jika kamu tidak sakit, pukullah seseorang dengan alasan yang masuk akal!”
“Oke, oke, Wang Meng, jangan katakan apapun lagi.” Xin Si menepuk Wang Meng. Setelah akhirnya memisahkan mereka berdua, jika pertengkaran berlanjut, bukankah mereka aakan mati?
Liu Lei manatap Wang Meng dengan marah. Tatapan matanya terlihat tajam, ia sering berburu, dan aura di tubuhnya secara alami bukan apa yang bisa di miliki orang awam. Dia tidak tahan mendengar Xin Qian di hina oleh siapa pun! Liu Lei tidak peduli orang macam apa Xin Qian, dia masih tidak boleh di hina! Apalagi, menghina Xin Qian dengan kata-kata buruk seperti itu.
“Aku pergi!” Setelah Wang Meng melirik Liu Lei, dia pergi dengan marah. Pada akhirnya, dia masih sedikit takut pada Liu Lei.
Para penonton melihat bahwa pertarungan itu telah berakhir, dan mereka semua bubar. Liu Lei tampak sangat mengerikan saat marah, siapa yang tahu jika Liu Lei akan melakukan sesuatu pada mereka?
"Kakak Liu Lei, maka aku juga akan pergi!" Xin Si menyapa dan menghela nafas saat dia pergi.
Liu Lei tidak menjawab, dia berdiri di tempatnya, menyentuh sudut bibirnya yang berdarah dan pecah. Di tidak merasakan sakit ketika bertarung, tetapi dia merasakan sakit setelah pertarungan selesai. Liu Lei menghela nafas lega, wajahnya sedikit sakit.
"Hahh ~" Liu Lei menghela napas.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗