Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 149



"Nenek, karena kamu benar-benar mengumpulkan uang untuk ku terlebih dahulu, jadi serahkan pada ku semuanya sekarang! Tentu saja, aku akan mengurus barang-barang milik ku!" Ucap Xin Qian, dia harus membuat Huo Chunhua menyerahkan barang-barang itu.


Huo Chunhua ingin menggelapkan salah satu harta itu. Jika Xin Qian ingin meminta semuanya kembali, bukankah itu setara dengan membuat hatinya berdarah?


“Gadis kecil, ada sangat banyak uang dan barang mahal, betapa tidak amannya untuk memberikannya pada mu, biarkan nenek mu membantu mu menyimpannya! Rumah bobrok mu mudah untuk di masuki oleh pencuri!” Mulut Huo Chunhua berkedut, dan berkata dengan senyum jelek.


"Ini urusan ku apakah aman atau tidak. Jadi, kembalikan saja pada ku. Tanpa kurang satu pun!” Ucap Xin Qian dengan dingin.


"Ini... Gadis kecil, aturan keluarga Xin kita, semua uang ini harus di simpan oleh ku, karena kamu masih tanggung jawab ku, sesuai aturan." Ucap Huo Chunhua bersikeras. Karena dia tidak bisa lunak dengan Xin Qian, dia hanya bisa bersikap keras dengan Xin Qian. Dia berpikir bahwa ini akan membuat Xin Qian patuh.


"Nenek, sepertinya kamu lupa sesuatu? Sekarang aku telah berpisah dengan keluarga besar Xin, tidak peduli di mana aku tinggal atau apa yang aku miliki, itu tidak ada hubungannya dengan keluarga besar Xin. Mengapa aku masih membutuhkan mu untuk menyimpan barang-barang ku sekarang? " Ucap Xin Qian mencibir.


"Kamu baru saja berpisah. Bagaimana pun, kamu masih keturunan dari Keluarga Xin. Jadi, tidak ada salahnya jika keluarga besar Xin yang mengurus semuanya." Ucap Hua Chunhua.


"Nenek, jangan membuat diri mu malu. Orang-orang masih menonton. Apakah nenek tidak malu untuk mengatakan itu? Ketika Nenem mengusir ku dan Xiao Chen, mengapa kamu tidak berpikir kita berasal dari keluarga besar Xin? Lagi pula, sekarang aku sudah berpisah. Tidak peduli apa yang terjadi pada keluarga ku, itu tidak ada hubungannya dengan keluarga besar Xin! Jadi, jangan mengklaim barang milik ku, berdasarkan hubungan darah!" Ucap Xin Qian dengan sarkas. Dia tanpa ampun menusuk Huo Chunhua di depan semua orang yang menonton. Tidak


Setelah Xin Qian selesai berbicara, dia dengan cepat menggunakan opini publik untuk membangun momentum. Dia menyapa orang-orang yang datang untuk menonton, dan berkata, "Paman dan bibi yang ada di sini, tolong berikan pendapat kalian pada masalah ini. Beberapa hari yang lalu, Seseorang mengirimi ku banyak harta sebagai hadiah. Tapi, aku langsung menolaknya, dan meminta orang itu untuk membawa kembali barang-barang uru. Akan tetapi, saat aku pergi, nenek ku masih ingin menelan barang-barang milik ku. "


Dengan ucapan Xin Qian, semakin banyak orang datang untuk ikut bersenang-senang. Mereka semua berdiskusi di kerumunan, dan Xin Qian tidak malu menceritakan semuanya. Saat itu, ada banyak orang di desa yang melihat kereta hadiah dari Tuan Muda Mengzi. Jadi, secara alami mereka percaya apa yang di katakan Xin Qian. Banyak orang mulai mengkritik Huo Chunhua kareena keserakahannya.


"Meski dia adalah neneknya, kenapa dia bisa melakukan itu? Sekarang setelah keluarga Xin terpisah dengan Xin Qian. Semua harta milik Xin Qian tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga Xin, dan Xin Qian berhak mengurus barang-barangnya sendiri."


"Itu benar, ku pikir Huo Chunhua ini, hanya ingin menelan semua harta ini dari cucunya."


"Hei, bagaimana bisa ada seorang nenek yang sepertinya? Lagipula, Gadis Qian telah lama di usir dari keluarga Xin, dan dia mengurus anak itu sendirian tanpa bantuan keluarga Xin.”


"..." Meskipun suara diskusi warga desa agak kecil, apa yang mereka katakan masih masuk ke telinga Huo Chunhua. Tidak peduli seberapa tebal Huo Chunhua, dia ingin menyelamatkan muka di depan begitu banyak orang di desa.


Bibi Liu juga melangkah dan secara langsung membantu Xin Qian berbicara, "Nyonya tua, jangan terlalu serakah. Kamu harus mengembalikan semua barang milik Xin Qian. "


Huo Chunhua tersipu malu dan menjawab, "Siapa yang mau mengambil alih barang-barang gadis itu, bukankah ini juga barang milik Keluarga besar Xin?"


"Apa yang kamu katakan itu salah, gadis Qian bukan lagi anggota keluarga Xin sekarang." Ucap Bibi Liu.


“Apa hak mu untuk mengurus urusan keluarga Xin kita?” Huo Chunhua sedikit tidak senang. Ngomong-ngomong, ini bukan masalah kecil, begitu banyak harta berharga, dia tidak tahan untuk memberikan semuanya pada Xin Qian. Harta itu tetap harus menjadi milik ku bagaimanapun caranya!


Sikap Huo Chunhua membuat penduduk desa lain memandangnya dengan rendah "Itu benar, sebagai orang luar kami tidak berhak ikut campur. Tapi, sebagai seorang senior kami berhak memberikan pendapat kami, dan apa yang kau lakukan itu sudah jelas sangat salah."


"Itu benar, kamu tidak bisa menggertak junior seperti itu. Gadis Qian benar-benar anak yang miskin. Bagaimana bisa kamu menelan hartanya?”


"Gadis kecil, jika nenek mu tidak membiarkan kami mengurus masalah ini, kamu bisa pergi ke Li Zheng."


"Ya, pergi ke Li Zheng untuk meminta pendapatnya. Liu Fugui adalah Li Zheng, kepala desa di sini, jadi dia berhak memutuskan."


Pada saat ini, Lizheng Liu Fugui juga berjalan menuju sisi Xin Qian. Xin Baoshan secara pribadi pergi untuk menjemput Liu Fugui, dan keduanya berjalan beriringan ke halaman Keluarga Xin.


Setelah Liu Fugui mendengar penjelasan mereka, dia berkata, "Masalah ini memang karena salah Nyonya Huo. Rumah tangga Xin Qian telah resmi di bagi, dan perpisaha itu di ajukan oleh Kamu secara pribadi. Sekarang setelah Xin Qian berpisah, semua hartanya harus menjadi miliknya sendiri. Barang-barang Gadis Qian harus di kembalikan padanya."


Huo Chunhua sangat tidak mau, tetapi Liu Fugui telah mengatakan demikian, dia tidak bisa menyinggung Lizheng.


Xin Baoshan juga mendengar situasi di samping, dengan wajah hitam, "Wanita tua, kenapa aku tidak tahu tentang itu sama sekali? Apa kau benar-benar menganggap ku sebagai Kepala keluarga ini? Kamu benar-benar berani mengambil barang dari orang lain atas nama Xin Qian. Sebenarnya, apa yang salah dengan otak mu? Kenapa kau begity rakus akan uang, bagaimana bisa kau mengambil barang-barang orang lain dengan santai? Sekarang, cepatlah dan berikan barang-barang itu kepada gadis Qian!”


Setelah di paksa oleh Liu Fugui dan Xin Baoshan, Huo Chunhua tidak punya pilihan selain mengatakan,


"Baiklah! Aku akan memberikannya kepada gadis Qian! Bukankah aku hanya berniat membantunya…." Suara Huo Chunhua menjadi lebih kecil, dan dia tidak tahu apa yang dia bicarakan saat ini.


Xin Qian menambahkan kalimat lain di depan semua orang, "Nenek, meskipun Aku tidak tahu apa yang di berikan Tuan Muda Meng Zi kepada ku, tapi Aku akan mengembalikannya kepadanya besok. Jika Tuan Muda Mengzi mengatakan bahwa ada sesuatu yang hilang, maka itu pasti salah nenek. Jadi, ku harap, nenek tidak menyelipkan apa pun. "


Niat Huo Chunhua tiba-tiba di tebal oleh Xin Qian, dan dia menjadi lebih marah. ****** kecil ini semakin menjengkelkan dan licik! "Aku tahu! Siapa yang ingin menyelipla barang-barang mu? Hmph!"


"Itu yang terbaik!" Mulut Xin Qian tersenyum.


"Oke, semua orang silahkan duduk kembali ke kursi kalian, dan jamuan akan segera di mulai!" Xin Baoshan menyapa semua orang dengan cepat. Dengan hal memalukan seperti itu terjadi, dia tidak lagi ingin berminat pada suasana pesta hari ini.


Melihat masalah ini selesai, penduduk desa kembali ke tempat duduk mereka.


Akan tetapi, Xin Hui masih tidak mau kehilangan perhiasan itu, jadi dia berjalan mendekati Xin Qian dan berkata, "Xin Qian, kembalikan gelang itu pada ku!"


"Bibi, apakah kamu membuat kesalahan? Ini adalah barang-barang ku, jadi kenapa aku harus mengembalikan barang-barang ku pada mu??" Ucap Xin Qian dengan dingin.


"Ibu bilang itu milik ku, jadi kamu harus memberikannya pada ku!” Ucap Xin Hui marah.


"Tentu saja tidak!" Xin Qian memegang tangannya di pinggangnya, seolah-olah dia menantang Xin Hui.


Huo Chunhua buru-buru berkata, "Oke, Huier, jangan memintanya lagi!"


Xin Hui menginjak kakinya dengan marah, "Ibu, aku suka gelang itu. Ibu bilang itu untuk ku ..."


"Oke, oke, jika keluarga kita memiliki uang di masa depan, aku akan membelinya untuk mu, oke?" Ucap Huo Chunhua sakit kepala, tapi dia tidak bisa menolak anak tercintanya.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗