
Xin Qian tahu itu dengan sangat jelas. Alasan mengapa keluarga Dafang, paman keduanya, tidak ingin berpisah adalah karena anak pertama mereka, Xin Tianlong sedang studi, dan biaya kuliah sangat mahal setiap tahun. Jika mereka berpisah, bukankah biaya studi anak mereka terputus?
Lagipula, biaya studi di zaman kuno tidak murah, dan biaya sekolah setahun akan membutuhkan puluhan perak. Itu sebabnya seorang sarjana di jaman ini sangat di hargai, bahkan di anggap sebagai menantu idaman, karena seorang sarjana memiliki masa depan yang cerah sebagai seorang pejabat pemerintahan.
Keluarga besar Xin ini memiliki banyak ladang, meski ada banyak lelaki yang bisa membantu bekerja di ladang, tetap saja mereka kesulitan mengurus semuanya. Sebenarnya, jika di keluarga besar Xin tidak ada yang melakukan studi sarjana, kehidupan mereka tidak akan terlalu sulit. Biaya tahunan seluruh keluarga telah di habiskan untuk Xin Tianlong.
Oleh karena itu, untuk pemisahan keluarga, tidak hanya Huo Chunhua yang tidak akan setuju, orang-orang dari Danfang pasti tidak senang, karena itu akan mengurangi jumlah properti milik keluarga besar Xin. Lalu, biaya studi anak mereka, Xin Tianlong akan semakin sulit!
Xin Qian memikirkannya, sepertinya jika keluarga pamannya yang lain ingin untuk membagi keluarga, barulah Sanfang bisa berpisah! Tapi, kesempatan ini perlu di buat, sepertinya dia harus memikirkan sebuah rencana secara perlahan.
Xin Qian mengangguk ke Liang Jinqiao dan berkata, "Ibu, aku mengerti. Itu saja untuk saat ini. Mari kita bicarakan tentang ini lain kali."
"Iya, Qian’er. Omong-omong, ingatlah untuk tidak menyebutkan masalah pemisahan keluarga di depan orang lain. Jika nenek mu tahu, itu akan menyusahkan." Ucap Liang Jinqiao mengingatkan.
"Iya Ibu, aku mengerti." Ucap Xin Qian tersenyum ringan.
"Itu bagus." Liang Jinqiao mengangguk.
Ketika ibu dan anak itu akan mengatakan beberapa patah kata perpisahan, tiba-tiba ada keributan di luar rumah….
Tidak hanya Xin Wenshui yang pulang, tetapi beberapa pria lain dari keluarga besar Xin dan Huo Chunhua juga kembali dari ladang. Mereka mengira ada masalah serius yang terjadi di rumah, itu sebabnya mereka semua segera pulang.
“Apa yang terjadi, kenapa kau harus memanggil ku pulang?” Xin Wenshui bertanya kepada Li Cuiying dengan tidak senang.
“Suami ku!” Li Cuiying bergegas ke sisi Xin Tianyu dan mulai menangis. Dia memberi tahu Xin Wenshui tentang masalah tadi.
Setelah mendengar ini, Xin Wenshui marah, "Menjengkelkan! Kau memanggil ku pulang hanya untuk masalah kecil ini? Apa kau pikir aku tidak sibuk?!”
Li Cuiying melihat bahwa reaksi Xin Wenshui ternyata jauh dari bayangannya. Dia langsung menjadi tidak senang, "Suami ku, putra mu sendiri telah di pukuli. Kenapa aku tidak bisa memanggil kamu pulang? Jika kamu tidak membantu Tianyu membalas dendam, apa kita hanya akan membiarkan Tianyu di tindas tanpa alasan?"
"Bukankah gadis itu hanya memukul pantat dua kali? Apa masalahnya? Selain itu, apa yang kamu katakan pada ku? Kau meminta ku memukul seorang gadis? Kau pikir aku, sebagai lelaki dewasa, akan memukul keponakan ku hanya untuk masalah sekecil itu?!!” teriak Xin Wenshui, dia merasa kasihan untuk putranya, tetapi dia tidak ingin kehilangan wajah sebagai pria. Dia tidak akan melawan Xin Qian, dia tidak bisa melakukan itu.
"Sial! Ini bukan masalah sepele, itu putra mu yang di tindas, mengapa aku menikah dengan pria tanpa keberanian!" ucap Li Cuiying kesal, dia mulai menangis lagi.
Alis Xin Wenshui berkedut, dan berkata dengan marah, "Kamu, kamu benar-benar menjengkelkan dan tidak masuk akal!”
“Oke, menantu kedua, berhentilah menangis dan berteriak, masih ada banyak pekerjaan di ladang, kami tidak punya waktu untuk ini” ucap Xin Baoshan menggelengkan kepalanya.
Tadi, cucunya, Xin Jinger berlariam di ladang dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di rumah. Xin Baoshan berpikir bahwa ada masalah yang terjadi di rumah, jadi dia juga ikut kembali pulang. Akan tetapi, dia tidak berharap itu hanya masalah yang sepele! Menantu kedua ini benar-benar tidak masuk akal. Dia sudah lama tidak menyukai Istri anak keduanya itu, Li Cuiying.
Huo Chunhua yang dari awal tidak menyukai Xin Qian pun berkata, "Hah? Gadis busuk itu datang dan memukuli Tianyu?"
“Ya!” Li Cuiying tahu bahwa Huo Chunhua tidak menyukai Xin Qian, dan segera pergi ke Huo Chunhua untuk terus menjelek-jelekkan gadis itu.
Terakhir kali saat Huo Chunhua bertengkar dengan beberapa wanita, Xin Qian tidak membantunya, jadi dia membenci Xin Qian. Lalu, apa yang di katakan Li Cuiying saat ini dapat di gunakan sebagai alasan untuk menghukum Xin Qian!
Huo Chunhua menggulung lengan bajunya dan menunjuk ke arah Xin Wenshui. "Puta kedua, kamu pergi dan bawa gadis busuk itu!"
Ketika Huo Chunhua memerintahkan Xin Wenshui, dia juga berteriak ke arah dalam ruangan, memanggil nama Xin Qian. “Xin Qian, kamu, keluarlah!”
Mendengar begitu banyak orang di halaman, Xin Qian dan Liang Jinqiao pun keluar dari rumah. Melihat semua orang menatapnya, Xin Qian merasa di tanyai.
Xin Qian mengangkat alisnya dengan ringan dan bertanya, "Nenek, ada apa dengan mu? kenapa memanggil ku keluar?"
"Ada apa? Siapa yang meminta mu untuk datang ke sini? Benar-benar pembawa sial. Setelah datang, kau bahkan memukul cucu ku, apa mau mu?!” ucap Huo Chunhua mengutuk.
Alasan mengapa Xin Qian di usir dari rumah, adalah karena ada desas-desus di desa, yang membuat keluarga besar Xin terlihat buruk dan tidak tahu malu. Reputasi Xin Qian yang buruk juga telah mempengaruhi reputasi gadis-gadis lain di keluarga besar Xin. Itu seebabnya, Huo Chunhua segera mengusir Xin Qian.
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Nenek, apa yang Kamu katakan itu salah, mengapa aku tidak bisa datang ke sini? Nama ku masih ada di catatan keluarga besar Xin. Sanfang, orangtua ku juga tidak berpisah dari keluarga besar Xin, itu berarti aku masih bagian dari anggota keluarga besar Xin. Aku hanya berjalan-jalan di halaman ju sendiri, apa itu salah? "
"Siapa yang mengakui bahwa kamu masih bagian dari keluarga besar Xin? Jika kmu di usir, itu artinya kamu tidak bisa kembali! Aku tidak ingin melihat mu, kau bukan cucu ku, gadis tidak tahu malu yang menodai reputasi keluarga besar Xin." Ucap Huo Chunhua kesal.
Xin Qian tidak marah, karena dalam percakapan dengan Huo Chunhua, dia merasa bahwa ini adalah kesempatan lain baginya untuk memisahkan Sanfang!
"Nenek, tidak ada gunanya untuk mengatakannya secara lisan. Kerajaan Zhou kita di atur oleh hukum. Di rumah besar ini, terdaftar bahwa aku adalah anggota keluarga besar Xin, jadi aku bisa kembali pulang kapan pun aku mau." ucap Xin Qian dengan percaya diri. Alasannya terus mengatakan ini juga untuk membuat Huo Chunhua tidak dapat membantah untuk sementara waktu.
"Kau jalang, mulut mu semakin baik saat membantah!” ucap Huo Chunhua dengan marah.
-------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗