Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 236



Xin Ping’er juga terbakar amarah karena terus meneris di marahi, dia meletakkan mangkuk serta sumpitnya dan menghantam meja makan, "Pakk!! Xin Qian, kenapa kamu terus saja menentang ku? Kamu hanya tidak ingin aku makan, kan? Kamu terus saja mengatakan bahwa yang ku lakukan itu salah!"


Setelah mengatakan itu, Xin Ping’er berlari keluar dengan marah. Para pria di ruangan itu menatap kepergian Xin Pinger dengan wajah tertegun. Temperamen Xin Pinger ini benar-benar sulit di atur! Sebenarnya, ketika Xin Ping’er hampir mengambil seluruh hidangan di meja, mereka juga merasa tidak nyaman, tetapi sulit untuk mengatakannya sendiri karena Xin Pinger bagian dari Sanfang.


Tanpa di duga, Xin Qian sendiri yang menegur Xin Pinger berkali-kali, bahkan sampai membuat Xin Pinger menjadi marah. Namun, tidak ada yang menghentikan kepergian Xin Pinger, karena mereka juga takut kehabisan makanan.


Melihat kepergian Xin Pinger, Xin Wenhua hanya bisa menghela nafas, dan berkata, "Ayo terus minum! Xin Ping’er, jangan pedulikan dia."


Xin Wentao sedikit khawatir, jadi dia berkata, "Tapi kakak ketiga, putri mu pergi dengan marah seperti itu, tidakkah kamu takut ada yang salah dengan gadis itu?"


"Apa yang bisa terjadi padanya? Dia harus memperbaiki temperamen nya itu. Jika emosinya sudah berakhir, dia akan kembali lagi. Jadi, jangan khawatirkan dia." Ucap Xin Wenhua


"Itu benar. Hei, gadis ini, Xin Ping’er, sangat sulit di atur, dia bahkan jarang mau bekerja seperti yang lain, dia seperti anak kecil dan dia bodoh. Aku masih kurang dalam mengajarinya.” Ucap Liang Jinqiao menghela nafas.


“Yang terbaik adalah segera menikahkan Xin Pinger. Jika gadis itu sudah menikah, mungkin dia akan bisa mengerti betapa pentingnya keahlian untuk memasak dan bekerja bagi seorang wanita. Mungkin di rumah mertuanya gadis itu akan mau menurut.” Ucap Xin Wenhua seraya mengerutkan alisnya.


"..." Akhirnya, semua pria lanjut mengobrol sambil minum, dan mereka tidak menganggap kemarahan Xin Ping’er.


Setelah makan malam, Xin Qian pulang dengan Xiao Chen ke rumah mereka. Xin Qia harus beristirahatlah lebih awal di malam hari, karena besok dia dan Mu Lan akan pergi ke kota Yangcheng


Xin Qian berbaring di tempat tidur setelah mandi, dia mulai menrindukan makanan ringan dari abad ke-21. Sudah lama dia tidak memakannya semenjak jiwanya bertransmigrasi ke dunia ini. Selain bisa membuat makanan ringa yang dia suka makan di abad ke-21, Xin Qian juga bisa membuat makanan ringan dari abad ke-21 untuk di jadikan sebagai ide untuk bisnis makanan miliknya! Bukankah itu ide yang bagus?


Xin Qian memeras kepalanya dan memikirkan berbagai jenis makanan ringan dari abad ke-21 yang akam dia jual di sini, seperti roti goreg tusuk, wonton, mie goreng dan susu keledai, yang belum pernah dia lihat di Kota Yangcheng sebelumnya.


Keesokan harinya…


Xin Qian bangun pagi-pagi dan pergi ke rumah Mulan, setelah itu keduanya menaiki kereta keledai dan ke Yangcheng.


Sesampainya di kota Yanhcheng, Wanita pemilik kios juga datang ke sini lebih awal untuk menunggu kedatangan Xin Qian. Kemudian, mereka segera menyelesaikan dokumen kontrak yang telah di sepakati bersama. Masing-masing menyimpan satu cetakan dokumen di tangan mereka.


Sebelum pergi, wanita itu menjelaskan beberapa hal tentang kios itu. Selain kios yang di sewa oleh Xin Qiam, masih ada meja, kursi, kompor, dan sejenisnya, dan di samping warung, ada ruangan yang sangat kecil untuk menyimpan barang-barang saat menutup kios makan, untuk mencegah seseorang mencurinya. Dengan adanya ruang penyimpanan, itu juga membantu Xin Qian agar dia tidak perlu bolak-balik ke desa sambil membawa barang.


Setelah selesai, Xin Qian segera membayar uang sewanya, dan wanita itu menyerahkan kunci ke tangan Xin Qian. Wanita itu tersenyum dan berkata kepada Xin Qian, "Gadis, kios ku sekarang di serahkan kepada mu, jadi kamu harus menyimpan kuncinya dengan baik."


"Terima kasih, bibi." Jawab Xin Qian tersenyum


"Haha, aku akhirnya bisa pulang kampung untuk membantu menantu perempuan ku sekarang. Gadis, lakukanlah dengan baik, bisnis ini tidak akan buruk. Semoga bisnis mu lancar.”


Xin Qian juga mengangguk, lalu berkata, "Tentu saja, terima kasih bibi."


"Sama-sama!" Jawab Wanita itu, kemudian dia berbalik pergi.


Setelah melihat bahwa wanita itu telah pergi, Mulan berkata dengan sedikit bersemangat, "Xin Qian, akankah ini menjadi kedai makan kita mulai sekarang?"


"Hmm!" Xin Qian mengangguk dan tersenyum


"Senang sekali! Xin Qian, mari kita bekerja keras, jadi kita pasti akan menghasilkan banyak uang!” Ucap Mulan dengan antusias.


Xin Qian tersenyum, dan menjawab dengan percaya diri, "Tentu saja."


Makanan ringan yang di buatnya jauh lebih lezat daripada keahlian wanita di era ini. .Jika bisnisnya begitu lancar, secara alami pendapatannya tidak akan buruk. Setelah selesai memeriksa kedai. Xin Qian berkata kepada Mulan. "Kakak Mulan, ayo pergi dan belanja."


"Oke, ayo." Mulan mengikuti dengan penuh semangat.


Xin Qian dan Mulan berjalan di sekitar pasar, dan membeli 20 kilogram tepung terigu, 10 kilogram beras ketan, dan 5 kilogram daging babi. Selain itu, mereka juga membeli minyak, garam, rempah-rempah, dan sayuran. Karena mereka membeli lima kilogram daging babi sekaligus, bos toko daging memberikan beberapa tulang rusuk sapi dengan gratis kepada mereka. Tidak ada daging di tulang rusuk itu, dan tidak ada lemak juga, sehingga orang kuno tidak menyukainya.


Tetapi, pada abad ke-21, sup tulang rusuk itu sangat bergizi, dan harganya bahkan lebih mahal dari daging biasa. Jika mereka menggunakan sup tulang rusuk ini untuk kaldu mie, maka rasanya pasti akan enak.


Xin Qian bertanya kepada pemilik toko daging, "Bos, jika Aku membeli daging dan tulang rusuk sapi ini dari mu setiap hari, dapatkah kamu memberikan ku harga yang lebih murah?"


“Jika gadis itu dapat membeli begitu banyak setiap hari, harganya pasti akan ku berikan lebih murah untuk mu,” Jawab Bos toko daging itu sambil tersenyum.


"Lalu seberapa banyak harganya lebih murah?" Tanya Xin Qian.


"Gadis, jika kamu daging sebanyak hari ini, maka aku akan memberi mu diskon 14 koin tembaga. Jadi, bagaimana menurut mu?" Ucap Bos toko daging itu


Xin Qian memikirkannya, itu harga yang sangat bagus. Lagi pula, dia bisa menghemat lebih banyak uang jika dia mendapat diskon. Harga daging di setiap Toko di sini hampir sama, karena Xin Qian sudah beberapa kali ke sini dan membandingkannya. Hanya toko ini yang lebih murah. Oleh karena itu, daging di toko ini lebih cepat habis dari toko lain, sehingga daging di sini juga jauh lebih segar daripada toko lainnya.


"Bos, aku akan melindungi bisnis mu mulai sekarang." Ucap Xin Qian tersenyum.


"Itu Bagus!" Ucap Bos toko daging itu


"Beri aku 1 kilogram tulang rusuk lagi!" Ucap Xin Qian.


"Segera siap!" Bos dengan cepat mengambil semua tulang yang gemuk, dan memberikannya kepada Xin Qian.


Setelah membayar uang dengan hati yang bahagia, Xin Qian membawa barang-barang iituni dan memasukkannya ke dalam kereta keledai miliknya. Pembelian besar hari ini menelan biaya lebih dari 5 koin perak. Untungnya, seluruh kios itu di sewakan. Kalau tidak, meskipun barang-barang lainnya tidak terlalu mahal, panci dan wajan akan membutuhkan banyak biaya untuk itu. Yang paling penting adalah butuh waktu untuk membeli barang-barang itu.


"Kakak Mulan, ayo kita pulang," Ucap Xin Qian.


"Oke!" Mulan mengangguk dan memamdang ke arah Xin Qian yang membeli begitu banyak tulang rusuk, karena dia agak bingung, jadi dia bertanya, "Xin Qian, untuk apa kau membeli banyak tulang rusuk ini?"


"Aku akan membuatnya mejadi sup, jika kita menggunakan sup tulang rusuk ini ke dalam mie, rasanya akan benar-benar enak. Tulang rusuk ini tidak mahal, dengan biaya yang rendah kita bisa mendapatkan banyak keuntungan!" Ucap Xin Qian menjelaskannya pada Mulan.


Mulan mengangguk, "Aku mengerti.”


"Kakak Mulan bisa mencobanya sendiri besok. Jika itu enak, Kakak Mulan juga harus membeli tulang rusuk ini, biarkan anak-anak dan Suami mu memakannya, sup tulang ini sangat baik ntuk mengisi kembali nutrisi di tubuh mereka. Terutama anak-anak mu, mereka masih harus tumbuh besar, dan sup ini sangat baik untuk tulang. ” Ucap Xin Qian menyarankan.


Mulan berpikir bahwa ketiga anaknya memang kurus kering, tanpa daging. Hanya saja kondisinya di rumah tidak bagus dan tidak mudah bagi mereka untuk bisa membeli daging setiap hari. Mulan tidak tahu bagaimana cara memasak tulang rusuk sebelumnya. Walaupun harganya murah, penduduk desa merasa tidak ada lemak dan nutrisi di dalamnya. Sekarang Xin Qian sudah berkata begitu, jadi tulang rusuk ini tampaknya menjadi suplemen penting untuk keluarganya.


"Xin Qian, apakah tulang rusuk ini benar-benar baik untuk tubuh?" Tanya Mulan lagi.


"Tentu saja, kaldu tulang rusuk itu sangat bergizi, bahkan nutrisinya lebih baik daripada makan daging secara langsung. Jadi, tentu saja itu baik bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan." Ucap Xin Qian


"Oke, kalau begitu aku akan membeli dua kilogram tulang rusuk ini, lalu aku akan merebusnua saat pulang nanti." Ucap Mulan.


Akhirnya mereka kembali ke desa…


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗