Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 269



Xin Wenhua dan pasangan Qin terus mengobrol, Mu Chunfang menyadari tentang situasi keluarga Xin Ping’er. Mendengar apa yang di katakan Xin Wenhua, keluarga itu cukup kaya. Jadi, mereka tentu saja harus menikahkan Qin Yuan dengan Xin Ping’er. Setelah itu, keluarga Qin mereka akan di bantu, dengan begitu mereka mungkin tidak harus menjalani kehidupan keras seperti sekarang.


Ketika pasangan Qin melihat penampilan putra mereka yang tidak bahagia, mereka berpikir bahwa mereka harus membujuknya. Untuk keluarga mereka, Xin Pinger ini harus tetap menjadi menantu keluarga mereka.


Di dapur, dengan kombinasi Xin Qian dan Liang Jinqiao, hidangan cepat di siapkan, dan semuanya di bawa ke ruang tamu, untuk menyambut keluarga Qin.


Ketika hidangan di sajikan, keluarga Qin tampak tergiur. Mereka tidak pernah berharap datang ke rumah calon mempelai wanita itu dan akan di sambut dengan begitu banyak makanan lezat. Mereka menelan air liur mereka karena bau makanan itu.


Sambil menunggu Xin Wenhua selesai berbicara, mata Keluarga Qin terus melirik piring di atas meja.


Liang Jinqiao tersenyum dan berkata, "Ayo, makan lah drrngan cepat, kami sudah menyiapkan banyak hidangan hari ini, jangan sungkan, makan saja!"


Mu Chunfang tersenyum pada Liang Jinqiao dan berkata, "Kakak ipar, hidangan yabg kamu buat ini benar-benar enak. Di sinj ada ikan dan daging, bahkan kebanyakan orang tidak sekaya makanan keluarga mu selama perayaan Tahun Baru!”


Liang Jinqiao tersenyum dan berkata, "Kalian adalah tamu penting, jadi tentu saja kami harus menyambut kalian dengan baik. Keluarga ku dulu jarang makan bisa daging, tapi sekarang aku sering memakannya. Yah, selama kita berusaha, semuanya akan lebih baik di masa depan!"


Ketika Liang Jinqiao mengatakan kata-kata ini, dia tidak bermaksud apa-apa, dan tidak terlalu banyak berpikir.


Namun, saat keluarga Qin mendengar perkataannya, mereka menghela nafas dalam hati mereka. Kondisi ekonomi keluarga Xin ini benar-benar luar biasa. Alangkah baiknya jika keluarga mereka juga bisa makan daging secara teratur di masa depan.


Saat berbicara, keluarga Xin juga duduk di sekitar meja. Meja tidak besar, jadi beberapa orang harus berdempetan agar bisa duduk bersama.


Xin Ping’er duduk di samping Qin Yuan dengan ekpresi bahagia..


Namun, melihat itu, Qin Yuan sedikit mengernyitkan dahinya, tampak tidak senang.


Xin Ping’er tidak menangkap emosi tidak senang di wajah Qin Yuan, bahkan dia lebih merapat ke sisi Qin Yuan lagi, berharap seluruh tubuhnya bisa menempel pada Qin Yuan.


Melihat sikap centil saudarinya, Xin Qian hanya bisa menghela nafas. Xin Ping’er ini, bahkan jika dia menyukai orang lain, dia tidak perlu seperti ini, kan? Jika dia tidak tahu bagaimana harus menahan diri, apakah dia tidak takut terlihat menjijikkan di mata Qin Yuan?


Di depan begitu banyak orang, Xin Qian tidak mungkin bisa mengingatkan Xin Ping’er dengan santai.


Pasangan Qin diam-diam mengedipkan mata mereka pada Qin Yuan, dan Qin Yuan pun menekan rasa jijik di matanya.


"Mari makan! Hari ini kedua keluarga kita akhirnya berkumpul untuk makan bersama. Semoga semuanya berjalan lancar sampai hari pernikahan!" Xin Wenhua menyapa dengan senyum.


“Tentu saja!” Jawab Keluarga Qin.


"Ayah…" Xin Pinger memanggil dengan malu-malu.


Xin Wenhua bertanya, "Ada apa, Ping’er?"


"Ayah, bukankah Xin Qian memberi mu sebotol anggur yang enK sebelumnya? Bukankah Ayah seharusnya mengeluarkannya untuk para tamu?” Ucap Xin Pinger.


Ketika dia mendengar itu, mata Qin Yuan, dan Ayahnya, Qin Dahai, bersinar ketika mereka mendengar anggur yang enak. Yang paling pria sukai adalah minum, tetapi kondisi di rumah mereka yang buruk, mereka bahkan jarang bisa minum anggur yang murah, apalagi anggur yang enak dan mahal.


Xin Wenhua menepuk-nepuk kepalanya dan berkata, "Xin Ping’er benar. Lihatlah ingatan ku yang sudah tua ini, aku lupa mengeluarkan anggurnya!"


Xin Wenhua mengambilnya dan mengisi gelas di depan Qin Dahai. “Mari minum!”


Dia belum meminumnya, tapi Qin Dahai tahu ini adalah anggur yang baik dengan mencium aroma anggur ini!


Qin Dahai tersenyum dan memuji Xin Ping’er, "Gadis Ping’er adalah anak yang peduli, dan itu adalah berkat putra ku, Yuan'er, karena dapat menikahinya!"


Di satu sisi, Qin Dahai mengatakan ini kepada Xin Ping’er, dan di sisi lain, dia mengatakannya kepada Qin Yuan, dia hanya berharap Qin Yuan tidak merasa di rugikan dan biisa menerima Xin Ping’er.


Qin Yuan sedikit tidak bahagia, dia tidak menyangka bahwa ayahnya bisa menjualnya seperti ini untuk sedikit alkohol!


“Ayo, jangan diam saja, mari makan dengan cepat!” Xin Wenhua menyapa dengan senyum lagi.


Keluarga Qin tidak bisa menunggu lama sekali. Karena Xin Wenhua dengan sopan mengatakan ini, mereka pun mulai makan.


Keluarga Xin tidak tahu apakah Keluarga Qin ini belum pernah makan makanan lezat ini. Tetapi Keluarga Qin terus memakan hidangan itu, seolah-olah mereka lupa bahwa mereka ada di rumah orang lain!


Xin Qian tidak terlalu puas dengan sikap keluarga Qin di meja makan. Meskipun dapat di mengerti bahwa keluarga Qin terlalu miskin, jadi mereka tidak dapat menahan godaan untuk menghadapi makanan lezat. Tapi tidak bisa seperti ini kan? Mereka terus makan, tanpa jeda, seakan takut orang lain akan mengambilnya.


Keluarga Qin memberi Xin Qian perasaan yang sama seperti yang di berikan Ma Xiaofeng, sangat buruk dan licik! Tapi, pendapat Xin Qian tentang keluarga Qin tidak penting, asalkan Xin Pinger puas, Keluarga Xin akan puas.


Xin Wenhua dan Liang Jinqiao yang melihat bahwa keluarga Qin makan begitu bahagia, sulit untuk berbicara dengan Keluarga Qin, jadi mereka menyapu minat mereka untuk makan sambil mengobrol, dan menunggu sampai mereka selesai makan.


Di meja makan, Xin Ping’er bekerja dengan rajin mengambilkan lauk untuk Qin Yuan.


Qin Yuan menatap sumpit yang di gunakan oleh Xin Ping’er, dia merasa itu menjijikkan. Jika bukan karena fakta bahwa makanan itu benar-benar lezat, dia tidak akan mau menerimanya!


Setelah selsai makan, Xin Wenhua dan Liang Jinqiao siap untuk berbicara dengan pasangan Qin tentang pernikahan kedua anak mereka.


"Oh~" teriak Qin Yuan sambil memegangi perutnya, wajahnya memerah, dan dia tampak sedikit malu.


“Ada apa, Yuan’er?” Mu Chunfang bertanya pada Qin Yuan dengan prihatin.


"Ibu... aku sakit perut, ingin Buang air besar." Ucap Qin Yuan dengan suara rendah karena malu. Ini adalah pertama kalinya dia datang ke rumah calon mempelai wanita, dia merasa malu untuk memberi tahu orang lain tentang hal ini!


Makanan di atas meja belum di bersihkan, mendengar perkataan Qin Yuan, Keluarga Xin merasa tidak senang.


Meelihat raut wajah Keluarga Xin yang tidak enak. Keluarga Qin merasa sangat malu. Untungnya, mereka tidak mendengar ini saat makan barusan, kalau tidak orang-orang di meja ini pasti tidak ingin untuk terus makan lagi!


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗