Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 153



Awalnya, Xin Qian ingin memperbaik8 hubungannya dengan Xin Wenhua daan Liang Jinqiao, bagaimana pun tubuhnya ini memiliki hubungan darah dengan mereka. Tapi, saat mengetahui kebenaran tentang masalah di balik kehamilannya, Xin Qian merasa kecewa pada Ayahnya. Lalu, hari ini, dia akhirnya merasakan apa itu kekecewaan yang mendalam.


Yang terbaik adalah memutuskan hubungannya dengan ayah dan ibunya di dunia ini, sebelum dia celaka, dengan bergitu akhir hidupnya tidak akan begitu menyedihkan. Lagipula, dia bukanlah pemilik asli tubuh ini, Xin Qian sudah lama mati, sekarang ini adalah tubuh miliknya, jadi dia berhak memutuskan ini.


Xin Wenhua dan Liang Jinqiao bukan orang bodoh, mereka bisa melihat sikap acuh tak acuh Xin Qian dan mengabaikan mereka.


"Qian, apakah kamu marah dengan ibu mu?" Liang Jinqiao bertanya dengan hati-hati, bahkan dia tidak berani menatap mata Xin Qian.


"Ibu, apakah kamu pikir aku harus marah dengan mu?" Ucap Xin Qian acuh tak acuh.


Ketika Xin Qian mengatakan demikian, Liang Jinqiao juga kira-kira menebaknya. Apa yang bisa membuat Xin Qian marah? Bukankah dia marah karena dia tidak memberitahunya bahwa Huo Chunhua telah mengambil barang-barang dari Tuan Muda Mengzi?


Liang Jinqiao menghela nafas dan menjelaskan kepada Xin Qian, "Qian, Ibu memang berniat untuk memberitahu mu setelah perjamuan karena tidak baik membuat keributan saat ada banyak tamu di Keluarga besar Xin. Akan tetapi, siapa yang tahu kamu akan mengetahuinya sendiri... "


Xin Qian secara kasar memahami apa yang di maksud oleh Liang Jinqiao. Menurut Liang Jinqiao, jika dia tahu itu sebelum perjamuan, dia pasti akan memiliki masalah dengan keluarga Xin. Sekarang, penjelasan Liang Jinqiao benar-benar tidak berarti, Xin Qian tidak repot-repot memikirkannya, dia benar-benar tidak ingin peduli lagi. Tapi, saat melihat ketegangan dan rasa bersalah di mata Liang Jinqiao, Xin Qian tidak tahan lagi.


"Ibu, ini adalah yang terakhir kalinya. Jika ada sesuatu yang berhubungan dengan ku di keluarga Xin, Ibu harus memberi tahu ku sesegera mungkin." Xin Qian mendesak.


"Ya, Qian, ibu tidak akan seperti ini di masa depan." Jawab Liang Jinqiao mengangguk.


"Yaa." Xin Qian menjawab dengan samar.


Kemudian, Xin Qian memindahkan semua barang-barang itu ke rumahnya sendiri. Tuan Muda Meng ini benar-benar murah hati, dia bahkan bersedia memberikan barang-barang mahal sebagai hadiah. Dengan begitu banyak uang yang Tuan Muda Mengzi miliki, Xin Qian tidak tahu berapa banyak wanita cantik dapat di beli?


Xin Qian tidak tahu mengapa Tuan Muda Meng tertarik padanya. Memang tidak aman untuk meletakkan barang-barang ini di rumah yang rusak ini. Besok, dia akan langsung pergi ke Kota Yangcheng untuk mencari tempat tinggal Mengzi dan mengirimkan barang-barang ini ke Mengzi.


Keesokan paginya….


Xin Qian mengirim katak ke tempat Sun Changquan, setelah mendapatkan uangnya, dia langsung pergi untuk menyelidiki latar belakang Tuan Muda Mengzi. Setelah bertanya-tanya, ternyata Tuan Muda Mengzi ini merupakan karakter besar di kota Yangcheng, karena itu tidak sulit untuk menemukan kediaman Tuan Muda Meng.


Xin Qian segera menemukan Mansion Keluarga Meng dan berdir di depan gerbang Mansion seraya menyeret kereta nya…


Di pintu gerbang Mansion Keluarga Meng, seorang pelayan kecil menyaksikan, dia buru-buru berjalan ke depan dan menghalangi Xin Qian dan tidak membiarkan Xin Qian masuk.


"Kakak, aku di sini untuk mengembalikan barang-barang ke sini. Bisakah kamu membantu ku, dan menyampaikan itu pada Tuan mu?” Ucap Xin Qian tersenyum, seraya menunjukkan kereta penuh barang-barang di belakangnya.


Pelayan pria itu bernama Xiao Si, dia melihat bahwa pakaian yang di kenakan oleh Xin Qian sangat kasar, tetapi Xin Qian terlihat cantik, terutaama temperamennya, Xin Qian tidak bersikap seperti seorang wanita desa. Jadi, Xiao Si merasa baik tentang Xin Qian.


"Kalau begitu kakak, aku akan merepotkan mu, katakan saja nama ku Xin Qian." Ucap Xin Qian memperkenalkan dirinya.


"Oke!” Xiao Si langsung masuk dan memberitahukan laporannya pada Tuan Muda Mengzi.


Setelah beberapa saat, Tuan Muda Meng keluar. Melihat tamunya adalah Xin Qian, dia tersenyum dan berkata, "Ah, Nona Qian, Kamu datang ke sini secara pribadi. Padahal Aku ingin pergi ke rumah mu!"


Tuan Muda Mengzi tersenyum penuh arti, saat melihat iti Xin Qian merasa bahwa dia sedikit jijik. Dia mendengus pelan dan berkata kepada Tuan Muda Meng, " Tuan Muda Mengzi, kamu sangat hebat, bahkan kamu bisa menemukan rumah ku dengan jelas."


Tuan Muda Mengzi berkata dengan bangga, "Tentu saja, di Kota Yangcheng, tidak ada yang tidak bisa di lakukan Tuan Muda ini. Karena Tuan Muda ini tertarik pada mu, Kamu tidak bisa melarikan diri dari ku. Ikutilah akui, di masa depan aku jamin bahwa kau akan memiliki kehidupan yang baik, jangan khawatir! "


Xin Qian mengedutkan sudut mulutnya beberapa kali. "Aku tidak tahu mengapa Tuan Muda Mengzi bisa tertarik pada wanita desa seperti ku? Tidak ada yang istimewa tentang wanita desa seperti ku, kan? Aku tidak begitu cantik, dan aku juga tidak terlalu muda. Dengan status Tuan Muda Mengzi, wanita seperti apa yang tidak bisa kau miliki? Jadi, ku harap Tuan Mida Mengzi bisa melupalan tentang wanita desa ini, dan biarkan aku pergi! "


Xin Qian menyadari bahwa dia sedikit tidak berdaya, karena latar belakangnya sebagai orang biasa, dia tidak berani menyinggung Tuan Muda Mengzi. Di era ini, dia tidak dapat berurusan dengan orang-orang kaya dan berkuasa! Sebisa mungkin dia tidak ingin terlibat dengan mereka!


Tuan Muda Meng tersenyum dan berkata, "Gadis Qian terlalu merendahkan dirinya sendiri. Di mata ku, Gadis Qian berbeda dari wanita biasa. Kau sangat berbeda dan unik."


Kata-kata Tuan Muda Meng hampir membuat Xin Qian muntah! Bajingan ini, sepertinya dia tidak berniat untuk melepaskannya dengan mudah!


"Lalu sejak Tuan Muda Mengzi sudah tahu dengan jelas tentang masalah keluarga ku, apakah Kamu tahu bahwa Aku adalah wanita sudah menikah dan memiliki seorang anak?" Ucap Xin Qian.


Tuan Muda Meng ini, dia seharusnya tidak memiliki selera yang berat, kan? Seorang wanita yang telah memiliki anak, Tuan Muda Mengzi ini seharusnya tidak memiliki minat seperti itu, kan? Pria kuno, sangat menyukai wanita dengan tubuh suci, kan?


Setelah beberapa saat terkejut, Tuan Muda Meng berkata sambil tersenyum, "Tidak apa-apa. Bukankah itu berarti bahwa Nona Qian tidak punya suami? Hanya anak kecil kan. Tuan Muda ini bukan lah orang yang pelit, aku tidak akan terlalu peduli!"


Xin Qian merasa ingin menangis tanpa air mata! Ya ampun, jadi apakah dia harus berterima kasih pada Tuan Muda Mengzi karena toleransinya? Tidak! Dia tidak ingin bersamanya sama sekali!


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗