
Setelah Chen Aniu memarahinya, Feng Yu tidak berani menangis terlalu keras. Sebaliknya, dia mengeluh kepada Chen Aniu. "Aniu, lihat wajah ku, betapa merahnya itu, aku di pukuli oleh perempuan ****** ini."
Chen Aniu memandang ke pipi Feng Yu yang di tampar. Samar-samar menjawab, "Wajah mu jelas hitam, di mana itu bisa merah?"
Karena kata-kata Chen Aniu, Xin Qian tertawa! Awalnya, dia agak marah, tapi sekarang dia merasa lucu. Kulit hitam Feng Yu benar-benar menampar wajahnya sendiri, sepertinya warna hitam kulitnya dapat menyembunyikan merah bekas tamparan! Omong-omong, Feng Yu juga sangat gelap, dan terlihat seperti berasal dari Afrika.
Feng Yu sedikit cemas, dan menggerakkan tangannya ke arah wajahnya lagi, dan menarik Chen Aniu. "Lihat lagi, Aniu, lihat lagi. Pasti ada itu merah."
Chen Anniu sedikit kesal, "Oke, berhentilah. Sebernarnya, apa yang terjadi? Orang tidak akan memukul mu tanpa alasan, kan?"
Xin Qian melirik Chen Aniu, dia merasa bahwa pria ini lebih masuk akal daripada Feng Yu. Sebelum Xin Qian bisa menjelaskan, Chen Erwa membantu Xin Qian menjelaskan.
Wajah Chen Aniu menunduk, dan dia menegur Feng Yu, "Apakah kamu masih memiliki wajah untuk mengeluh? Kau pantas menerimanya."
Feng Yu merasa dianiaya, "Aniu, kamu adalah laki-laki ku, kamu bahkan tidak membantu ku, tapi malah membantu wanita lain? Apakah jiwa mu juga terpikat oleh ****** kecil ini?"
Semakin banyak Feng Yu memikirkannya, semakin dia berpikir itu mungkin. Xin Qian ini seperti rubah dengan daya tarik khusus. Putranya membelanya, dan suaminya juga membantu Xin Qian untuk berbicara. Mengapa bisa seperti itu?
Wajah Chen Aniu bahkan lebih jelek. Apa yang wanita bodoh inj bicarakan? Dia juga Xin Qian hanya bertemu saat ini, bagaimana mungkin dia ada hubungan dengan Xin Qian?
“Kamu wanita gila, sekali lagi kau berkata omong kosong, aku akan menghukum mu.” Setelah Chen Aniu berkata dengan keras, Feng Yu tidak berani berbicara lagi.
Chen Aniu melirik Xin Qian dan meminta maaf kepada Xin Qian, "Xin Qian, Istri ku yang salah karena berbicara kurang kasar pada mu, Aku harap Kamu tidak mengingatnya, Aku meminta maaf untuknya."
Chen Aniu berkata begitu, dan Xin Qian tidak punya alasan untuk bersikeras. Xin Qian tersenyum pada Chen Aniu, dan berkata, "Tidak apa-apa, Aku tidak akan mengingatnya."
Melihat Xin Qian tersenyum sedikit, itu terlihat sangat menawan di wajahnya yang halus. Chen Aniu belum pernah melihat wanita secantik ini. Setiap hari dia bersama wanita berkulit gelap, yang membuatnya tidak ada minat sama sekali. Untuk sementara waktu, Chen Ainiu tampak sedikit terkejut.
Feng Yu melihat Xin Qian tersenyum pada suaminya, dan lelakinya juga tertarik pada Xin Qian. Pelacur kecil ini, seperti yang di harapkan, dia hanya bisa merayu orang! Bahkan suaminya! Dia dengan marah menatap Xin Qian.
Xin Qian tahu peringatan Feng Yu. Tetapi jelas dia tidak mencoba merayu orang di sini.
“Aniu, ayo kita pergi?” Feng Yu menarik Chen Aniu. Jika dia tidak bergegas pergi, dia tidak tahu apa yang akan terjadi.
Baru kemudian Chen Aniu bereaksi dan menyadari kesalahannya. "Pergi, tentu saja,"
"Kalau begitu ayo pergi dengan cepat." Ucap Feng Yu menarik suaminya.
"Baik." Jawab Chen Aniu.
Chen Erwa ingin mengikuti, tetapi kakinya juga terluka dan dia tidak bisa berjalan sama sekali.
Feng Yu hanya mengabaikannya, berbalik dan berkata kepada Chen Erwa, "Erwa, ayo pulang dan lihat bagaimana aku akan menghukum mu."
Chen Erwa menggigil ketakutan.
"Oke, jangan menakuti Erwa, dan biarkan anak itu pulang dengan cepat." Ucap Chen Aniu.
Xin Qian berkata kepada Chen Aniu, “Kakak Chen, Aku pikir luka Erwa cukup serius, jadi ijinkan aku untuk memgobatinya di rumah ku. Aku memiliki beberapa ramuan, aku akan membalutnya pada Erwa dan membiarkannya pulang saat selesai. Apakah tidak apa-apa? "
Chen Aniu berpikir sejenak, mengangguk dan berkata, "Itu akan menyusahkan mu."
"Tidak ada masalah." Ucap Xin Qian.
Feng Yu tidak repot-repot melihat Chen Erwa, anak yang sudah mati ini, akan lebih baik jika dia tidak kembali, lebih baik tinggal bersama Xin Qian dan tidak kembali! Tapi kata-kata Xin Qian masih membuatnya sangat marah. ****** ini, pura-pura baik di depan suaminya, bukankah itu adalah trik untuk merayu pria?
Dalam perjalanan, Chen Aniu tidak bisa tidak memarahi Feng Yu beberapa kata, "Feng Yu, kamu kadang-kadang terlalu keras pada anak-anak. Lagi pula, Erwa adalah anak kita sendiri. Kamu begitu kejam padanya. Bahkan, orang luar memperlakukan Erwa lebih baik dari mu! Lain kali, jika aku melihat mu menyakiti anak-anak ku, aku akan mengusir mu keluar!"
Ketika Feng Yu melahirkan Chen Erwa, dia hampir mati, jadi Feng Yu merasa bahwa Chen Erwa telah membawa malapetaka baginya, itulah mengapa dia memperlakukan anak itu dengan buruk.
Tetapi bagi Chen Aniu, setiap anak adalah sama, semua adallag anaknya. Dia sudah melindungi Erwa selama bertahun-tahun, jika dia tidak melindunginya dari waktu ke waktu, dia tidak tahu seperti apa anak itu jadinya. Tapi, sekarang dia sudah tidak bisa mentolerirnya lagi! Bagaimana bisa dia membiarkan anak-anaknya mati? Lebih baik dia tidak punya Istri!
Feng Yu mendengus dengan marah pada Chen Aniu, "Aniu, jangan marah. Aku tidak akan melakukannya lagi.”
Semua wanita di jaman kuno, paling takut di ceraikan dan di pulangkan ke rumah orangtuanya. Itu sama saja mempermalukan seluruh keluarganya.
"Hmm! Jika kamu tidak bertobat, aku akan langsung memulangkan mu ke ruamh orangtua mu!” Ucap Chen Aniu kesal.
Setelah Chen Aniu dan Feng Yu pergi, Xin Qian berjongkok di depan Chen Erwa dan bertanya dengan lembut, "Erwa, itu sakit kan? Bisakah kamu berdiri dan berjalan? Jika sakit, Bibi Qian bisa menggendong mu, oke?"
Chen Erwa menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak apa-apa, Bibi Qian, aku bisa jalan sendiri."
"Benarkah? Erwa jangan memaksakan dirimu sendiri." Ucap Xin Qian
"Sungguh, Bibi Qian, aku bisa bangun dan berjalan perlahan, itu akan baik-baik saja," desak Chen Erwa.
“Kakak kedua, biar aku yang membantu Erwa berjalan.” Ucap Xin Yang mengambil inisiatif.
“Baiklah, hati-hati jangan sampai terjatuh lagi.” Ucap Xin Qian.
“Baik.” Jawab Xin Yang.
Xin Qian menatap Chen Erwa dengan kagum. Padahal, usia anak ini tidak terlalu tua, dia baru 7 tahun. Meski, berdarah seperti ini, dia tetap tidak menangis, bahkan tidak mau bersikap manja selayaknya anak kecil. Betapa kuatnya hati anak ini.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗