
Hallo.. author gak bisa up beberapa hari ini karena gak enak badan.. author habis suntik vaksin covid 19 dan efek sampingnya adalah demam, pusing, mual, dll. Entahlah, mungkin ini reaksi imun di tubuh karena ada virus yang masuk. Ini aja author masih demam. Jadi, sampai author sembuh, cerita lain belum bisa up yah😞 mohon pengertiannya😊
Xin Ping'er berkata lagi, "Ibu, ayo kita pergi ke rumaah Xin Qian untuk makan! Dia pasti memiliki makanan lezat di sana!"
"Ping'er, itu tidak baik, adik kedua mu sudah kesulitan hidup sendirian..." belum selesai Liang Jianqiao berbicara dan di potong oleh Pinger.
"Ibu, bukan kita hanya numpang makan dua kali? Ibu biasanya sering membantunya kan? jadi tidak bisakah jika kita pergi makan sedikit di rumahnya? Xin Qian pasti tidak akan menolak!" ucap Xin Pinger.
Liang Jinqiao memikirkannya. Jadi dia berkata, "Oke, kalau begitu mari kita pergi ke rumah Xin Qian di malam hari saja."
“Itu bagus!” ucap Xin Ping'er.
.............
Pada sore hari, di rumah Xin Qian. Dia terlihat sedang membawa beberapa ikan tangkapannya dan menuju ke rumah Mu Lan. Bagaimanapun, Mu Lan waaktu itu telah mambantunya sebelumnya, ikan ini merupakan ucapan terima kasih.
Ketika Xin Qian tiba di keluarga Zhu, Xin Qian melihat semua pria dari keluarga Zhu sedang bekerja di ladang. Musim ini adalah waktu di mana pertanian sedang sibuk. Sedangkan, para wanita pasti ada di rumah. Begitu dia memasuki halaman keluarga Zhu, dia mendengar suara tangisan bayi.
“Mungkin anak kakak Mu Lan?” batin Xin Qian. Lalu, dia melirik ke arah dalam halaman rumah Zhu. Di halaman, dia melihat Mu Lan sedang melakukan pekerjaan kecil. Saat ini, dia menganyam bambu untuk membuat beberapa keranjang dan piring bambu.
Xin Qian melihat ada keranjang anyaman di tanah di samping Mu Lan, itu terlihat sangat halus dan bagus. Dia bahkan tidak tahu bahwa tangan Mu Lan sangat cekatan dan kreatif karena dia bisa membuat hal-hal ini.
"Kakak Mu Lan!" panggil Xin Qian.
Mu Lan menoleh dan melirik ke arah suara, dia pun melihat bahwa Xin Qian yang datang, dia tersenyum dan berkata, "Qian, mengapa kamu di sini?"
Xin Qian berkata, "Aku menangkap beberapa ikan, dan aku datang untuk memberi Anda satu mu beberapa!" Dia berjalan ke sisi Mu Lan, mengangkat ikan di tangannya dan berkata lagi, "Ikan ini khusus ku pilihkan yang terbesar untuk mu."
Mu Lan merasa tak enak dan menolak, "Xin Qian, kau tak perlu memberikannya pada ku, simpan saja untuk diri mu sendiri dan anak mu. Kalian pasti kesulitan saat menangkap nya. Kenapa kau memberikannya pada ku?"Lagi pula dia tahu bahwa kehidupan Xin Qian tidak mudah. Dia hidup sendirian sambil menghidupi seorang anak dengan tubuh kecilnya.
"Tidak apa-apa kak, masih ada banyak di rumah ku. Aku hanya ingin kamu mencobanya, ikan ini terasa lezat karenaa masih segar. Ayo ambillah." Ucap Xin Qian tersenyum.
Melihat Xin Qian bersikeras, Mu Lan pun tak sanggup menolaknya, "Qian, terima kasih!" ucap Mu Lan.
"Sama-sama." Jawab Xin Qian tersenyum. Lalu, dia menunjuk ke keranjang di tanah, "Kakak Mu Lan, aku tidak tahu bahwa kamu pandai membuat ini sebelumnya."
Xin Qian mengangguk dan berkata, "Ternyata begitu. Akan tetapi, kakak Mu Lan, jangan berkerja terlalu keras. Jaga kesehatan mu.”
"Untungnya, aku tidak merasa lelah. Ini tidak terlalu berat, dibandingkan dengan bekerja di ladang. Tapi, aku akan mengingat kata-kata mu Qian." Ucap Mu Lan tersenyum.
..............
Sementara keduanya mengobrol, ibu mertua Mu Lan, Nyonya tua Zhu , berjalan keluar rumah, dan berkata, "Menantu ketiga, dengan siapa kau ngobrol?"
Setelah Nyonya Zhu melihat Xin Qian di hadapannya, wajahnya tiba-tiba menjadi tidak sedap di pandang, "Mu Lan, inilah mengapa kau tidak bisa mengurus semua masalah di keluarga, ternyata kau berteman dengan gadis bermasalah ini.”
Xin Qian melihat bahwa Nyonya Zhu menatapnya dengan mata tidak senang. Dia berkata drngan tegas, “Apa yang salah dengan ku, Nyonya Zhu? Kenapa aku yang menyebabkan Mu Lan melakukan kesalahan? Nyonya Zhu tahu kan? Bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan? Jika aku melaporkan ini pada Lizheng maka Nyonya Zhu tahu sendiri apa akibatnya!”
“Kamu!” Nyonya tua Zhu tidak bisa menjawab perkataan Xin Qian.
Reputasinya di desa memang sedikit buruk. Tanpa diduga, Nyonya tua Zhu bahkan tidak memandangnya sama sekali dan mengatakan itu langsung di depannya! Dia, Xin Qian bukanlah orang yang mudah di tindas!
Mu Lan melirik Xin Qiian dengan canggung, dia tahu bahwa apa yang di katakan ibu mertuanya membuat Xin Qian sedih. Jadi, Mu Lan menjelaskan, "Ibu, Xin Qian datang kali ini untuk membawakan kita ikan untuk di makan! Dia tidak punya niat buruk!" Seperti yang dikatakan Mu Lan, dia menyerahkan ikan yang telah dia terima dari Xin Qian kepada Nyonya tua Zhu untuk di lihat.
Nyonya tua Zhu melihat ikan yang dibawa Xin Qian ke mari, berdasarkan berat ikannya itu di perkirakan sekitar tiga kilogram, dan wajah tidak senangnya menjadi jauh lebih baik. Dia mendengus pelan, tetapi tidak menegur Mu Lan dan Xin Qian karena berteman. Mu Lan menghela nafas lega, jika mertuanya mengusir Xin Qian, dia tidak akan tahu bagaimana menghadapi Xin Qian lain kali.
Nyonya Zhu menunjuk ke ikan yang dikirim Xin Qian dan berkata kepada Mu Lan, "Masaklah ikan itu untuk kakak ipar perempuan mu. Dia baru saja melahirkan, jadi dia butuh memulihkan tubuhnya."
Mu Lan menjawab, "Aku mengerti, ibu!"
------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗