Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 126



"Kakak Mulan, sebenarnya, ini tidak terlalu banyak. Jika kamu bekerja keras, kamu dapat menemukan bisnis lain untuk di lakukan, itu akan menghasilkan lebih banyak uang daripada ini." Ucap Xin Qian tersenyum.


"Benarkah itu Qian? Aku tidak tahu sebelumnya. Ternyata aku bisa menghasilkan uang dengan menjual karya ku." Ucap Mulan.


"Tentu saja itu benar, tetapi itu juga tergantung dengan kemampuan setiap orang. Beberapa orang dapat menghasilkan uang, dan beberapa orang tidak bisa." Ucap Xin Qian.


Mulan mengangguk, dia juga berpikir bahwa apa yang di katakan Xin Qian itu benar. Jika bukan karena metode Xin Qian, dia tidak akan bisa menjual banyak keranjang. Terakhir kali dia sendirian, dia tidak bisa menjualnya untuk waktu yang lama!


"Kakak Mulan, cepat dan taruh uang itu di saku mu, jangan sampai itu di rampok," Ucap Xin Qian mengingatkan Ada banyak pencuri di jalan yang ramai, ini adalah alasan mengapa uang tidak bisa di ekspos.


"Ah, baiklah." Mulan mendengarkan kata-kata Xin Qian dan buru-buru menyimpan uang. Setelah itu,, Mulan pergi membeli satu kilo daging babi.


Ketika para wanita yang datang bersama, melihat Mulan menjual semuanya, wanita itu bertanya dengan cemburu, "Gadis Mulan, bisnis mu bagus? Apakah itu semua terjual habis?"


"Ya, cukup sukses hari ini." Ucap Mulan tersenyum. Dia sedang bahagia hari ini.


"Tsk sangat beruntung, apakah kamu menghasilkan banyak uang?"


“Yah, tidak banyak." Ucap Mulan.


"Hei, aku belum menjual setengah dari dagangan ku ini, gadis Mulan, bagaimana kamu bisa menjual semuanya? Ayolah, ajarkan bibi lain kali cara membuat keranjang lain kali.”


"Uh ... ini ..." Mulan bukannya tidak mau mengajarinya, tetapi jika dia mengajarkan mereka cara membuatnya, bisnisnya pasti akan terpengaruh, dan dia masih harus mendapatkan lebih banyak uang.


Xin Qian menarik lengan Mulan, orang seperti lara wanita ini, sebenarnya lebih baik tidak mempedylikan mereka sama sekali. Kemampuan menghasilkan uang tidak dapat di ajarkan secara acak. Bagaimana bisa mereka tidak tahu itu? Oh lebih tepatnya mereka iri!


"Bibi, aku dan Xin Qian akan belanja dulu, ayo kita bicarakan itu nanti," Ucap Mulan sambil tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal pada wanita itu.


"Sikap macam apa ini, bukankah kamu hanya menghasilkan beberapa koin uang? Sangat pelit! Mari kita lihat, apakah bisnisnya akan tetap baik setiap saat," wanita itu bergumam.


Mulan membeli satu kilo daging babi, dia berbalik dan bertanya kepada Xin Qian, "Qian, apakah Kamu sudah selesai membeli semuanya? Apakah Kamu ingin mencari barang lain sebelum kembali?”


"Aku sudah selesai membelinya. Aku juga membeli daging tadi. Aku cukup menghabiskan banyak uang hari ini." Ucap Xin Qian.


"Benarkah? Apa yang Kamu beli?" Tanya Mulan penasaran.


Xin Qian meletakkan keranjangnya dan memperlihat buku-buku dan pena ke Mulan.


"Ah, Qian, untuk apa kamu membeli barang-barang ini? Apakah Xiao Chen akan pergi ke sekolah?" Tanya Mulan.


"Yah, saat Xiao Chen berusia enam tahun, aku akan membawanya ke sekolah. Sekarang aku akan mengajari Xiao Chen sesuatu sebelum dia sekolah." Ucap Xin Qian tersenyum.


Mulan mengangguk, "Qian, kamu tahu cara membaca dan menulis?"


Saat di tanya oleh Mulan, Xin Qian tertegun, mungkin Mulan mengira dia sedang mengajari Xiao Chen untuk membaca. Padahal, yang mengajarkan Xiao Chen membaca dan menulis adalah Mo Lianfeng.


Xin Qian hanya bisa menjelaskan dengan cara ini, jika tidak, bagaimana mungkin seorang wanita yang belum pernah belajar di Sekolah, bisa membaca dan menulis kata-kata?


"Jadi beguru, Qian, paman kelima mu adalah seorang sarjana, dia paati sangat berpengetahuan. Jika dia dapat di terima di Juren di masa depan, keluarga Xin akan berkembang." Ucap Mulan.


Xin Qian tersenyum ringan. Tidak masalah apakah keluarga Xin berkembang dengan baik atau tidak. Itu tidak ada hubungannya dengan Xin Qian.


“Qian, kamu juga hebat, hanya ada sedikit wanita di desa yang bisa membaca.” Mulan memandang Xin Qian dengan iri.


Pada dasarnya, hanya orang kaya yang akan membiarkan anak perempuan dalam keluarga belajar. Tentu saja, itu sangat sedikit.


"Tidak apa-apa, itu hanya mengenali beberapa kata, dan tidak ada yang hwbat, tetapi Mulan bukankah anak laki-laki ketiga mu sudah berusia enam tahun, dia hampir bisa bersekolah. Appakah kamu akan menyekolahkannya?" Tanya Xin Qian.


Mulan menghela nafas, "Tentu saja aku ingin, tetapi keluarga Zhu tua kita bukan keluarga kaya. Selain San'er, ada dua anak laki-laki lagi di dalam keluarga. Tidak mungkin mertua ku setuju untuk memasukkan mereka semua untuk sekolah, kan? Lalu, biaya kuliah selama satu tahun terlalu tinggi, dan Suami ku mungkin tidak sanggup. "


Mulan tampak agak tidak berdaya, tetapi dia tidak ingin menyulitkan suaminya, sebagai Istrinya dia harus memperhatikan situasi keluarga.


Xin Qian berpikir sejenak, "Kakak Mulan, jika Kamu dapat menghasilkan banyak uang setiap hari seperti sekarang, kamu bisa menabung dan salam satu tahun itu pasti akan cukup untuk sekolah San'er kan?”


Mulan terdiam beberapa saat, tapi dia menggelengkan kepalanya. "Kurasa itu tidak akan berhasil. Bahkan jika aku mendapatkan uang, itu harus di serahkan kepada Ibu mertua ku. Dia pasti tidak membiarkan San'er bersekolah. Bukankah sebagian besar anak-anak di desa tidak pergi ke sekolah? "


“Kakak Mulan, tidak bisakah kamu memecah-belah keluarga? Selama ini, kamu telah menghasilkan begitu banyak uang untuk mereka, kamu juga yang paling bekerja di rumah. Tidakkah kamu merasa di perlakukan terlalu buruk?" Ucap Xin Qian.


Apa alasan orang untuk mencari uang dengan berbisnia? Bukankah hanya untuk membuat hidup mereka menjadi lebih baik?


Berbicara tentang sikap keluarga Zhu padanya, Mulan bahkan lebih sedih. Dalam beberapa tahun terakhir, Sanfang adalah yang paling tidak di sukai Ny. Zhu. Jadi, dia telah melakukan banyak pekerjaan di rumah sendirian. Di bandingkan dengan dia, menantu lainnya jauh lebih nyaman.


Jika Mulan bisa berpisah, dia juga ingin berpisah. Setidaknya dengan keluarga yang terpisah, Mulan tidak perlu mengurus bukan Keluarga besar Zhu, tetapi keluarganya sendiri, itu pasti akan jauh lebih mudah.


Ibu mertuanya, Ny, Zhu, adalah lidah berbisa, dia sering memarahi Mulan jika dia tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Jika keluarga harus di pisahkan, mertuanya tidak akan setuju.


"Lupakan saja... Aku akan membicarakan ini nanti," Ucap Mulan tak berdaya.


Xin Qian tidak mengatakan apa-apa lagi, karena Mulan tidak mau, dia tidak bisa menyodok orang lain untuk memisahkan keluarga. Jika Ny. Zhu tahu tentang ini, bukankah dia akan pergi ke pintu rumahnya dan mengutuknya?


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗