Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 107



Ketika semuanya selesai, lapisan keringat keluar dari dahi Xin Qian. Perutnya mulau mengerang kelaparan, dan kepalanya sedikit pusing. Dia tahu bahwa anaknyaa juga pasti sangat lapar sekarang, jadi dia bergegas ke dapur untuk memasak makan siang.


Makan siangnya sangat sederhana, telur orak-arik dengan daun bawang, sup telur kol tanpa daging, tapi untuk Xin Qian dan Xiai Chen yang sudah lama lapar, rasanya sangat enak, mereka mengahbiskan dua mangkuk bersamaan.


Mo Lianfeng sedang berbaring di tempat tidur Xin Qian dan tidak tahu kapan dia akan bangun. Setelah makan, Xin Qian pergi untuk melihat situasi Mo Lianfeng, berharap situasinya tidak akan memburuk. Kondisi Mo Lianfeng tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, jadi mungkin Xin Qian harus pergi ke dokter untuk membantu mengobati lukanya.


“Ibu, kapan Paman Feng akan bangun?” Xiao Chen bertanya dengan suara lembut dan imut.


Xin Qian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ibu tidak tahu, ku harap dia bisa cepat-cepat bangun ..."


“Huh, Paman Feng, tidak boleh mati, kalau tidak Xiao Chen tidak akan memiliki ayah di masa depan!” ucap Xiao Chen seraya meletakkan wajah kecilnya di atas meja, dan berkata dengan tatapan penuh kesedihan.


“Pfftt!” Xin Qian yang sedang minum air, karena kata-kata anaknya, dia tiba-tiba tersedak. "Ahem ~"


Xiao Chen bergegas dan menepuk punggung Xin Qian, dan berkata, "Ibu, apakah kamu baik-baik saja?"


Xin Qian melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak apa-apa!"


Mengapa Xiao Chen sangat peduli dengan Mo Lianfeng? Itu pasti karena dia secara langsung menganggap Mo Lianfeng sebagai ayahnya! Xin Qian tidak tahu harus berkata apa.


“Ibu sayang, minumlah air perlahan-lahan!” ucap Xiao Chen dengan prihatin


Pada sore hari, Xin Qian berdiri di samping tempat tidur Mo Lianfeng. Ketika Xin Yang datang, anak-anak pergi untuk menangkap katak lagi.


Sedangkan, Xin Qian, dia berniat untuk membuat pakaian untuk Xiao Chen, meskipun kain itu sudah di beli, tetapi dia belum pernah membuat pakaian sendiri. Jadi dia batal membuat pakaian, lain kali, dia harus bertanya pada Bibi Liu atau Ibunya, Liang Jinqiao.


Saat Xiao Chen dan Xin Yang kembali dari luar, matahari hampir terbenam...


Xin Yang membawa ember kayu di tangannya, dan tidak ada banyak katak di dalamnya. Melihat penampilan kotor Xiao Chen dan Xin Yang, sepertinya mereka ternoda lumpur.


Xin Qian mengerutkan kening dan bertanya dengan khawatir, "Apa yang salah dengan kalian? Mengapa kalian begitu kotor? Apakah kamu jatuh ke lumpur?"


Kedua anak itu di tanyai oleh Xin Qian, tetapi mereka hanya menundukkan kepala dan tidak berbicara.


"Ada apa? Xiao Chen, ayo, beri tahu ibu, atau ibu akan khawatir." ucap Xin Qian membujuk. Kedua anak itu sangat kotor sehingga mereka mungkin takut di marahi.


"Ibu, ketika paman dan aku menangkap katak bersama-sama, Gou Dan jatuh ke dalam lubang lumpur secara tidak sengaja. Kami membantu Gou Dan dan menariknya bersama-sama, jadi kami menjadi kotor... · " ucap Xiao Chen dengan nada berbisik. Saat berbicara, dia melirik Ibunya diam-diam.


"Apakah Gou Dan terluka?" tanya Xin Qian khawatir.


Xiao Chen menggelengkan kepalanya, "Ibu, Gou Dan tidak apa-apa, tapi pakaiannya lebih kotor dari kita."


Xin Qian akhirnya menghela nafas lega, asalkan anak itu baik-baik saja. Apa yang dia takutkan adalah terjadi kecelakaan dengan anak-anak. Gou Dan adalah putra bungsu Qin Hailan, dan dia adalah anak kesayangannya, jadi biasanya Dabao adalah anak penindas yang nakal.


Selama beberapa waktu ini, Gou Dan juga sering mengikuti Xiao Chen untuk membantu menangkap katak bersama, dan temperamennya yang keras kepala sudah banyak berubah. Dia juga bersikap sopan pada Xin Qian.


Meskipun Xin Qian dan Qin Hailan pernah bertengkar, mereka seharusnya tidak akan melibatkan keluhan antara orang dewasa pada anak-anak. Gou Dan membantu menangkap katak, dan Xin Qian masih memberikan permen seperti anak-anak lainnya.


Xin Qian menepuk-nepuk kepala Xiao Chen dan Xin Yang, lalu berkata, "Baiklah, tunggu sebentar, aku akan merebus air panas terlebih dahulu, setelah itu kalian harus mandi, lalu mengganti pakaian, dan setelah itu kita akan makan malam, oke?!"


"Oke!" Kedua anak itu mengangguk dengan sangat patuh.


Xin Qian memasak airnya, tidak butuh waktu lama dan panci air mendidih dengan cepat. Dia menuangkan air panas ke dalam bak, mencampurnya dengan air dingin, dan menguji suhu airnua sebelum membiarkan kedua anak itu mandi.


"Ayo, aku akan membantu kalian mencuci!" ucap Xin Qian


Tapi, Xin Yang yang melepas pakaiannya terlihat malu, lalu dia segera duduk di bak untuk mandi.


"Yang’er, ada apa?" Tanya Xin Qian


Wajah Xin Yang semakin memerah, dia melirik Xin Qian dan berbisik, "Kakak kedua, bisakah aku mencuci sendiri?"


Xin Qian tertegun, dan setelah bereaksi, dia tahu apa yang di maksud oleh Adik bungsunya ini. Anak itu mungkin pemalu! Lagi pula, Xin Yang sudahberusia delapan tahun, dan dia tahu bahwa jika Xin Qian akan membantunya mandi, Xin Qian pasti akan melihat tubuhnya.


Xin Qian tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja! Yang’er adalah seorang pria sekarang, kamu sudah tidak perlu kakak kedua untuk membantu mu mandi, kan?"


Xin Yang mengangguk malu-malu.


Setelah Xiao Chen mendengar ini, dia juga berkata kepada Xin Qian, "Ibu, Xiao Chen juga seorang pria sekarang, bisakah Xiao Chen mandi sendiri?"


Xin Qian merasa terhibur dengan penampilan dua anak kecil yang lucu. Xiao Chen baru berusia tiga tahun tapi dia mengatakan bahwa dia seorang pria! Perbedaannya saat besar, di bandingkan dengan anak-anak di abad ke-21 yang masih butuh bantuan orang tua mereka untuk makan dan mandi. Xin Qian merasa bahwa anak di jaman kuno ini sangat pintar dan mandiri.


"Baiklah, Xiao Chen bisa mandi sendiri hari ini, tapi Ibu harus membantu mu mencucinya lain kali.” Ucap Xin Qian.


Ekspresi Xiao Chen tenggelam untuk sementara waktu, dan segera pulih. Dia mengangkat kepalanya dan tersenyum manis pada Xin Qian, "Oke, ibu, Xiao Chen akan mencuci diri hari ini, dan ibu akan membantu Xiao Chen mencuci di hari lain, jadi Xiao Chen bisa menjadi pria hari ini! "


"Hahha!" Xin Qian tertawa, lalu berbalik pergi, dia ingin menghormati kedua anak itu, dan dia keluar dari rumah, tidak lupa juga menutup pintu, dia ingin membiarkan kedua anak itu mencuci diri mereka sendiri.


Butuh waktu sekitar sepuluh menit bagi kedua anak untuk mencuci. Setelah mengenakan pakaian bersih, dan Xin Qian mulai bersiap untuk memasak makanan untuk makan malam. Tepat ketika Xin Qian berbalik dan memasuki dapur, teriakan tajam terdengar di belakangnya.


Qin Hailan membawa Gou Dan di tangannya. Tubuh, sepatu, dan kaki Gou Dan itu semuanya tertutup lumpur, dan wajahnya bahkan lebih kotor!


Alis Xin Qian berkedut, anak itu memang terlalu kotor.


Qin Hailan menanyai Xin Qian dengan marah. " Xin Qian, jalang kecil, lihat apa yang kamu buat pada anak kesayangan ku, kamu harus memberi ku penjelasan hari ini."


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗