Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 359



"Kamu ... kamu berani menyebutku sakit? Hei, Xin Qian, kamulah yang sakit!" Xin Ping'er menggulung lengan bajunya dengan marah, siap untuk berkelahi.


Xin Qian mengerutkan kening dengan sangat jijik, wanita ini 80% gila!


Sebelum Xin Ping'er memiliki kesempatan untuk mendekati Xin Qian, dia dihadang oleh Ye Li, dan Xin Ping'er menabrak ke dada Ye Li. Dada Ye Li begitu tebal, jadi setelah Xin Ping'er memukulnya, kepalanya terpukul dengan keras, membuaatnya merasa sakit.


“Kamu berani mencobanya?!” Suara dingin Ye Li masuk ke telinga Xin Ping'er.


Xin Ping'er menggigil ketakutan, dan memberi Ye Li keluhan. "Aku dengan baik hati mengingatkan mu! Tetapi, Kamu justru membantu Xin Qian! Hei, lihat saja nanti, biarkan Pangeran ketiga tahu bahwa Kamu sedang menggoda pria lain. Saat itu terjadi lihat saja apa yang akan Kamu lakukan!"


Xin Ping'er berkata kepada Ye Li terlebih dahulu, dan kemudian melihat Xin Qian. Setelah Xin Ping'er selesai berbicara, dia lalu berbalik dan terus membersihkan meja dengan lap.


Xin Qian sedikit terdiam, mengerutkan kening. Kapan dia bisa menyingkirkan saudarinya yang terbelakang itu!


Liang Jinqiao menghela nafas, berjalan ke Xin Qian, dan berkata kepada Xin Qian, "Qian’er, janga terlalu peduli tentang Pinger, anaknya memang seperti itu."


Xin Qian secara alami tidak peduli, apalagi memikirkan gadis gila itu. Ada begitu banyak orang saat ini dan dia sibuk dengan bisnisnya. Dia menatap ke arah Ye Li, dia menemukan bahwa wajah pria itu tetal tenang dan dia tampaknya tidak terkejut sama sekali dengan berita yang disampaikan oleh Xin Pinget.


Sepertinya orang ini sudah tahu tentangnya lebih dulu. Namun, Xin Qian tidak punya waktu untuk berpikir terlalu banyak, jadi dia berbalik dan pergi untuk menyambut para tamu.


Pada saat Xin Qian berbalik, mata Ye Li menunjukkan jejak kehilangan.


Sekitar pukul delapan pagi, ketika orang-orang sibuk, keluarga Qin Yuan datang, dengan seorang pria muda di belakangnya yang terus melihat sekeliling, seperti orang bodoh. Ya, orang ini adalah saudara Qin Yuan yang keterbelakangan mental, namanya Qin Chuan.


Keluarga Qin berjalan menuju kedai Xin Qian. Setelah melihat bisnis yang ramai di kedai Xin Qian, mereka hanya bisa menghela nafas dalam hati mereka, berapa banyak uang yang dapat di peroleh dalam bisnis yang begitu ramai seperti ini!


Mu Chunfang datang dan berkata sambil tersenyum, "Mertuaku, bisnismu cukup bagus."


Liang Jinqiao juga tersenyum dan menjawab, "Ya, itu bagus. Mertua, mengapa kamu di sini juga?"


"Bukankah kita akan mengurus pernikahan gadis Pinger? Aku datang ke Yangcheng untuk membeli beberapa barang, karena aku harus memberi keluargamu beberapa hadiah pertunangan nanti." Ucap Mu Chunfang.


Liang Jinqiao mendengarkan dan mengangguk sebagai jawaban, "Ternyata begitu. Kami pasti telah merepotkan kalian tentang hal itu. Kamu tidak perlu mengirim terlalu banyak barang, cukup beli kebutuhan saja.”


Mu Chunfang melambaikan tangannya, "Bagaimana ini bisa dilakukan? Kami masih harus menyiapkan lebih banyak. Lagipula, Ping'er akan menikah dengan Yuaner ku, jadi kami tidak bisa memilih hadiah pertunangan dengan santai."


"Haha, baiklah kalau begitu. Selama periode ini, dua keluarga kita telah mengenal lebih banyak. Kita tinggal menunggu dua anak itu menikah nanti." Ucap Liang Jinqiao.


"Iya!" Ucap Mu Chunfang.


Liang Jinqiao menyapa keluarga Qin dan berkata, "Ayah dan ibu mertuaku, jangan terus berdiri, dan segera duduklah di bangku untuk makan. Apakah kalian belum sarapan?"


Mu Chunfang tersenyum malu-malu, "Begitu banyak orang disini, tapi baiklah… maaf telah membuat banyak masalah untukmu!"


"Tidak apa-apa, jangan sungkan.” Liang Jinqiao buru-buru berkata, tetapi setelah melihat kursi, dia menyadari bahwa kursi itu penuh dan tidak ada tempat untuk duduk.


"Ehem… begini karena kami masih ada pelanggan sekarang, bisakah kalian menunggu?” Liang Jinqiao tampak merasa bersalah dan malu.


Keluarga Qin juga segera ingin makan, tetapi jika mereka mengatakan akan menunggu, bukankah itu berarti mereka ingin makan makanan gratis dari kios Xin Qian? Bukankah mereka akan terlihat seperti pengemis yang kelaparan?


Saat Keluarga Qin masih ragu, Xin Ping'er yang melihat keluarga Qin, berkata kepada Qin Yuan dengan penuh semangat, "Kakak Yuan, kau di sini?"


Suara Xin Ping'er sangat keras. Ketika suaranya lepas, semua orang di sekitarnya menatap Qin Yuan, dan kemudian mulai berbicara dengan tawa rendah.


Qin Yuan mendengar apa yang dikatakan orang-orang ini, telinganya langsung memerah dan dia merasa sangat malu. Mereka pasti membicarakanku karena dekat dengan wanita jelek seperti Xin Pinger!


"Kakak Yuan, Bibi dan Paman, Kenapa kalian masih berdiri dengan linglung? Kemarilah cepat! Ceritakan padaku apa yang ingin kalian makan, aku akan mengambilkannya untukmu!" Setelah Xin Ping'er selesai berbicara, dia datang dan menarik Qin Yuan ke dalam kios.


"Tidak ada tempat duduk di sini ..." Qin Yuan melepaskan tangan Xin Ping'er saat berbicara.


"Tidak apa-apa kakak Yuan, aku akan membiarkan orang-orang ini pergi karena kamu datang!" Dengan itu, Xin Ping'er mendesak wanita yang telah makan di warung untuk waktu yang lama. "Apakah kamu sudah makan dengan baik? Jika kamu makan dengan baik, cepat berikan tempat duduknya."


Sebelum Qin Yuan tidak datang ke sini, dia tidak akan menegur mereka. Sekarang Qin Yuan tidak tempat duduk, jadi tentu saja dia harus membuat orang lain pergi! Xin Ping'er juga tahu mengapa para wanita ini terus berlama-lama, semua itu karena Ye Li juga duduk di kios, dan para wanita ini datang untuk mencari perhatian di depan Ye Li.


Ketika Xin Ping'er mengatakan ini, wanita di kios itu sedikit tidak senang, "Mengapa kita harus pergi? Bukankah kita membayar untuk makan disini? Apa kalian akan mengusir orang-orang sebelum kita selesai makan?"


"Ya benar, bagaimana bisa kalian melakukan bisnis jika begini? Siapa yang mau mampir jika kalian sedang makan tetapi seseorang terus mendesakmu!"


"Orang-orang jelek memiliki banyak masalah! Melihat penampilannya yang penuh perhatian membuatku merasa sakit."


"..."


Xin Ping'er menjadi marah dan berkata pada para wanita itu dengan tangan di pinggangnya, "Ini kios ku. Jika aku memintamu untuk pergi, Kamu harus pergi! Huh! Juga, jangan berpikir aku tidak tahu. Kalian semua adalah wanita tak tahu malu yang selalu berada di sekitar pria yang tampan tanpa melihat penampilanmu sendiri. Kalian selalu duduk disini setiap hari, tapi pria itu bahkan tidak akan melihatmu! "


"******! Kamu mengganggap kami sebagai pengganggu? Hah!”


"Ya, hajar saja dia! Beraninya dia menghina kita!”


"Selanjutnya, aku akan merobek mulutnya." Beberapa wanita bergegas ke depan, ingin memberi Xin Ping'er pelajaran.


Akhirnya, Xin Qian pun menghentikannya. Xin Qian berkata kepada mereka, "Kakak- Kakak, Aku benar-benar malu. Kami telah melakukan kesalahan hari ini. Sebagai permintaan maaf, Aku tidak akan mentraktir kalian hari ini, jadi kalian tidak perlu membayar makanan hari ini.”


Sikap Xin Qian jauh lebih baik daripada Xin Ping'er. Xin Qian juga mengatakan bahwa tagihannya gratis, dan itu akan menghemat banyak uang mereka. Jadi, mereka akan melupakan masalah ini begitu saja, demi uang.


Jadi beberapa wanita mendengus pelan dan berkata kepada Xin Ping'er, "Apa-apaan ~ Dasar ****** gila! Cih!”


Setelah para wanita itu pergi, Xin Ping'er masih marah, seolah-olah dia ingin bertarung dengan mereka.


Xin Qian melirik Xin Ping'er dengan samar, dan berkata kepada Xin Ping'er, "Xin Ping'er, jika semua pekerja memperlakukan pelanggan seperti Kamu, cepat atau lambat tidak akan ada orang di kios ku."


Xin Ping'er menjawab dengan tidak puas, "Bukankah itu kesalahan beberapa pelacur itu! Mereka memesan sedikit tetapi makan untuk waktu yang lama. Apakah tamu-tamu lain harus menunggu untuk duduk?"


"Heh ~" Xin Qian mencibir, idiot ini, bahkan jika itu masalahnya, dia tetap tidak bisa mengusir orang secara terang-terangan! Hal ini juga akan memengaruhi reputasi kios mereka. Inilah dunia bisnis. Saaat reputasimu hancur, maka hancurlah sudah.


Zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗