
Mo Lianfeng tidak berkata apa-apa lagi, tapi langsung menggendong Xin Qian di tangannya, ala bridal style!
“Ah! kamu…” jerit Xin Qian terkejut karena tiba-tiba jatuh ke pelukan Mo Lianfeng! Hatinya berdegub kencang tanpa sadar.
Xin Qian tahu bahwa Mo Lianfeng hanya ingin membantunya, tetapi dia tidak berharap bahwa pria itu akan menggendongnya juga! Saat kakinya menjauh dari tanah, pikiran Xin Qian kosong sesaat. Mo Lianfeng ini benar-benar menggendongnya? Wajahnya segera memerah, apakah dia bermimpi? Jika bukan karena rasa sakit di kakinya, dia benar-benar akan berpikir dia sedang bermimpi.
"Apakah itu sakit?" Suara khawatir Mo Lianfeng terdengar di telinga Xin Qian lagi.
Murong Shuang yang masih duduk di punggung kuda itu akan segera meledak.
Jalang! Wanita jalang ini, dia pasti dengan sengaja jatuh di depan kudanya! Sangat tak tahu malu, dia berani mendekati Mo Lianfeng dengan cara ini!
"Aku… aku terkejut karena kamu tiba-tiba menggendong ku. Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri…” bisik Xin Qian malu, wajahnya memerah sekarang.
Mo Lianfeng tersenyum saat menatap wajah Xin Qian merah, sepertinya gadis ini malu kareena di peluk seperti ini di tempat umum. Tidak apa-apa, dia malah senang bisa memeluknya seperti ini.
Mo Lianfeng berkata, "Aku akan membawa mu ke rumah sakit untuk menangani luka mu, kalau tidak itu bisa infeksi."
“Hm, baiklah. Maaf, aku merepotkan Pangeran lagi.” Ucap Xin Qian mengangguk setuju.
"Sepupu!" Murong Shuang berteriak pada Mo Lianfeng dengan enggan. Mengapa? Sepupunya tidak pernah memeluknya seperti itu! Murong Shuang menggigit bibir bawahnya, kecemburuan dan kebencian memenuhi matanya.
Meski mendengar teriakan Murong Shuang, MoLianfeng bahkan tidak melihatnya, dan pergi dengan Xin Qian di tangannya.
"Ahhh! Sepupu!” Teriak Murong Shuang putus asa. Melihat punggung Mo Lianfeng menggendong Xin Qian dan pergi menjauh, Murong Shuang menjadi gila dengan kecemburuan.
Xin Qian hanyalah wanita desa yang buruk rupa, perlukah sepupunya merawat gadis desa itu sampai seperti ini? Bahkan jika Xin Qian menyukai Mo Lianfeng, sepupunya pasti tidak akan menyukai wanita seperti itu, bukan?
Tubuh Xin Qian sangat dekat dengan tubuh Mo Lianfeng, dan mereka berdua bisa merasakan kehangatan satu sama lain melalui pakaian mereka!
Xin Qian belum pernah di peluk oleh pria mana pun sebelumnya, di dunia modern dia bahkan belum pernah memiliki pacar! Jadi dia tidak tahu sama sekali bahwa kehangatan tubuh pria itu bisa senyaman ini. Tubuh mungilnya merasakan rasa aman dalam pelukan Mo Lianfeng.
Pipi Xin Qian memerah tanpa sadar, dan dia tidak tahu harus berkata apa kepada Mo Lianfeng di sepanjang jalan.
Mo Yan membawa pedang di tangannya dan berjalan di belakang dua orang itu, menjaga jarak, dia tidak ingin menjadi obat nyamuk, dan mengganggu tuannya.
Ketika mereka tiba di rumah sakit, dokter yang duduk di aula memberi Xin Qian perawatan sederhana. Untungnya, Xin Qian tidak melukai tulangnya, kalau tidak situasinya akan bertambah buruk. Tapi, lukanya masih agak dalam, dan dokter memperkirakan bahwa butuh beberapa hari untuk pulih.
"Gadis Qian, aku minta maaf pada mu." ucap Mo Lianfeng.
Xin Qian tertegun, saat dia menatap Mo Lianfeng, dia sedikit bingung. Kenapa pria ini meminta maaf padanya? Seharusnya dialah yang mengatakan terima kasih padanya, karena Mo Lianfeng telah mengirimnya ke dokter untuk membalut luka, dan berterima kasih padanya karena telah menghentikan serangan Murong Shuang.
"Kamu tidak melakukan apa pun yang salah pada ku, mengapa kamu meminta maaf pada ku?" tanya Xin Qian bingung.
"Ini karena sikap Murong Shuang, aku minta maaf untuknya, karena dia sepupu ku." Ucap Mo Lianfeng.
Xin Qian bisa memahami berbagai hal dengan sangat jelas. Lagipula, meski kau memiliki darah yang sama, belum tentu kalian akan memiliki kepribadian yang baik bersama.
“Tapi bagaimanapun juga dia adalah sepupu ku. Nona Qian, aku akan menjaga mu selama sakit.” Ucap Mo Lianfeng
Setelah lukanya di rawat, Xin Qian merasa bahwa rasa sakit di kakinya akhirnya membaik. Tetapi, dia masih kesulitan jika ingin berjalan sendiri, sepertinya kakinya yang terkilir belum membaik.
Mo Lianfeng bersikeras mengantar Xin Qian, "Nona Qian, aku akan mengantar mu pulang."
"Um... ini terlalu merepotkan mu, aku akan pergi sendiri dengan kereta sapi, kamu bisa membantu ku ke kereta sapi untuk kembali ke desa. Itu cukup." Xin Qian menolak dengan sopan, tetapi dia benar-benar tidak ingin terlalu merepotkan Mo Lianfeng.
Ketika Xin Qian datang ke Yangcheng, berapa banyak hal yang telah terjadi, dan dia tidak tahu berapa kali pria ini membantunya. Bahkan urusan Murong Shuang, Mo Lianfeng juga bertanggung jawab untuknya, dia membantunya berkali-kali.
"Nona Qian, sepupu ku yang menyebabkan kamu cedera. Aku secara alami berkewajiban untuk mengantar mu pulang. Jika kamu naik kereta sapi, begitu banyak orang di dalamnya, kai akan terjepit dan luka mu bisa sakit, itu tidak akan baik untuk mu. Ayo. Biarkan aku mengantar mu. Aku akan naik kuda dan itu tidak butuh waktu lama untuk sampai ke desa." Ucap Mo Lianfeng, sebenarnya dia sangat senang mengantar Xin Qian.
Sebelumnya, Mo Lianfeng tidak dapat menemukan peluang, tetapi kali ini dia akhirnya memiliki kesempatan, bagaimana dia bisa melepaskannya?
Mo Yan tersenyum ke samping, dia tahu persis trik apa yang di mainkan tuannya. Dia pun membantu Tuannya dan berkata, "Nona, kamu lebih baik setuju, kalau tidak tuan ku pasti akan merasa bersalah."
Xin Qian bertemu dengan mata licik Mo Yan. Dia lalu memandang ke arah Mo Lianfeng lagi. Apa artinya itu? Apakah benar perasaan Mo Lianfeng untuknya tidak biasa? Dia tidak suka bermimpi hal yang tidak realistis, jadi dia tidak pernah berharap lebih pada perasaan Mo Lianfeng tentang dirinya.
Mo Lianfeng melihat ke belakang dan menatap Mo Yan dengan ringan.
Tapi, pandangan sekilas itu membuat Mo Yan ketakutan! "Tuan, aku salah, aku akan tutup mulut ku!"
Mo Yan buru-buru berbalik. Dia jelas hanya membantu, mengapa Tuannya marah, seolah-olah dia melakukan sesuatu yang salah?
"Aku... " Xin Qian ingin menolak lagi tapi pria itu menghentikannya,
Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Nona Qian, aku bersikeras untuk mengantar mu pulang, jadi jangan menolak."
Nada itu mendominasi dan tidak bisa di sangkal. Hati Xin Qian bergetar dan dia hanya bisa mengangguk, "Kalau begitu, tolong bantuannya PangerN."
Bagaimanapun, Xin Qian merasa sesekali tidak ada salahnya dia bersikap egois, itu karena dia juga ingin bersama Mo Lianfeng lebih lama. Bahkan jika dia tahu mereka tidak mungkin bersama, tapi dia tetap tidak bisa mengendalikan hatinya sendiri. Mungkin karena ini adalah pertama kalinya dia mengalami perasaan suka yang emosional seperti ini.
"Tidak ada masalah." Jawab Mo Lianfeng tersenyum.
zzzz zzzzz zzzzzz zzzzzz zzzzz zzzzz zzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗