Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 313



Karena tidak kunjung ada kabar dari Xin Qian, Zhang Cuier tidak bisa sabar lagi, dia cemas tidak jadi mendapatkan uang sepeser pun, jadi dia datang ke rumah Xin Qian untuk bertanya. Segera setelah dia datang, dia memiliki sikap yang provokatif. Di belakang Zhang Cuier adalah Kakek Chen.


Melihat dua orang yang datang, Xin Qian mengabaikan Zhang Cuier, tetapi menyapa Kakek Chen, "Kakek Chen, ada apa? Apa yang membawamu untuk datang ke rumahku?"


Kakek Chen memandang Zhang Cuier, lalu dia berbisik, dan sepertinya malu untuk berbicara. "Yah... Qianer, kami hanya ingin bertanya, apakah kamu masih menginginkan tanah di rumahku?"


Xin Qian menggelengkan kepalanya, " Kakek Chen, harga tanah di rumahmu terlalu tinggi, meski aku ingin membelinya tetapi aku tetap tidak mampu membelinya."


"Itu ... ayo kita negosiasikan harga ..." Gumam Kakek Chen.


"Maaf kakek Chen. Tapi tanah baru untuk rumahku sudah dibeli, jadi kami sudah tidak membutuhkannya. Hanya membangun rumah, jadj aku tidak membutuhkan begitu banyak tanah." Ucap Xin Qian.


"Ini ..." Ayah Chen dengan hati-hati memandang Zhang Cuier di samping.


Setelah Xin Qian berkata begitu, itu berarti dia tidak akan membelinya karena sudah tidak butuh. Apa lagi yang bisa Kakek Chen katakan? Dia tidak bisa memaksa orang lain untuk membeli tanahnya.


"Xin Qian, bukankah kamu telah sepakat untuk membelinya dengan mertuaku? Mengapa kamu mengingkarinya sekarang?" Zhang Cuier berkata dengan tidak suka.


Xin Qian kehabisan kata-kata. Kemampuan Zhang Cuier untuk membalikkan yang benar dan yang salah.


Xin Qian berkata, "Ya, itu benar, tapi kami sepakat untuk membelinya seharga dua koin perak, tetapi bibi, Kamu mengatakan keberatan kan? Lalu meminta 15 koin perak? Itu mahal sekali, keluarga ku tidak ingin menghabiskan uang dengan boros."


"Aku tidak bicara tentang apa yang aku katakan sebelumnya. Menurut aturan, kamu telah setuju untuk membelinya dengan dua loin perak. Itu sudah diputuskan pada saat itu jadi kamu harus membelinya!" Zhang Cuier mengatakannya dengan lantang, dan Kakek Chen di samping hanya bisa menghela nafas tanpa daya.


"Bibi, apakah Kamu lupa? Kamu adalah orang yang tidak ingin menjual, dan sekarang Kamu berteriak-teriak untuk menjualnya. Setelah aku selesai membeli tanah yang lain, Kamu berlari ke rumah ku, hanya untuk membicarakan hal ini? Bukankah bibi terlalu tidak masuk akal?" Xin Qian hanya bisa mengejek. Dia bukan orang bodoh, dua koin perak bukan uang yang kecil, tetapi juga susah diperoleh! Mengapa dia harus memberikannya kepada orang lain dengan sia-sia?


"Bagaimanapun, Xin Qian, jika Kamu tidak membelinya sekarang, kamu akan melanggar aturan dan kesepakatan. Jadi, kamu harus membeli tanah ku hari ini!" Ucap Zhang Cuier kesal.


Xin Qian merasa bahwa Zhang Cuier adalah orang gila. Dia sendiri yang menolak menjualnya saat itu, sekarang dia berlari ke rumahnya untuj membuat masalah?


"Bibi, karena Aku sudah menjelaskan bahwa Aku tidak butuh lagi tanah darimu, jadi jangan bahas lagi! Bisakah Kamu pergi sekarang?" Xin Qian juga berkata tanpa basa-basi dengan Zhang Cuier.


"Maksud mu apa?!” Zhang Cuier bicara dengan nada yang tinggi.


"Apa bibi masih tidak mengerti? Apa mungkin bibi tidak mengerti bahasa manusia?” Ucap Xin Qian kesal.


Melihat situasinya menjadi buruk, kakek Chen menghela nafas dan berkata kepada Zhang Cuier, "Cuier, ayo pergi. Jika orang lain tidak ingin membeli tanah kita, kita tidak bisa memaksanyanya, bagaimana pun mereka tidak bisa mengeluarkan uang dengan sia-sia, kan?"


Begitu Kakek Chen selesai berbicara, Zhang Cuier menebarkan kemarahannya kepada Kakek Chen, "Dasar pak tua bau tanah dan tidak berguna! Mengapa kita tidak bisa menjualnya? Dia yang ingin membeli tanah itu duluan dan kalian sudah sepakat. Jadi, kenapa kita tidak bisa menjualnya?”


Setelah mengatakam itu, Zhang Cuier mulai mendorong Kakek Chen langsung ke tanah.


“Bugh!”


Melihat perilaku Zhang Cuier, Xin Qian tiba-tiba menjadi marah, orang macam apa ini! Sangat kurang ajar!


“Kakek Chen, apakah kamu baik-baik saja?” Xin Qian buru-buru membantu Kakek Chen di tanah.


"Aduh, punggungku ~" Kakek Chen berteriak kesakitan. Bagaimanapun, dia sudah tua dan tubuhnya tidak kuat, jadi tubuhnya pasti akan sakit ketika jatuh.


"Tidak apa-apa, Qianer," Kakek Chen melambaikan tangannya.


Melihat rasa sakit yang dialami Kakek Chen, Xin Qian memelototi Zhang Cuier. Xin Qian mengutuk dengan marah. "Bagaimana kamu bisa memperlakukan orang tua seperti ini? Ini terlalu jahat, kan?"


Zhang Cuier menjawab dengan sangat bangga, "Untuk apa kamu peduli padaku? Huh! aku melakukan apa pun yang aku suka."


"Aku tidak akan pergi. Jika kamu tidak membeli tanah kami hari ini, aku tidak akan pergi!" Setelah mengatakan itu, Zhang Cuier mencengkerM pinggulnya dengan kedua tangannya.


Xin Qian tidak tahan lagi melihat betapa tak tahu malu orang ini. Jika dia tidak mau pergi, maka biarkan anjing itu menggigitnya! Jadi dia memanggil Xiai Hei di samping, "Xiao Hei, datang dan gigitlah orang ini!"


Mendengar instruksi Xin Qian, Xiao Hei berlari keluar tanpa ragu, dan mulai menggigit Zhang Cuier.


“Ah !!!” Zhang Cuier lari ketakutan, tapi Sayangnya dia masih digigit Xiao Hei. Meski anjing itu kecil tetap saja itu seekor binatang bertaring.


Untungnya, Zhang Cuier mengenakan pakaian tebal dan celana panjang berlapis kapas, kalau tidak dia akan digigit oleh Xiao Hei.


“Xin Qian, cepat usir anjing itu dariku, kalau tidak kamu harus membayar semua biaya pengobatan ku!” Zhang Cuier berteriak dan berkata kepada Xin Qian.


Xin Qian tersenyum dan tertawa kecil, "Hehe. Maaf, bibi, anjing ini penjaga di keluarga ku, Kamu telah membuat masalah jadi dia hanya membalasmu. "


“Ahh!” Saat Xin Qian berbicara, Zhang Cuier menjerit lagi, dan sepotong kain terlepas dari celananya.


"Guk! Guk! Guk ~~" Xiao Hei masih terus menggonggong.


Setelah digigit langsung, kaki Zhang Cuier dicetak dengan bekas gigi, dan darah keluar. Untungnya, Zhang Cuier langsung berlari kencang, jika tidak, lukanya pasti akan lebih parah.


Xin Qian menonton pertunjukan yang bagus ini dengan penuh minat. Hari ini, penderitaan Zhang Cuier hanyalah permulaan, Xin Qian akan mengungkap ke publik tentang perselingkuhannya lain kali.


Melihat memantunya sudah pergi jauh, kakek Chen juga pamit pulang. “Qianer, maafkan gangguan kami hari ini.”


“Itu bukan salah kakek Chen.” Ucap Xin Qian tersenyum.


“Baiklah, kakek pamit dulu. Semoga pembangunan rumahmu berjalan lancar.” Ucap Kakem Chen.


“Terimakasih. Hati-hati di jalan kakek Chen.” Ucap Xin Qian.


Setelah Xin Qian menyaksikan orang-orang itu pergi, bagian depan halaman rumahnya akhirnya kembali tenang.


"Qianer, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku sebelumnya, maka aku akan kembali dulu!" Mu Lan bangkit dan pergi.


Xin Qian mengangguk, dia tahu kalau Mu Lan memiliki banyak hal yang harus di kerjakan di rumahnya, dan ada juga anak-anaknya yang harus diurus.


"Kakak Mu Lan, tidak apa-apa, kamu bisa kembali.” Ucap Xin Qian.


"Oke. Sampai jumpa besok.” Ucap Mu Lan.


“Ya, kakak Mu Lan, hati-hati.” Ucap Xin Qian.


Setelah Mu Lan pergi, Xin Qian membereskan barang-barangnya.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗