Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 254



“Berbicara tentang penambangan, karena Pangeran ketiga sedang mencari pekerja untuk penambangan itu, haruskah dia meminta Mo Lianfeng untuk mengatur agar ayahnya, paman keempat, sepupu kedua, dan Zhu Erhu?” Pikir Xin Qian.


Setelah memikirkan manfaatnya, Xin Qian berbicara tentang masalah ini dengan Mulan dan Liang Jinqiao.


Mulan langsung setuju, ini adalah peluang bagus. Dia bisa menabung lebih setiap hari, jika Zhu Erhu pergi menambang untuk mendapatkan uang, maka mereka bisa menghemat sejumlah uang yang cukup untuk membangun rumah!


Liang Jinqiao juga mengangguk setuju, dia merasa bahwa dia mempunyai kesempatan yang bagus seperti ini, di saat semua orang bertarung untuk ini, jadi kenapa tidak menggunakannya?


"Tapi Qian’er, bukankah Tidak ada gunanya untuk memasukkan sepupu kedua dan paman keempat mu ke tambang? Bukankah semua uang akan di serahkan kepada nenek mu?" Ucap Loang Jinqiao.


Xin Qian tiba-tiba memikirkan pertanyaan ini. Kedua orang ini bekerja sangat keras untuk sia-sia jika begitu! Mereka belum memisahkan keluarga mereka, jadi semua pendapatan mereka tidak dapat di simpan sendiri.


Xin Qian berpikir sejenak, dan berkata dengan Liang Jinqiao, "Ibu, kamu harus kembali untuk berdiskusi dengan kakek dan nenek. Jika mereka setuju untuk membiarkan sepupu kedua dan paman keempat menerima setengah dari uang yang mereka hasilkan, aku akan membantu mereka dan membicarakannya dengan Pangeran ketiga."


Huo Chunhua pasti tidak akan setuju jika mereka tidak memberikan sepeser pun, tapi dengan perjanjian itu, kedua belah pihak dapat menerima setengahnya.


Liang Jinqiao menjawab, "Oke, kalau begitu aku akan kembali dan bertanya."


Sepanjang sore, banyak orang datang ke pintu Xin Qian, dan semuanya untuk penambangan. Tetapi, Xin Qian membujuk mereka kembali satu per satu. Orang-orang ini benar-benar mengganggunya, mereka menghindarinya ketika mereka tidak perlu bantuannya, dan ketika mereka meminta bantuannya, mereka menjadi murah hati dan antusias!


Untungnya, Xin Qian sudah menyiapkan jawabannya selama periode ini. Bagi mereka yang tiba-tiba tampak sopan, dia akan mengabaikan mereka.


Liang Jinqiao kembali untuk berdiskusi, dan Xin Baoshan dan Huo Chunhua tidak keberatan. Lagi pula, jika mereka tidak setuju, mereka tidak akan dapat menghasilkan satu sen pun. Jika mereka setuju, keluarga Xin dapat menghasilkan sedikit uang. Selain itu, separuh uang lainnya masih berada di tangan keluarga Xin, bukan untuk orang lain.


Untuk makan malam, Mo Lianfeng kembali ke rumah Xin Qian untuk makan. Xin Qian secara khusus membuat Babi rebus, Tahu Mapo, Telur, dan Sayuran Goreng untuk Mo Lianfeng.


Melihat hidangan yang lezat, mulut Mo Lianfeng mengangkat senyum bahagia. "Senang rasaanya punya istri yang pandai memasak. Aku bisa makan hidangan lezat setiap hari."


Xin Qian merasa terhibur oleh kata-kata Mo Lianfeng, dan berkata sambil tersenyum, "Tentu saja baik memiliki seorang istri. Seseorang yang dapat memasak dan menghangatkan tempat tidur."


“….” Saat Xin Qian selesai berkata, sumpit Mo Lianfeng langsung berhenti dan memberi Xin Qian pandangan yang dalam. Sudut mulutnya tersenyum dan berkata, "Karena istri ku berkata begitu, bisakah kamu menghangatkan tempat tidur ku malam ini?"


Wajah Xin Qian tiba-tiba memerah, dan dia batuk sedikit. “Ehem~ Tidak sedingin itu lagi. Selimut macam apa yang di butuhkan untuk membuat mu hangat??”


"Tapi aku kedinginan." Jawab Mo Lianfeng dengan nada serius.


"Kalau begitu biarkan Xiao Chen melakukannya untuk mu. Dia bisa memeluk mu.” Ucap Xin Qian.


"Di mana Xiao Chen bisa membuat ku hangat? Dia sangat kecil.” Ucap Mo Lianfeng tersenyum licik.


"Siapa yang mengatakan itu? Ada api di pantat anak itu, Xiao Chen jelas lebih hangat dari ku." Ketika Xin Qian mengatakan ini, Mo Lianfeng sedikit tercengang.


“…..” Melihat wajah Xin Qian yang memerah, Mo Lianfeng berpikir Xin Qian ini sangat imut.


Xiao Chen yang sedang makan malam, mengangkat kepalanya, tersenyum dan berkata dengan Mo Lianfeng, "Ayah, jika kamu kedinginan, kamu bisa tidur di tengah, sehingga Xiao Chen dan Ibu bisa menghangatkan ayah."


Setelah mendengar ini, Mo Lianfeng berpikir itu sangat bagus, dan dengan segera setuju, "Haha, masih anak ku yang paling mencintai ayahnya, jadi itu keputusan yang tepat untuk kita semua."


“…..” Xin Qian hanya merasa bahwa dia telah di jual oleh putra yang berharga ini lagi!


“Ibu, Xiao Chen sudah kenyang, bisakah aku meminf daging untuk memberi makan Xiao Mao sekarang?” Xiao Chen bertanya pada Xin Qian, sambil memegang mangkuk.


Xin Qian mengangguk, "Silakan."


Aku sudah lama tidak memberi makan Xiaomao dengan daging. Selama periode ini, Xiaomao bisa dikatakan sangat keras, dan memberinya daging dianggap sebagai hadiah.


“Hmm!” Xiao Chen memegang mangkuk kecil dan keluar dengan penuh semangat.


Melihat Xiao Chen berlari, hati Xin Qian merasa bahwa putranya sangat lucu. Setelah Xiao Chen meninggalkan rumah, hanya Xin Qian dan Mo Lianfeng yang tersisa. Suhu di udara tampaknya telah meningkat banyak, dan terasa suasana caanggung di antara mereka…


"Qian Qian ..." Mo Lianfeng berhenti untuk makan, dan menatap Xin Qian dengan penuh kasih Sayang.


"Ya?" Sebelum Xin Qian bisa bereaksi,


Mo Lianfeng mencium pipi Xin Qian saat dia lengah. Mo Lianfeng bertingkah seperti pencuri karena tidak ada Xiao Chen di sana.


“Tidak di ijinkan untuk mwncuri ciuman di masa depan!” Ucap Xin Qian kesal.


“Yah, aku tidak bisa berjanji untuk itu.” Ucap Mo Lianfeng tersenyum


Setelah makan siang, Xin Qian berbicara kepada Mo Liamfeng tentang memasukkan ayahnya untuk pergi menambang…


Mo Lianfeng pun setuju, dan dia juga memberi tahu Xin Qian tentang merekrut beberapa wanita di desa yang bisa memasak, Mo Lianfeng berniat untuk memperkerjakan mereka di dapur camp. Jadi, dia meminta bantuan Xin Qian untuk itu.


Sekelompok besar orang telah datang ke desa kecil ini, mereka saat ini berkemah dan menetap di ruang terbuka di kaki gunung. Banyak dari mereka yang di tunjuk secara khusus oleh pengadilan, jadi Mo Lianfeng membutuhkan seseorang untuk merawat para bawahannya. Dengan begitu banyak orang yang akan makan, di butuhkan setidaknya empat atau lima wanita untuk memasak di dapur. Tentu saja, mereka akan di bayar.


Ketika Xin Qian mendengar ini, dia memikirkan bibi keempatnya, dan Bibi Liu serta menantu perempuan Bibi Liu. Jadi dia berkata dengan Mo Lianfeng, "Kalau begitu aku akan mengatur ini, aku tahu siapa yang lebih cocok."


Mo Lianfeng mengangguk, dan berkata, "Sebelumnya, Aku meminta Lizheng untuk mencarinya. Tapi, Aku akan memberitahunya besok jadi dia tidak harus mencari lagi."


"Baiklah." Jawab Xin Qian.


Sebenarnya, ini adalah pekerjaan yang baik, dan kau dapat memperoleh upah yang baik pula. Karena masalah ini di serahkan Mo Lianfeng kepada Xin Qian untuk mengaturnya, karena Xin Qian tentu saja akan memberikan pekerjaan yang bagus ini kepada seseorang yang memiliki hubungan baik dengannya.


Di malam hari…


Ketika Xin Qian sedang menggiling kacang, Mo Lianfeng membawa Xiao Chen untuk belajar. Karena Mo Lianfeng tidak hadir selama waktu ini, jadi tidak ada yang membantu Xiao Chen dengan belajar.


Sekarang ketika Mo Lianfeng kembali, tentu saja Xiao Chen dalam suasana hati yang tinggi, dan Xiao Chen meminta Mo Lianfeng untuk menjelaskan pengetahuannya kepadanya.


Mo Lianfeng juga tidak bisa menolak, jadi dia mengajarkan Xiao Chen beberapa pengetahuan sambil mengobrol.


Bahkan setelah beberapa jam, Xiao Chen masih belajar dengan keras, dan Mo Lianfeng menjadi cemas. Jika anak ini tidak kunjung tidur, bagaimana dia bisa berduaan dengan Xin Qian nanti?


Jadi Mo Lianfeng bertanya, "Xiao Chen, bukankah kamu mengantuk? Belajar membutuhkan kombinasi dari kerja keras dan istirahat. Mengapa kamu tidak tidur sekarang?"


Xiao Chen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Xiao Chen tidak mengantuk! Ayah, apakah kamu mengantuk?"


Mo Lianfeng menggelengkan kepalanya, "Ayah juga tidak mengantuk."


"Kalau begitu ayah, mari kita temani ibu ku sebentar, bukan begitu?" Ucap Xiao Chen dengan antusias.


Sudut mulut Mo Lianfeng sedikit berkedut, tapi dia hanya bisa tersenyum dan berkata, "Xiao Chen sepertinya benar, jadi mari kita lanjutkan belajar sebentar."


“Hmm!” Xiao Chen mengangguk dengan berat.


“…..” Mo Lianfeng merasa agak linglung, awalnya ia berpikir bahwa putranya harus tinggal bersamanya, tetapi sekarang ia merasa bahwa putranya menghalangi! Kapan dia bisa berduaan dengan Xin Qian jika begini? Hanya ada satu kamar di rumah ini.


Mo Lianfeng berpikir sebentar dan berkata kepada Xin Qian, "Qian Qian, haruskah kita membangun rumah baru? Hanya satu kamar di rumah ini dan itu juga terlalu kecil, jadi tidak nyaman untuk di tinggali kita bertiga, bukan begitu?"


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Ya, Aku juga berpikir untuk membangun rumah. Ketika Aku sudah selesai menabung cukup banyak uang, kita dapat membangunnya."


"Haruskah menunggu mu untuk menabung uang yang cukup? Aku memilikinya di sini, haruskah Aku membangunnya sekarang? Jadi kita bisa tinggal di rumah besar di masa depan, sehingga kita bisa memberi Xiao Chen kamar sendiri di masa depan. Lalu, jika kita membangun rumah yang besar, kamu bisa membiarkan orang tua mu tinggal bersama. Lebih baik tinggal bersama sebagai keluarga besar, kan? " Ucap Mo Lianfeng menawarkan.


Apa yang di katakan Mo Lianfeng cukup masuk akal. Ibunya selalh erlari antara rumahnya dan Sanfang setiap hari, itu tentu tidak nyaman.


"Tapi……" Xin Qian masih merasa ragu.


Mo Lianfeng tahu bahwa Xin Qian tidak ingin menggunakan uang miliknya, jadi dia berkata, "Bagaimana jika begini, paakailah uang milik ku terlebih dahulu. Jika Kamu pikir itu tidak nyaman, Kamu dapat mengembalikannya kepada ku saat Kamu telah selesai menabung, bagaimana?”


Xin Qian mengangguk dan berkata, "Baiklah, tidak apa-apa. Aku akan berbicara dengan ibu dan Ayah ku tentang membangun rumah besar."


“Itu bagus.” Jawab Mo Lianfeng mengangguk, dia terlihat sangat bahagia. Ketika mereka memiliki rumah baru, Mo Lianfeng tidak perlu harus menunggu Xiao Chen tertidur setiap malam!


Xin Qian tidak tahu banyak tentang proses membangun rumah. Dia tidak tahu apa saja yang di perlukan atau bagaimana dia bisa menemukan seorang tukang. Namun, Liang Jinqiao pasti tahu lebih banyak tentang masalah ini daripada dirinya.


Saat dia berpikir untuk membangun rumah baru, Xin Qian masih sedikit bersemangat. Bagaimanapun, ini berarti bahwa semakin baik kehidupannya setelah hari-hari berlalu. Pondok jeraminya yang rusak akan menjadi sangat dingin di musim dingin, dan itu tidak akan bertahan lama lagi. Jadi, dia harus membangun rumah baru sebelum musim dingin tiba.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗