
Shen Pan'er juga mengangguk setuju, dengan senyum lembut di bibirnya, dia sedikit berbeda dari wanita biasa di desa ini. Lagipula, keluarga Shen Pan’er ada di kota, jadi dia sudah lama tinggal sebagai Nona Muda di keluarganya.
Shen Pan’er berkata, "Qian, kamu benar. Selama kita bekerja keras, hidup akan jadi lebih baik. Sekarang kamu bahkan telah membeli keledai. Ku dengar, keledai ini juga menelan biaya setidaknya dua koin perak, kan?"
"Benar." Jawab Xin Qian singkat.
"Dalam waktu yang singkat, kamu bisa menabung uang sebanyak dua koin perak, bahkan dengan penghasilan mu sendiri, itu sangat luar biasa!" Ucap Shen Pan’er memuji.
"Bukam apa-apa, aku hanya beruntung, dan bisa menghasilkan sedikit uang." Xin Qian berpikir bahwa Shen Pan'er akan segera menyatakan tujuannya untuk meminjam keledai kecilnya.
Tetapi Shen Pan'er tidak mengataakannya, sebaliknya, dia mengeluarkan sebungkus kertas mentega dan Xin Qian tidak tahu apa yang di bungkus di dalamnya. Shen Pan'er berkata, "Qian, ini hidangan yang di buat oleh keluarga Xin kemarin. Aku mengemas beberapa hidangan daging untuk mu. Rasanya sangat enak. Kamu tidak sempat memakannya kemarin, jadi aku datang dan membawakan mu sedikit hari ini. Semoga kamu akan menyukainya. "
Kemudian, Shen Pan'er menyerahkan bungkusan itu. Xin Qian terkejut sesaat, dan dia tidak ingin menjawab. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Shen Pan'er. Bukankah dia datang ke rumahnya untuk meminjam keledai? Mengapa dia membawakannya makanan? Apa dia ingin menyenangkannya dulu, baru meminjam keledainya? Hahaa, Shen Pan’er ini, bukan wanita biasa!
"Sepupu, Kamu telah mengepak hidangan ini dan membawanya kepada ku. Apakah nenek tahu?" Xin Qian tidak segera mengambilnya, tetapi bertanya. Jika Huo Chunhua tidak tahu, dia tidak akan menerimanya, wanita tua itu pasti akan mencari masalah lagi.
Shen Pan'er tersenyum sedikit dan mengangguk, "Aku tahu, Aku sudah memberi tahu Kakek, dan Kakek juga setuju. Xin Qian, ambillah, meskipun itu bukan makanan yang mahal, tetapi ini enak."
Xin Qian masih tidak mau mengambilnya. Shen Pan'er berpikir bahwa Xin Qian menolaknya karena itu sisa makanan, dia pun menjelaskan, "Qian, ini adalah hidangan yang tidak ada di atas meja. Makanan ini tidak di sentuh sedikit pun oleh para tamu. Jadi, jangan khawatir.”
Xin Qian menggelengkan kepalanya, "Sepupu ipar, Aku punya sayuran di rumah ku, jadi Aku tidak akan menerimanya. Aku juga sudah makan banyak daging setiap hari. Jadi, sepupu, kami harus membawanya kembali, Keluarga Xin memiliki banyak orang. Terutaama para pria yabg bekerja di ladang, mereka harus makan daging ini, untuk mengisi tenaga mereka.”
Shen Pan'er tertegun, ada tatapan rumit di matanya, dia tidak berharap Xin Qian akan menolak. Dia pikir, Xin Qian memiliki kehidupan yang sulit karena mengasuh seorang anak sendirian. Apalagi, sebagai wanita, dia pasti tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang yang cukup.
Jadi, karena Shen Pan’er memberikan sesuatu padanya, Xin Qian seharusnya sangat senang menerimanya, kan? Tapi sekarang, Xin Qian berkata padanya bahwa dia makan banyak daging setiap hari. Mungkinkah dia telah meremehkan Xin Qian?
Shen Pan’er memikirkannya dengan cermat, Xin Qian seharusnya tidak berbohong, dia bahkan bisa membeli keledai. Jadi, Xin Qian pasti punya uang yang cukup banyak di tangannya. Lalu, dia kemari memberikan beberapa potong daging pada Xin Qian? Shen Pan’er merasa wajahnya telah di tampar, dia merasa malu!
Shen Pan'er tersenyum kecut, "Sebenarnya, tidak salahnya untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Daging ini di masak oleh koki, jadi ini lebih baik dari pada apa yang kamu masak di rumah. Qian, tidakkah Kamu ingin mencobanya?"
Arti kata-kata Xin Qian sangat jelas, karena dia telah membeli keledai sekarang. Orang-orang dari keluarga Xin seharusnya tidak bisa mengambil keuntungan darinya. Jadi, intinya, dia tidak ingin meminjamkan keledainya!
Shen Pan'er tidak bodoh, dia bisa mengerti apa yang Xin Qian maksud. Shen Pan'er berkata, "Qian, pada akhirnya, Kamu masih memiliki nama keluarga Xin. Kita masih keluarga. Jika kamu memiliki kesulitan, kita dapat saling mendukung. "
Kata-kata Shen Pan'er memang terdengar bagus, tetapi Xin Qian tidak berpikir begitu. Shen Pan'er ini, dia tampak tidak bersalah dan tidak berbahaya, padahal sebenarnya, dia memiliki banyak keahlian khusus. Bahkan, saat ini, meski dia mengerti maksud Xin Qian, Shen Pan’er justru membawa nama keluarga.
"Kakak ipar, kamu pasti bercanda kan? Aku telah memisahkan keluarga ku dari Keluarga Xin. Bagaimana bisa kita menjadi keluarga? Tidak ada gunanya bagi mu, memperlakukan ku sebagai keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, kamu jug tahu bagaimana sikap orang-orang dari keluarga Xin padaa ku. Yah, aku tidak peduli juga. Hidup ku lebih baik sekarang, dan akan menjadi lebih baik di masa depan. Jadi, sampai kapan pun, aku tidak akan pernah bergantung pada keluarga Xin.” Ucap Xin Qian.
Shen Pan'er sedikit terdiam ketika Xin Qian mengatakan itu. Dia sangat tahu hal itu.
Hal-hal yang di lakukan oleh keluarga Xin, telah membuat hati Xin Qian menjadi dingin. Xin Qian tidak akan mendengarkan, bahkan jika Shen Pan’er membujuk Xin Qian dengan mengatakan sesuatu yang baik.
Melihat bahwa Shen Pan'er tidak mengatakan apa-apa, Xin Qian mengambil bak mandi dan akan pergi ke sungai untuk mencuci sesuatu, jadi dia berkata kepada Shen Pan'er, "Apakah ada hal lain, sepupu? Jika tidak ada yang lain, Aku akan pergi ke sungai."
"Itu... Qian, aku punya sesuatu untuk di tanyakan pada mu," Shen Pan'er berpikir sebentar dan mengatakannya pada akhirnya.
Xin Qian berkata, "Jika kamu punya sesuatu, katakan saja pada ku.."
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗