Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 125



Terkadang wanita harus mengandalkan diri mereka sendiri untuk bertahan, sehingga mereka tidak akan di pandang rendah oleh orang lain. Seperti Mulan, yang benar-benar dapat mengandalkan keahlian tangannya sendiri untuk menopang dirinya dan membuat hidupnya lebih baik, jika terus begini, wanita tua Zhu pasti akan memperlakukan Mulan dengan lebih baik.


Di antara beberapa menantu keluarga Zhu, Mulan tidak diperlakukan dengan baik karena keluarganya miskin. Saat dia menikah, dia tidak punya banyak mahar. Sedangkan, saudara ipar Mulan, keluarganya cukup kaya, dan dia membawa 12 koin perak sebagai mahar, karena itulah Ny. Zhu memperlakukan saudari ipar Mulan dengan sangat baik.


"Qian, kamu baik sekali." Ucap Mulan tersenyum.


"Hanya hal-hal kecil." Jawab Xin Qian.


"Omong-omong, Qian, mengapa kamu pergi ke kota lagi hari ini?" Tanya Mulan penasaran.


“Aku ingin membeli dan juga menjual barang," jawab Xin Qian samar-samar.


Mulan tidak melanjutkan untuk bertanya, tetapi wanita lain di kereta yang sama berpikir lain. Para wanita itu juga tidak pernah melihat Xin Qian membuka kios setiap dia ke kita, apa sebenarnya yang di jualnya? Xin Qian ini terlihat misterius setiap saat!


Seorang wanita bertanya dengan santai, "Gadis Qia , apa yang kamu jual? Aku telah melihat mu setiap hari belakangan ini, bisnis mu pasti sangat baik."


"Tidak juga," jawab Xin Qian singkat.


"Gadis, jangan bohongi kami, bagaimana mungkin itu bukan apa-apa. Katakan kepada kami apa itu? Lagipula, kami tidak akan mencuri bisnis mu, hanya ingin tahu."


"Bukan hal yang mahal.” Ucap Xin Qian.


"Dasar pelit.”


"..." Xin Qian benar-benar merasa aneh. Apa yang salah, dengan tidak mengatakan apa-apa? Para wanita ini, dengan penampilan yang licik, jelas mereka ingin meniru bisnisnya untuk mendapat untung. Tentu saja, Xin Qian tidak sebodoh itu. Tidak peduli bagaimana wanita ini marah dan kesal, Xin Qian tidak menanggapi.


Kereta sapi mengembara selama satu jam, dan akhirnya tiba di Kota Yangcheng…


Sekarang cuaca semakin hangat, sehingga semakin ramai orang di jalan. Adegan kemakmuran, dari orang-orang yang datang dan pergi di Kota Yangcheng tidak lebih buruk daripada di abad ke-21.


Xin Qian pergi ke restoran dengan keranjang di punggungnya. Sebanyak 15 katak katak di bayar seharga 300 koin tembaga.


Katak sekarang menjadi hidangan utama, sehingga banyak pelanggan melakukan reservasi setiap hari. Hanya saja katak yang di berikan Xin Qian semakin sedikit setiap hari, dan ada banyak orang yang memesan katak, sehingga ada yang kekurangan pasokan. Sun Changquan tidak tahan, dan dia tidak punya cara untuk membeli lebih banyakkatak dari Xin Qian.


Persisnya berapa banyak yang di berikan Xin Qian setiap hari, Sun Changquan hanya bisa menjual sebanyak itu. Pelanggan sering datang untuk makan ini, tapi banyak pelanggan yang kehabisan. Jika Xin Qian dapat memasok lebih banyak, bisnis restoran pasti akan lebih baik.


Sun Changquan ingat bahwa Xin Qian dulu mengatakan bahwa katak ini musiman, tidak banyak, dari mereka di setiap musim, kadi mungkin sulit untuk mendapatkan jumlah yang besar. Jadi dia tidak mengatakan apa pun kepada Xin Qian.


“Besok aku akan membawa lebih banyak. Aku sudah meminta bantuan orang lain menangkapnya.” Ucap Xin Qian, dia melihat ekspresi cemas Sun Changquan jadi dia mengatakannya sekarang.


“Aku tahu. Besok, aku pasti akan membawa lebih banyak. Aku pergi dulu.” Ucap Xin Qian.


“Ya, hati-hati di jalan!” Ucap Sun Changquan tersenyum.


Xin Qian keluar dari restoran setelah pengiriman. Xin Qian pergi ke pasar dan membeli apa yang dia butuhkan. Setelah itu, dia akan pergi ke Mulan. Dia datang ke kota kali ini, untuk membeli daging babi dan hati babi unruk Mo Lianfeng. Dia juga membeli, kuas, kertas, dan batu tinta untuk Xiao Chen dan Xin Yang belajar. Semuanya menghabiskan total 180 koin tembaga. Padahal, Xin Qian sudah memilih yang termurah, tapi masih menghabiskan banyak uangnyya. Biaya di masa depan pasti akan lebih besar lagi.


Xin Qian memikirkan cara untuk memulai pekerjaan sampingan lainnya. Tidak ada yang akan tidak suka menghasilkan banyak uang kan? Dia harus menabung lebih banyak uang sekarang sehingga Xiao Chen dapat pergi ke sekolah di masa depan.


Saat Xin Qian tiba di tempat Mulan, Mulan kali ini jauh lebih baik daripada terakhir kali, paling tidak dia sudah belajar caranya berteriak, tidak malu-malu seperti sebelumnya. Sekarang, Mulan sudah menjual tiga keranjang dan menghasilkan total 21 koin tembaga.


"Kakak ipar Mulan, kamu sepertinya laris manis," Xin Qian tersenyum.


Mulan telah menjual begitu banyak dengan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri, jadi dia tentu saja sangat bahagia, dengan senyum gembira di wajahnya Mulan berkata, "Ya, Aku tidak berharap bahwa Aku bisa menjual begitu banyak sendiri."


"Ayo lakukan bersama, itu akan menjadi lebih cepat." Ucap Xin Qian.


"Oke, terima kasih." Ucap Mulam tersenyum.


Xin Qian berjalan dan membantu Mulan berjualan keranjang. Dua wanita cantik menjual barang-barang di jalan, dan suara mereka jelas dan menyenangkan. Melihat kedua wanita itu, orang-orang merasa tertarik dan antusias, jadi ada lebih banyak orang yang membeli keranjang.


Setelah beberapa saat, semua keranjang yang di bawa Mulan terjual. Mulan pun menghasillan uang sebanyak 162 koin tembaga, itu merupakan jumlah yang banyak di zaman kuno. Mulan memegang uang itu di tangannya, dengan rasa tidak percaya. Berapa lama untuk bisa menghasilkan uang sebanyak itu? Bukankah ini terlalu mudah?


Keluarganya bertani dan menjual makanan, dan setelah satu tahun kerja keras, mereka hanya menghasilkan beberapa koin perak!


Melihat penampilan Mulan yang tertegun dan tidak percaya, Xin Qian tidak bisa menahan tawa.


Bahkan, di zaman modern, cara paling menguntungkan adalah bisnis. Dalam bisnis, mendapatlan uang adalah yang tercepat.


Sayangnya, pedagang kuno tidak seperti yang ada di abad 21. Status pedagang kuno itu sangat rendah. Itu di karenakan, para penguasa membatasi pengembangan perdagangan demi stabilitas nasional, untuk tetap menjaga jumlah petani. Akibatnya, status pedagang lebih rendah dari pada petani. Karena pembatasan ini, masih sangat sedikit orang yang mau melakukan bisnis di seluruh Kerajaan.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗