Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 247



Xin Ping’er memerah karena malu dan berkata dengan cemas, "Di mana Aku bisa mendapatkan uang untuk mu?! Aku tidak punya uang satu koin pun! Mengapa Aku harus membayar untuk sarapan yang ku makan di kedai keluarga ku sendiri?"


Xin Qian mencibir di sudut mulutnya, lalu berkata, "Aku sedang dalam suasana hati yang baik dan memintanya dengan sopan. Jika aku sedang dalam suasana hati yang buruk, aku akan memanggil petugas untuk memenjarakan kalian berdua! Xin Ping’er, kedai makan ini ku buka dengan modal milik ku dan Mulan. Jadi, kedai ini tidak ada hubungannya dengan orang tua ku. Ini Aku yang kelelahan, dan Akulah yang membayar untuk modal. Aku juga akan membayar upah ibu, jadi bahkan Kamu tidak bisa makan tanpa membayar di sini! Apalagi Kamu mengundang orang lain untuk makan tanpa persetujuan ku."


"Kamu……" Xin Pinger saangat takut saat mendengar akan di penjara


"Cukup, kalian berdua harus memberi ku uangnya sekarang!" Ucap Xin Qian dengan tegas.


"Aku tidak punya uang!" Xin Ping’er cemberut, "Jika Kamu ingin uang, mintalah pada Ibu. Pokoknya, Aku tidak punya uang!"


"Tidak apa-apa, bagian mu di potong dari upah ibu tapi dua puluh empat koin tembaga sisanya, harus di bayar oleh Ma Xiaofeng, tolong berikan uangnya! Kalau tidak, dia akan di kirim ke pemerintah, dan dia akan di hukum beberapa papan tanpa biaya. "


Ma Xiaofeng terkejut dengan apa yang di katakan Xin Qian tentang hukuman papan, dan menatap Xin Qian dengan sedih, "Kakak Qian... Aku benar-benar tidak punya uang sebanyak itu!"


"Tidak apa-apa jika kamu tidak punya uang sekarang, kamu bisa berutang, dan kamu bisa membayar ku saat di desa. Aku akan membahasnya dengan rinci nanti." Ucap Xin Qian


"Tapi……" Ma Xiaofeng menjadi cemas. Namun, jika melihat makna Xin Qian, itu tidak cukup jika dia tidak memberikannya!


Ma Xiaofeng menggigit bibir bawahnya. Jika ibunya tahu bahwa dia telah menghabiskan dua puluh empat koin tembaga untuk membeli sarapan, Ibunya pasti akan mengupas kulitnya! Keluarganya sudah sangat miskin, dan dua puluh empat koin tembaga ini bukanlah jumlah yang kecil.


"Kakak Qian... Jika aku tahu aku akan membayar untuk ini, aku tidak akan memakannya… itu karena Xin Pinger yang mengundang ku kemari... Dengan uang sebanyak itu, sangat sulit bagi keluarga ku untuk mengeluarkannya ..." Ma Xiaofeng mulai mengeluh di depan Xin Qian lagi, untuk mendapatkan simpati. Dia berpikir bahwa jika dia melakukan ini, Xin Qian akan membiarkannya pergi.


Sayangnya, Xin Qian tidak memiliki hati yang lembut dan simpati untuk orang-orang licik seperti Ma Xiaofeng, jadi Xin Qian segera berkata, "Ma Xiaofeng, Kamu tidak dapat memuntahkannya bahkan setelah makan. Jadi, tidak ada gunanya untuk mengatakannya sekarang! Aku tahu keluarga mu miskin, tetapi Aku yakin Kamu akan memiliki dua puluh empat koin tembaga itu. Jika Kamu benar-benar ingin lari dari masalah ini, kita hanya dapat bertemu pemerintah! "


"Yah... kalau begitu aku akan memberikannya pada mu ketika aku kembali!" Ucap Ma Xiaofeng dengan kesal.


"Tidak apa-apa!" jawab Xin Qian dengan dingin.


Ma Xiaofeng lari dengan marah sambil membawa keranjang sayuran di punggungnya. Xin Qian kesal ketika dia melihat air mata Ma Xiaofeng saat dia pergi.


“Ma Xiaofeng! Tunggu aku!”


Xin Ping’er bergegas, tetapi Sayangnya Xin Ping’er tidak bisa membujuk Ma Xiaofeng dan Ma Xiaofeng mengabaikannya terus menerus. Xin Ping’er menyalahkan semua tanggung jawab pada Xin Qian.


Melihat Ma Xiaofeng melarikan diri, Liang Jinqiao mengerutkan kening dan berkata, "Xin Qian, Xiaofeng ini, keluarganya juga sangat miskin, mengapa kita tidak melupakan uang itu saja?"


Xin Qian tahu Liang Jinqiao berhati lembut, tapi dia tidak begitu. "Ibu, lihatlah sikap Ma Xiaofeng, dia sudah jelas hanya ingin mengambil keuntungan dari Xin Ping’er. Orang seperti ini, kita tidak bisa membiarkannya mengambil keuntungan sekalipun, kalau tidak dia akan terus mengambil keuntungan di waktu berikutnya."


“Yah, kamu benar.” Liang Jinqiao menghela nafas memikirkannya, anak seperti Ma Xiaofeng yang suka mengambil keuntungan dari orang lain.


Segala sesuatu yang ada di kedai makan ini adalah milik Xin Qian, dan hutang Ma Xiaofeng juga milik Xin Qian, jadj dia tidak memiliki hak untuk mengendalikan Xin Qian. Dia hanya berharap Ma Xiaofeng akan mengingat tentang masalah ini dan menjadikannya pelajaran.


"Ibu, mari kita tetap bekerja!" Ucap Xin Qian


"Hmm!" liang Jinqiao mengangguk dan terus sibuk membantu di kedai milik Xin Qian.


Setelah beberapa saat, dua orang datang ke kedai makan. Salah satunya adalah Xiao Hong, dan yang lainnya adalah seorang wanita yang sering pergi ke jalan untuk menjual sayuran. Beberapa orang yang pernah datang ke kedai makan ini selalu memuji hidangan yang di sajikan. Mereka mendengar bahwa roti kukus di warung itu sangat enak, jadi mereka ingin datang dan membeli beberapa untuk di coba. Tanpa di duga, itu adalah seorang kenalan lama yang membuka kedai makan ini! Dan itu adalah Xin Qian!


Xiao Hong berkata dengan ekspresi terkejut, "Mengapa ada Xin Qian dan Mulan?"


"Melihat begitu banyak orang yang datang membeli kemari, pasti ini bisnis yang bagus, mereka pasti dapat menghasilkan banyak uang, kan?" Ucap Xiao Hong.


"Itu pasti lebih menguntungkan daripada kita yang hanya menjual sayuran! Orang yang menjual lima buah roti kukus, mungkin setara bagi kita saat menjual sayuran sepanjang hari!" Ucap wanita itu dengan nada cemburu. Bagaimanapun, tidak ada yang bisa melihat kemajuan baik orang lain, terutama Xin Qian.


"Bibi, jangan iri padanya lagi. Mereka melakukan bisnis yang baik karena mereka memiliki kemampuan. Orang yang mbisa embuat makanan lezat pasti akan ada yang membelinya!" Ucap Xiao Hong tersenyum.


Wanita itu menghina, "Apa yang bisa dia lakukan? Hah! Ku pikir ini hanya keberuntungannya. Tuhan benar-benar tidak adil. Orang baik tetap miskin, dan orang-orang seperti jal*ng itu memiliki kesempatan untuk menghasilkan uang!!”


"Faktanya, jika kita punya modal, kita juga bisa membuka kedai makan di sebelahnya, mungkin kita bisa menghasilkan uang?” Ucap Xiao Hong.


"Itu benar, mengapa kita tidak membuka satu kedai dengan kerjasama?" Ucap Wanita itu antusias.


"Hmm, tapi Bibi, Aku dengar modalnya terlalu banyak, itu tidak mudah. Pikirkanlah, itu pasti sulit meski kita mempunyai banyak orang.” Ucap Xiao Hong.


"Yah, kau benar juga. Oke, ayo beli roti dan mencoba rasanya sendiri!" Ucap Wanita itu.


“Baiklah.” Jawab Xiao Hong lalu mengikuti wanita itu Sejujurnya, melihat bisnis Xin Qian begitu baik, dia juga sedikit cemburu.


Melihat bahwa ada begitu banyak orang di depan kedai makan milik Xin Qian, Xiao Hong dan wanita itu harus menunggu untuk membeli roti kukus. Jika mereka ingin membeli, maka mereka harus mengantri seperti orang lain.


"Sampai kapan kita menunggu antrean panjang ini?" Ucap Xiao Hong mengeluh, karena antriannya benar-benar sangat panjang! Cuaca juga mulai panas.


"Kau benar, atau mari kita berhenti mengantri, Xin Qian dan kita berada di desa yang sama, kita saling kenal, mari kita memotong antrian ini, dan berbicara dengan Xin Qian langsung." Ucap Wanita itu.


"Oke, kalau begitu jangan antri lagi, Bibi, ini buang-buang waktu.” Ucap Xiao Hong. Setelah itu, mereka langsung masuk ke dalam kedai makan bersama.


Melihat para wanita itu yang memotong antrian, Orang-orang yang ada di barisan sedikit tidak bahagia dan bertanya kepada orang-orang itu,


"Ada apa dengan mu? Kenapa kamu memotong antrian?"


"Pemiliknya adalah kenalan kami, ada apa dengan itu?" Ucap wanita itu dengan percaya diri, dia tidak menyadari bahwa hal yang dia lakukan itu salah. Sedangkan, Xiao Hong hanya bisa menunduk malu.


"Ya, kau harus berbaris dengan adil! Aku kai tidak melihat bahwa ada begitu banyak orang dalam barisan yang mengantri? Siapa kamu dan mengapa kamu melompati barisan?"


Para wanita itu sangat tirani, dia menjawab dengan marah, "Apa yang salah dengan kami tidak mengantre? Penjual kedai ini adalah warga di desa kami, dan dia mengenal kami! Jadi, kami akan beli duluan!"


Orang-orang yang ada di dalam barisan benar-benar ingin berdebat dengan para wanita itu, "Itu bukanlah alasan yang tepat! Siapa bilang Kamu bisa melompati antrean jika Kamu mengenal pemiliknya?? Lalu kami yang telah datang membeli setiap hari, bukankah pemiliknya juga sudah kenal kami?!”


“Kalau begitu tanyakan saja pada pemiliknya! Dia pasti mengenal kami, huh!” Ucap Wanita itu bersikeras.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗