
Di dalam kedai, Xin Qian terganggu karena kebisingan. Percakapan beberapa orang itu juga jatuh di telinganya. Memdengar sikap tirani para wanita di desa membuat Xin Qian cemberut tidak senang, apakah para wanita ini datang ke sini hanya untuk membuat masalah?
Semua orang memandang ke arah Xin Qian, menunggu Xin Qian berbicara….
"Gadis Qian, cepat beri tahu mereka, bahwa kami bisa membelinya duluan!" Ucap wanita itu dengan tatapan antisipasi.
"Bibi, semua orang yang membeli harus antri, tidak ada yang memiliki hak istimewa. Jika Kamu ingin membeli roti yang ku jul, maka bibi harus mengantri juga!" Ucap Xin Qian dengan sopan.
Xin Qian tahu, jika dia benar-benar membiarkan para wanita ini membeli tanpa mengantri terlebih dahulu, pelanggan lain pasti tidak akan puas. Siapa yang akan berbaris dengan jujur di masa depan? Itu juga akan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri, dan yang paling penting, itu akan membuatnya kehilangan beberapa pelanggan setia! Karena itu, Xin Qian lebih suka menyinggung para wanita di desanya, daripada menyinggung tamu lainnya.
Setelah mendengar kata-kata Xin Qian, para wanita sangat marah. "Xin Qian, apa maksud mu? Bukankah kita di desa yang sama?"
"Itu di desa, tapi apa hubungannya dengan Bibi yabg harus mengantri untuk membeli sesuatu?" Ucap Xin Qian.
"Tidak bisakah kamu memberi kami kenyamanan? Kami datang ke sini untuk mendukung bisni mu! Namun, Niat baik kami tidak di hargai!" Ucap Wanita itu dengan marah.
Xin Qian mencibir ketika mendengarnya, jadi dia harus berterima kasih kepada mereka karena datang untuk membuat masalah?
"Terima kasih atas kebaikan kalian sebelumnya, tetapi aturan bisnis ku tidak bisa di langgar. Jika Bibi ingin membeli, maka tunggu di antrean dan pergi jika Bibi tidak ingin membeli." Saat Xin Qian berkata, dia membuat isyarat mengundang mereka untuk pergi dengan tangannya.
"Kamu……" Setelah Xin Qian selesai berbicara, wanita itu tercengang, dia tidak pernah berharap hasilnya akan seperti ini!
Orang-orang di belakang barisan sudah mulai mendesak. "Jangan membuat masalah di sini! Jika kalian tidak ingin membeli, maka menyingkir dari jalan kami!"
Dengan itu, beberapa orang menggerakkan tangan mereka dan mendorong Xiao Hong dan wanita itu keluar kedai makan.
Keduanya wanita berdiri di samping kedai dengan wajah memerah, mereka benar-benar kehilangan muka sebesar itu karena Xin Qian!!
"Hmm, bibi, kita dengan ramah pergi untuk membeli roti kukus, tetapi aku juga tidak menyangka akan seperti ini. Jika itu aku yang memiliki kedai ini, aku pasti akan meminta bibi untuk membelinya terlebih dahulu!" Ucap Xiao Hong memprovokasi.
Ketika Xiao Hong mengatakan itu, wanita itu menjadi lebih marah. "Huh! Bagaimana mungkin gadis Qian bisa di samakan dengan Hong'er yang masuk akal? Bukankah dia hanya membuka kedai makan? Haruskah dia menjadi begitu sombong?! Orang seperti ini tidak akan mengingat bantuan orang lain di matanya, ketika dia menjadi kaya, dan dia pasti akan memandang rendah kita orang-orang dari desa! Lagipula, Gadis itu memang bukan orang yang baik, dia adalah perempuan jal*ng!"
"..." Melihat bahwa dia telah berhasil mengangkat kemarahan wanita ini, sebuah ekspresi kemenangan melintas di mata Xiao Hong.
Jika wanita ini telah membenci Xin Qian, ketika mereka kembali ke desa, mereka mungkin akan terus menyebarkan desas-desus tentang Xin Qian. Jadi, pasti akan ada beberapa gosip buruk tentang Xin Qian.
Di kedai makan. Xin Qian merasa tidak enak badan hari ini, di tambah dia harus mengalami masalah dengan beberapa orang desa itu membuatnya semakin lesu. Untungnya, dia bisa menutup kedai lebih awal karena semua hidangan sudah terjual habis.
Setelah menutup kedai makan, Xin Ping’er kembali, karena dia sangat menantikan pergi membeli kain untuk membuat pakaian.
Setelah menutup kedai makan, Xin Qian dan beberapa orang berjalan menuju toko pakaian bersama. Xin Qian memilih toko dengan harga lebih murah
Saat sedang memilih kain, Xin Qian melihat kain berwarna merah muda yang lembut, dan mengambil kain merah muda itu. Lagipula, dia tidak terlalu tua, dia baru berusia sembilan belas tahun, jika dia memilih warna kain yang gelap akan membuatnya terlihat tua.
Setelah itu, Xin Qian juga memilih kain yang berwarna ungu tua untuk adiknya, Xin Tianan. Warna ungu bagi pria muda akan terlihat lebih menarik dan tahan terhadap kotoran. Lagipula, Xin Tianan sering pergi ke ladang untuk melakukan pekerjaan pertanian. Jika dia mengenakan pakaian berwarna terang, itu akan mudah kotor. Xin Qian juga memilih yang biru untuk anak laki-lakinya, Xiao Chen, dan warna hijau pucat untuk Xin Yang.
Xin Ping’er baru pertama kali membeli kain, jadi butuh waktu lama untuk memilih barang-barang. Setelah itu, dia bertanya pada Liang Jinqiao, "Ibu, apakah menurut mu ini bagus?"
"Ya, bagus di lihat!" Jawab Liang Jinqiao
"Ibu, bagaimana dengan ini?" Xin Pinger bertanya lagi.
"Itu juga cantik." Jawab Liang Jinqiao
"Dan ini?!" Xin Pinger bertanya
"Cantik, sama-sama cantik, Ping’er, pilih saja sesuka hati mu! Lagipula, kamulah yaang akan mengenakannya nanti.” Ucap Liang Jinqiao
"Ibu, tidak bisakah kamu membantu ku memilhnya?! Ini adalah pertama kali aku membeli kain, jadj aku harus membeli yang paling cantik!” Ucap Xin Pinger cemberut.
“Baiklah, baiklah.” Liang Jinqiao menghela nafas, merasa tidak berdaya dengan putri tertua ini.
Xin Qian mendengus pelan. Memilih yang tercantik? Apakah dia benar-benar berpikir bahwa dia dapat mengubah dirinya menjadi cantik?
“Ibu aku memilih ini!” Ucap Xin Ping’er, dia akhirnya memilih kain yang merah cerah.
"Betulkah?" Xin Pinger bertanya
"Tentu saja itu benar!" Ucap Liang Jinqiao mengangguk.
"Kalau begitu ... Lalu aku akan mengubahnya!" Ucap Xin Pinger
"Hmm! Pilih lah yang lainnya!" Jawab Liang Jinqiao.
“Kalau begitu aku mau ini!” Xin Ping’er mengambil yang berwarna ungu-merah.
Liang Jinqiao melihatnya dan berpikir bahwa warna itu baik-baik saja. Warnanya cerah, tetapi tidak secerah merah terang. "Xin Ping’er, ini bagus, beli saja ini!"
"Okee!" Xin Ping’er mengangguk bahagia.
Xin Ping’er mengambil beberapa potong kain dan pergi ke kasir. Butuh total lima koin perak untuk semua kain itu, dan itu membuat Xin Qian sakit untuk sementara waktu. Yah, meski dia harus menghabiskan uang ini, itu tetap harus di beli. Terkadang wanita, harus mau berinvestasi dalam diri mereka sendiri. Ketika kau masih muda, kau harus bersenang-senang, kau tidak perlu menunggu sampai tua untuk bersolek.
Setelah membeli barang-barang ini, Xin Qian dan beberapa orang lainnya, pulang bersama…
Dalam beberapa hari berikutnya, Liang Jinqiao menggunakan waktunya saat malam untuk bergegas membuat pakaian Xin Qian terlebih dahulu. Liang Jinqiao sangat pandai menjahit, dan gaya pakaian yang di buatnya sangat indah, dengan beberapa bunga bersulam di atasnya, yang sangat realistis.
Ketika Liang Jinqiao memberikan pakaian itu untuk di kenakan pada Xin Qian, Xin Qian hanya bisa menghela nafas, "Ibu, teknik menjahit mu benar-benar bagus, dan bordirannya juga sangat realistis."
Liang Jinqiao tersenyum dan berkata, "Aku belajar dari nenek buyut mu, jadi aku bisa melakukannya sedikir lebih baik.”
"Nenek buyut?" Tanya Xin Qian penasaran
“Itu benar! Nenek buyut mu lah yang mendidik Ibu sampai besar.” Ucap Liang Jinqiao mengangguk.
"Nenek buyut itu orang yang baik?" Tanya Xin Qian.
"Tentu saja~ Dia adalah orang yang sangat sabar dan remdah hati.” Liang Jinqiao tersenyum dan berbicara dengan Xin Qian tentang nenek buyutnya.
Ternyata nenek buyutnya tidak sederhana, dia dulunya adalah seorang wanita tercantik pada masanya, dan dia banyak di kagumi oleh kaum pria, terutama kepribadiannya. Yang ramah dan rendah hati. Kemudian, keluarga nenek buyut Xin Qian mengalami kesulitan untuk membayar mahar pernikahan. Jadi, kakek buyutnya lah yang menikahinya dan menerimanya apa adanya. Nenek buyutnya tahu banyak kerajinan, seperti sulaman, dan dia merupakan yang terbaik, darinya lah Liang Jinqiao belajar kemampuan ini.
“Xin Qian, kamu harus mencoba memakainya dan melihat apakah itu cocok,” Desak Liang Jinqiao sambil memegang pakaian itu.
“Baik Ibu.” Xin Qian mengangguk, mengambil pakaiannya dan mencobanya.
Liang Jinqiao membuatnya di sesuaikan dengan sosoknya, jadi itu sangat cocok pada Xin Qian. Setelah Xin Qian mengenakan pakaian baru, temperamennya benar-benar berubah! Pakaian itu menampilkan sosoknya sangat ramping, dan pakaian merah muda itu membuatnya tampak seperti bunga yang indah. Pola di rok menjadi hidup ketika dia bergerak.
Liang Jinqiao tampak linglung saat dia menatap putrinya. Setelah Xin Qian berdandan sedikit, dia pasti akan menjadi lebih baik daripada wanita di kota kan? Karena Xin Qian selalu memakai pakaian lusuh, dia tidak menyadari kecantikan alami putrinya ini. Parasnya dan sosoknya sangat mirip dengan nenek buyutnya...
"Ibu, bagaimana menurut mu?" Tidak ada cermin, jadi Xin Qian tidak bisa melihat bagaimana sosoknya.
Liang Jinqiao tersenyum, "Cantik, cantik sekali! Xin Qian, saat kamu berganti pakaian, seolah-olah kami telah mengubah dirimu sendiri! Ibu tidak menyangka bahwa kamu tumbuh secantik ini."
"Benarkah? Ibu memuji ku terlalu berlebihan bukan?" Xin Qian merasa bahwa Liang Jinqiao agak berlebihan.
"Sungguh, mengapa ibu membohongi mu?" ucap Liang Jinqiao.
"Haha, yah, aku percaya pada mu. Tapi ibu, aku hanya bisa memakai pakaian ini di rumah. Aku tidak bisa memakainya ketika aku berjualan pagi-pagi. Jika tidak noda minyak di tubuh ku sulit untuk di cuci." Ucap Xin Qian
"Tidak apa-apa, kamu bisa mengenakan pakaian lain di luar. Tentu saja, gaun yang cantik harus di pakai di saat kamu bersantai. jadi, itu tidak akan merusaknya." Ucap Liang Jinqiao.
"Hmm~ Ibu benar." Jawab Xin Qian
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗