Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 219



Liang Jinqiao menghela nafas dan berkata, "Pada waktu itu, kamu di bawa pergi tiba-tiba. Jadi, siapa yang tahu masalah apa yang kamu hadapi? Apalagi, kami tidak tahu, apakah identitas Pangeran itu benar atau salah. Kami juga tidak tahu bahwa Pangeran akan membantu mu. Pemerintah adalah tempat dimana uang menjadi prioritas utama.”


“Aku mengerti, jadi Paman wen langsung pergi ke kota untuk menemui pejabat itu?” Tanya Xin Qian.


Liang Jinqiao mengangguk dan melanjutkan, “Benar, saat Paman kelima mu mendengar berita bahwa terjadi sesuatu pada mu, dia langsung pulang ke desa dengan terburu-buru. Setelah itu, dia bersikeras pergi ke Kota Yangcheng untuk membantu mu. Paman kelima mu berkata bahwa dia akan meminta bantuan dari seorang pejabat di kota Yang, yang bekerja di pemerintahan. Tetapi, orang itu berkata bahwa dia hanya akan membantu jika kita membayar uang sebanyak dua puluh koin perak padanya. Kakek dan Paman Kelima mu juga tidak berpikir yang aneh-aneh, mereka hanya berharap bahwa kamu bisa kembali dengan selamat. Jadi, kakek mu memberikan uang itu pada Paman kelima mu, dan mengirimnya ke kota.. "


Sekarang, Xin Qian telah kembali pulang dengan selamat, tetapi dua puluh koin perak itu tidak tahu apakah benar itu sia-sia ...


"Ibu, kurasa Paman kelima masih di Kota Yangcheng. Aku akan pergi ke Kota Yangcheng besok untuk menemukan Paman kelima." Ucap Xin Qian.


"Hmm, kamu tidak bisa membuat Paman kelima mu khawatir tentang mu terus menerus. Lebih baik kamu mencarinya dan bicarakan itu dengannya." Ucap Liang Jinqiao mengangguk setuju.


"Aku mengerti, ibu." Jawab Xin Qian.


Pada saat ini, Xin Ping'er membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Namun, Xin Qian terlalu malas untuk berbicara dengan Xin Ping'er, jadi meski dia tahu bahwa Xin Ping'er telah masuk, dia tetap mengacuhkannya.


Xin Ping'er menggeledah kamar, menemukan keranjang yang di bawa Xin Qian, dan berjalan menuju keranjang. Saat dia membalik penutup nya, di sana benar-benar ada kue dan permen! Xin Ping'er yang rakus, buru-buru mengambil sepotong kue dan memasukkannya ke mulutnya.


Enak, enak sekali! Xin Pinger yang belum pernah makan makanan yang mahal itu bahkan sampai dia dewasa! Jadi, dia dengan cepat memakan kue kering itu sampai sisa setengahnya!


Xin Qian yang melihat sekilas, langsung memarahi, "Xin Ping'er, apa yang kamu lakukan?"


"Makan lah, memang ada yang salah? Tidak bisakah kamu melihat bahwa aku sedang makan? Xin Qian, bukankah kamu membawanya kemari untuk kami makan?" Ucap Xin Pinger mendengus kesal.


Xin Qian memutar matanya, dia sangat muak dengan Xin Ping'er. "Aku mengirimnya ke sini bukan untuk kamu makan, tapi untuk Tianan, Yang’er. Bagaimana bisa kamu menghabiskan setengahnya? Bahkan saat orang tua mu belum memakannya? Apakah Kamu tidak tahu tata krama? Bagaimana bisa kamu mulai makan sendiri?"


"Apa yang memalukan tentang makan? Aku hanya makam jika aku lapar, bukankah bagus jika kita dengan teratur?" jawab Xin Ping'er tidak peduli.


Xin Qian benar-benar marah pada Xin Ping'er, mengapa bisa ada orang tak tahu malu seperti itu? Usianya sudab puluh tahun, tetapi Xin Pinger masih tidak mengerti aturan sama sekali! Hormati yang tua dan cintai yang muda, bahkan jika kau tidak membaca buku, kau pasti tahu hal paling mendasar itu!


"Xin Ping'er, kamu benar-benar luar biasa. Aku tidak tahu mengapa orang tua kita bisa melahirkan orang seperti Kamu!" Ucap Xin Qian marah.


Xin Ping'er tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan Xin Qian, jadi dia mengeluh di depan Liang Jinqiao, "Ibu, lihat apa yang di katakan oleh Xin Qian! Bukankah aku hanya makan kue? Namun, dia masih memarahi karena itu, dia pasti tidak menganggap aku sebagai saudara perempuan nya sama sekali! Dia selalu memarahi saat bertemu! "


Liang Jinqiao yang melihat sikap Xin Ping'er, merasa otaknya sedikit sakit. Hei, anak perempuan tertua nya ini juga tidak sadar diri. Hal yang paling mengkhawatirkan dalam keluarga adalah Xin Linger! Dia bahkan heran kenapa bisa anak perempuan tertuanya tidak bisa bersikap dewasa, padahal usianya sudah dua puluh tahun.


"Ping'er, apa yang Qian’er katakan adalah benar, kamu sudah sebesar itu tetapi kamu masih tidak mengerti hal yang paling mendasar? Ibu sudah berpuluh-puluh kali mengatakannya pada mu, tetapi kamu sama sekali tidak menganggapnya! Kamu adalah saudara perempuan tertua di keluarga mu, tetapi kamu tidak peduli tentang segalanya. Jika kamu terus seperti itu, Bagaimana bisa kamu menikah di masa depan?” Ucap Liang Jinqiao menghela nafas.


Xin Qian jauh lebih masuk akal daripada Xin Ping'er. Liang Jinqiao secara alami memiliki perbandingan di hatinya, jadi dia lebih condong ke arah Xin Qian.


"Ping'er, kita semua adalah keluarga, apa yang kalian berdua lakukan? Setiap bertemu kalian selalu seperti musuh?" Ucap Ling Jinqiao.


Kalau bukan karena takut membuat Liang Jinqiao jadi sedih, Xin Qian akan lebih suka mengusir Xin Ping'er. Orang seperti itu sangat tidak berguna, membiarkannya untuk tinggal di rumah adalah bebab besar untuk Sanfang!


Xin Qian menarik Liang Jinqiao dan memberi tahu nya untuk tidak mencampuri masalah ini. Jangan sampai masalah ini justru membuat sulit Liang Jinqiao. Lagipula, Xin Qian dan Xin Pinger adalah saudara kansung, jadi tidak baik bagi Liang Jinqiao untuk memihak siapa pun di antara mereka.


Xin Qian melangkah maju dan menatap Xin Pinger dengan dingin dan berkata, "Xin Pinger, aku rasa kamu memang tidak memiliki pengetahuan diri! Karena Kamu sudah makan apa yang ku kirimkan, maka kamu harus mendengarkan aku. Kita punya dua orang adik laki-laki Dan jika orang tua mu belum makan, maka kamu tidak bisa memakannya sendirian. Juga, jangan makan terlalu banyak sendiri, bagi lah pada yang lain juga! Apa hal dasar seperti itu kamu masih tidak mengerti? Lalu, untuk apa kamu membawa kue dan permen di tangan mu itu?”


“…..” Xin Ping'er terdiam. Dia sepertinya lupa bahwa Xin Qian adalah irang yang membawa makanan lezat ini, jadi dia benar-benar tidak bisa melawannya. Jika tidak, Xin Qian mungkin tidak akan memberikannya kepadanya lagi di masa depan!


"Aku hanya makan sedikit... Nenek dan Bibi Hui meminta ku membawakan mereka beberapa untuk di makan…” Gumam Xin Ping'er.


Xin Qian menyeringai dingin, lalu berkata, "Kamu memang hebat! Haha kamu tahu cara menyenangkan orang lain, tetapi kamu tidak peduli pada keluarga mu sendiri! Xin Ping'er, kamu pasti tidak otak! Sekarang keluarga ketiga telah resmi terpisah, apa gunanya bagi mu untuk menyenangkan nenek dan Bibi kecil? Apakah kau memang sebodoh itu?”


Jika itu yang terjadi sebelum pemisahan keluarga ketiga, Huo Chunhua dan Xin Hui masih bisa membuat hidup Xin Pinger di rumah Keeluarga Xin jadi lebih baik. Tapi sekarang karena Sanfang telah terpisah, tidak ada gunanya untuk menyenangkan Huo Chunhua dan Xin Hui !


“….” Xin Pinger terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Xin Qian.


"Jika aku tidak melakukannya, nenek dan Bibi Kecil pasti akan memarahi ku, bukannya memarahi Kamu!" ucap Xin Ping'er bergumam.


"Kamu begitu penakut di depan mereka? Mengapa Kamu begitu berani di hadapan ku? Apakah mereka lebih menyeramkan dari pada aku?" ucap Xin Qian seraya mencibir.


"Xin Qian, kamu tidak ada habisnya! Baiklah, aku tidak akan mau melakukannya! Kau puas?!" Ucap Xin Ping'er seraya meletakkan makanan di tangannya kembali ke keranjang.


"Aku harap kamu mengenali status diri mu, jangan sampai kamu tidak menyadari tangan siapa yang harus di cium!" Ucap Xin Qian menyindir.


"Aku tahu!" Jawab Xin Ping'er tidak senang. Jika bukan karena takut bahwa barang-barang yang akan di kirim Xin Qian di masa deoan. Dia tidak akan repot-repot mengurus Xin Qian.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗