Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 177



Xin Qian menghela nafas lega, seperti yang di harapkan, Xiao Maonya adalah hewan yang pintar! Tapi sebelum Xin Qian tenang, tiba-tiba sebuah kereta kuda melintas di belakangnya!


"Minggir!" Teriak pengemudi kereta.


Leher Xiao Mao menoleh, dan dia melirik kereta yang datang. Setelah melihatnya, dia menoleh dengan bangga, mengabaikan kereta kuda yang akan datang.


Xin Qian tiba-tiba menjadi cemas. Hei, Xiao Mao nya ini, apa dia tidak takut mati? Apakah kamu tidak melihat kereta kuda itu bergegas ke arah kita? Jika kereta besar seperti itu menabrak, itu bisa menerbangkan kereta keledai mereka! Jika begini, bukannya sembuh, Paman Liu mungkin akan kehilangan nyawanya! Saat Xin Qian memikirkan itu, dia merasa sedikit putus asa pada keledainya yang keras kepala!


"Xiao Mao, kamu tidak boleh terlalu gegabah. Tolonglah, kita harus menyingkir. Jika tertabrak, itu akan melukai kita semua!” Ucap Xin Qian agak panik. "Um… Xiao Mao, jangan keras kepala, oke? Hidup ku ada di tangan mu!"


“Apa yang kalian lakukan?!! Cepat menyingkir! Apa kalian mau mati!” Teriak kusir kereta kuda di belakang!


Xin Qian buru-buru membujuk keledaonya dengan sedih, "Xiao Mao, aku mohon, bisakah kita menyingkir? Aku akan membuatkan mu babi rebus nanti?"


Xiao Mao masih terlihat tidak senang. Xin Qian tiba-tiba menjadi cemas, binatang kecil ini terlalu tidak patuh! Lebih sulit untuk di disiplinkan dari pada anak nakal! Dia tidak ingin main keras atau lunak.


Melihat kereta itu semakin dekat. Namun, Xin Qian tidak bisa meninggalkan kereta dan melompat turun. Ada Paman Liu di dalam mobil, dan dia tidak bisa melompat turun bersama Paman Liu sekaligus! Xiao Mao ini... dia harus di disiplinkan lain kali!


Saat kereta bergerak semakin dekat, kusir itu berteriak lagi, "Keledai di depan, cepat menyingkir. Keledai mu berjalan sangat lambat tapi masih di tengah jalan. Kalian pasti ingin mati, kan? Mereka yang menutupi jalan, cepat menyingkir! Jangan menghalangi jalan nona ku."


"..." Setelah mendengar teriakan kusir, Xin Qian mengerutkan kening, merasa sedikit tidak bahagia. Sekalipun dia memang menghalangi jalan, tetapi semua orang bebas menggunakan jalan ini. Mengapa sikap si kusir ini sangat arogan? Bicaralah dengan baik, bisa kan?


Xiao Mao tampaknya mengerti apa yang di katakan kusir di belakangnya, jadi dia bergegas maju lebih cepat. Kereta yang perlahan mendekat di tinggalkan oleh Xiao Mao!


Xin Qian juga sedikit linglung dengan situasi yang tiba-tiba ini. Apakah dia barusan mengalami halusinasi? Bagaimana kaki pendek Xiao Mao itu terasa seperti terbang? Kecepatan ini hampir lebih cepat daripada kereta kuda!


Xin Qian menebak, mungkin karena kata-kata provokasi dari pengemudi itu, harga diri Xiao Mao terluka. Jadi sekarang dia berjalan lebih cepat daripada kuda?! Xin Qian benar-benar takut bahwa Xiao Mao akan kelelahan jika terus berlari seperti ini. Ini benar-benar di luar akal sehat...


“Gadis kecil, mengapa keledai mu bisa lari seakan itu sedang terbang?” Bibi Liu juga terkejut.


Xin Qian merentangkan tangannya dan berkata, "Aku tidak tahu. Mungkin Xiao Mao, lebih baik dari pada keledai lainnya..."


"Aku rasa keledai mu ini adalah keledai berdarah campuran, jika tidak, bagaimana bisa dia berlari lebih cepat dari seekor kuda?” Ucap Bibi Liu.


"Itu… Sangat mungkin…” Xin Qian juga merasa itu mungkin. Bagaimanapun, segala sesuatu tentang Xiao Mao nya, sangat tidak masuk akal! Seekor binatang yang bisa mengerti bahasa manusia, bahkan suka memakan daging rebus! Bukankah keledai mana pun, hanya makan rumput? Tapi Xiao Mao nya justru suka daging?


Pada saat ini, Kusir kuda di belakang juga terpana oleh kecepatan berlari Xiao Mao.


Beberapa orang yang tidak bisa percaya dengan apa yang mereka lihat, mulai menggosok matanya, "Ini ... ini ... bisakah seekor keledai lebih cepat dari seekor kuda? Apalagi keledai ini kecil?"


“Ya Tuhan ... dunia mulai sedikit berantakan!”


“Ada apa?” Suara seorang wanita keluar dari kereta mewah itu dan bertanya pada kusir kuda.


"Kalau begitu dahului itu, jangan menghalangi jalan Nona ini." Ucap wanita itu dengan raut wajah tidak senang.


"Tapi nona ... Orang itu dan keledainya tidak menghalangi jalan kita, mereka berlari lebih cepat dari kita!" jawab Sang Kusir dengan wajah kusut.


Wanita yang ada di kereta itu terdiam selama beberapa detik, lalu mengangkat tirai dan melihat ke depan. Benar saja, dia sangat terkejut melihat keledai kecil itu berlari dengan cepat di depannya, bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


Tetapi ketika wanita itu melihat sekilas sosok yang di kenalnya di kereta keledai, alis wanita itu berkerut dalam. Itu dia?!! Xin Qian! Wanita yang mengendarai kereta mewah itu adalah Murong Shuang!


Murong Shuang memerintahkan kepada kusir, "Cepat bergegas! Bagaimana bisa kita yang mengandari kuda tertinggal oleh keledai. Bukankah itu memalukan?"


Si kusir sedikit malu dan bergegas maju dengan cambuknya. Ini benar-benar akan menjadi perkelahian sekarang. Seekor kuda tidak bisa lari lebih cepat dari seekor keledai. Jika teman-temannya yang sesama kusir tahu ini, dia pasti akan di tertawakan ...


Xin Qian, yang sedang duduk di gerobak keledai, berteriak, "Semua orang, biarkan aku lewat! Maaf! Tolong, biarkan aku lewat! Aku tidak ingin melukai kalian!”


“Hei!! Mengendarailah lebih pelan!” Ucap seorang pria yang terjatuh ke samping jalan karena keledai Xin Qian.


"Aku benar-benar minta maaf, Xiao Mao ku menjadi gila!" teriak Xin Qian menoleh.


"..." Xiao Mao sedikit tidak puas dengan komentar Xin Qian tentangnya. Apa yang membuatnya gila? Bukankah jelas dia melakukan ini menyelamatkan muka mereka? Kuda lain juga harus tahu betapa baiknya dia, jangan meremehkannya!


Kecepatan kereta di belakang juga meningkat, tetapi masih menjaga jarak dari Xiaomao.


Xin Qian sedikit cemas, ini tidak bisa terus berjalan! Jadi, dia menarik kekang Xiao Mao, dan berkata, "Xiao Mao, berhenti di persimpangan di depan! Tujuan kita telah sampai, jangan berlari melewatinya!”


Xiao Mao tidak ingin berhenti, dan membiarkan kereta kuda itu melewatinya, tetapi setelah mendengar kata-kata Xin Qian, dia benar-benar berhenti di persimpangan di depan.


Xin Qian berpikir, jika dia memberi jalan maka kereta itu akan lewat dengan cepat. Namun, tiba-tiba, kereta kuda itu berhenti di sampingnya. Xin Qian melihat ke arah kereta kuda itu dengan waspada. Dia sudah menyinggung orang yang ada di dalamnya, jadi mungkin orang itu sangat marah dan ingin menyusahkannya?


Dengan khawatir, Xin Qian melihat seorang wanita berjalan menuruni kereta, ternyata orang yang ada di dalam kereta kuda adalah Murong Shuang! Dunia ini sangat kecil! Xin Qian tahu, jika dia bertemu dengan Murong Shuang, wanita itu pasti mencari masalah dengannya!


Benar saja, Murong Shuang menghampiri Xin Qian, dia mengangkat kepalanya, dan berkata kepada Xin Qian, "Kereta Nona muda ini ingin lewat, tapi kamu berani memblokir jalan ku di depan? Apakah kamu ingin mati?"


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗